
Jam 06:00
Rodz Hotel
Brice meminta dua perawat mengemasi barang barang mereka, setelah selesai dan tak ada yang tertinggal. Brice meminta pengawal membawa koper ke mobil.
Baby Z di gendong perawat, Brice menggendong Tata, mobil meluncur ke rodz mansion.
Tiba di mansion, brice segera menggendong tata kekamar mereka, perawat membawa baby z ke kamar bayi. Carnell dan elda menyusul cucu mereka dan melepaskan kerinduan mereka disana.
"Nyonya muda kenapa?" tanya elda pada perawat
"Tadi malam nyonya muda demam, Nona Kecil juga demam, Tuan Muda menjaga mereka semalaman sampai sekarang Nyonya besar" jawab perawat
"Semoga anakmu membantumu nak" batin carnell sambil senyum
elda turun dan membuatkan sup sarang walet dan sup herbal buat kedua menantunya. setelah nya ia membuatkan makanan makanan asam lalu di kemas dalam kotak bekal , meminta supir mengantarkan kepada brian di hotel. lalu mengirim pesan pada brice makanan istrinya sudah disiapkan
***
Jam 08:00
Tata membuka matanya. Ia terkejut melihat ia berada di kamarnya di Rodz Mansion. ia segera bangkit dari ranjang.
"Kau sudah bangun?" tanya brice. tata hanya menatapnya dingin.lalu berjalan ke walk in closet mengambil pakaiannya dan pakaian suaminya. setelah meletakkan pakaian suaminya disofa, ia segera membawa pakaiannya ke bath room dan membersihkan diri disana.
20 menit tata keluar dengan pakaian rapi lalu merias dirinya dimeja rias.
"Kau mau kemana?" tanya brice, melihat istrinya sudah rapi dengan pakaian yang tampak sedikit kelonggaran
"Kerja" jawab tata dingin. ia membereskan laptop, ipad dan ponselnya. mengambil tasnya dan bersiap keluar kamar. brice mencekal tangannya.
"Zel masih sakit, kau mau kerja?" tanya brice sambil berusaha menahan amarah dihatinya , tata menyingkirkan cekalan tangan brice tapi tak berhasil
"Istirahatlah, kau masih sakit" brice mengunci pintu kamarnya. tata malas berdebat dengannya. ia mengeluarkan laptop dimeja kerja dan duduk disana tanpa menghiraukan brice . brice mengirimkan pesan agar maid membawakan makanan untuk istrinya
Tata larut dalam kerjaannya sampai brice meletakkan makanan dimejanya. "Makanlah dulu, mama sudah membuatkannya pagi pagi untukmu" ucap brice. Tata segera menghabiskan sup buatan mertuanya dengan cepat lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Brice meminta maid membawa piring kotor keluar kamar. lalu membuka conecting door yang menghubungkan kamar mereka kekamar baby z. terdengar tangisan zevan. tata segera berlari kekamar bayinya.
"kenapa zevron suster?" tanya tata sambil mengambil zev dari gendongan brice lalu melepaskan kain pembungkus putranya. mengoleskan minyak telon dan mengganti pakaian zev lalu memberikan susu. zev kembali tidur lelap.
tata membawanya ke kamarnya dan memeluk putranya, akhirnya mereka berdua sama sama tertidur. brice tersenyum melihat pemandangan itu. ia segera mencium putranya
"Daddy tak akan membiarkan momimu membawa kalian pergi lagi" bisiknya ditelinga putranya kemudian mengecup pipi putranya. ia memejamkan matanya sejenak disamping zev dan memeluknya
Ada gerakan diranjangnya, brice segera membuka matanya. ia melihat jam dinding. ahh ia tertidur. ia bangun melihat beberapa koper dikamar anaknya.
"Kau mau kemana?" tanya brice pada tata yang sedang mengemasi perlengkapan kerjanya. tata diam saja meneruskan kegiatannya
"Kau mau kemana" ulang brice sambil mencekal lengan tata karena merasa di abaikan istrinya
"Pulang" jawabnya dingin dan singkat
"Pulang kemana? ini rumahmu" jawab brice sambil menatap ke manik mata istrinya
"Duduklah.. kita harus bicara" ucap brice , tata duduk diranjang. brice membawa zev ke kamar bayi lalu kembali duduk disamping tata setelah menyerahkan putranya pada perawatnya
"Aku tau kau sudah bersiap siap membawa anakku pergi ke eropah, aku tak akan membiarkan anak istriku pergi. kalian harus tetap berada disisiku. coba kau runtuhkan egomu dan pandang anak anak kita yang tak berdosa itu, mereka berhak bahagia dengan keluarga lengkap disisi mereka . haruskah kau rampas kebahagiaan mereka dengan membuat mereka merasakan keluarga yang broken home?"
"Wanita yang bersamaku di mall kemarin adalah sepupuku emilia rodriquez, ayahnya adalah almarhum adik kembar papa carnell yang di Inggris, dia datang menemuiku karena ada pemotretan di kota B, dia ada dipesta tadi malam tapi terlambat tiba. kau sudah kembali kekamar karena sakit, aku tak sempat mengenalkan kalian"
"Aku bersikap dingin karena aku marah padamu atas hal ini" brice menunjukkan poto dan video singkat dia dipeluk seorang pria bule , tata melotot. lalu kembali memasang wajah datar.
ia mengambil ponselnya, menekan video call dan menarik seseorang, maggie, irell, vin didalamnya
"Hei sepupu cantikku, akhirnya kau menghubungiku, ada apa? kau mau mentraktirku malam ini?" canda abraham diseberang sana. tata langsung memasang wajah datar, maggie dan vin langsung tertawa
"kau jangan bermimpi gadis sepelit dia mentraktirmu makan, kecuali kau memberinya tender raksasa berlaba ratusan milliar, dia akan langsung mengajakmu makan sekarang juga. hahaha" terdengar suara vin tertawa disana
"kau sudah menjadi sultan masih saja pelit sekali, apakah suamimu yang juga sultan sepelit dirimu? tak bersediakah dia mentraktirku yang datang jauh dari inggris sana ke kota B ini?" ledek abraha. vin magie kembali tertawa
"Menantuku tak pelit dan baik sekali, hanya tata dan irell yang pelit" tawa maggie terdengar keras diseberang sana
mereka menggunakan bahasa inggris dalam percakapan itu
Perasaan brice campur aduk disana, satu dia merasa bersalah marah pada istrinya tanpa memeriksa pria dipoto adalah sepupu kandung istrinya, kedua ia baru tau istrinya terkenal pelit dikalangan keluarganya dan hanya mentraktir kalau ada timbal balik.. "pantas kau kaya sekali istriku" batinnya, ketiga ia tak enak disebut pelit dihadapan keluarga istrinya
"katakan aku akan mentraktirnya makan malam ini" perintah brice pada istrinya
"kau bilang sendiri" tata menyerahkan ponsel pada brice , brice menerima ponsel istrinya
melihat wajah brice dilayar, abraham langsung menyapanya ramah
"Hi adik ipar, aku abraham sepupu kalian yang tampan dari inggris, ah istri cantikmu yang pelit itu tak bersedia mentraktirku makan, apakah kau bersedia? ayolah kalian suami istri sultan, jangan tiru istrimu" canda abraham
"hi mami, ko vin, ko abraham, buatlah janji temu dengan istriku, aku akan mentraktir kalian makan malam ini" jawab brice ramah dalam bahasa inggris. lalu menyerahkan ponsel pada istrinya
"lihatlah suamimu ternyata baik, aku rasa dia tak pelit sepertimu dan irell, dia bersedia mentraktirku malam ini" ucap abraham bersemangat
"suamiku memang akan mentraktirmu, datanglah bersama mami kovin sawsaw nanti malam ke resto geranium, aku akan mengajak brian dan jie irell juga kalau mereka mau, jangan lupa berikan aku tender malam ini" putus tata
"baiklah malam ini bertemu" ucap maggie. mereka memutuskan sambungan ponsel
tata kembali memasang wajah datar menatap suaminya
"Amour.. maafkan aku.. aku cemburu, suami mana tak cemburu istrinya dipeluk pria asing, masih untung aku tak memukulnya mengingat itu hari bahagia adikku" ucap brice menyesal dia memeluk tata, lagi lagi tata menghindar
brice segera menangkap dan mengukung dua tangan istrinya diatas kepala
"lepaskan aku, aku membencimu, menyingkirlah" tata meronta ronta.
tapi brice membungkam mulutnya dengan bibirnya. sambil tangannya masuk menjelajahi twin, dia rindu sekali pada istri kecilnya ini.
dirasanya istrinya tak meronta lagi dan mulai tenang , ia melepaskan tangan istrinya, mulutnya menyusuri twin, tata mulai meracau tak jelas.
brice memulai pertarungan itu dan menyelesaikannya dalam dua jam dengan saling meneriakkan nama mereka masing masing.
"terima kasih amour, kau sangat sempit dan selalu nikmat sekali. aku mencintaimu istri cantikku"
tata terbaring lemah diranjang dan membuang muka. brice terkekeh
"kau kurus sekali, hatiku pedih melihatmu begini. makanlah yang banyak, agar kau tak kewalahan mengimbangiku" bisiknya di telinga istri mungilnya