
"Mana carter, honey?" Tanya brian
"Mungkin dikamar, kau naiklah menyusulnya, ayo ku antar" ajak irell
TOK TOK TOK
carter membuka pintu kamarnya lalu kembali ke kursi belajarnya
"Kau sedang main game?" tanya brian
"No, aku sedang mengerjakan tugas sekolahku uncle" jawab carter tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya
"Tugas apa nak?" tanya brian
"Guruku meminta design kamar idaman, aku sudah membuatnya beberapa sisi dalam bentuk 3D, sudah 98% selesai, uncle mau melihatnya?" tanya carter brian mengangguk, anak itu menunjukkan kamar impiannya kepada brian . designnya indah sekali
"Carter ambilkan sebotol air mineral buat uncle please" pinta brian, carter segera mengangguk dan keluar kamar. secepat kilat brian memindahkan design itu ke emailnya. lalu mengembalikan ke posisi semula
"kau selesaikan tugasmu, uncle akan bergabung dengan yang lainnya dibawah, kalau kau membutuhkan sesuatu kau bisa hubungi uncle, berikan ponselmu" brian menyerahkan ponselnya pada carter, carter menyimpan nomornya didalam dan mengembalikan ponsel brian
"Designmu indah sekali, kelak kalau uncle mau membuat design kau harus menolong uncle" carter mengangguk sambil tersenyum
setelah keluar kamar, brian mengirimkan email kepada seseorang lalu bergabung dengan irell yang duduk sendirian di ruang keluarga lantai dua menonton drakor dengan camilan di pangkuannya
"kenapa jadi sepi?" tanya brian
"Ko vin dan sawsaw audi dikamar mereka, zav dan brenda fitting ulang baju pengantin, brice tata ke kantor ada meeting, orangtua kita pergi makan, double nat di ruang bermain menunggu carter menyelesaikan tugasnya sebentar lagi mereka akan dibawa ke mall oleh kovin" jawab irell tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi
"kalau calon suami bicara, jangan fokus ke tv" brian mulai merajuk , irell menatapnya sesaat
"kau ini sudah tua kenapa suka merajuk ko? ayolah jangan begitu" irell mengecup pipinya
brian segera memeluknya "aku tak mau dipipi" bisik brian "aku mau dimanjakan" pipi irell merona
"sehabis menikah, kau ingin tinggal dimana sayang?" tanya brian
"terserah padamu, dimana kau berada aku ikut" jawab irell santai
" oh ya aku mau menjelaskan tentang carter, ia dan keluargaku sudah memutuskan, senin sampai kamis carter akan disini, jumat aku menjemputnya pulang sekolah dan tinggal bersama kita, senin aku mengantarnya kesekolah. dia ingin bersama double nath, sejak lahir dia diasuh sawsawku dan tumbuh bersama double nath" irell menerangkan
"kau mau hari biasa kita di aprtemen, hari libur kita kembali ke mansion atau ke orangtua kita bersama carter" tanya brian "boleh" jawab irell
"ayo ku tunjukkan aprtemenku, tak jauh dari kantorku dan rs dawson, jaraknya 10 menit dari sekolah carter.. bersiaplah.. bawa beberapa pakaian cadangan. bisa kau letakkan di apartemen, bisa juga kau pakai sebagai pengganti" ajak brian
"tunggulah disini" irell segera kekamarnya mengemasi beberapa helai pakaian kerja, rumahan, pakaian tidur juga dalaman.. lalu memasukkannya dalam ransel
TOK TOK TOK
irell membuka pintu kamarnya
"irell, aku akan membawa carter dan nath keluar kota selama 4 hari karena mereka libur, tugas sekolah juga selesai" vin memberitau
"hati hati dijalan" irell mengecup kening carter
"Mana brian?" tanya audi
"Diruang keluarga, aku sedang mengambil sesuatu, jadi kutinggalkan sebentar" jawab irell
vin dan anak anak segera berangkat setelah berpamitan
"ayo kita berangkat" ajak irell sambil mematikan tv , pendingin udara dan lampu ruang keluarga mereka segera menuju ke mobil
"kita makan siang dulu" ajak brian , irell mengangguk "apartemen tak ada sentuhan wanita jadi hanya ada minuman kaleng tak ada bahan makanan" irell mengangguk lagi, ia mengeluarkan ipad dari tas nya
"saat bersamaku, usahakan jangan duakan aku dengan ipadmu" brian merajuk, irell tergelak, brian mencebik
"kau sudah tua suka merajuk, carter kalah padamu" brian memasang wajah masam, irell segera menyimpan ipadnya
mobil memasuki pelataran rumah makan masakan jawa, mereka duduk dilesehan . setelah menghabiskan makanannya mereka kembali ke mobil menuju apartemen brian
brian menekan pasword dan pintu segera terbuka, "paswordnya ulang tahun carter" irell mengangguk
irell takjub melihat design apartemen mewah ini, sungguh bernilai artistik tinggi dan elegant "lantai satu ada dua kamar tamu, lantai dua ada 4 kamar, satunya kamar utama yang akan jadi kamar kita. aku bawa kedapur ayo" dapur sangat mewah itu sudah lengkap dengan peralatan dapur yang mewah dan berkelas
"buatkan aku kopi dan bawakan aku air mineral ya, aku dikamar utama lantai dua" pinta brian, irell mengangguk . brian naik ke atas membawa ransell irell
tak lama irell naik ke kamar utama dan meletakkan minuman dimeja kerja brian dikamar itu
irell masuk kesana dan memeriksa isinya , sangat bersih dan rapi sekali. saat melihat pakaiannya semua terlihat indah. sebuah rak berisi pakaian dalam membuat wajah irell merona
"kenapa? ukurannya pas?" tanya brian genit , irell mengangguk malu
"aku sudah mengukurnya langsung, harusnya tidak meleset" bisik brian. "sini kubantu mencobanya" goda brian . irell mencubit pinggangnya
"kemarilah" brian menarik lengan irell dan merebahkannya di ranjang. "aku merindukanmu" bisik brian mesra sambil mengecup telinga irell
"sayang aku haus, mau menyusu" pinta brian sambil melepaskan kaitan di punggung irell. tak lama mereka sudah bersiap bertarung.
dan saat brian mulai menusuk irell dan bersatu , irell berteriak kuat. "kau nakal sekali" omel irell
"bukan aku yang nakal tapi adikku" goda brian. wajah irell merona
brian menusuk irell dengan cepat. irell meracau tak jelas dan tidak menahan suaranya lagi. brian semakin bersemangat melihat respon irell. akhirnya tiba waktunya mereka berteriak nama mereka masing masing . brian ambruk seketika
"Terima kasih sayang. kau sempit dan nikmat. aku mencintaimu" bisik brian . ia segera pindah kesamping irell dan memeluknya.
brian mengangkat irell ke kamar mandi untuk membersihkan diri bersama, setelahnya ia menggendong irell kembali ke ranjang dan menyelimutinya
"beib, kau melakukan pertama kali denganku?" tanya irell. brian mengangguk. "ya kau wanita pertamaku, kenapa?"
"kau terlalu mahir untuk pertama kalinya" jawab irell tak yakin
"saat aku study di LA , temanku sering mengadakan party, setelah mabuk kadang mereka berada di aprtemenku, mereka melakukan di ruang tamu, dapur dan lainnya. aku terbiasa melihatnya, cuma aku tak suka ikutan hidup bebas, berkat sering live, aku belajar banyak" jawab brian jujur
brian masuk ke selimut dan mulai menyusu lagi. "ko brian kau tak lelah?" tanya irell sembil mendelik
"aku takut kau sebut lemah" jawabnya lalu melanjutkan aksinya
"aku ini suka dimanjakan, aku suka caramu memanjakanku minggu lalu, aku selalu terbayang sebelum tidur, aku ingin secepatnya menikah" ucap brian
"kau puas bersamaku? milikku bisa memuaskanmu?" tanya brian serius
"aku sampai kewalahan denganmu, kau kuat sekali" jawab irell merona
"aku blasteran berdarah inggris, jadi ukuranku diatas standard . kuharap bisa membuatmu bahagia" brian turun mengecup sawah irell
irell mulai meracau dan gelisah
"kau puas dengan pelayanan adikku?" tanya brian masih sibuk disana , irell mengangguk tapi brian tak dapat melihatnya
"jawab" pinta brian sambil melanjutkan aksinya
"sangat, amat sangat" brian tersenyum. irell tak kuat lagi. ia mendorong brian sampai terlentang. ia turun ke bawah dan mengecup disana , memanjakan brian . brian meracau tak jelas
akhirnya irell naik dan memimpin permainan
"Ah s**t, besar sekali, luar biasa" racaunya sambil berteriak nama brian , brian juga meracau
"kau yang sempit, bukan aku yang besar" balas brian tak mau kalah sambil meracau
"jangan berdebat denganku, aku akan memberimu pelajaran" racau irell
"tak kuijinkan kau memberiku pelajaran, aku yang menghukummu" racau brian, ia membalikkan tubuh irell. dan mulai menusuk cepat.
akhirnya mereka berteriak nama mereka sama sama dan ambruk seketika
"Terima kasih sayang, sungguh nikmat sekali, aku mencintaimu" kecup brian di kening irell
"kau menyukai hukumanku humm?" tanya brian mesra ditelinga irell. irell mengangguk sambil memeluk brian
"istirahatlah sebentar lalu kita mandi, aku ingin dikamar mandi sekali" ucap brian
"aku lelah sekali, tak kuat lagi" tolak irell pelan
"aku tak bisa, aku masih mau please" bisik brian "sekali lagi lalu kita makan malam" akhirnya irell mengangguk
brian menggendong irell menuju bathup dan mereka mulai bertarung lagi didalam. setelah dua jam. irell terkulai lemah dalam pelukan brian.
"tenagaku sudah habis" ucap irell
"makan yang banyak, minum vitamin, setelah menikah kau bahkan harus memanjakan aku tiap hari tiap malam" bisik brian . irell mengangguk