
Drt ...
Diva akhirnya menemani Aldo bermain . Dia duduk di pangkuan suaminya sambil memeluk . Dan untungnya Aldo membawa game nya ke dalam ruangan kerja jadi tak ada satu pun pekerja disini yang melihat mereka
" Buka baju kamu bund. Biar aku nya nyaman "
Diva menuruti perintah suaminya karena Aldo juga membuka seluruh pakaiannya tanpa ada benang satu pun . Setelah menaruh asal diva duduk kembali . Tapi Aldo terus menggesek pinggulnya membuat diva menggigit bibir bawahnya
Drt....
Drt....
Aldo sedikit maju tubuh nya ke arah meja . Dia ingin lihat siapa yang ngirim pesan kepada istrinya itu
" Kak Caca wa kamu Bun . Liat dulu itu bund " ucap Aldo
Diva melepaskan pelukannya dia mengambil hp dan membaca pesan Caca
💌 Kak Caca
Dimas bener bener gila div . Dia terinspirasi dari film yang semalam dia tonton . Sakit banget kaki dan tangan aku . Leher aku juga di tarik tarik
Diva melebarkan matanya
💌 Me
Main sekarang kak ? Bukannya nanti malam ?
💌 Kak Caca
Iya baru aja selesai , ayah sama mama ajak dara keluar . Jadi Dimas malah ngajak main bola
Diva tersenyum dia membayangkan gimana tadi kak Caca dan kak Dimas bermain . Tadi diva lihat ganas banget di film itu
💌 Me
Kamu di apain ?
💌 Kak Caca
Enak 👍 ke tagihan deh kamu . Suruh Aldo coba deh . Walupun sedikit kasar tapi enak
Diva tertawa geli membaca pesan dari kak caca. Membuat aldo menarik diva untuk melepaskan pelukan
" Lagi ngapain sih ? "
" Kepo kamu "
" Diva jangan main rahasia rahasia an ya ! "
" Apa sih mas . Aku ini lagi bahas masalah kak Caca sama kak Dimas "
" Masalah apa ? " Tanya Aldo mulai kepo
Aldo ingin mengambil ponsel diva tapi diva menjauhkan
" Masalah paket itu . Kak Dimas udah mencobanya "
Aldo tersenyum
" Gimana rasanya ? Apa kamu gak ada niat mau coba ? Aku akan membelikan apapun yang kamu mau setelah melakukan itu ! "
" Bener ya . Apa yang aku mau mas mau kasih "
" Iya , asal seperti kak Caca dan kak Dimas . Aku ikat kaki tangan dan leher kamu "
" Sakit mas ..."
" Siapa bilang sakit . Kamu akan menikmati nya sayang . Tanya aja kak Caca dia pasti minta lagi sama kak Dimas "
" Mana mungkin " jawab diva ragu
" Tanya dulu coba "
💌 Me
Apa kakak ketagihan ?
Diva mengigit bibir bawahnya dia menunggu jawaban kak caca yang sedang mengetik
💌Kak Caca
Iya dong . Kakak suka Dimas main kasar . Dimas juga senang katanya kakak sangat sexy di ikat seperti itu . Dan bentuk nya menonjol
" Gimana ? " Tanya Aldo
Diva mengagguk . Membenarkan apa yang tadi suaminya bilang
" Mau kan ? Aku janji akan belikan apa yang kamu mau "
Diva mengagguk malu
" Mana hp mas . Aku pesanin sini "
Aldo memberikan ponsel nya kepada diva . Aldo juga yang memilih barang yang untuk membuat diva sangat ketagihan nantinya
" Hei buat apa hp baru ? " Tanya Aldo
" Hp aku di banting terus sama Ken . Aku mau beli hp baru "
" Itu resiko kamu karena manjain anak . Makanya aku bilang jangan kasih gadget sama anak anak. "
" Iya mas . Aku gak akan manjain anak lagi . Tapi boleh kan aku beli hp baru " .
Aldo mengagguk
" Iya silahkan . Awas ya manjain anak lagi . Kamu jangan takut sama anak . Yang ada mereka yang takut sama orang tuanya " tegas Aldo
Diva langsung memeluk Aldo . Diva sangat takut Aldo marah
" Iya sayang ku , papa "
**
" Aku suka masakan kamu " ucap argo saat dirinya makan siang bersama dengan putri
Putri tersenyum dia bahagia masakannya di puji
" Minggu ini mau keluar ? Taman misalnya . Bagus juga buat ibu hamil berjalan kaki "
Putri mengagguk
" Minggu pagi aku jemput ya "
" Janji ? "
" Iya aku janji " jawab argo yakin
Makan begitu lahap karena masakan putri mengingatkan masakan dengan bunda . Setelah selesai makan argo kembali ke kantor sebelum itu putri menahan argo untuk keluar
Dia memeluknya erat
" Ada apa ? " Tanya argo
" Aku butuh pelukan ? Aku butuh sentuhan "
" Put ...."
Putri mengeratkan pelukannya
" Jangan erat erat . Kasian anak kamu !"
Putri melonggarkan pelukannya dia mengendus-endus parfum yang di pakai argo
" Kenapa lagi ? "
" Wangi nya enak . Aku suka "
Seketika argo langsung ingat ucapan Tania . Tania juga suka dengan parfum yang dia pakai
" Udah peluk nya ? Aku mau ke kantor loh ? "
Putri mengagguk
Cup
" Istrirahat lah jangan bekerja yang berat berat dulu . Ok ? "
" Makasih untuk makanannya " ucap putri
" Iya . Yaudah aku berangkat dulu . Dadah "
Argo segera keluar dari unit nya . Dia langsung menghubungi Tania
" Dia kan lagi di Australia . Apa gue susul kesana ? Ide yang bagus " gumam argo