
"Jangan berikan tekanan pada mamah lagi, aku takut mama tak kuat menahannya" nasehat vin pada carnell
brenda menangis , kenapa keluarganya jadi seperti ini, kena masalah bertubi tubi. ia tak kuat melihat keadaan mama, abang, dan kakak iparnya . ia berjalan keluar ruangan supaya tidak menambah kesedihan orang orang setelah melihat tangisannya
Di luar ruangan ia terkejut melihat seorang pria blasteran duduk tersenyum menatapnya . Pria itu segera berdiri dan merentangkan tangannya.
"Butuh Pelukan agar bebanmu berkurang?" Tanya pria itu. Brenda segera menyambut pelukan pria itu dan menangis disana
"Stttt tenanglah ... Semua baik baik saja.. semua akan berlalu.. Jangan menangis lagi.. aku akan menemanimu" bisik pria itu lembut sambil mengusap punggungnya . brenda merasa agak tenang dan nyaman didalam pelukan hangat pria itu
setelah agak tenang. pria itu membantu menyeka airmata brenda
"Katakan kenapa kau ada disini tuan owen?" tanya brenda
"Bisakah kau memanggil namaku saja?" tanya pria itu datar
"katakan kenapa kau berada disini bern?" tanya tata
"Tadi pagi berkasku ketinggalan dikantormu, aku tak menyadarinya, sore saat aku membutuhkannya aku baru mengingatnya. jadi aku kekantormu mengambil dokumenku, sekretarisku mengatakan kau di sini karena Dokter Violetta mengalami insiden. Aku menghubungimu tapi tidak kau angkat. Aku berpikir ponselmu silent karena peraturan kunjungan pasien dari RS. Jadi aku langsung kesini" brenda mengangguk tanda paham
"sudahkah kau mengambil dokumenmu?" tanya brenda
"besok saja. keluargamu sedang bermasalah, bukan waktunya aku menganggumu dengan dokumenku"
Empat pengawal membawakan makanan dan minuman kearah zavier.
"Davi.. Menjaga orang sakit, butuh makan.. mereka sepanjang hari tak makan.. bagikan pada mereka supaya mereka kuat menjaga yang sakit"
Brenda tertegun mendengar panggilan zavier untuknya , hatinya berdesir.. tapi ia nengabaikan perasaannya. ia tersenyum mengangguk. ia segera masuk ke dalam memanggil rahel.
dua pengawal menyerahkan makanan minuman kepada rahel. brenda Lalu meminta rahel membagikan makanan pada keluarga didalam ruangan
"Kalian bagikan makanan dan minuman itu pada para pengawal keluarga rodriquez dan Dawson" perintah owen pada dua pengawal lainnya
"Davi.. aku tak suka makan kemasan.. aku belum makan malam, mau menemaniku makan?" tanya Zavier. Brenda mengangguk
"Aku minta ijin dulu, tunggulah sebentar"
setelah melapor pada ayahnya, ia akan keluar makan malam bersama klien dari canada yang kebetulan datang ke RS, Brenda kembali keluar ruangan menemui zavier
"Ayo bern" ajak brenda , Zavier mengikutinya dari belakang bersama beberapa pengawal dibelakangnya
Supir menghentikan mobil di restoran makanan jepang disamping VLD Group. Restoran kesukaan Brenda. brenda menatap zavier heran
"Kau tau tempat ini?" tanya brenda
"Ya.. Aku menyukai makanan jepang, kenalanku merekomendasikan aku makan disini, kau keberatan? kalau keberatan ayo kita pindah" ajak zavier
"Ayo masuk" ajak zavier sambil tersenyum puas, mereka masuk ke ruangan vip
"Kau mau makan apa davi?" tanya zavier
"Apapun yang kau pesan aku akan makan, aku menyukai semua makanan disini" jawab brenda
"Design interior disini sangat bagus" puji Zavier, brenda setuju
Tiga bulan lagi, kakak pertamaku akan membuka restoran korea di sebelah, mereka sedang merenovasinya, design interiornya juga sangat indah. kelak aku akan mengajakmu makan disebelah
"Aku tunggu undanganmu" jawab zavier sambil tersenyum
"Deretan ruko ini, sangat strategis lokasinya, kakakmu sungguh pandai mencari lokasi.. aku sempat mau membeli deretan ruko ini, tapi pemiliknya tak bersedia menjualnya" brenda terbahak bahak
"selain kau, sebelumnya sudah ratusan orang ditolak juga, termasuk kakak pertamaku hahahaha" terang brenda
"benarkah?" tanya zavier
"Tentu saja benar, pemilik deretan ruko ini adalah CEO ICE Group , Suaminya CEO VLD Group, mana mungkin dia menjualnya" zavier tertegun
"CEO ICE Group dan VLD Group adalah suami istri?" tanya zavier , brenda mengangguk "kau mengenal mereka?" brenda mengangguk
"Sulit sekali mengajukan kerjasama dengan dua grup itu, banyak perusahaan besar dunia yang ditolak oleh mereka, bulan lalu aku mengajukan proposal kerjasama, belum di respon"
"Kau juga mengenal mereka, kau tadi makan siang dengan CEO ICE Group" jawab brenda sambil menyuapkan sushi ke mulutnya . zavier melotot tak percaya "kau sabarlah.. selama hamil kakak iparku sering mabuk efek bawaan bayi. setelah lahiran dia akan membalas emailmu"
" Oh ya BD GROUP milik kakak iparmu?" tanya zavier.
"Aku tak tau ini milik kakak iparku atau kakakku. sejak kakak iparku mengakuisisi Edelweis Group dari ayah gadis yang mencelakai kakak iparku tadi siang.. Ia langsung menyerahkannya padaku setelah mengubah menjadi BD Group. mulai saat itu ia tak pernah campuri urusan perusahaan lagi meski sering memberiku tender raksasa. Kalau aku mengalami masalah.. kakakku yang membantuku memberi solusi. kakak iparku hanya diam saja.. ia percayakan padaku sepenuhnya" zavier mengangguk
Makan malam itu pun selesai ..
"Ayo aku mengantarmu kembali, kau bersiaplah.. Dua minggu lagi aku akan mengajak orangtuaku melamarmu" kata zavier sambil menarik lengan brenda keluar ruangan .. brenda membeku.. mendengar ucapan zavier
"Kau gila? aku tak mengenalmu, kau tak mengenalku, lagipula aku tak suka dikekang, aku baru memulai karierku, bagaimana mungkin kita bisa bersama" omel brenda saat mereka sudah dimobil
"Aku dan kamu memiliki latar belakang yang bersih, Aku dan kamu tidak memiliki masa lalu dengan pria/wanita manapun, Aku dan kamu saling menyukai.. Apa salahnya bersama?"
"Dinikahi perjaka setia, tampan, mapan, kaya, bertanggung jawab, penyayang keluarga, bukan casanova atau playboy apa ruginya? yang terpenting aku mencintaimu.. !! setelah menikah kita cukup bekerjasama menjadikan perbedaan kita sebagai pelengkap satu sama lain"
"Untuk karirmu, Aku bahkan berniat mengakuisisi BD Group untuk kujadikan hadiah lamaran pernikahan untukmu, agar BD Group menjadi milikmu sepenuhnya dan kau bisa berkarya disana. Asal kau belajar mencintaiku .. menjadikan aku dan rumah tangga kita prioritas utama dalam hidupmu. Lahirkan beberapa pewaris owen yang lucu untukku dan keluargaku karena aku anak tunggal keluargaku"
"Sifat jelekku aku keras kepala, posesive dan sangat pencemburu.. aku tidak menolerir penghianatan.. dan menurutku itu wajar karena aku memiliki kehormatan sebagai seorang pria dan pemimpin keluarga"
Brenda terdiam , memang ucapan zavier ada benarnya.. buat apa bersusah payah bertualang cinta dengan orang tak jelas disaat ada pria yang baik ingin menikahi dirinya. Brenda memilih diam sampai mobil memasuki halaman RS Rodz