
Brice masih memegangi jari istri kecilnya. ia khawatir sekali.. semua keluarga masih disana. mereka takut kalau kalau tata melakukan hal diluar dugaan
"Miel.. Miel.." panggil tata. Vin segera menekan tombol memanggil dokter
"Amour .. aku disini amour.. maafkan aku amour.. aku gagal " Brice menangis sambil menciumi tangan istrinya
"Miel.. Jangan begitu.. Bagaimana putri kita.. " tanya tata
"Putri kita sangat cantik sekali, dia sangat mirip denganmu, sekarang masih dirawat.. kalau kau pulih. dia akan cepat sembuh dan bergabung bersama kita" jawab brice
Tata mengangguk.. ia meneteskan air mata kesedihan
"Miel.. beri nama untuk semua anak anak kita .. lalu antar lah putra kedua kita ke tempat peristirahatan terakhirnya.. buatkan dia pemakaman yang indah.. buatkan dia nisan indah .. dia bahkan tak memiliki kesempatan bermain.. " brice mengangguk
"Bahkan ia tak punya kesempatan untuk hidup.. Audrey kejam sekali kau pada anakku.. huhuhu... putraku yang malang" Tata kembali menangis . brice memeluknya
"Tata kau ingat anakmu membutuhkanmu.. kau harus kuat dan merawat anakmu.. keluargamu akan hancur kalau kau menyerah" vin mengingatkan audrey
"Nak.. Mami disini menemanimu.... mami tau perasaanmu tapi kau tak bisa larut dalam kesedihan .. putra putrimu membutuhkanmu.. kau harus kuat" nasehat maggie sambil menangis
"Sayang.. mama harap kau ikhlas melepaskan putra keduamu.. dia sudah bahagia.. jagalah yang masih Tuhan berikan padamu dengan baik.. jangan sia siakan suami dan putra putrimu.. bangkit dan semangatlah" pesan elda sambil menangis
fredrick memeriksa tata ...
"Ana.. kau mendengarku?? putrimu sedang berjuang untuk hidup.. dia butuh kau dampingi.. kau lekas pulih dan temani dia.. kasihan dia sendirian terpisah dari orangtuanya.. kalau bukan kau.. siapa yang menyayanginya" tata mengangguk lemah . wajahnya sudah seputih kertas
"erick boleh aku melihat putriku?.. kumohon" pinta tata
"ana kau dengarkan aku.. bayi dan ibu ada ikatan batin.. kalau mau sedih mereka akan gelisah dan tak nyaman.. saat ini kau bahkan tam bisa duduk.. berjanjilah jaga dirimu baik baik.. makan tidur teratur agar besok kau bisa bangkit... pastikan hatimu nyaman .. aku akan mengijinkanmu menemui bayimu besok kalau kau memenuhi ucapanku" ucap erick pelan
"kau bisa melakukannya untuk putrimu? lalu jangan lupakan putramu.. kasihan dia sendirian karena ibunya melupakannya karena larut dalam kesedihan akibat kepergian saudaranya.. dia diruangan dingin sendirian saat ini.. kau tak bisa memeluknya dengan suasana hati saat ini" ucap erick . tata mengangguk
"sekarang makan minum tidur istirahat minum vitamin dan obatmu.. kau besok akan temui anak anakmu" tata mengangguk . fredrick meninggalkan ruangan
"Miel.. maafkan aku.. aku tak bisa menjaga kedua anak kita.." tata menangis
"besok kau akan menjaga mereka kalau kau sehat.. aku mencintaimu" brice mengecup tangan istrinya
"sekarang makanlah supaya kau bisa bertenaga.. brice juga belum makan seharian.. kalian akan roboh kalau begini terus" ucap carnell
"marni.. tolong panaskan makanan buat putra putriku" perintah carnell. maid itu segera menjalankan perintah tuannya.
tak lama ia kembali membawa makanan tata dan brice
brice menyuapi tata.. tata menghabiskan seluruh makanannya lalu meminum obatnya
"Miel habiskan makanan miel sekarang, kita harus kuat" pinta tata lemah , brice nengangguk dan menghabiskan makanannya
"Brian minta sediakan pakaianku dan mama serta tata, suruhlah supir antar..."
"ehh maaf tuan muda" potong maid itu
"ya bi"
"sebelum bibi kesini, bibi sudah siapkan semua. tadi bibi juga sempat ke mansion nyonya maggie mengambil keperluan nyonya"
"3 koper kecil itu berisi keperluan tuan muda dan kedua nyonya besar, kalau yang besar keperluan nyonya muda yang sudah disiapkan nyonya muda sebelum sebelumnya.. bibi hanya membawa kesini"
maid ini sudah bekerja 33 tahun di kediaman rodriquez bahkan sebelum brice lahir. dia memiliki daya kerja yang cepat tanggap kebutuhan tuannya
"Amour istirahatlah dulu .. aku keluar sebentar.. aku hanya dipintu ini.. mengurus semua agar bisa pulang.. besok mereka harus bekerja" tata mengangguk
"bi tolong jaga ketiga nyonya sebentar ya" pinta brice. maid nengangguk
semua orang keluar ruangan
"Malam ini aku akan menginap disini .. bi marni juga bersamaku"
"jie irel, ko vin pulanglah besok kalian harus bekerja.. besok setelah pulang kerja baru kemari untuk bergantian" mereka mengangguk dan segera beranjak ke dalam ruangan untuk berpamitan pada ibu mereka dan tata
"Ada yang mau kau bicarakan nak?" tanya carnell, brice mengangguk
"Pah.. hari ini nona edleweis mencelakai tata lalu menghilang, brice rasa tuan edelweis akan melakukan sedikit aksi malam ini" carl, rahel terkejut
"papa sudah memikirkannya juga tadi" jawab carnell
"tuan biar saya berjaga malam ini" pinta rahell
"Tidak malam ini kau harus istirahat" tegas brice . rahel langsung menunduk
"tenanglah tuan.. pengawal saya akan menjaga disini dan di ruangan bayi anda" seorang pria mendekat kearah mereka "saya juga sudah meminta pengawal mengawasi Tuan edelweis"
semua menatap aneh pada pria asing itu
"Maaf anda siapa?" tanya carl datar
"Bern.. untuk apa kau disini?" tanya brenda yang baru keluar dari ruangan setelah pamit didalam ruangan
"Meramaikan malam ini" canda zavier sambil mengacak puncak kepala brenda penuh rasa sayang
"siapa dia?" tanya brice tajam pada brenda.
carnell dan brice bs melihat tatapan penuh cinta dimata pria itu pada brenda
"ehmm.. dia.. zavier bernard owen.. ia.. ehmm" jawab brenda gugup
"saya zavier bernard owen.. calon menantu tuan carnell dan calon adik ipar tuan brice dan tuan brian" potong zavier memperkenalkan dirinya .. brenda melotot
"abang sepupu saya dokter fernando owen adalah sahabat dokter violetta.. abang sepupu saya sudah mendengar apa yang dialami oleh dokter violetta jadi beliau meminta langsung kepada saya untuk mengerahkan pengawal demi keamanan keluarga dokter violetta"
"Kau zavier owen dari owen group canada?" tanya brice dingin , zavier mengangguk dengan senyum ramah "dan dokter fernando owen , dokter genius paling terkenal di perancis sekarang berada di torronto?" lagi lagi zavier mengangguk sambil tersenyum ramah
"istriku memintamu bekerja sama dengan BD Group beberapa waktu lalu?" zavier mengangguk lagi
"kapan aku mengakuimu menantuku?" tanya carnell dingin
"nanti setelah orangtuaku datang melamar brenda kepada tuan besar dan nyonya besar rodriquez dua minggu lagi tuan.. seharusnya besok orangtuaku mau melamar.. cuma situasi disini sedang tidak mendukung maka dua minggu kedepan orangtua saya akan tiba" jawab zav percaya diri
brian, carnell, brice menatap brenda dingin
"jangan tanya aku.. aku tak tau apa apa.. aku bahkan tak tau dia membawa pengawal kesini.. aku tak pernah campuri urusan pria.. sungguh.. aku juga tak tau dia akan melamarku" jawab brenda kebingungan tapi 3 pria kekar itu bisa melihat jelas brenda menyukai zav.
"benar tuan tuan.. davi tak tau saya membawa pengawal kesini" interupsi zav , karena tau keluarga gadisnya tak suka wanita mengurus urusan laki laki
(gadisnya?? ya zav sepihak mengklaim brenda sebagai gadisnya hahaha)