FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
24. Helikopter milik diva



Pagi ini Caca dan Dimas pagi pagi sudah berjalan kelilingi vila . Tiba tiba kuping mereka sangat sakit melihat helikopter sedang mendarat


Caca dan Dimas diam menatap siapa yang datang dengan helikopter . Hingga saat seseorang membuka nya . Caca dan Dimas terkejut


" Kakak ...." Panggil diva dengan sombongnya dia membuka kacamata


Diva berjalan kearah mereka berdua . Mencium pipi Caca dan Dimas


" Lihat dong kendaraan aku yang baru . Keren kan ? " Diva sengaja menyombongkan diri . Karena ini moment pas untuk membalas kesombongan Dimas


Kedua anak nya segera keluar di bantu oleh petugas . Mereka berdua begitu saja berlari tanpa menegur Dimas dan Caca . Mereka sudah kangen dengan Dafa dan Dara . Pasti berada di vila itu


" Kak " tegur Aldo sambil mengulurkan tangannya mencium tangan Dimas dan Caca


" Awas masuk angin lu naik gituan . Lu kan norak " ucap Dimas lalu dia meninggalkan diva dan Caca juga Aldo


Diva mengangkat alis nya kepada Caca


" Kesel tuh dia . Aku datang naik helikopter " bisik diva


Caca mengagguk


" Samanya lu berdua . Yang satu gak mau kalah . Yang satunya lagi gak mau kalah juga " gumam Caca


Diva langsung memeluk lengan Aldo untuk masuk kedalam vila . Sedangkan orang yang di suruh Aldo membawa kopernya untuk kedalam vila mengikuti Aldo dari arah belakang


" Bunda . Kakak masih tidur "


" Jangan di bangunin . Biarin aja kakak tidur . Kamu masuk ke kamar dulu ya mas " ucap Aldo


Ken dan Vania mengagguk dia masuk ke dalam kamarnya melepaskan sepatu dan juga jaket nya . Kini Ken dan Vania memakai pakaian santai


Saat keluar kamar . Diva melihat makanan sarapan begitu mengiurkan seleranya . Walupun tadi diva sudah makan . Tapi sepertinya makanan disini juga enak enak


Saat Caca menuangkan susu sapi yang di bawa dari pertenakan milik keluarga Tania . Diva juga ikut menuangkan susunya


" Gimana gak sehat . Makanan juga minumannya disini enak enak kak. Iya kan "


Caca mengagguk


" Cobain dek . Ini kue yang di bawa kakak . Enak .keju semua " Caca menyuapi kue buatan kepada diva


Bener bener enak . Bahkan diva sampai merem melek . Diva memotong kan kue dan juga menuangkan susu untuk suaminya yang sedang duduk di halaman depan sambil bermain ponsel


" Anak anak mana ? "


" Itu lagi main ayunan " ujuk Aldo kepada kedua anaknya


" Mas , papa gak mikir mikir ya kalo ngasih hadiah . Seluas ini . Milik Ken . Kok aku gak di kasih mas " ucap diva tak tahu malu


Aldo mengangkat wajahnya dia menujuk helikopter


" Liat inisial nama itu "


" DAS "


" Apaan mas artinya ? " Tanya diva bingung


" Diva Andini shaffa " ucap Aldo cuek


" Itu punya aku mas ? Mas jangan bercanda . Itu punya siapa ? Inisial itu nama aku mas ? " Tiba tiba diva menjadi heboh sendiri . Dia bangkit dari duduknya mendekati suaminya


" Iya milik kamu . Itu punya kamu . Dari aku "


" Ahayyh asikkk" teriak diva membuat Ken dan Vania menatap bunda dan papanya itu sedang bercanda . Sedangkan Aldo dia hanya bisa tersenyum istrinya sangat bahagia sekali


" Aku mau pamer ah sama kakak . Kalo itu helikopter ada nama aku " ucap diva sambil tersenyum . Dia sudah memikirkan bagaimana caranya biar Dimas menjadi emosi


**


Karena Aldo menyuruh beberapa penjaga pulau ini untuk istirahat setelah tugas mereka selesai . Membawakan daging dan alat Bakaran . Jadi tak ada satupun yang berkeliaran di vila ini


Di pulau ini hanya ada 3 tempat yang berbeda beda . Di awal masuk kita bisa lihat ada semacam kantor yang isinya itu bahan bahan makanan dan beberapa meter kemudian ada semacam kamar beberapa pintu tapi 2 lantai karena itu untuk nakhoda dan pilot . Karena Aldo membawa helikopter . Dan penjaga pulau ini yang membersihkan tiap harinya


Mereka sedang berada di pinggir kolom berenang , di hiasi dengan musik supaya engak terlalu sepi banget . Karena pulau sebesar ini hanya di isinkan beberapa orang saja seperti Dimas Caca, Aldo diva , Tania argo dan keempat anak-anaknya


Bakar sambil makan . Membuat cewek cewek kenyang . Di tambah lagi daging begitu banyaknya . Awalnya Tania yang terlebih dahulu masuk dia mau Menganti pakaian nya karena kotor terkena saos . Tak lama kemudian Caca . Karena dara sudah mulai ngantuk . Saat Dafa masuk Ken juga ikut masuk . Ken meminta diva untuk Menganti sendal saja . Di ikuti oleh Vania


" Lagi begini . Adem . Angin sepay sapoy . Malam kita hajar do "


Aldo tersenyum begitu juga dengan argo dia tersenyum mesam . Aldo sama Dimas enak udah nikah . Kalo dingin bisa pelukan . Lah argo mana bisa !


Ucapan pria pria itu semakin menjadi sampai akhirnya Dimas melihat salah satu cewek di dekat itu . Dimas juga menyuruh Aldo dan argo melihatnya


" Eh itu cewek telanjang bro . Anjir berani banget " ucap Dimas


" Wow sexy . Liat tubuhnya bro " ucap Aldo


" Aoww sayang " ucap argo sambil tertawa


Wanita itu bener bener membuat ketiga pria menegang. Hingga beberapa menit kemudian saat hasrat mereka sudah di ubun ubun


" Bukannya cewek cuma Caca , diva dan Tania doang ? " Tanya argo sambil menatap Dimas dan Aldo


Ketiganya saling pandang . Hingga beberapa detik kemudian . Argo terlebih dahulu masuk ke vila


" Tungguin " teriak Dimas karena Dimas sedikit jauh jaraknya dari Aldo dan argo


Ketiganya berlari . Panik .siapa wanita itu . Sedangkan di pulau ini hanya Caca , diva dan Tania . Di kapal pun beberapa crew di kembalikan ke Ancol karena mereka meminta izin sama Aldo ada kelas kuliah . Dan wanita itu siapa ?


Makanan di biarkan begitu aja di tinggal . Ketiga pria pria itu saat bertemu dengan Caca dan diva ingin kembali ke tempat tadi . Mereka mendadak cool tak merasa takut lagi . Padahal jantung mereka masih dag dig dug


" Kok pada masuk ? Kan daging nya belum habis kan ! " Tanya diva


Mereka mengagguk . Wajah mereka bertiga bener bener panik


" Kamu kenapa mas ? Kok keringetan . Ini kan dingin " tanya diva sambil mengelap wajah suaminya dengan tissue .


Karena kebetulan tissue di depan habis . Jadi diva sekalian ambil tissue di dalam


" Ga . Ga gapapa . Mungkin karena aku di depan api . Jadi keringetan . Diva "


Diva mengagguk percaya . Dia membersihkan wajah Aldo juga leher suaminya yang berkeringat


" Terus kenapa kalian bertiga kesini . Kok gak bakar lagi ? " Tanya Caca


" Tania mana ? " Tanya argo


Caca menatap vila. Kamar Tania tertutup rapat


" Tidur mungkin . Tadi diva masuk . Tania gak mau makan lagi . Katanya kenyang "


Argo mengagguk dia menatap Dimas juga Aldo . Sampai akhirnya Dimas menarik tangan Caca . Dimas berusaha engak takut lagi . Kembali ke tempat tadi tapi Dimas berjalan sambil memeluk Caca . Juga kesempatan berciuman


" Abang mau kemana ? " Tanya diva saat abangnya itu masuk


" Mau panggil Tania . Supaya jangan tidur dulu " ucap argo merogoh kantong celananya mengambil ponsel menghubungi Tania


" Yaudah ngapain disini . Ayo kita makan steak lagi mas " ajak diva


Aldo menggeleng kepalanya


" Kenapa ? Kamu capek ? Kenyang ? Anak anak udah tidur di kamar . Katanya mas Ken capek habis berenang . Katanya kamu mau quality Time sama aku berdua "


Aldo engak menjawab . Dia hanya mengagguk . Diva memeluk lengan suaminya kembali ke awal . Tempat tadi mereka berkumpul


Saat Tania membuka pintu kamarnya . Karena argo hubungi engak juga di angkat . Akhirnya argo mengetuk pintu kamar Tania


" Kenapa sih bang . Aku ngantuk " ucap Tania sambil menguap


" Kamu gak boleh tidur . Temani aku "


" Aku ngantuk bang " ucap Tania


Argo langsung memeluk Tania mengecup pipi mulus nya itu


" Temani aku kenapa sih ? Mereka mereka sudah pada nikah . Dan seperti biasa mereka itu membuat aku juga kepengen . Kalo ada kamu di sana kan aku bisa di ajak ngobrol sama kamu . Ayo lah sayang . Jangan tidur dulu plis "


Tania mengagguk dia melepaskan pelukan. Mengambil sendal di dalam kamar juga mengikat rambutnya ke atas . Terlihat jelas leher Tania bener bener mulus . Kekasih nya itu sangat pintar menjaga tubuhnya


" Ayo , kita kesana " Tania memeluk lengan kekasihnya untuk segera keluar dari vila