
Makan siang sudah usai, maid nengangkat piring kotor dari meja makan. lalu menghidangkan buah buahan segar
"Sepertinya kita perlu bicara derrick" ucap brice tegas. semua mata menatap brice
"Aku melihatmu menatap istriku berlebihan, aku tak nyaman begitu pula istriku, katakan apa maumu" tanya brice dengan tatapan tajam
"Aku .. Aku mencintai ana" Jawab derrick tertunduk. "sejak dulu sampai sekarang aku selalu mencintai ana, tak adil aku duluan mengenalnya tapi dia menjadi istrimu" derrick kini menatap tak puas pada brice
"Derrick" bentak matilda dan elda. melihat brice semakin menyeramkan
"Ada apa ini? bagaimana disebut tak adil derrick?" tanya carnell yang baru datang dari arah luar , dia sempat mendengar kalinat terakhir derrick
, elda segera bangkit menerima tas dan jas suaminya lalu membiarkan suaminya duduk ditengah. brice pindah ke sisi kanan istrinya agar ibunya bisa duduk disamping ayahnya
"Derrick daritadi menatap tata dengan tatapan yang tidak pantas untuk kakak iparnya jadi brice menanyakan apa maksudnya. katanya tak adil dia lebih dulu mengenal tata diperancis 6 tahun lalu bahkan di tolak sebanyak 20x oleh tata tapi brice yang menikahi tata" ucap brice sambil menatap tajam pada derrick.
"Derren asisten pribadi tata bahkan pernah mematahkan tangannya dulu karena terus mengganggu tata sampai membuat tata tak nyaman meski sudah di tolak" sambung brice. semua mata menatap derrick sekarang
"jelaskan lebih spesifik pada uncle derrick" ucap carnell bijak
"Derrick mencintai ana uncle. dulu sampai sekarang perasaan itu tetap sama. bahkan bertambah. derrick lebih dulu mengenalnya. apa karena ko brice kaya jadi ana bersamanya" ucap derrick sambil menunduk.
"Apaaa??" tata langsung melotot. brice menggenggam tangan istrinya dan menggeleng. karena papanya sedang bicara
"Darimana kau tau kau lebih dulu mengenalnya? kau tau alasan tata menolakmu dan memilih kokomu?" derrick dan keluarganya menatap carnell
"karena sejak tata usia 6 tahun uncle dan brice sudah melamar tata pada orangtuanya, orangtuanya juga menerima. jadi mereka berdua mengembangkan hidup mereka didunia pendidikan dan dunia bisnis agar mereka bisa memantaskan diri satu sama lain" carnell menerangkan dengan santai
"Bagaimana lamaran masa kecil diusia 6 tahun bisa di jadikan pedoman pernikahan dewasa?" tanya derrick belum terima
"Saat Kokomu berusia 12 tahun dan ana berusia 6 tahun, mereka sudah mengenal cinta dan kesetiaan. Kau kira apa yang menyebabkan ana bahkan tak memiliki hubungan dengan pria manapun sejak kecil? karena dia menjaga hatinya untuk kokomu dan mereka berhasil meraih cita cita sekaligus impian mereka"
"kau juga harusnya tau sejak usia 15 tahun kokomu mulai berusaha terjun membangun kerajaan bisnisnya sendiri, kenapa? karena hidupnya memiliki tujuan, yaitu menikahi dan membahagiakan istri kecilnya. bila bukan karena tata mungkin kokomu bukan siapa siapa saat ini"
"Kau seharusnya tau nama lengkap kakak iparmu, dia bernama dokter violetta luciana dawson, salah satu putri dawson dan pewaris VR Group. menurutmu dia masih perlu menikah demi mendapatkan kekayaan brice?" tanya carnell
"Bila tata mau dengan pria lain, dia bisa menjalin hubungan dengan siapapun dimasa lalu. tapi dia tidak begitu. dia menjaga hati untuk kokomu sampai mereka menikah"
derrick menunduk tak bisa berkata apa apa
"Kau masih muda. jalanmu masih panjang, carilah wanita baik baik di luar sana dan jangan ganggu rumah tangga abangmu dengan kakak iparmu nak" carnell tersenyum bijak
"Dulu ayahmu berpesan pada uncle usahakan agar menyatukanmu dengan emilia meski bukan wasiat. tapi uncle harap bisa mewujudkannya" semua mata mendelik kepada carnell dengan tatapan berbeda
"Maksudnya pah?" tanya brice
"Emilia di adopsi dididik diberikan terbaik oleh uncle dan ontymu untuk disandingkan dengan derrick. tapi derrick menyukai tata, Emilia menyukaimu, mereka menyukai orang yang salah yaitu orang yang sudah berkeluarga"
brice dan tata langsung memasang wajah dingin. mereka sangat shock akan ucapan carnell barusan. tapi juga marah karena mereka adalah calon pelakor dan pebinor
"Jadi apa maumu sekarang?" tanya Brice dingin
"Maafkan aku ko, aku salah" ucap derrick sambil meneteskan airmatanya "Ana kau harus bahagia"
brice memeluk istrinya.
"dia pasti bahagia bersamaku" brice yang menjawab "kau bahagiakanlah emilia, itu harapan ayahmu"
"Dia adikku" jawab derrick
"Dia didikan ayahmu agar pantas bersamamu" carnell menimpali "kau pertimbangkan harapan ayahmu"
"kalian sudah pulang?" tanya elda langsung berdiri menyambut putranya
"pah mah, ko saw, onty derrick emilia apa kabar kalian" sapa brian ramah
"pa ma.. kami pulang. onty, bro , sis apa kabar saya irell. nah mau manggil apa pada mereka berdua?" irell bingung.. brian terbahak bahak
"disini panggillah adikmu dengan nama, panggil brice dengan koko, dirumah mamimu panggillah dengan nama saja" jawab carnell
"kenapa menantu mama pucat, kau sakit nak? tanya elda khawatir
"doa mamah mengerikan, tadi malam irell mabuk sampai sekarang" brian mencebik. elda tertawa.
"baiklah baiklah.. kalian mau makan dulu? ayo makan lalu istirahat, kasihan cucu mamah didalam" elda mengelus perut irell.
brice dan tata berpandangan lalu menatap mereka bingung. carnell paham.
"irell hamil kembar empat anak brian, anak nakal itu curi start duluan. jangan lapor pada maggie nanti dia akan memukul brian" kata carnell datar
tata langsung bangkit berlari menciumi perut kakaknya. dia memeluk irell dengan antusias
"hei hei saw.. slow.. pelanlah.. kasihan anakku" brian posesive , tata memasang wajah datar
"kau mau aku memukulmu karena curi start?" tanya tata datar
"ahh baiklah kau bisa menciumi mereka tapi pelan pelan ya" pasrah brian. tata kembali menciumi perut irell. semua tertawa bahagia
"aku akan memberimu ponsel fredrick. dia sangat handal, awal hamil baby z. aku mabuk sampai sulit bangun. dia banyak membantuku, dia punya pengalaman cukup banyak baby kembar bahkan sampai kembar 7" ucap tata antusias
"berikan aku nomornya saw, aku akan komunikasi dengannya" pinta brian
"papa akan menghubunginya agar dia mengurus cucu papa dengan intensive" ucap carnell
"selamat bro, kau memang perkasa" brice bangun memeluk adiknya
"pasti donk, kau kalah denganku, kau cuma tiga, aku empat.. kau kalah perkasa dariku ko" brian mulai narsis, carnell dan brice memasang wajah datar
"oh ya selamat puasa malam pengantin semalaman sampai hari ini" ucap carnell datar
semua terbahak bahak menatap brian , brian mencebik
"bro aku sudah dapat jatah 2 ronde barusan, kau tak iri?" bisik brice ditelinga brian. brian menatapnya datar.
ia melirik kakak iparnya ada beberapa kissmark dileher kakak iparnya yang tampak masih baru. ia segera mendengus
"kalau kau mau tau aku perkasa atau tidak, kau bisa bertanya pada istriku" ledek brice. brian memasang muka masam. tata mencubit pinggang brice
"irell kakaknya tata?" tanya derrick sambil berdiri
"loh derrick, kau disini? maaf aku tadi tak menyimak wajahmu saat menyapamu" jawab irell antusias mau maju menemui derrick. brian segera menahan pinggangnya posesive
"jangan dekat dekat pria lain" peringatnya dingin. irell langsung mundur kembali dengan kecut
"kalian saling kenal?" tanya elda
"Dia cinta pertamaku onty" ucap derrick jujur.. semua melotot padanya kecuali irell yang segera memasang wajah datar karena derrick mengungkit masa lalu
"karena ditolak irell, aku ke perancis melanjutkan bisnis dan pendidikanku sampai bertemu ana, aku malah jatuh hati pada ana sampai sekarang" sambungnya. semua menatapnya datar kecuali irell yang melotot