
tiga pasang manusia sedang berada di ruangan vip sebuah restoran korea. para pria memesan makanan kesukaan wanita mereka
"kau ingin memesan sesuatu sebagai tambahan?" tanya zav pada brenda
"aku ikut semua pesananmu , aku suka makanan jepang dan korea, aku akan memakannya" jawab brenda
mereka mengembalikan buku menu pada pelayan, tak lama pelayan menghidangkan ocha dingin sesuai pesanan tamu mereka
"kau lelah hari ini amour?" brice merapikan anak rambut tata yang berterbangan
"Lelah sekali, aku lelah hayati dengan audrey, ingin rasanya mengirimkannya pada Tuhan buat menjaga putraku disana, tapi aku bukan Tuhan tak pantas menghakiminya" ucap tata
"Aku akan mengantarnya kepada Tuhan" jawab brice ,
irell tata brenda langsung melotot
"jangan" ucap mereka serempak
"apa bedanya miel dengan dia kalau miel membunuhnya, biarlah dia busuk di penjara." sambung tata. brice mengecup kening istrinya
"Kenapa seindah ini ciptaan Tuhan untukku" Ucap brice puitis
brenda segera bangkit, dan memegang kening brice
"Koko sehat? bagaimana abangku yang sedingin freezer bisa mengucapkan kalimat romantis seperti itu?" brenda bingung
semua terbahak bahak
"istriku yang mengubahku, kelembutannya menjadikanku seperti ini" jawab brice tertawa
"sawsaw taukah.. dulu koko brice , jangankan senyum.. bicara saja hampir tak pernah. mukanya sepanjang hari seperti wall ini.. datar sekali" brenda menunjuk dinding disampingnya. semua tertawa lagi
"masih mending ko brian, sejak dulu sampai sekarang diluar sana wajahnya selalu kaya freezer pada perempuan, temanku semua takut sekali padanya, kalo keluar rumah cewe cewe menyingkir melihat wajah dinginnya, tapi ko brian dirumah suka usil dan bercanda" curhat brenda
"papah juga sama, sejak dulu mukanya datar. sejak ada sawsaw dirumah.. papah mau bicara dan tersenyum.. katanya takut wajah baby z mirip papah karena sawsaw benci papah kalo muka papah kaya wall" brenda lanjut curhat
tata terbahak bahak
"sawsaw tak tau perasaanku sama mamah hidup puluhan tahun dengan pria bermuka datar seperti mereka"
"biarlah mereka memasang wajah datar diluar sana, biar tidak menebar pesona" ucap tata
"kau tak usah curhat disini brenda, zav juga julukannya muka datar, anggap saja karma berbuah, kau mengatakan orang muka datar ternyata muka suamimu tak kalah datar dan dingin" ledek brian.
"aku tau muka nya bern datar diluar sana. tapi dia tak datar padaku" brenda balas meledek brian
dua pelayan masuk keruangan. satu menghidangkan aneka makanan dihadapan mereka. satu lagi memanggang makanan dan memasak sup
mereka makan dengan lahap dan semangat. brice terus menyuapi istrinya. zav terus mengambilkan makanan buat brenda. brian juga mengambilkan beberapa makanan kesukaan irell ke piringnya
"sudah sudah, aku tak mau makan banyak apalagi sudah malam, aku takut gemuk" ucap irell
"sekali saja makan banyak takkan membuatmu gemuk, kau itu terlalu kurus" ucap brian memaksa. irell akhirnya makan lagi .. dia tipe orang yang lebih suka diam daripada debat
"brian, jie irell itu tipe pendiam dan tak suka berdebat, kali ini kau memaksanya demi kebaikan dan kesehatannya sih tak apa apa, tapi jangan melakukan pemaksaan tidak pada tempatnya.. hati hati jie irell tiba tiba pergi tanpa penjelasan dan tanpa suara ke torronto dan tak pernah kembali lagi bertahun tahun" ucap tata sambil tertawa, ia pun menyeruput ochanya
"sama dengan amour donk, kalau hati tak senang, tiba tiba pergi tanpa penjelasan dan tanpa suara. tau tau mengirimkan surat cerai" tanya brice polos. tata mencubit pinggang suaminya
"kami kakak adik tidak suka berdebat, kalau cocok ya jalani, kalau tidak cocok ya pergi" jawab tata "apalagi dibentak, ya mending pergi saja"
"kau jangan begitu lagi, kau tidak boleh meninggalkan aku" tegas brice serius
"menjalin hubungan tidak seperti itu, menjalin hubungan membutuhkan komunikasi dua arah dan saling mengerti, kalau pasangan salah. bicarakanlah baik baik. Pergi dan menghilang itu adalah bentuk keegoisan seseorang , merasa sudah benar dan tidak salah lalu meninggalkan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang yang ditinggalkan" interupsi brian
brenda, zav, brice setuju dengan brian
"Sebagai seorang laki laki, memiliki tanggung jawab mengarahkan wanitanya menjadi lebih baik.. jika dia mengajarkan hal baik maka wanita akan belajar membuang yang salah dan mengikuti yang benar" ucap tata "kalau pria egois, pemarah, pemaksa, emosionil.. bagaimana ia membawa pasangannya menjadi lebih baik?"
"setuju" ucap zav.. brice dan brian menatapnya dingin
"tapi ngomongnya mudah, melakukannya susah, namanya laki laki pasti memiliki ego dan emosi, kalau pria sedang emosi.. wanita harusnya memberi waktu pria meredakan emosinya dulu lalu bicara baik baik" sambung zav
brenda , tata, irell terdiam
"kalau kalian tidak bicara baik baik dan diam saja, bagaimana kami tau isi hati kalian" tanya zav
"ya mi? irell makan malam bersama brice dll"
"....."
"oh mami sudah pulang, baiklah nanti biar tata yang antar irell, atau irell naik taxi online"
"....."
"ok mi.. irell tutup teleponnya"
"ayo kita pulang , sudah jam 5 juga" ajak zavier
"aku ikut ko brice saja" ucap brenda
"Daddy mami di mansionmu, mereka pulang dengan siapa?" tanya zav datar . brenda mengangguk kecut
"Kalian kembalilah.. aku pulang sendiri saja" ucap irell
"Aku antar.. " tegas brian
"kau kembalilah.. jadi tidak perlu bolak balik" tolak irell..
brice tata zav brenda malas melayani perdebatan brian irell, mereka segera menuju mobil masing masing dan melangkah pulang
"ikut aku.. atau aku cium" tanya brian datar . irell langsung diam . brian menarik lengan irell dan memasukkannya kedalam mobil sportnya
"buat apa drama perdebatan kalau akhirnya tetap aku antar" goda brian
"aku tak suka pria pemaksa" sahut irell, brian menghentikan mobilnya kepinggir
"aku mengantarmu ke restoran, aku yang mengantarmu pulang, itu rulesnya, salahku dimana?" tanya brian
"dengarkan aku.. aku khawatir akan kamu maka aku mengantarmu dan memastikan wanita yang aku cintai selamat sampai ditujuan, apakah aku salah?" tanya brian .
irell diam.. dia merasa ucapan brian ada benarnya
"Aku akan melamarmu minggu depan, kau bersiaplah.. " ucap brian
"Aku mohon jangan seperti ini, aku tak bisa" ucap irell. hidungnya memerah menahan tangis
"aku lajang, kau single parent dengan seorang putra. kau takut aku dan keluargamu malu dicemooh orang"
"Masa lalumu kau mendapatkan pria yang tak bisa menghargai berlian sepertimu akhirnya melukaimu , kau sudah trauma"
"Kau memiliki seorang putra, kau takut pria yang menginginkanmu tidak dapat menyayangi putramu"
"Adikmu menikah dengan abangku, hubungan keluarga akan jadi rumit jika kau bersamaku"
"Aku akan mengekangmu dan melarangmu bekerja atau melakukan apa yang kau sukai, dan kau akan kehilangan impian dan cita citamu"
"adalagi yang kau pikirkan? semua itu yang hadir dalam pikiranmu dan merasuki jiwamu"
"irell kau dengarkan aku, hubungan kita adalah hubungan dua orang, kau dan aku, tidak ada orang lain diantara kita.. mereka tak berhak atas kita.. kau tak perlu peduli dengan oranglain.. cukup belajar menerimaku dan mencintaiku"
"sementara aku.. aku akan bertanggung jawab atas hidupmu, atas putramu, dia akan menjadi putraku.. kita akan bahagia bersama.. aku sudah cukup dewasa dan tak punya waktu bertualang atau main main dengan percintaan. yang kubutuhkan adalah wanita dewasa yang bisa mendampingi, mendukungku, menemaniku sampai tua, berbagi suka duka bersamaku, melahirkan anak anakku"
"buanglah semua pikiran burukmu, kita akan melalui semua bersama sama. kau tak bisa sendirian kau butuh aku melindungi dan menjagamu bersama putramu.. buka hatimu .. berdamailah dengan masa lalumu"
irell menangis tersedu sedu. brian sudah mengucapkan semua isi pikirannya, brian memeluknya erat
"keluargaku mendukungku bersamamu dan merestui kita, jangan pikirkan hal lain, kita akan bahagia bersama putra kita carter" irell mengangguk dalam pelukan brian . brian mengecup keningnya dan mengambil tissue menyeka airmata irell..
ia menatap mata irell, matanya malah tersihir di bibir mungil warna pink wanita dipelukannya. tak sadar ia menahan tengkuk irell.. menempelkan bibirnya ke bibir irell dan melu- matnya lembut. irell membeku.. tapi luma- tan brian begitu lembut membuatnya terbuai. ia melingkarkan tangannya di leher brian dan membalas brian.
brian menekan sedikit tengkuk irell, irell membuka sedikit mulutnya, lidah brian menyusuri rongga mulutnya, akhirnya mereka beradu didalam sana. ga irahnya brian terpancing. tangannya masuk kedalam tanktop irell lalu bermain di twin irell. irell mengeluarkan de -sahan .
perlakuan lembut brian benar benar membuatnya larut dalam suasana . brian mulai menjadi bayi besar dan menyusu . irell menekan erat kepala brian supaya lebih terbenam di twinnya yang sangat besar
dua jari brian menelusuk masuk kedalam rok irell lalu bermain di sawah bawah sana dan bergerak cepat. mulutnya tetap menyusu di twin super besar itu. suara kacau irell terdengar. akhirnya irell mendapat pelepasannya diteriakannya. brian perlahan melepaskannya. membantu merapikan pakaian irell . ia memeluk dan mengecup kening irell
"aku mencintaimu , tunggu aku, aku akan melamarmu minggu depan, percayakan hidupmu padaku, kita akan bahagia" ucapnya sambil mengelus pipi irell . irell mengangguk malu