
Mobil berhenti disebuah restoran perancis yang menjual steak.
"turunlah" ucap brian dingin , yang sudah berdiri disamping irell
"aku makan dirumah saja, antarlah aku pulang ko" jawab irell dingin
"aku lapar, temani aku makan" ucapnya dingin, irell segera turun dan memasang wajah datar
brian memesan beberapa jenis makanan, ia melirik wanitanya sebentar, wanitanya sedang membaca email di ipadnya dengan wajah datar .
pelayan menghidangkan makanan , brian memotong kecil steak jatah irell dan meletakkannya didepan irell.
"makanlah dulu" ucap brian. irell memakan makanannya dengan wajah dingin dan tanpa bersuara
setelah menghabiskan makanan mereka, mereka kembali ke mobil. irell mengeluarkan ipadnya, brian langsung mengambil dan menyimpannya di samping kanan pintu mobil.
irell diam saja tanpa protes, ia memasang wajah dingin menatap ke luar jendela
"kau kenapa?" tanya brian
"tidak apa apa? aku hanya lelah dan ingin cepat istirahat" jawab irell dingin lalu kembali menatap jendela
brian sadar, wanitanya ini berubah, menjadi dingin dan tak nyaman disamping brian, brian merasa wanita ini seharusnya wanita yang manja tapi mencoba bersikap keras, bila dikerasi dia akan merasa tak nyaman.
brian menepikan mobilnya dan melepaskan seatbelt mereka berdua. ia memeluk irell dan meletakkan kepala wanitanya dalam dekapannya
"Maafkan aku.. maafkan aku" dia mengecup puncak kepala irell, irell meneteskan air matanya. lalu mendorong dada brian , brian enggan melepaskannya
"sudah malam, antarlah aku pulang" pintanya dingin
"jangan seperti ini padaku, aku minta maaf, aku tadi kesal, karena kau tak mau mengandung anakku, aku emosi dan marah, maafkan aku, aku tak seharusnya begitu, harusnya aku bicara baik baik padamu , maafin aku sayang" irell diam saja
"sayang maafkan aku.. aku akan merubah diriku.. maafkan aku"
"lupakan saja, aku baik baik saja, ayo kita pulang" ajak irell berusaha lembut agar brian mengantarnya pulang , hatinya sudah tak nyaman bersama brian
"aku tau kau tak nyaman, kita dua manusia yang berbeda, kita butuh proses untuk menjadikan perbedaan kita menjadi pelengkap, tolong jangan menyerah, aku mencintaimu, aku akan berubah menjadi lebih baik lagi" brian mempererat pelukannya
"baiklah. ayo pulang, aku ingin segera istirahat" ajak brenda lagi
"aku mau masalah kita selesai malam ini, katakan ada apa, katakan apa yang kau rasakan" tanya brian , irell meneteskan airmatanya. hatinya terasa sakit.
"Mungkin bagi kalian setiap pria, wanita adalah sebuah sarana penyatuan dan pelepasan, setelah kalian mendapatkan apa yang kalian mau, kalian akan bersikap dingin. awalnya aku kira kau tidak begitu, ternyata kau sama saja" ucap irell dingin , brian terkejut mendengar ucapan irell
"sayang dengarkan baik baik, aku tak pernah menjadikanmu sarana pelepasan atau apalah namanya, bagiku kau adalah permata dihatiku, aku tadi bersatu denganmu karena aku ingin memilikimu seutuhnya, membuatmu merasakan perasaanku padamu, aku menyalurkan segenap rasa cintaku padamu saat kita bersatu. aku ingin mengikat perasaanmu dengan perasaanku dengan penyatuan kita"
"Mengenai sikap dinginku tadi, sungguh aku minta maaf, aku tadi marah karena aku berharap dengan penyatuan tadi kita bisa memiliki nyawa lain yang mempersatukan hubungan kita, agar hatimu kembali hangat dan tau kasih sayangku. ternyata kau menolak mengandung anakku, aku tadi tak mampu mengendalikan diriku dan bersikap kekanakan. kebetulan saja aku bersikap dingin setelah bersatu denganmu, itu sungguh tak ada kaitannya, ku mohon maafkan aku" terang brian
irell hanya diam. "baiklah masalah clear, aku ingin segera pulang"
brian memeluk tata dengan erat. lalu mengecup bibirnya dan mel -umatnya dengan lembut. dia mencurahkan seluruh perasaan cintanya disana, hanya ada cinta tanpa tuntutan
irell merasa terbuai dan menerima perasaan brian, ia membalas brian dan menuangkan kesedihannya disana., lama mereka berpaudan. sampai brian melepaskan perlahan dan mengusap bibir irell yang bengkak dengan ibu jarinya
"aku mencintaimu, berdamailah dengan masa lalu, tak semua pria seperti masa lalumu, kita bertiga akan bahagia bersama putra kita, buang pikiran meninggalkanku, kau adalah milikku seutuhnya, aku takkan membiarkanmu pergi dariku, jangan minum pil apapun, aku nenunggu bibitku berkembang disini" brian mengecup kening irell, irell mengangguk malu.
"ayo kita pulang" ajak brian sambil melepaskan pelukannya , irell mengangguk, wajahnya merona
***
Kediaman Rodz
"Brian duduklah, mama pusing melihatmu mondar mandir seperti itu" omel elda, brian cengengesan
"Ko Brice dan zav lama sekali haduh" keluhnya sambil mondar mandir
"Kokomu dan sawsawmu ada meeting tadi pagi di kantor .. sekarang mereka dalam perjalanan kembali, kalau zav katanya akan menuju kesini sebentar lagi kau bersabarlah" ucap carnell yang melihat kegelisahan putranya
"Rumahnya hanya didepan sana, kenapa dia lama sekali" brian mulai mengeluh dan mondar mandir
"Kau hanya mau pergi melamar ko, bukan pergi menikah, ini baru jam 9 pagi, duduklah" ucap brenda mulai jengah
"Maaf aku terlambat, tadi aku menyediakan ini untukmu" ucap tata sambil masuk dengan tergesa menunjukkan beberapa kotak bening yang dibawakan pengawal di meja ruang tamu
carnell , elda, brenda, brian segera keruang tamu melihat bawaan tata. mereka tersenyum .
brian segera memeluk kakak iparnya dengan bahagia "kau kakak ipar terbaik didunia saw" pujinya
"hei lepaskan istriku sebelum aku memukulmu" teriak brice dari pintu utama dengan kesal. brian mencebik melepaskan kakak iparnya.
"kau ini.. " dengus brian pada kakaknya
"terima kasih saw, kau luar biasa, aku melupakan hal sepenting ini" ucap brian tulus tata tersenyum
"kita keluarga tak perlu berterima kasih" jawab tata sambil menepuk dada brian pelan
"maaf aku telat" zavier masuk dengan buru buru
"kau kenapa serapi ini, aku yang mau melamar atau kau" dengus brian, semua terbahak bahak "kenapa kau lama, rumahmu hanya didepan rumahku, kau guling guling pun bisa langsung tiba"
"Aku tadi ke mall menggedor pintu menunggu mereka membukakan pintu, sampai security mengelilingiku" zavier mengadu pada brenda
"kau tak usah merajuk, orang sekiller kau tak pantas merajuk" sindir brian. yang lain tertawa
"Apa yang kau bawa bern?" tanya brenda lembut melihat bawaan beberapa pengawal
"Aku tau calon abang iparku yang lemot itu takkan ingat hal ini, jadi aku mempersiapkannya, cuma tadi malam pihak penjual lupa mengantar ke rumah kita, terpaksa kugedor pintu mereka tadi daripada lamarannya ditolak" sindir zav sambil menunjuk kearah brian dengan dagunya
keluarga melihat bawaan zav, mereka tersenyum
ya tata membawakan beberapa produk aple, mulai iphone, iwatch, ipad, ipod macbook yang harganya fantastis buat carter sebagai hantaran untuk irell
sementara brian membawakan motor mini trail, lego dan beberapa permainan anak anak seusia carter yang harganya fantastis
"Terima kasih bro, tak salah aku menyetujuimu menjadi calon adik iparku" puji brian tulus
"Tentu saja, dimana kau cari adik ipar seperhatian aku" jawab zav narsis
melihat gelagat akan ada perdebatan, carnell membuka suara
"Sudah ayo berangkat, nanti calon istrimu digondol orang" ajak carnell
"Cincin sudah kau bawa?" tanya elda, brian mengangguk
mereka segera berangkat dengan 4 mobil sport dan 1 mobil box berisi hantaran lamaran menuju kediaman dawson
***