
"kita makan malam dulu ya, kau pucat sekali" kata brian dengan khawatir
"aku lelah sekali, tenagaku hilang semua.. setelah menikah kita harus membuat jadwal untuk berhubungan" pinta irell sambil bersandar lemas
"bukan hubungannya yang di jadwal ulang tapi tubuhmu yang di kondisikan dengan vitamin" brian mencebik
"terus terang bersamamu sungguh menguras tenagaku" jawab irell "tapi kau menikmatinya tadi" ledek brian , irell mencebik
"aku takut hamil ko" gumamnya pelan tapi masih terdengar oleh brian
"ada suami, apa yang kau takutkan humm" tanya brian "aku ingin anak kita kembar banyak" sambungnya
"papah itu memiliki saudara kembar , mamah juga jadi peluang kita memiliki anak kembar terbuka lebar" jawab brian, irell mencebik.
setelah makan malam, brian singgah ke apotik membeli beberapa vitamin buat irell dan memasukkan kedalam tasnya
"minumlah supaya sehat sayang" ucapnya saat menurunkan irell di mansion. irell mengangguk lemah lalu masuk kerumahnya
***
"pah mah.. brian pulang" sapa brian saat melihat orangtuanya di ruang keluarga
"anak nakal, lihat lehermu itu.. bisanya kau berkeliaran dengan leher seperti itu" elda melemparkan bantal sofa kearah brian , carnell hanya menatap putranya datar
"mamah seperti tak pernah menggigit papah saja, ayolah mama juga pernah muda" ucapnya sambil memeluk ibunya
"awas kalau saat resepsimu , irell keburu hamil dan ngidam parah, kau akan rasakan akibatnya nanti" elda memukuli lengan putranya
"doa mama yang baiknya dong, jangan yang jelek jelek" brian mencebik
"kau masih muda dan kuat, irell begitu kurus, jagalah kesehatannya" ucap carnell singkat tapi melambangkan banyak arti, brian mengangguk lalu pamit ke kamarnya
****
Hari pernikahan Zavier dengan Brenda telah tiba..
Pagi ini Carnell dan Elda mengantarkan Brenda kepada suami dan mertuanya, Ada kesedihan mendalam di hati carnell mengantar putrinya. Putri kesayangannya sejak kecil.
Carnell berusaha menahan airmatanya dan menenangkan dirinya, Elda tau perasaan suaminya yang merasa kehilangan putri kesayangannya . Tapi Elda mencoba diam supaya airmata suaminya tidak menetes
Saat dua mempelai mengucapkan janji suci diatas altar, airmatanya tak mampu ditahannya lagi, Brice memeluk ayahnya dengan erat tanpa bicara , suasana haru berlangsung cukup lama
"Bahagiakan putriku, kalau kelak kau tak mampu menolerirnya lagi, kembalikab baik baik padaku seperti aku menyerahkan baik baik padamu, jangan kau sakiti dia,, kelak kalau kau menyakiti putriku, aku akan memisahkan kalian selamanya" Tegas Carnell, Zavier mengangguk
Tata menggendong putranya, Irell menggendong putri mereka . Menatap penuh keharuan.
Setelah acara pemberkatan masing masing kembali ke Owen Hotel untuk melanjutkan resepsi pernikahan
perawat yang mengasuh baby z terlihat sibuk menyusui baby z. mereka mendapat kamar conecting dari zavier
zavier sebenarnya pria baik yang sangat pengertian dan pandai membaca situasi dalam keluarga. cuma karena dia bukan warga negara indonesia carnell selalu takut putrinya dibawa menjauh
zavier mengurus semua kebutuhan pernikahan dengan baik tanpa melewatkan moment kebutuhan keluarga agar semua merasa nyaman
setelah acara adat berlangsung, resepsi dimulai..
baby z sudah kembali ke kamar mereka karena brice tidak mau putra putrinya merasa tak nyaman di keramaian
"temui dan temani para kolega bisnismu ya miel" pinta brice
"kalau aku pergi, nanti kau dikelilingi pria tampan lagi seperti tadi" brice memajang wajah datar
"Tadi aku menggendong zelmira, mereka mengucapkan selamat atas kehadiran putri kita, kau jangan marah miel" ucap tata
"Jaga jarak dengan pria lain, aku akan memukul mereka kalau terlalu dekat denganmu.. aku temui rekan bisnis kita dulu" ucap brice sambil memgecup kening istri kecilnya
***
disudut lain brian mengepalkan tangannya melihat jason sedang menggendong carter sambil bicara dengan irell . mereka terlihat seperti keluarga bahagia
"bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya jason "Aku sudah mengirimkan dana terpisah dari uang bulanan carter, karena dia ingin membeli beberapa peralatan sekolahnya" ucap jason
"Baiklah terima kasih" ucap irell
"Kalau carter membutuhkan sesuatu jangan sungkan menghubungiku" ucap jason, irell hanya mengangguk.
"kudengar dari carter kau akan menikah?" tanya jason "kenapa kau menikah, setelah kau menikah bagaimana dengan carter?"
"carter ingin bersama ko vin di senin sampai kamis, jumat sampai minggu ia bersamaku, itu kemauan carter sendiri" jawab irell
"maksudku bagaimana kau bisa menikah, apakah kau sudah tak memiliki perasaan apapun padaku?" tanya jason menatap irell tajam
"ko jason, cerita kita adalah masalalu, kau memiliki jalan hidupmu sendiri dengan pasanganmu, aku juga begitu, sebaiknya kita saling mendoakan agar kita sama sama bahagia dan berusaha membahagiakan carter"
"aku tak pernah bersama siapapun dan tak memiliki pasangan manapun, aku tak memiliki keterikatan dengan wanita manapun karena prioritasku adalah putraku" jawab jason tajam
"Kudoakan kau menemukan pasanganmu dan berbahagia" Ucap irell tulus
"Bisakah kita bersama kembali demi carter?" tanya jason
"Ehmmm sejak elizabeth mengusirku dan kau bahkan mendukungnya, kita sudah tak ada jalan kembali , hubungan kita sebatas orangtua carter saja , tidak lebih. dulu aku mengingatkanmu suatu hari kau akan menua dan harus berubah kalau kau menginginkan anak istrimu bersamamu sampai akhir hidupmu, cuma kau sudah melewatkan kesempatan itu"
"kita juga sama sama sudah berusaha untuk bisa kembali, cuma kita gagal. akhirnya kita saling melukai, dan korbannya carter. marilah kita berdamai dengan masalalu kita. kita masih bisa berteman dan membahagiakan carter"
"aku tak bisa, aku ingin bersamamu" ucap jason frustasi
"apa yang sudah kusentuh itu adalah milikku, dan tidak bisa direbut siapapun, Tuan Dixon jaga sikap anda agar kita masih bisa berteman, mengenai carter aku menerimanya sebagai putraku, kau juga begitu karena kau adalah ayah biologisnya. kelak kita akan bekerjasama membahagiakannya" brian yang muncul dari arah lain segera memeluk pinggang irell dengan posesive. ia mengecup kening irell
"irell kau mencintainya? tak mungkin kau mencintainya kan?" tanya jason
"Ehmm ko jason.. aku tak tau sejak kapan aku memiliki perasaan pada ko brian , tapi aku selalu merasa nyaman bersamanya, dan aku selalu merindukannya dalam tiap malamku, entah mulai kapan aku begitu takut kehilangannya" ucap irell begitu saja "Doakan kami bahagia" brian terkejut menatap irell
"uncle brian" teriak carter mengajukan tangannya minta digendong brian. tapi brian menjaga perasaan jason, ia menatap jason "pi aku mau bersama uncle brian" carter meronta . jason menyerahkan carter pada brian. brian segera menggendongnya
"semoga kalian bahagia" ucap jason lemas lalu berlalu
sejak dulu ia selalu sombong dan arogan, karena dia merasa banyak yang mendambakannya, banyak wanita menyerahkan begitu saja diranjangnya sehingga dia lupa diri dan melupakan hal terpenting yaitu istrinya. istrinya bahkan jauh lebih cantik dan sek -si dibanding semua wanita yang pernah berada diranjangnya. tapi dia menyianyiakan istrinya. dia memegang prinsip istrinya selamanya akan menantinya dan tak bisa melupakannya. kali ini istrinya benar meninggalkannya. sisa penyesalan yang menyerang hatinya
"kau mau makan apa?" tanya brian.
"aku mau makan cake.. kau sudah makan?" tanya irell.
"Aku mau makan kamu" bisiknya. irell memcubit pinggangnya