Forgive And Forget

Forgive And Forget
bab 62 - Sakitnya Tata dan Baby Zel



Brice dan tata mendekat kearah acara tradisi adat pernikahan kedua mempelai, beberapa orang menyapa mereka. tata mau menghampiri unyuk melepaskan diri dari brice


"Tetap disini, sebentar lagi nama kita akan disebutkan untuk giliran kita mengikuti acara adat" bisik brice . tata terpaksa berdiri dengan tak nyaman disana . dulu pelukan suaminya adalah tempat ternyamannya, sekarang ia merasa ingin secepatnya pergi jauh dari suaminya


nama brice dan tata dipanggil untuk melakukan pemberian kenang kenangan berupa emas kepada kedua mempelai


setelah mereka memberikan kenang kenangan pada dua mempelai. tata dan brice keluar ruangan untuk bergantian dengan yang lain .


tata mencari lokasi yang nyaman untuk duduk. badannya terasa agak hangat. ia duduk disudut ruangan untuk beristirahat


"minumlah" brice memberikan sebotol air mineral padanya


"terima kasih" ucapnya dingin lalu meneguk sedikit airnya dan menyandarkan tubuhnya di sofa


akhirnya acara adat selesai. semua hadirin berangkat keacara pesta respsi pernikahan. tata segera masuk ke lift. kembali ke kamarnya. dia meneguk obat pereda demam . lalu bersandar sebentar dan kembali ke ruangan pesta setelah sebelumnya memeriksa anak anaknya sebentar.


"kau darimana?" tanya brice


"memeriksa anak anak" jawab tata dingin


"duduklah, kau tampak tak sehat" perintah brice tegas. tata segera duduk. acara pun segera di mulai. carnell elda, magie, brice tata, vin audi . menggiring pengantin masuk ke ruangan.


acara makan segera dimulai. acara berlangsung sangat meriah.


"kau kenapa sayang? kau tak sehat? acara hampir selesai, kau kembalilah dulu kekamar" perintah maggie tegas setelah merasa kening putrinya panas


"antar tata ke kamarnya brice" perintah carnell tegas


brice mengangkat istrinya kekamarnya dan membaringkannya diranjang lalu memeriksa istrinya sebentar. ia mengambil air hangat dan mengompres istrinya


brice menelpon seseorang


"bawakan obat yang ku kirimkan dipesanmu kekamar 9088 sekarang" brice memutuskan sambungan telepon .


30 menit kemudian bell kamar berbunyi. pelayan kamar mengantarkan obat pesanan brice. brice menyuapkan ke mulut tata. lalu memberinya air minum.


TOK TOK TOK


suara dari conecting door


brice membuka pintu


"Ada apa suster?" tanya brice . perawat menunduk ketakutan. "katakan ada apa?" perintah brice


"Tuan, nona kecil .. agak demam" jawab perawat takut takut.


brice segera berlari memeriksa putrinya. badannya hangat sekali . ia membuka smua pembungkus bayinya lalu mengompresnya dengan air hangat.


brice menelpon dokter anak rs rodz. memberitau kondisi zel dan memintanya segera datang.


brice terus menciumi putrinya berulang kali sambil mengompresnya sambil mengompres tata juga.


TING TONG


brice membuka pintu kamar, dokter anak dan perawat segera masuk memeriksa zel.


setelah memberikan obat, mereka segera permisi. brice membuat sedikit susu dan mencampurkan obat disusu. lalu meminumkan pada putrinya


brice memeriksa tata, demamnya sudah reda. tinggal menunggu putrinya .


tata perlahan membuka matanya. ada brice dan zell disampingnya . zell telihat sedang dikompres.


"zel kenapa?" tanya tata


"ibunya demam tinggi, dia kontak batin ikut demam tinggi. dokter sudah datang memberinya obat, tinggal menunggu demamnya reda. aku mengompresnya untuk mempercepat reda demamnya" jawab brice


tata berusaha berdiri dengan sempoyongan.


"kau mau kemana?" tanya brice


"aku mau memeriksa zev" jawab tata.


"tidurlah, zev baik baik saja, aku terus mengeceknya dari tadi" ucap brice


"mau memintanya membantuku ganti pakaian" brice menghela nafas berat lalu mengambil gaun tidur tata di koper dan melepaskan gaun tata. lalu memasangkan gaun tidurnya.


"aku mau kekamar mandi" pinta tata, brice menggendongnya . setelah tata membersihkan wajah dan bekas kosmetiknya. brice menggendongnya kembali ke ranjang .


zell sudah tak demam lagi, brice meminta suster mengganti pakaian zel.


tak lama brice bangun


"pindahkan kasur kalian kesebelah" perintah brice. dua perawat segera melaksanakannya.


brice menggendong zel ke sebelah zev, lalu menggendong tata ke ranjang besar satunya.


brice segera mengunci conecting door


"kau kembalilah kekamarmu, aku baik baik saja. aku akan menjaga zel disini" usir tata, brice segera kembali kekamarnya.


tak sampai setengah menit brice pergi, zell menangis histeris , dengan kepala yang sangat berat akibat pusink. tata berusaha keras bangun dan menggendongnya. . tapi zel malah menangis semakin kencang.


KREKKK


pintu kamar terbuka, brice kembali dengan pakaian tidurnya. ia segera mengambil zel dari gendongan tata.


"ssstt sayang tidurlah, ada daddy disini menjagamu dan momi, daddy mencintai kalian" bisik brice ditelinga putrinya sambil memeluk zel.


ajaib. zel langsung tidur pulas


brice segera bergabung merebahkan diri disamping tata , tata segera berusaha bangkit dengan susah payah. brice menahan dan membaringkannya kembali


"kau mau kemana?" tanya brice


"kau kembalilah kekamarmu ko, aku akan menjaga anak anak , pergilah" usir tata.


ia merogoh tasnya dan mengambil dua butir pill. dan mau memasukkan kedalam mulutnya. brice menahannya.


"obat apa yang kau minum?" tanya brice sambil menatap tata tajam


"ah tidak, aku pusink. aku minum ini supaya lekas tidur" brice merasa hatinya berdenyut. ia mengambil dua pill itu membuangnya ke tong sampah.


"tidurlah sebelum kau kutiduri" ia menarik tata masuk dalam pelukannya.


"tidur dengan tenang , aku akan menjagamu dan anak anak kita, jangan pikirkan apapun" bisiknya sambil mengecup kening istri kecilnya. tata pun tidur dengan damai


semalaman brice tak tidur. ia menyusui anaknya bergantian sambil memeriksa demam anak istrinya .


***


dikamar lain


Presiden suites Rodz Hotel


Brian dan Virellia yang seharusnya sedang melewati malam pertama, malah menjadi malam yang sangat panjang karena Irell ngidam parah, setelah membersihkan diri dan mengenakan gaun tidurnya , ia mengeluarkan isi perutnya. Brian cemas sekali. ia memanggil dokter obgyn ke hotel untuk memeriksa istrinya


50 menit setelahnya, dokter tiba di kamar pengantin, sehabis memberi tanya jawab dan melakukan pemeriksaan, dokter menyuntikkan obat lambung, vitamin dan penguat kandungan pada irell. perlahan irell mulai tenang dan berbaring lemas dalam pelukan brian


Brian memesan bubur pada layanan kamar. dan menunggu beberapa saat hingga pesanannya tiba, ia menyuapi istrinya perlahan. mencium bubur, irell segera berteriak.


"jauhkan itu dariku, aku geli melihatnya"


"baiklah baiklah. tenanglah jangan marah. aku mencintaimu" kecup brian dikeing irell "katakan mau makan apa sayang? perutmu kosong, anak kita harus makan" tanya brian tersenyum sabar. irell hanya menyandarkan kepalanya di dada brian


TING TONG


brian bangkit dan membuka pintu kamar mereka. "ada apa?" tanyanya pada petugas hotel


"Nyonya besar mengirimkan ini untuk nyonya muda tuan" pelayan menyerahkan bungkusan. brian membuka bungkusan itu setelah menutup pintu, ia tersenyum melihat kiriman mama elda.


"Kau memang mama terbaik didunia" batinnya


"Sayang mamah membawakan udang salad buah asam untukmu, makanlah dulu" ucap brian. brian membuka kotak kiriman elda berupa udang salad buah asam. rujak dan sop ayam rempah. irell segera menghabiskan tanpa sisa. bahkan yoghurt asam pemberian elda juga segera dihabiskannya. setelah kenyang irell merasa mengantuk. brian menarik selimut sampai ke dada dan memeluk irell sampai tertidur.


***