
Sore harinya saat diva menemani anak anak sedang berenang di fasilitas apartemen nya . Tania menghubungi dan ingin menyusulnya . Diva tentu mengiyakan kedatangan adik iparnya
Setelah beberapa jam kemudian Tania yang sudah datang menyusul di area kolom berenang bersama Abang
" Mami ..." Panggil Vania
Tania melambaikan tangan kepada keponakan nya itu
" Sudah ya , tubuhnya sudah dingin . Nanti sakit " ucap diva
Ken menggeleng kepalanya dia masih ingin berenang . Sampai akhirnya hujan deras barulah Abang memaksa Ken untuk menyelesaikan walupun anak itu menangis
Sesampainya di unit argo dan Tania terkejut , Aldo sedang melanjutkan lagi minuman kaleng anggur merah
Cepat Tania dan argo menutup mata Ken juga Vania
" Mas Aldo ...." Kesel diva
Aldo hanya tersenyum
" Tolong gantiin baju Ken sama Vania dulu ya dek . Kakak urus mas sebentar "
Argo bener bener emosi melihat adik iparnya itu sedang mabuk mabukan di sore hari . Tanpa berlama lama diva menarik kerah kaos Aldo memaksanya untuk masuk ke kamar
Suara banting pintu membuat Tania,argo juga kedua keponakan nya itu terkejut
" Sadar gak sih ada Abang sama adik kamu mas Aldo "
Aldo hanya diam menatap istrinya itu sedang berdiri . Aldo juga merangkul diva untuk memeluknya
Diva menolak saat suaminya itu ingin mencium . Diva juga yang mendorong kasar . Hingga terjadi keributan di dalam kamar
Argo sebagai Abang yang sayang kepada diva justru khawatir . Dia gak peduli siapa suami dari adiknya itu sebagai calon kakak ipar
Brak
Argo menendang pintu kamar diva dan Aldo . Melihat adiknya di pukul argo langsung memukul Aldo balik
" Kamu keluar . Ajak anak anak " teriak argo kepada diva
Cepat diva mengajak Tania juga kedua anaknya itu segera keluar . Walupun Vania menangis karena takut . Diva berusaha menenangkan
" Sadar gak !!" Argo menampar wajah adik iparnya itu
Keduanya berkelahi. Karena engak sadarnya Aldo membuat argo terpancing emosi
**
" Mana mas Aldo ? " Tanya diva
" Di kamar " jawab Argo menahan emosi
Diva langsung membukanya melihat suaminya sedang tidur di atas lantai . Diva juga yang memindahkan ke atas ranjang supaya suaminya itu engak sakit seluruh badannya saat bangun
" Astaga sih Abang di apain wajah mas Aldo . Kenapa jadi babak belur gini"
Diva langsung mengambil kotak obat . Dia membersihkan luka yang pada biru Biru di bagian pinggir juga bagian matanya
" Diva ..." Suara Aldo bangun dari tidurnya
Diva langsung memberikan minum kepada suaminya
" Diva , aku di pukul Abang "
Diva menatap tajam
" Iya , karena kamu udah pukul aku . Abang gak terima " jawab diva
Aldo memeluk diva
" Maaf ya sayang "
Diva mengagguk . Mengambil pakaian untuk Aldo karena Basah keringat . Setelah Menganti baju barulah keduanya keluar
Tatapan argo bener bener tajam kepada adik iparnya itu . Tanpa dosa argo tersenyum saat Tania dan kedua anaknya itu sedang menikmati makan malam nya
Saat argo ingin memukul Aldo . Di tahan oleh Tania juga diva
" Udah ya bang , kasian mas Aldo " jawab diva lirih
" Dia aja gak kasian sama lu " ucap argo sedikit membentak
Diva memejamkan matanya untuk lebih sabar lagi menghadapi kedua api ini
" Anak anak biar aku bawa pulang . Kamu disini aja gak usah pulang . Bila perlu tinggalin Aldo . Sudah tau suami pemabuk, bermain kasar . Masih aja di pertahankan " sindir Argo saat dirinya sudah menggendong Vania
Tania dan argo membawa kedua keponakanya itu untuk pulang . Sedangkan diva dan Aldo hanya diam
Saat pintu tertutup . Diva menarik nafas kasar
" Abang udah tau sifat kamu . Tinggal kak Dimas , kak Caca dan kedua orang tua aku . Kalo aku gak ingat anak . Udah aku tinggalin dari dulu "
Aldo hanya diam . Merasa tersentuh hatinya