
Ditempat lain
"Ta.. kau sungguh cantik dengan gaun ini" puji irell.. "lusa kau lah tuan putrinya " tata tertawa
"lusa kita semua memakai gaun biru muda, kalau pernikahan brenda, mau warna apa?" tanya maggie
"bagaimana kalau seragam keluarga warna emas atau putih?" tanya brenda
"Putih saja.. suami kalian mudah memadukan pakaian dengan gaun kalian" sambung irell, semua setuju . mereka memilih design seragam keluarga
"Irell boleh momy bertanya sesuatu?" tanya hannah hati hati
"Boleh donk mi" jawab irell sambil tersenyum
"Kau masih muda, kau sangat cantik sekali, bahkan kecantikanmu seperti model papan atas, kau tak berpikir menikah lagi?" tanya hanna hati hati
"Sejak kecil jie irell primadona dimanapun, selalu jadi most wanted, TK, SD,SMP,SMA bahkan sampai saat kuliah. banyak yang antri menyukai jie irell" tata memuji kakaknya
"Irell sudah di zona nyaman mom, bekerja dan merawat carter adalah tujuan hidup irell saat ini" jawab irell tersenyum
"kau tak bisa hidup sendiri selamanya, saat kau lelah dan sedih, kau butuh bahu buat bersandar, putramu butuh ayah untuk menjadi pelindung dan panutannya nak, belajar membuka hatimu" elda menasehati
"ko brian pria baik, coba pertimbangkan, dia kaya, mapan, tanggung jawab, setia, no scandal gentleman" ucap brenda menimpali "bagaimana kalau jie irell pertimbangkan ko brian"
"memangnya irell ada hubungan dengan brian?" tanya maggie sambil mengernyitkan kening
"ngga mi.. irell ngga ada hubungan dengan ko brian.. hanya pernah bicara tiga kali itupun tentang urusan keluarga. terakhir bicara saat mama dan mami di IGD dalam rangka pindah keruang rawat inap yang sama dengan tata" jawab irell lalu kembali fokus ke design gaun
"kalau irell nantinya mau bersama brian, mamah merestui dan setuju, kalian sama sama anak baik mama pasti mendukung.. cinta tak memandang status tapi mengjarapkan masa depan yang baik" sambung elda
"kalau brian bersama irell, nanti akan menjadi rumit" ucap maggie sambil mengernyitkan kening "bagaimana mereka saling memanggil dengan tata dan brice"
"panggil nama saja, simple kan" jawab hanna
elda, brenda, tata mengangguk setuju
"irell tak akan bersama brian, mami jangan banyak berpikir, dengan kriteria seperti brian dia bisa mendapat yang lebih baik" jawab irell
"bagi mamah kamu cantik, baik, lemah lembut, tanggung jawab, pandai menjaga sikap, apa masalahnya? kalau status menjadi masalah, ini sudah jaman modern. orangtuanya saja tak menentang bagaimana oranglain berani bersuara?" tanya elda
"kita bahas gaun saja ya hari ini mah, mih, mom" ajak irell mulai tak nyaman
"baiklah baiklah.. kita bicarakan lain kali, ayo kita fix kan design kita" ucap tata
"brenda gaun pengantinmu pilih yang bagian depan tidak terlalu terbuka ya, vier sangat posesive seperti daddynya. dia tak suka miliknya di pertontonkan didepan banyak orang" ucap hannah pelan, brenda mengangguk patuh
Drrttt Drrttt
ponsel tata berdering
"Haloo miel.. aku di butik dengan ketiga ibu kita"
"....."
"Mama elda, Mami Magie, Momy Hannah, Jie irell, Brenda"
"...."
"Baiklah baiklah"
"...."
"Aku tutup teleponnya"
"suamimu kenapa nak?" tanya elda
"miel memintaku, jie irell, brenda ke VL Group, ada yang penting mau dibicarakan katanya" tata menjelaskan pada mertuanya
"Kalau begitu kalian pergilah.. momi hanna dan mami maggie biar kembali ke mansion bersama mama ya" elda memutuskan . semua mengangguk
"Tata bayar dulu sebentar belanjaan kita"
"Kali ini mami akan membayarnya, ini acara cucu mami, mami bahkan tak melakukan apapun buat cucu mami" potong maggie
"untuk seragam pernikahan, biar momy yang bayar, ini acara bahagia momy seumur hidup sekali" hannah tak mau kalah
"bernard sudah memberi black cardnya mom" potong brenda
"ah kau simpan saja, mommy yang membereskan nanti.. kalian sudah ditunggu cepatlah pergi" usir hanna
Rupanya Sebuah alphard hitam suruhan zav sudah menunggu didepan butik.mereka segera naik kedalam
Sementara Hana, Elda, Maggie diantar supir ke mansion setelah melakukan pembayaran dikasir
Drrtt drrttt
ponsel hanah berdering
"Hallo dad.. mom di mobil menuju mansion rodz"
"...."
"baiklah mom tutup teleponnya"
"dua pria tua itu akan pulang ke mansion sebentar lagi" hannah menjelaskan pada maggie dan elda. mereka mengangguk
***
alphard berhenti di lobby VL Group
tata langsung memasuki lift khusus CEO menuju ruangan suaminya dan membuka pintu tanpa mengetuk
"kau sudah tiba amour?" brice memeluk dan mengecup kening istrinya
"duduklah davi" ajak zav sambil menepuk kursi disampingnya , brenda segera duduk
"Ko vin, Brian" sapa irell sambil duduk diantara brian dan vin karena tak ada tempat lain
"derren dan hiro dimana miel" tanya tata
"Mereka baru keluar kantor, mau kencan katanya" jawab brice
"Mereka tidak suka wanita, kencan dengan siapa?" tanya tata polos
"Amour, mereka tak suka wanita berarti kencan dengan teman prianya, masa kau tak mengerti" tanya brice datar
semua tertawa melihat pembicaraan suami istri itu, tata memukul dada brice
"aku kan tak tau.. kau ini" cebik tata. brice tertawa
"setelah ini kita mau kemana?" tanya brenda
"Kita makan malam bersama bagaimana?" tanya zav
"Aku harus menjemput istriku seklian jemput ketiga anakku ditempat les bela diri. aku tidak bergabung dengan kalian" ucap vin.
"Baiklah hati hati dijalan" ucap brice
"Ko Vin aku ikut denganmu" irell segera bangun dan mengambil tasnya
"Makanlah bersama kami, kau tak pernah makan bersama calon pengantin baru ini" ajak zavier
"Kau bersama mereka saja irell, nanti kembali ke rodz mansion dan pulanglah bersama mami" perintah vin, irell mengangguk. ia duduk kembali disamping brian
"Ayolah kita makan, aku lapar sekali, kami belum makan sejak dari pengadilan tadi" ucap brenda yang suka makan
"kita berangkat sekarang" ajak zavier
brenda ikut di mobil zavier, tata bersama brice
"kau temani aku irell" brian menggandeng tangannya menuju ke arah parkiran mobilnya di lokasi khusus CEO
"kemana saja hari ini?" tanya brian membuka pembicaraan
"Kami hanya ke butik lalu kesini" jawab irell singkat
"Ngapain saja dibutik?" brian berusaha mencari topik sambil terus mengemudi
"Kami mengambil gaun seragam keluarga untuk acara sebulanan baby z lusa. lalu fitting gaun seragam keluarga untuk nikahan brenda" jawab irell
"Kapan kau mau fitting gaun pengantin?" tanya brian sambil menatap wajah irell sesaat, irell bingung menatap brian
"aku ingin kau jadi pengantinku, dan fitting baju pengantin bersamaku" sambung brian, irell hanya tersenyum dan memilih diam , brian meliriknya
"aku menyukaimu sejak diacara pernikahan ko brice, dan aku akan membuatmu yakin dengan perasaanku padamu" ucap brian tegas
"lupakan saja perasaanmu, kita tak mungkin bersama" jawab irell dan bersiap turun karena mereka sudah di parkiran restoran korea pesanan brice