
Setelah diva menenangkan Tania . Dan Tania juga terus menghubungi kekasih nya itu . Tapi argo tak menjawab jawab pikiran Tania langsung kemana mana pasti mereka sedang ... emmm
Beberapa panggilan terus Tania telpon akhirnya Tania meminjam ponsel diva untuk menghubungi
" Ada apa lagi sih papa nelpon terus " grutu Tania
Tania langsung mengangkat panggilan dari papanya
( Papa udah mendapatkan apartemen di sana . Yang pasti lebih besar dari apartemen yang kamu tinggal kan saat masih sekolah )
( Iya pah ) jawab Tania malas
( Papa rasa kamu harus secepatnya kesana . Karena akan membeli barang barang keperluan kamu disana dan juga papa sudah menempati janji papa membelikan kendaraan disana )
( Pah . Aku ....)
( Yaudah papa tutup dulu ya )
Tut
Tania mengepalkan tangannya dia memukul stir
" Aaaaaaa " teriak Tania
" Papa tuh bisa gak sih ngertiin perasaan aku sedikit aja . Kemauan dia mau aku mendapatkan beasiswa . Ok . Aku turutin . Aku relakan kurang tidur hanya untuk belajar mendapatkan beasiswa. Dan sekarang dia yang ngatur aku mau kuliah dimana . Hiks hiks hiks . Aku gak kuat . Aku mau jadi orang biasa aja " rengek Tania
Diva terus mengelus punggung adik iparnya itu . Dua masalah dalam satu hari . Tania memang bener bener di uji banget sama tuhan
" Dasar cowok gak punya perasaan ! " Grutu Tania lagi
Cukup lama Tania menangis di dalam mobil . Akhirnya diva mengajak untuk pulang . Pulang kerumah diva dan Aldo . Karena Tania gak mau melihat papa nya
Drt ...
" Bunda papa telpon " ucap Ken saat ponsel diva di mainan oleh Ken
( Halo mas )
( Bunda , aku izin main ya )
( Iya yaudah . Asal ingat anak sama istri ya . Kamu tau arah pulang kan )
Aldo tekekeh
( Iya bunda . Papa tahu pulang , papa lagi ada di rumah Kevin sama temen temen )
( Lagi pesta cewek ya )
( Mana ada bunda ! Kalo bunda engak percaya bisa hubungi April dan Andini . Mereka ada disini . Kalo kamu mau datang kesini datang aja bund )
( Iya iya aku percaya , yaudah jangan pulang malam malam ya mas . Ingat Vania . Dia selalu tidur di peluk kamu )
( Iya sayang . Muach )
( Muach )
Ken masih menunggu bundanya selesai menghubungi . Setelah ponselnya di turunkan Ken kembali meminta lagi
" Papa bilang mas Ken sudah berhenti main lagi . Mas Ken ingat waktu "
Ken memajukan bibirnya dia sangat kesel karena bermain ponsel di batasi oleh bunda dan papanya
" Bunda gak asik " ucap Ken berlari mengejar adik nya yang sedang bermain dengan Vania
" Ikut aku " ajak argo ke halaman belakang
Tania dan diva bener bener terkejut . Akhirnya Tania menurut kemana kekasih nya itu pergi
" Bunda . Mami ..."
" Sini . Jangan ikutin mami . Mami sama uncle lagi ada keperluan . Sini adek kita liat kelinci " ajak diva sambil memegang ponsel nya
Argo membawa Tania ke halaman belakang dimana tempat itu diva jadikan ruangan pencuci
" Aku mau kita putus "
" Kamu bisa gak setiap kita ada masalah itu jangan berucap seperti itu . Kita selesaikan masalah kita Tania . Kamu sudah dewasa kan gak perlu kita bertengkar yang gak penting"
" Gak penting kamu bilang ? Kamu hamilin orang itu gak penting ?"
Argo menggeleng kepalanya dari tadi dia berusaha untuk memegang tangan Tania . Tapi Tania engak mau di sentuh
" Dengarkan aku dulu Tania !!" Teriak argo di depan Tania
Tania terdiam dia tak berontak lagi
" Aku lagi berusaha untuk mengetahui siapa ayah dari anak itu "
" Sekarang terserah Abang , maunya Abang gimana , Tania capek . Ayo kita akhiri aja "
Argo terdiam dia menatap Tania
" Dua kali Abang sakitin aku , dan akhir akhir ini hubungan kita itu emang renggang banget . Abang sibuk begitu juga aku sibuk semenjak bekerja . Kita masing masing . Biar Abang bisa focus . Aku juga menyesal kenal sama abang "
Tania langsung meninggalkan argo yang masih diam bersandar di dinding itu . Tangan argo mulai mengepal
" Uncle mas mau ikut ketemu kakak" ucap Ken berlari arah argo yang sudah memakai sendal
Argo terdiam . Dia bener bener lemes banget . Bisa di lihat wajah Argo bener bener kusut setelah Tania bilang dia telah menyesal kenal dengan dirinya . Dua kali Tania bilang begitu . Argo sudah gak ada harapan lagi dengan Tania . Gak mungkin bisa kembali lagi
" Ayo uncle " ajak Ken saat dia sudah megenggam tangan uncle
***
Sarapan pagi
Setelah selesai makan papa memberikan informasi penting untuk anak anaknya
" Minggu depan kita semua liburan ke Melbourne sekalian kita antar Tania kesana "
Tania melotot dia belum siap untuk kembali kesana . Sangat bosan dengan negara yang sudah 7 tahun Tania tinggalin
" Pekerjaan aku gimana pah ? "
" Kamu lanjutin pendidikan kamu . Papa suruh kerja itu untuk menambah pengalaman kamu tentang bisnis "
" Raka ? Dan seketaris aku ? "
" Itu urusan Dimas nantinya . Kan papa sudah bilang kamu itu bekerja untuk menambah pengalaman sudah cukup beberapa bulan bekerja dan hampir satu tahun bukan ? "
" Ya ya ya "
Papa rayhan tersenyum menatap anak cantiknya yang saat ini sedang melanjutkan lagi sarapannya . Cantik, pintar dan penurut