
Senin jam 07:00
Braice menunggu istrinya selesai merias diri. ia mendengus
"Kenapa miel?" tanya tata heran
"Bisakah kau tak berdandan terlalu cantik hah? kau hanya mau kekantor amour" tanya braice ketus
"Apa salahku, aku bahkan tak berdandan, aku hanya memoleskan bedak bayi dan lipbalm?" bingung tata
"Tapi aku tak suka kau terlihat begitu cantik didepan orang" tata memutar bola matanya malas
"Miel berangkatlah dulu, aku akan mengemudi sendiri ke VL hari ini, aku ada meeting dengan rajawali group, setelah itu aku ada meeting dengan Ko Vin dan Jie Irell, mereka datang ke kantor, setelahnya meeting dengan edelweis.. kalau sudah selesai aku akan membawa kunci ruko ke FC menemui miel sekalian membawa dokumen serah terima miel sebagai CEO di VL" tata menjelaskan jadwalnya
"Rajawali Group? ahh tidak tidak.. sabtu kemarin aku berpisah denganmu karena aku tak nyaman dengan CEO nya yang terkenal mata keranjang. Hari ini malah amour bertemu dengannya, aku akan mendampingimu amour" tegas braice , tata mengangguk
"Ayo jalan aku susun ulang jadwalku" braice segera mengajak istrinya berangkat .. dilantai bawah ada elda dan brenda . Tata Braice mengecup pipi elda untuk berpamitan.
"Brenda jadwalmu jam 15 ke VL. Aku menunggumu dikantor" brenda mengangguk pada kakak iparnya. mereka berpelukan lalu sepasang suami istri itu segera berangkat
***
VL Group jam 07:30
Braice dan Tata masuk ke lift khusus CEO yang biasa digunakan oleh hiro dan asistennya. Semua mata memandang bingung sekaligus takjub atas keberadaan mereka
Tiba di lantai 21 pintu lift terbuka , tata segera keluar lift dan menuju ruangannya. dipintu tertulis CEO V. Luciana D
lantai 21 adalah lantai yang khusus berisi ruangan petinggi perusahaan. CEO, Aspri CEO, Direktur, aspri direktur, ruang pertemuan petinggi
Setelah memasuki ruangannya , ia menekan tombol airphone memanggil asprinya Derren
Braice terlihat mengamati ruangan mewah berkesan artistik itu, dominasi warna ruangan adalah warna kayu. ia berjalan ke meja istrinya. Ada lima poto di dinding samping mejanya. 1 poto berisi maggie, vin, virellia, tata. 1 poto berisi tata dengan ketiga keponakannya. 2 poto adalah potonya bersama braice kecil. 1 poto lagi berisi braice sendiri dimasa kecil. Hati Braice terasa hangat
Dia melihat ada sebuah bayangan terlihat samar seperti pintu, ia menekan pintu itu ternyata sebuah kamar yang cukup luas. ada sebuah ranjang besar dan lemari berukuran sedang berisi beberapa pasang pakaian istrinya beserta sepasang sepatu dan sebuah tas dari brand terkenal dunia di dalam. ada juga sebuah kamar mandi cukup luas
diatas nakas samping ranjang kanan kiri ada poto pernikahan mereka , braice merasa hatinya sangat bahagia
Tok Tok Tok
Pintu diketuk dari luar
Masuklah perintah tata
Masuklah seorang pria berkebangsaan perancis yang sangat tampan dengan tinggi 190 cm dengan hidung mancung rahang tegas.
Braice segera keluar dari ruangan pribadi istrinya itu
"Pagi CEO Cantikku, aku sangat merindukanmu, kenapa kau baru tiba sekarang" derren melangkah mau memeluk istrinya .
braice segera menarik lengan istrinya dan memeluknya posesive sambil menatap aspri istrinya dengan tajam
"Perkenalkan ini Tuan Braice Caldwell Rodriquez , dia suamiku.. CEO VLD Group dan BC Group" Derren sangat terkejut mendengar siapa pria dihadapannya
"Miel ini aspriku Derren, kelak dia akan menjadi asprimu"
"Derren" Derren menjulurkan tangannya
"Braice" Braice hanya menatapnya tanpa mau membalas uluran tangan derren, derren tersenyum
"My CEO nanti jam 09:00 anda ada meeting dengan Rajawali Group mengenai pengajuan kerjasama mereka kepada VL Group, dokumen sudah saya persiapkan di meja anda. ada beberapa kejanggalan dalam laporan yang dia berikan, saya sudah masuk ke sistem mereka untuk memeriksa internal perusahaan mereka cukup bobrok. laporan ada dimeja anda juga semua data sudah saya email sejak rabu lalu"
"Jam 12:00 anda ada Meeting dengan Tuan Vincent dan Nona Virellia dari RS Dawson. Dokumen sudah saya sediakan dimeja anda dan sudah saya email kepada anda, RS Dawson ada sedikit kejanggalan penyelewengan dana oleh pihak managemen, saya masuk ke sistem mereka dan memeriksa internal sistem mereka, juga sudah menyelidiki dan melampirkan semua bukti. semua berkas ada dimeja anda, Anda bisa memeriksa via email anda"
"Jam 15:00 anda ada Meeting dengan Edelweis Group , Tuan Carl sudah menghubungi saya jumat kemarin, dokumen akuisisi sudah saya persiapkan dimeja anda. Saya juga sudah konfirmasi Nona Brenda Rodriquez. berkasnya juga sudah saya email jumat malam"
baiklah
"Tolong siapkan dokumen serah terima jabatan CEO atas nama saya kepada Tuan Braice Caldwell Rodriquez hari ini, kedepannya VL dibawah pimpinan Tuan Caldwell, saya akan berada di rumah sementara waktu mengurus keluarga" Derren terkejut , lalu cepat mengangguk patuh
"Serahkan Kunci 5 Ruko jalan thamrin untuk suami saya derren" derren mengangguk
"Pergilah selesaikan urusanmu derren" derren mengangguk lalu berpamitan mundur
"Asprimu tampak sangat kompeten" Puji Braice
"Ah ya dia serba bisa. kemampuan bela dieinya sangat baik, ia sahabatku saat diperancis. dia mengajariku banyak hal tentang IT, lalu saat aku kembali ke indonesia, dia memilih kembali bersamaku, dia akan banyak membantumu kelak" Braice mengangguk
"Hiro datanglah ke ruanganku" panggil tata sambil menekan tombol airphone
Tok Tok Tok
"Hi CEO cantikku, lama tak bertemu kau semakin cantik... " hiro menghentikan kalimatnya , dia merasa ada mata menatap tajam padanya. ia melihat ke meja CEO nya. ada seorang pria disana dengan aura berwibawa tapi sangat menyeramkan. ia merasa gugup sekali
"Hi hiro, maaf aku sibuk baru bisa kesini, aku akan segera berhenti bekerja .. fokus pada keluargaku.. kedepannya Suamiku akan memegang pimpinan disini dan kau akan sering bertemu dengannya.. Aku sudah meminta derren menyiapkan berkas pemindahan pimpinan managemen pada suamiku, kau bantu persiapkan ya"
"Ini Tuan Brice Caldwell Rodriquez suamiku, dia CEO VLD Group dan BC Group dan Rodriquez Group"
"Miel ini Ichiro Gabriel West, aku memanggilnya Hiro, Direktur VL Group"
"Tuan Brice senang berkenalan dengan anda, sudah lama mendengar berita anda di media, baru kali ini punya kesempatan bertemu dengan anda.. Kau salah satu idolaku selain Ana" hiro menjulurkan tangan dengan kekaguman
"Brice" jawab brice dingin tanpa membalas uluran tangan hiro, hiro gelagapan .
"mungkin dia masih marah atas candaanku pada istrinya kemarin" batin hiro
"Siapkan meeting dengan rajawali, suamiku akan memimpin hari ini hiro" perintah tata, hiro mengangguk patuh . ia segera berpamitan pada brice dan tata
***