Forgive And Forget

Forgive And Forget
Bab 37 - Tata siuman



Sekarang Tata, Maggie, Elda sudah berada di sebuah kamar inap VVIP.. Terlihat dalam ruangan mewah itu ada 3 brankar berderet berisi pasien .Disisi lain ada dua buah ranjang berukuran king size .. di sudut ruangan ada sofa mewah.. dan dibagian dalam ada dapur lengkap dengan kulkas dan peralatannya. Tersedia juga kamar mandi mewah lengkap dengan bathup dan standing shower.


Sayangnya suasana berduka itu tidak membuat mereka menikmati kemewahan kamar inap VVIP tersebut , semua orang sedang bersedih


4 pria tampan bertubuh kekar itu masuk ke ruangan tersebut. Terlihat dua ibu mereka sudah siuman.. disisi mereka ada rahel, brian, brenda, virellia


Vin memberitau kabar ketiga cucu rodriquez itu, maggie dan elda kembali menangis ...


"Dengar baik baik.. kalian harus tenang dan jadi kekuatan bagi tata.. agar saat dia bangun .. dia mampu menerima kabar tentang putra putrinya"


"Jika kaliam seperti ini.. tata tak akan mampu bertahan atas apa yang terjadi.. kalian harus berada disisinya agar dia bisa ikhlas"


Carnell menegaskan pada keluarganya, semua mengangguk tanda paham


Tok Tok Tok


Dari luar ruangan terdengar ketukan pintu


Brian membuka pintu buat tamu mereka


Muncul Derren dan Hiro dari balik pintu


"Brice, Vin, Carl, Brian, Rahel.. Ikut papa keluar"


"Rahel ceritakan apa yang terjadi" perintah carnell .. rahell menceritakan keseluruhan kejadiannya...


Semua pendengarnya luar biasa marah sekali tapi masih berusaha mengendalikan diri


"Apa yang kalian dapatkan" Tanya Carl pada derren hiro


"Nona Edelweis sudah menghapus rekaman cctv masuknya dia ke toilet tapi saya sudah memulihkan rekaman yang dia hapus, semua berkas dan bukti ada disini" lapor derren


"Tadi dia mau lari ke Mexico, Anak buah kita berhasil menahannya dibandara.. sekarang dia ada dimarkas.. tunggulah keadaan disini stabil baru kita mengurusnya" sambung hiro


"Aku sudah memasukkan laporan polisi, setelah situasi disini terkendali, kita akan mengurusnya" Carl ikut menambahkan


"Aku akan mengantarmu ke neraka wanita j****g.. beraninya kau bermain dengan keluarga rodriquez.. kau akan membayar nyawa cucuku dengan penderitaan" seringai carnell terdengar menyeramkan


"Sekarang kita masuk dulu ke ruangan.. pikirkan tata dulu" ajak vin. mereka semua masuk ke ruangan yang penuh kesedihan itu


***


"Miel.. Miel.." panggil tata lemah, pada brice yang menggengam jari istrinya


"Amour.. maafkan aku.. maafkan aku.. aku gagal menjaga kalian dengan baik.. mohon maafkan aku" brice menangis memeluk istrinya yang baru siuman. tata tersenyum lemah


"Tidak miel, kau daddy yang hebat.. kita akan merawat anak kita dengan baik" tata mengecup kening suaminya.. "kita akan bersama sama merawat mereka menjadikan mereka anak yang hebat" ucapnya pelan. Brice mengangguk


"Amour.. bagaimana perasaanmu, mana yang sakit?" tanya brice


"Hanya rambut dan kukuku yang tak sakit sekarang hehehe" jawab tata berusaha tersenyum


brice menelpon fredrick


"dokter istriku sudah siuman"


"...."


"baiklah, terima kasih"


brice memutuskan sambungan telepon


"Kau jangan banyak pikiran, jaga kesehatan baik baik. anak anakmu membutuhkan kalian berdua. jangan sampai jatuh sakit.. nanti anak kalian kehilangan arah" nasehat carnell


"Iya pah, terima kasih" jawab tata lemah


TOK TOK TOK


Brian membukakan pintu


"Dokter Fredrick tolong periksa istriku" panggil brice sopan


setelah memeriksa dan mengajukan beberapa pertanyaan. dokter fredrick tersenyum


"Jaga suasana hati jangan sampai down, saat memeluk bayi, mereka merasakan suasana hati ibunya, pastikan mereka merasa nyaman di pelukan mami violetta, kalau kau tak menjaga dirimu dengan baik, anakmu akan kesusahan" pesan fredrick. tata tersenyum mengangguk lemah


"Terima kasih dokter" ucap sekeluarga itu bersamaan , fredrick segera pamit


"Miel.. mana anak kita.. aku ingin bertemu dengan mereka" tanya tata pada suaminya


DEGHHH


Seluruh ruangan diam dan memucat


"Nanti saat menyusui, suster akan membawa mereka kemari, cuma keadaanmu tak mendukung memberi ASI , kau akan memberikan mereka susu formula" tata mengangguk


Tok Tok Tok


Suster membawakan seorang bayi tampan lalu menyerahkan pada tata. tata yang nota bene seorang dokter tentu memiliki pengalaman menggendong bayi. ia segera menerima bayinya


"Berdoalah dulu untuk putramu nak" pinta maggie disebelah brankar tata


Tata segera mendoakan putranya.. meminta yang terbaik dari yang Maha Kuasa buat putranya


Tata menatap intenst putranya.. benar benar copy paste daddynya.. rambut coklat, hidung mancung, dagu belah, mata hazel , alis tebal.. semua milik brice . Tata mencebik


"Kenapa amour" tanya brice heran


"Kau cobalah lihat putramu ini, semuanya adalah duplikasimu.. sama sekali tak ada sahamku didalam wajahnya selain mulutnya yang kecil seperti mulutku, padahal aku yang membawa mereka kesana kemari hampir 9 bulan" Brice tertawa berat .


"Mungkin kau terlalu mencintaiku, makanya putraku mirip denganku" jawab brice sambil mengecup pipi tata dan pipi bayinya


setelah memberi susu pada putranya, perawat membawa putranya pergi. 30 menit kemudian tata bertanya.


"mana anak kita yang lain miel" tanya tata


DEGHHH


seluruh ruangan kembali mencekam , semua menatap mereka berdua


"Miel.. kau mendengarku? mana anak anak kita yang lain?" tata menatap suaminya dan sekelilingnya. perasaannya mulai tak enak.


"Miel katakan mana putra putriku.. dimana mereka?" intonasi tata mulai naik


"Amour dengarkan aku.. tenanglah.. dengarkan aku"


Vin membisikkan sesuatu pada carl, carl segera keluar ruangan mencari fredrick


"Tidak.. aku tak mau mendengarmu.. aku mau anakku.. katakan mana anak anakku yang lain" tata mulai berteriak..


"Sayang tenanglah dulu" irell mengelus kening adik kecilnya itu .


"Jie Irell mana bayiku.. aku mau menemui mereka.. bawa aku menemui mereka.. cepat jie" tata mulai berteriak dan menangis


"Tata.. tenang dan dengarkan baik baik kalau kau ingin tau " tegas vin. Tata langsung diam . Irell menyeka air mata adiknya dengan tisue


"Amour.. Putri kita sedang dirawat di NICU.. dia lahir sebelum waktunya.. jadi sedang dalam perawatan dokter di inkubator. Kau harus kuat dan sehat. supaya bisa menguatkan putri kita yang sedang memperjuangkan haknya untuk hidup menghirup udara bebas seperti kita" brice menjelaskan hati hati.


"Bagaimana bisa?" tata menangis keras. brice memeluknya


"Amour kau jangan seperti ini, kalau kau begini.. bayi kita memiliki ikatan batin dengan ibunya.. dia akan sedih dan bagaimana dia bisa lekas sembuh. kau harus kuat dan tetap sehat, supaya dia bisa lekas bergabung bersama kita" tata mengangguk sedih. ia terisak isak dalam pelukan suaminya .


hatinya sesak mendengar bayinya menjadi bayi sakit dan butuh perawatan intensive . tak bisa dibayangkannya bayi sekecil itu dipenuhi selang dan kabel di tubuhnya


"Miel bagaimana putra kita satu lagi? apakah ia harus dirawat juga? kenapa aku tak melihatnya?" tanya tata masih dalam isakannya


"Amour... Aku.." brice tak mampu melanjutkan kata katanya.. semua meneteskan airmata melihat pemandangan itu


"Amour.. kau tenang ya.. kau harus ingat.. apapun yang terjadi.. putra putri kita sangat membutuhkanmu.. kau harus menjadi kekuatan bagi anak kita dan bagiku.. tanpamu kami akan hancur.. " tata mengangguk. ia menatap suaminya


"Putra kedua kita... dia.. " brice mengehentikan ucapannya. tata benar benar merasa hatinya sangat tak enak


"katakan dimana putra kedua kita? apa dia sakit? aku mau menemui mereka. bawa aku menemui mereka" tata berusaha bangun tapi tak mampu. ia kesakitan .


"Amour putra kedua kita.. Tuhan lebih menyayanginya.. Tuhan sudah membawanya lebih dulu.. ia sudah tak sakit.. ia sudah bahagia" brice menyelesaikan kalimatnya dengan sangat susah payah


"Tidak.. Tidak.. kau pasti bercanda.. miel miel.. aku mau menemui putraku.. bawa aku temui putraku.. cepat miel.. " Tata mulai berteriak histeris


"Jangan seperti ini sayang.. putri kita sedang sakit. dia sedang berjuang dan membutuhkanmu. kau harus ikhlas dan kuat . kami hancur tanpamu" brice berusaha memeluk tata yang histeris


"Tidak bawa aku menemui anakku.. dia tak mungkin pergi.. cepat bawa aku temui putraku.. miel" Tata semakin histeris


"Sayang aku mencintaimu, kau jangan seperti ini ya. anak kita masih membutuhkanmu, tenanglah" brice terus menenangkan istrinya yang histeris


elda tak kuat melihat menantunya seperti itu, ia kembali pingsan. carnell memeluknya dan berteriak


"Vin Vin.. periksa mamah vin" vin segera memeriksanya


Fredrick masuk dan menyuntikkan penenang pada tata.


Tata langsung tertidur


semua menangis melihat kesedihan seorang ibu yang kehilangan anak mereka yang baru dilahirkan beberapa jam lalu