
Pagi ini Caca dan Dimas pagi pagi sudah berjalan kelilingi vila . Tiba tiba kuping mereka sangat sakit melihat helikopter sedang mendarat
Caca dan Dimas diam menatap siapa yang datang dengan helikopter . Hingga saat seseorang membuka nya . Caca dan Dimas terkejut
" Kakak ...." Panggil diva dengan sombongnya dia membuka kacamata
Diva berjalan kearah mereka berdua . Mencium pipi Caca dan Dimas
" Lihat dong kendaraan aku yang baru . Keren kan ? " Diva sengaja menyombongkan diri . Karena ini moment pas untuk membalas kesombongan Dimas
Kedua anak nya segera keluar di bantu oleh petugas . Mereka berdua begitu saja berlari tanpa menegur Dimas dan Caca . Mereka sudah kangen dengan Dafa dan Dara . Pasti berada di vila itu
" Kak " tegur Aldo sambil mengulurkan tangannya mencium tangan Dimas dan Caca
" Awas masuk angin lu naik gituan . Lu kan norak " ucap Dimas lalu dia meninggalkan diva dan Caca juga Aldo
Diva mengangkat alis nya kepada Caca
" Kesel tuh dia . Aku datang naik helikopter " bisik diva
Caca mengagguk
" Samanya lu berdua . Yang satu gak mau kalah . Yang satunya lagi gak mau kalah juga " gumam Caca
Diva langsung memeluk lengan Aldo untuk masuk kedalam vila . Sedangkan orang yang di suruh Aldo membawa kopernya untuk kedalam vila mengikuti Aldo dari arah belakang
" Bunda . Kakak masih tidur "
" Jangan di bangunin . Biarin aja kakak tidur . Kamu masuk ke kamar dulu ya mas " ucap Aldo
Ken dan Vania mengagguk dia masuk ke dalam kamarnya melepaskan sepatu dan juga jaket nya . Kini Ken dan Vania memakai pakaian santai
Saat keluar kamar . Diva melihat makanan sarapan begitu mengiurkan seleranya . Walupun tadi diva sudah makan . Tapi sepertinya makanan disini juga enak enak
Saat Caca menuangkan susu sapi yang di bawa dari pertenakan milik keluarga Tania . Diva juga ikut menuangkan susunya
" Gimana gak sehat . Makanan juga minumannya disini enak enak kak. Iya kan "
Caca mengagguk
" Cobain dek . Ini kue yang di bawa kakak . Enak .keju semua " Caca menyuapi kue buatan kepada diva
Bener bener enak . Bahkan diva sampai merem melek . Diva memotong kan kue dan juga menuangkan susu untuk suaminya yang sedang duduk di halaman depan sambil bermain ponsel
" Anak anak mana ? "
" Itu lagi main ayunan " ujuk Aldo kepada kedua anaknya
" Mas , papa gak mikir mikir ya kalo ngasih hadiah . Seluas ini . Milik Ken . Kok aku gak di kasih mas " ucap diva tak tahu malu
Aldo mengangkat wajahnya dia menujuk helikopter
" Liat inisial nama itu "
" DAS "
" Apaan mas artinya ? " Tanya diva bingung
" Diva Andini shaffa " ucap Aldo cuek
" Itu punya aku mas ? Mas jangan bercanda . Itu punya siapa ? Inisial itu nama aku mas ? " Tiba tiba diva menjadi heboh sendiri . Dia bangkit dari duduknya mendekati suaminya
" Iya milik kamu . Itu punya kamu . Dari aku "
" Ahayyh asikkk" teriak diva membuat Ken dan Vania menatap bunda dan papanya itu sedang bercanda . Sedangkan Aldo dia hanya bisa tersenyum istrinya sangat bahagia sekali
" Aku mau pamer ah sama kakak . Kalo itu helikopter ada nama aku " ucap diva sambil tersenyum . Dia sudah memikirkan bagaimana caranya biar Dimas menjadi emosi
**
Karena Aldo menyuruh beberapa penjaga pulau ini untuk istirahat setelah tugas mereka selesai . Membawakan daging dan alat Bakaran . Jadi tak ada satupun yang berkeliaran di vila ini
Di pulau ini hanya ada 3 tempat yang berbeda beda . Di awal masuk kita bisa lihat ada semacam kantor yang isinya itu bahan bahan makanan dan beberapa meter kemudian ada semacam kamar beberapa pintu tapi 2 lantai karena itu untuk nakhoda dan pilot . Karena Aldo membawa helikopter . Dan penjaga pulau ini yang membersihkan tiap harinya
Mereka sedang berada di pinggir kolom berenang , di hiasi dengan musik supaya engak terlalu sepi banget . Karena pulau sebesar ini hanya di isinkan beberapa orang saja seperti Dimas Caca, Aldo diva , Tania argo dan keempat anak-anaknya
Bakar sambil makan . Membuat cewek cewek kenyang . Di tambah lagi daging begitu banyaknya . Awalnya Tania yang terlebih dahulu masuk dia mau Menganti pakaian nya karena kotor terkena saos . Tak lama kemudian Caca . Karena dara sudah mulai ngantuk . Saat Dafa masuk Ken juga ikut masuk . Ken meminta diva untuk Menganti sendal saja . Di ikuti oleh Vania
" Lagi begini . Adem . Angin sepay sapoy . Malam kita hajar do "
Aldo tersenyum begitu juga dengan argo dia tersenyum mesam . Aldo sama Dimas enak udah nikah . Kalo dingin bisa pelukan . Lah argo mana bisa !
Ucapan pria pria itu semakin menjadi sampai akhirnya Dimas melihat salah satu cewek di dekat itu . Dimas juga menyuruh Aldo dan argo melihatnya
" Eh itu cewek telanjang bro . Anjir berani banget " ucap Dimas
" Wow sexy . Liat tubuhnya bro " ucap Aldo
" Aoww sayang " ucap argo sambil tertawa
Wanita itu bener bener membuat ketiga pria menegang. Hingga beberapa menit kemudian saat hasrat mereka sudah di ubun ubun
" Bukannya cewek cuma Caca , diva dan Tania doang ? " Tanya argo sambil menatap Dimas dan Aldo
Ketiganya saling pandang . Hingga beberapa detik kemudian . Argo terlebih dahulu masuk ke vila
" Tungguin " teriak Dimas karena Dimas sedikit jauh jaraknya dari Aldo dan argo
Ketiganya berlari . Panik .siapa wanita itu . Sedangkan di pulau ini hanya Caca , diva dan Tania . Di kapal pun beberapa crew di kembalikan ke Ancol karena mereka meminta izin sama Aldo ada kelas kuliah . Dan wanita itu siapa ?
Makanan di biarkan begitu aja di tinggal . Ketiga pria pria itu saat bertemu dengan Caca dan diva ingin kembali ke tempat tadi . Mereka mendadak cool tak merasa takut lagi . Padahal jantung mereka masih dag dig dug
" Kok pada masuk ? Kan daging nya belum habis kan ! " Tanya diva
Mereka mengagguk . Wajah mereka bertiga bener bener panik
" Kamu kenapa mas ? Kok keringetan . Ini kan dingin " tanya diva sambil mengelap wajah suaminya dengan tissue .
Karena kebetulan tissue di depan habis . Jadi diva sekalian ambil tissue di dalam
" Ga . Ga gapapa . Mungkin karena aku di depan api . Jadi keringetan . Diva "
Diva mengagguk percaya . Dia membersihkan wajah Aldo juga leher suaminya yang berkeringat
" Terus kenapa kalian bertiga kesini . Kok gak bakar lagi ? " Tanya Caca
" Tania mana ? " Tanya argo
Caca menatap vila. Kamar Tania tertutup rapat
" Tidur mungkin . Tadi diva masuk . Tania gak mau makan lagi . Katanya kenyang "
Argo mengagguk dia menatap Dimas juga Aldo . Sampai akhirnya Dimas menarik tangan Caca . Dimas berusaha engak takut lagi . Kembali ke tempat tadi tapi Dimas berjalan sambil memeluk Caca . Juga kesempatan berciuman
" Abang mau kemana ? " Tanya diva saat abangnya itu masuk
" Mau panggil Tania . Supaya jangan tidur dulu " ucap argo merogoh kantong celananya mengambil ponsel menghubungi Tania
" Yaudah ngapain disini . Ayo kita makan steak lagi mas " ajak diva
Aldo menggeleng kepalanya
" Kenapa ? Kamu capek ? Kenyang ? Anak anak udah tidur di kamar . Katanya mas Ken capek habis berenang . Katanya kamu mau quality Time sama aku berdua "
Aldo engak menjawab . Dia hanya mengagguk . Diva memeluk lengan suaminya kembali ke awal . Tempat tadi mereka berkumpul
Saat Tania membuka pintu kamarnya . Karena argo hubungi engak juga di angkat . Akhirnya argo mengetuk pintu kamar Tania
" Kenapa sih bang . Aku ngantuk " ucap Tania sambil menguap
" Kamu gak boleh tidur . Temani aku "
" Aku ngantuk bang " ucap Tania
Argo langsung memeluk Tania mengecup pipi mulus nya itu
" Temani aku kenapa sih ? Mereka mereka sudah pada nikah . Dan seperti biasa mereka itu membuat aku juga kepengen . Kalo ada kamu di sana kan aku bisa di ajak ngobrol sama kamu . Ayo lah sayang . Jangan tidur dulu plis "
Tania mengagguk dia melepaskan pelukan. Mengambil sendal di dalam kamar juga mengikat rambutnya ke atas . Terlihat jelas leher Tania bener bener mulus . Kekasih nya itu sangat pintar menjaga tubuhnya
" Ayo , kita kesana " Tania memeluk lengan kekasihnya untuk segera keluar dari vila