
president suite
Owen Hotel
Resepsi pernikahan sudah usai
Brenda duduk dimeja rias dengan gugup. dia tak bisa melepas resletingnya . Zavier bingung melihatnya tak bergerak ke kamar mandi
"Kau kenapa?" tanya zavier sambil mengecup kening istrinya. brenda tertunduk malu
"Ma-Maukah kau membantuku melepas retsletingku" tanyanya sambil menunduk, zav tersenyum lalu menarik retsleting dipunggungnya, zav menelan luda susah payah, kulit putih mulus terpampang di hadapannya.
Brenda segera berdiri dan menuju kamar mandi, tapi gaunnya malah melorot, menyisakan kain segitiga. zavier tak dapat menahan diri lagi, ia langsung memeluk dan mengangkat istrinya sampai gaun putih itu tertinggal.
"Bern aku mau mandi, badanku gerah" ucap brenda gugup. tapi zav tak mendengar malah merebahkan gadis berdarah inggris tionghoa itu ke ranjang
"Nanti saja, habis mandi pun akan gerah juga. kau istriku, serahkan dirimu padaku seutuhnya" bisik zav. ia melepaskan pakaiannya lalu memadamkan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur agar istrinya nyaman. mata brenda melotot melihat adik pria bule yang baru nenjadi suaminya. sejenak ia langsung gemetaran
"Zav aku takut" lirih brenda.
"Tenang saja, aku ada disini bersamamu, kau akan bahagia" bisiknya, brenda mengangguk pasrah. lalu zav mulai melakukan atraksi sampai brenda meracau hebat
tiba waktunya dia ingin bersatu dengan istrinya, istri cantiknya diserang senjata ukuran bule langsung berteriak kesakitan dan meneteskan airmata. zav terkejut
"You still virgin??" bisiknya .. brenda mengangguk
"Maafkan aku.. maafkan aku.. " ia nencium mata dan kening istrinya. untuk menenangkan istrinya
dinegaranya gadis remaja sudah mengenal surga dunia, bagaimana gadis 21 tahun dibawah tubuhnya ini bisa masih polos begini, tapi hati kecilnya merasa bangga menjadi pria pertama istrinya karena istrinya juga wanita pertamanya.
dia melakukan pemanasan kembali. agar istrinya merasa relax, sampai akhirnya ia berhasil menggoalkan gawang istrinya. terdengar pekikan istrinya menahan sakit
"maafkan aku, maafkan aku menyakitimu, tapi aku harus melakukannya, aku janji setelah ini rasa sakitmu akan hilang dan berubah menjadi surga dunia" bisiknya sambil mencium mata istrinya. brenda mengangguk
setelah istrinya tenang, ia mulai menusuk istrinya perlahan sampai rintihan kesakitan istrinya berubah menjadi racauan kembali, ia mempercepat gerakannya
dua jam lebih akhirnya terdengar suara mereka meneriakkan nama satu sama lain, zav segera roboh diatas istrinya
"Sayang terima kasih menjadikanku pria pertamamu, maafkan aku kalau menyakitimu karena aku juga tak punya pengalaman bersatu, ini pertama untukku. kedepannya tak akan sakit lagi" zav mengecup istrinya "oh ya kau nikmat sekali. aku mencintaimu" brenda mengangguk dan menetralkan nafasnya
zav menggendongnya ke bathup dan merendamnya dengan aromatherapi
brenda merasa lebih relax. tapi melihat tubuh istrinya tak berbenang, zav kembali menginginkan istrinya. akhirnya mereka bertarung didalam sana sampai 1,5 jam. sampai brenda tertidur didadanya.
susah payah dia memposisikan istrinya agar bisa mengangkat tubuh istrinya tanpa membangunkan istrinya akhirnya ia berhasil. ia merebahkan istrinya dan menyelimutinya... kemudian iapun bergabung masuk ke alam mimpi dengan istri cantiknya
***
Paginya, brenda membuka matanya , sebuah tangan besar membelit dipinggangnya, ia berusaha menggesernya tapi zav malah mempererat pelukannya.
"Zav sudah jam 05:00 bersiaplah kita harus ke kantor" bisik brenda
"honey, ini hari pertama kita menikah kalau kau lupa, kita libur , tidurlah lagi" suara serak zav meminta istrinya tidur.
"Kau tidurlah, aku berendam dulu, milikku sakit sekali, setelah berendam aku akan mengoleskan salep pemberian kakak iparku" pinta brenda, zav segera bangkit ke bathroom dan menghidupkan air hangat ditambah tetesan aroma therapy, setelahnya ia kembali menggendong istrinya berendam didalamnya.
brenda berendam 30 menit, setelah badannya relax ia segera bangkit , rasa perih sudah berkurang. ia keluar kamar mandi dan berpakaian, sekalian menyediakan pakaian suaminya. ia merogoh tas mencari salep pemberian tata dan kembali kekamar mandi, benar benar rasa sakit dan perih segera memudar . ia pun keluar mengeringkan rambutnya
zav melihat wajah istrinya tanpa make up dari pantulan cermin, ia terkesima. ternyata natural lebih cantik. batinnya . setelah mengeringkan rambutnya dan berpakaian, brenda menampung air hangat buat suaminya dan membuat secangkir kopi.
"Nikmatnya menikah? ada yang melayani seperti raja" ia bahagia diperlakukan seperti raja. ia segera menyelesaikan ritual paginya dan mengajak istrinya sarapan di restoran. wajahnya berseri seri. brenda malah pucat wajahnya setelah dilarang merias wajah oleh zav.
(**
"Wah pengantin baru lebih duluan turun, tadi malam tak dapat jatah sampai kau tak bisa tidur dan cepat turun?" ledek hannah yang sudah duduk disamping jericho , wajah brenda memerah
"Mom jangan meledek mereka lagi, lihat menantu cantik merasa malu" jericho mengingatkan istrinya yang rada gesrek , hana tertawa
"aku khawatir putra kita gagal membuat cucu untuk kita dad, lihatlah dia cepat sekali turun" tawa hanna , zav hanya cengengesan
carnell, elda , brice, tata, brian bergabung dengan mereka. dibelakang mereka ada dua suster membawa sebuah trolly twin berisi baby z . mereka segera sarapan dengan tenang
"besok kami akan kembali ke canada, kalian mau ikut bulan madu?" tanya hannah
"kami berangkat lusa mom.. mom persiapkan acara syukuran kecil kecilan buat keluarga disana ya " ucap zav , hannah mengangguk
"BD akan aku bantu pantau saat kalian pergi, bulan madulah dengan tenang" ucap tata, brice melotot pada istrinya tak suka
"Aku hanya memantau dari mansion, aku tak meninggalkan baby z" tata mencebik , brice mengangguk
"kalian harus pulang sebelum pernikahanku, kuharap mommy dan daddy bisa hadir juga" pinta brian pada jericho dan hana
mereka membiasakan memanggil orang tua dengan mom dad pah mah pih mi supaya semua akrab dan seperti keluarga kandung
"Daddy usahakan" jawab jericho
"Pasti kami pulang sebelum pernikahan abang ipar" jawab zav
setelah sarapan, mereka kembali ke mansion, brenda zav jericho hana kembali ke mansion owen untuk mempersiapkan keberangkatan mereka besok dan lusa
carnel elda brian brice tata baby z kembali ke mansion rodz
brice lebih banyak diam sejak tadi malam , sampai tiba dimansion dia tak banyak bicara pada tata. dia hanya bermain sebentar dengan baby z. lalu segera kembali ke ruangan kerjanya
***
siang hari
mansion rodz
"Miel makan sianglah dulu, semua menunggu dibawah" ucap tata dengan kepala mengarah ke ruang kerja brice.
"Turunlah dulu, aku akan segera menyusul" jawabnya dingin. tata segera turun karena merasa tersinggung akan sikap dingin brice
"Mana suamimu?" tanya elda saat tata tiba di ruang makan
"Segera turun katanya nanggung mah" jawab tata singkat. ia menyiapkan jus buah di tempat suaminya akan duduk dan nasi beserta lauk
elda mengambilkan makanan untuk suaminya dan untuk brian
tak lama brice turun dan duduk diantara ayahnya dan tata . mereka pun makan dengan tenang. setelah makan brice kembali ke ruang kerjanya meninggalkan semua orang
"Suamimu kenapa? kalian bertengkar?" tanya elda . carnell menatap istrinya pertanda jangan campuri rumah tangga anaknya
"Tidak mah.. kami baik baik saja. mungkin miel sedang banyak kerjaan karena kemarin tak kerja beberapa mempersiapkan pesta brenda" jawab tata polos . elda mengangguk lalu meminta maid membersihkan meja makan
***