Forgive And Forget

Forgive And Forget
bab 64 - baikan



Brice yang merindukan istrinya, kembali merasakan adiknya bangkit "aku mau lagi" bisiknya


"aku lelah" lirih tata lemah "aku yang bekerja"


bukan brice kalau diam saja ditolak istrinya, akhirnya ia mulai bertarung lagi dengan istrinya sampai menjelang pelepasan


TOK TOK TOK


"ada orang mengetuk pintu" bisik tata


"biarkan saja, sedikit lagi aku selesai" brice mempercepat gerakannya sampai akhirnya dia berhasil menyelesaikan tugasnya sebagai suami. ia segera ambruk


TOK TOK TOK


gedoran dipintu semakin kencang


brice segera menutupi tubuh istrinya dengan selimut dan memakai boxernya , lalu membuka pintu. mama elda berdiri didepannya.


"ehmm maaf.. apakah mama mengganggu kalian" tanya elda tak enak melihat rambut putranya yang acak acakan dan beberapa stempel berwarna merah kebiruan di bahu dan dada anaknya


"sangat mah.. " jawab brice dengan wajah datar, elda terbahak bahak


"ah baiklah baiklah maafkan mama, kalian teruskanlah.. cuma putri mama tak terlalu sehat, kau jangan memaksanya terlalu lelah. mama cuma mau bilang di bawah ada emilia dan keluarganya mencarimu dan tata" ucap elda sambil jalan kekamar baby z mau memamerkan cucunya pada tamunya


brice kembali ke ranjang, ia tak menemukan istrinya tapi terdengar gemericik air dari kamar mandi, brice tau istrinya sedang mandi. ia menunggu 15 menit sampai akhirnya istrinya keluar dari toilet dengan wajah datar


"kenapa amour? kau masih marah padaku?" tanya brice memeluk paksa istrinya yang terlihat menghindarinya "maafkan aku amour, maafkan aku" bisiknya mesra


"lain kali kalau kau berani membentakku atau meneriakiku, aku akan langsung mengirimkan surat cerai padamu.. seumur hidup bahkan keluargaku semua sangat menyayangiku, mereka tak pernah membentakku" ancam tata


"baiklah baiklah, aku takkan mengulanginya lagi.. maafkan aku" bisik brice sambil mengecup bibir mungil istrinya dan menjadi semakin menuntut. tata mendorong suaminya "mandilah, ada tamu di bawah" tolaknya, brice terkekeh.


ia berjalan mencari dompetnya dan mengembalikan kartu yang dikembalikan istrinya tadi malam


"simpanlah, ini hakmu.. kau seorang yang boleh memilikinya" ucap brice . tata menerima dan menyimpan dalam dompet mininya


"kau belilah yang kau mau dengan kartu itu, aku bekerja keras untukmu dan anak anak kita" kata brice "orang sampai mengatakan kau pelit tadi" brice tak enak hati


"aku tak tau mau membeli apa? dirumah ini semua sudah tersedia. mama dan mami sudah membelikan semuanya buatku, barang anak kita masih ada 5 mobil box dimansion kita disebelah. susu bayi juga dibeli papah 1 gross di kamar bawah" jawab tata


"kalau mentraktir orang, itu bukan tipeku sama sekali, semua wajib bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan perut mereka. kecuali pada orangtua kita yang sudah membesarkan kita. berbeda dalam ranah bisnis yang menguntungkan, tak apa aku mentraktir mereka buat melipat gandakan hartaku" tegas tata


"baiklah baiklah.. terserah kau saja.. asal kau bahagia" ucap brice pasrah. dia tak mau berdebat dengan istrinya yang keras kepala masalah uang itu.


ia mengambil dompet istrinya memeriksa isinya ada tiga lembar uang merah, brice segera meletakkan tujuh lembar uang merah kedalam dompet istrinya.


tata sangat senang dan bahagia melihat perhatian suaminya itu, matanya berbinar binar, brice bisa melihat itu. aku harus sering mengisi dompetnya batin brice.


"gaji pokokmu sebagai CEO RS Rodz tiap bulan akan dikirim ke atm ini, kau belanjalah yang kau mau" sambung brice sambil melangkah kekamar mandi, tata mengangguk


***


Brice dan tata turun ke ruang keluarga menemui mama elda . wajah tata berseri seri.


"kau terlihat bahagia, apakah kau baru mendapat tender sayang?" tanya elda


"miel baru memberiku uang" jawab tata jujur sambil tertawa. elda menatap menantu kecilnya datar. lalu menatap putranya


"bukan urusan brice, semua harta brice sudah ditangannya, dia suka kalau dompetnya diisi uang tunai" jawab brice sambil bermain dengan zel


"kalau begitu kau harus sering memberi istrimu uang didompetnya" perintah elda , brice mengangguk dan fokus pada putrinya


"kasihan anak daddy baru sakit sehari, badannya langsung habis, nanti kita jewer momi ya nak" ucap brice pada zel, tata langsung menatapnya datar. elda melemparnya dengan bantal sofa. brice terbahak bahak.


"ehmmm" emilia berdehem. mengingatkan mereka ada disana


"eh iya.. ini emilia dan abangnya derrick, ia anak almarhum adik kembar papa carnell, dan ini ibu mereka onty matilda" elda mengenalkan tamunya "kalian.. ini menantuku tata, ia seorang dokter"


"kau mengenal derrick sayang?" tanya elda pada menantunya karena tak suka keponakannya menatap menantunya dengan tatapan penuh cinta dan tanpa kedip


"tata pernah bertemu dengannya saat kuliah dulu mah" jawab tata jujur


"aku mengenal ana di perancis 6 tahun lalu, selama 6 tahun dia menolak cintaku sebanyak 20x onty" jawab derrick jujur tanpa melepaskan pandangannya , ia melihat beberapa kissmark di leher tata


mendengar ucapan derrick, brice langsung menatap tajam pada sepupunya yang sedang menatap istrinya. istrinya terlihat tak nyaman


"jaga matamu bro" tegur brice tak suka


"bawalah baby z ke kamar amour" perintah brice penuh amarah. tata mengangguk


"tata permisi dulu semuanya" ia menunduk hormat lalu membawa anaknya kekamar mereka


"bisakah tatapanmu berhenti memandangi istriku.. istriku sudah pergi!!" brice mengucapkan dengan suara berat sarat amarah


"anak nakal, apa yang kau lakukan" matilda berbisik dan mencubit pinggang anaknya. derrick segera sadar . ia melihat tata sudah menghilang


"maafkan aku" ucap derrick sambil menunduk, brice hanya mendengus


"ayo kita makan siang" ajak elda menetralkan suasana yang sempat tegang


"brice ajak tata makan ya" perintah elda lembut pada putranya yang masih keliatan marah , brice segera naik kekamar tanpa bicara apa apa


brice melihat istrinya bermain dan bernyanyi pada anak anaknya. ia memeluk istrinya


"kau dulu dekat dengannya?" tanya brice sambil mencerukkan hidungnya di dagu istrinya


"derren pernah mematahkan tangannya karena suka menggangguku" dengus tata


brice mengecup pipi istrinya. "istriku banyak yang suka, aku cemburu, padamkan api di hatiku amour" ia memeluk istrinya semakin erat


"abaikan dia, aku milikmu bahkan kita sudah punya baby z" jawab tata sambil mengecup bibir suaminya.


brice tak melepaskan kesempatan . ia segera mel -umat bibir istrinya dalam. tata membalasnya agar amarah suaminya reda. brice memberi beberapa tanpa dileher istrinya membuktikan tata miliknya. tangannya masuk ke twin besar istrinya. lolos desa -han dari mulut tata


TOK TOK TOK


"ahh mengganggu saja" kesal brice. tata tertawa. brice membuka pintu kamar


"tuan muda.. nyonya besar memanggil" kata maid itu takut melihat wajah galak brice


tata segera memanggil perawat dan menyerahkan baby z.


"ayo makan, mama menunggu" tata mengajak suaminya yang kelihatan frustasi turun ke ruang makan. brice mendengus


"kau sudah mendapsmat dua babak tadi, apa yang kau kesalkan lagi" goda istrinya


"itu buka puasa selama tiga minggu" brice kembali mendengus.


"rasakan" bisik tata lalu lari sambil terbahak bahak.


"awas kamu nanti amour" brice mengejar dan menangkap istrinya lalu menggelitikinya.


"ampun miel ampun.. sudah lepaskan" teriak tata sambil tertawa . brice melepaskan istrinya dan memeluk pinggangnya dengan posesive menuju ruang makan


elda duduk di tengah, brice dan tata duduk disisi kanan. matilda, derrick, emilia duduk disisi kiri elda


tata kebelakang mengambil jus untuk brice lalu mengambil nasi dan lauk buat suaminya . derrick menatapnya dengan intens, hatinya terluka melihat pemandangan didepannya


"ayo makan yang banyak. kau belum sembuh benar sayang" ucap elda pada tata


"iya mah. terima kasih" jawab tata