Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 28 - USG



"Tata CEO ICE Group dan VL Group? kau pemilik VLD Group braice?" tanya carnell terkejut , brian sampai kaget


"Iya tata membangun ice group waktu dibohongi tuan muda dixon bahwa braice sudah menikah, tata patah hati dan menyibukkan diri dengan bekerja, ia membangun ice group di perancis" jelas braice "Aku membangun VLD Group saat berada di New York karena mau cepat menikahi istri kecilku, aku bekerja giat disana"


mereka mengangguk paham


"Kontrak pengajuan kerjasamaku pada VL Group sudah dua minggu belum ada respon" ucapnya brian sedih


"Bulan lalu aku mengirimkan pengajuan kerjasama VLD Grup pada ICE Grup. Baru tadi malam tata menandatanganinya di kamar, ia menjelaskan padaku setiap pulang dari RS biasa tata memeriksa semua dokumen perusahaannya, tapi sejak hamil, sepulang kerja dia kesulitan melanjutkan kerjaan, kadang ia bahkan tak mampu mengangkat tubuhnya dan dia sendirian di apartemen tak ada yang menemani jadi tak sempat membaca email" terang braice menyesal


"Kau bersabarlah.. ia akan segera membaca proposal pengajuanmu" imbuh braice


"Perusahaan kalian suami istri sudah menjadikan kalian orang terkaya di dunia" dengus brian , carnell elda setuju


"jangan biarkan istrimu bekerja dulu, kau utamakan cucu papa braice, papa khawatir keadaan cucu papa" tegas carnell, braice mengangguk


"Lalu bagaimana tata mengurus edelweis dalam kondisi seperti sekarang? kau lihatlah.. tadi ia bahkan tak mampu bangun " tanya elda khawatir


"Tata memutuskan menyerahkan jabatan CEO Edelweis pada Brenda" terang braice "bagaimana menurut pendapatmu brenda?"


"kau bantulah kakak iparmu nak" pinta carnell


"siapa yang tak mau dari aspri papah tiba tiba menjadi CEO hahaha" jawab brenda


"jieee jieee jadi CEO dadakan" ledek brian


"bekerjalah dengan baik dan majukan perusahaan itu, jaga kepercayaan kakak iparmu dan jangan kecewakan dia" perintah carnell tegas pada brenda "kau bisa menunjukkan prestasimu disana, tunjukkan kau mewarisi darah bisnis keluarga Rodriquez" brenda mengangguk


"aku masih tak percaya wanita sekecil sawsaw itu bisa menjadi CEO perusahaan raksasa" celutuk brian


"Aku juga tak percaya awalnya, sampai ia menandatangani pengajuan kontrak kerjasamaku tadi malam" jawab braice


"sikap dan etikanya sangat baik, benar benar anak yang luar biasa, sekarang fokuslah pada anak kalian, papa tak mau kau lebih sibuk bekerja sampai mengabaikan anak istrimu"


"kapan pemeriksaan kandungan tata?" tanya elda


"besok sabtu, kami sudah buat janji dengan fredrick mah" jawab braice


"besok aku libur, aku mau ikut, pasti lucu sekali baby twins" brenda semangat


"mama juga"


"papa juga"


"aku juga" ucap brian, semua mata menatapnya heran, ia paling tak pernah mau tau urusan seperti ini


"heiii jangan melihatku seperti itu, aku mau melihat keponakanku.. apa salahnya?" protes brian


"Besok kita pergi semua" putus braice


"Mama sudah minta maid membuatkan makan malam untuk tata, ada sup ayam kampung herbal didalam, kau minta tata habiskan makanannya" braice mengangguk lalu naik kekamarnya


Braice tidak menemukan istrinya dikamar, tapi ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. ia tau istrinya sedang mandi. ia segera menukar pakaiannya dengan piyama yang sudah disediakan istrinya di sofa . lalu membuka laptopnya dimeja kerja


Saat istrinya keluar kamar mandi, ia segera bangkit dan meminta istrinya makan malam. tata pun menghabiskan makan malamnya dengan lahap


Lalu dia kembali masuk kekamar mandi membasuh wajah dan menyikat giginya, braice mengikuti kegiatan istrinya


tata segera masuk keselimutnya dan memejamkan matanya


"Kau mau apa amour?" tanya braice


"Tentu saja tidur miel, aku sangat mengantuk" jawab tata polos, braice segera memunggunginya


"susah tua masih saja merajuk" ledek tata sambil memeluk suaminya


mereka pun memulai malam yang panas itu tanpa berhenti sampai 3 babak baru braice melepaskan istrinya


"kau nakal sekali miel, aku lelah sekali, kau benar benar menagihnya" protes tata yang terbaring lemah kelelahan


"kau sudah berjanji, aku hanya menagihnya" ucap braice sambil memeluk istrinya , menciumi keningnya bertubi tubi


"Tidurlah, besok pagi kita harus periksa kandungan" bisik braice sambil mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur. mereka segera berangkat kealam mimpi


**


jam 09:00


ruang keluarga rodriquez


carnell brenda dan brian sedang menunggu tata di ruang tamu , masing masing memegang ipad mereka


elda ikut bergabung sambil menuangkan jus buat putra putrinya dan mengambil segelas kehadapan suaminya.


"Sayang minumlah dulu, ini sabtu hari libur tapi kalian masih sibuk kerja" rajuk elda


terlihat braice turun bersama tata


"habiskan juice kalian dan kita segera berangkat" pinta elda , keduanya menghabiskan juice mereka lalu segera menuju ke mobil


Alphard hitam itu memasuki loby RS. sekeluarga segera menuju ruangan fredrick. fredrick sudah menunggu disana


setelah melakukan tanya jawab dan pemeriksaan sesuai prosedur kesehatan bumil, tata diminta naik ke brankar.


"Hei.. perhatikan tanganmu.. jangan sentuh istriku" teriak braice , elda langsung menjewernya


"Kau ini anak nakal, bagaimana dokter bisa memeriksa cucu mama kalau tak menyentuh istrimu" bentak elda gemas melihat sikap posesive putranya.


fredrick dan tata hanya menatap braice datar


"Jangan pedulikan dia, lanjutkan saja pekerjaan dokter" sambung carnell. brian dan brenda tergelak


fredrick mulai mengarahkan peralatannya keperut tata.


"Lihatlah ini bayi kalian di dalam, usianya 16 minggu lebih hmmm... ada dua kantung.. bayi pertama sangat sehat, berat badan dan ukurannya cukup baik.. peningkatannya sangat signifikan dibanding sebelumnya"


"tentu saja.. aku menjaganya dengan baik.." potong braice memamerkan diri.


semua orang menatap braice datar. dia mengganggu dokter menjelaskan apa yang mereka ingin dengar


"lanjutkan saja dokter , jangan pedulikan dia" sambung carnell


"detak jantungnya sangat baik.. kelamin bayi pertama sudah kelihatan.. kelaminnya.. laki laki.. " elda langsung memeluk suaminya bahagia. carnell balas memeluk istrinya


"mah bayinya lucu sekali" brenda meneteskan air mata


"Dan bayi kedua juga sangat sehat.. eh tunggu dulu..." fredrick mengernyit.. suasana jadi tegang.. semua mulai khawatir.. tak ada yang berani bersuara.. semua fokus menatap layar terutama braice.. ia mulai pucat


"dikantung kedua.. ada dua bayi.. USG sebelumnya tidak kelihatan.. kehamilan ini disebut monochorionic, satu kantung dua bayi.. jadi didalam rahim total ada tiga bayi"


semua melotot hampir tak percaya melihat ke layar tanpa berkedip


"lihatlah.. kita periksa jenis kelaminnya yang satu kelaminnya juga laki laki.. jawab dokter itu.. dan yang satu ini.. ukurannya lebih kecil dari saudaranya.. tapi jantungnya sangat sehat , fisiknya juga lengkap.. kelaminnya.. hmmm.. apa ya??"


fredrick sudah melihat kelaminnya, tapi dia berniat usil kepada suami posesive pasiennya , ia menghentikan kalimatnya dan menyimpan peralatannya, ia bangkit menarik sekat penutup dan kembali ke kursi kebesarannya


lalu meminta suster membantu pasien membersihkan gel dan merapikan pakaian agar tata bisa bangun