FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
33. Uji Tania



Setelah diva menenangkan Tania . Dan Tania juga terus menghubungi kekasih nya itu . Tapi argo tak menjawab jawab pikiran Tania langsung kemana mana pasti mereka sedang ... emmm


Beberapa panggilan terus Tania telpon akhirnya Tania meminjam ponsel diva untuk menghubungi


" Ada apa lagi sih papa nelpon terus " grutu Tania


Tania langsung mengangkat panggilan dari papanya


( Papa udah mendapatkan apartemen di sana . Yang pasti lebih besar dari apartemen yang kamu tinggal kan saat masih sekolah )


( Iya pah ) jawab Tania malas


( Papa rasa kamu harus secepatnya kesana . Karena akan membeli barang barang keperluan kamu disana dan juga papa sudah menempati janji papa membelikan kendaraan disana )


( Pah . Aku ....)


( Yaudah papa tutup dulu ya )


Tut


Tania mengepalkan tangannya dia memukul stir


" Aaaaaaa " teriak Tania


" Papa tuh bisa gak sih ngertiin perasaan aku sedikit aja . Kemauan dia mau aku mendapatkan beasiswa . Ok . Aku turutin . Aku relakan kurang tidur hanya untuk belajar mendapatkan beasiswa. Dan sekarang dia yang ngatur aku mau kuliah dimana . Hiks hiks hiks . Aku gak kuat . Aku mau jadi orang biasa aja " rengek Tania


Diva terus mengelus punggung adik iparnya itu . Dua masalah dalam satu hari . Tania memang bener bener di uji banget sama tuhan


" Dasar cowok gak punya perasaan ! " Grutu Tania lagi


Cukup lama Tania menangis di dalam mobil . Akhirnya diva mengajak untuk pulang . Pulang kerumah diva dan Aldo . Karena Tania gak mau melihat papa nya


Drt ...


" Bunda papa telpon " ucap Ken saat ponsel diva di mainan oleh Ken


( Halo mas )


( Bunda , aku izin main ya )


( Iya yaudah . Asal ingat anak sama istri ya . Kamu tau arah pulang kan )


Aldo tekekeh


( Iya bunda . Papa tahu pulang , papa lagi ada di rumah Kevin sama temen temen )


( Lagi pesta cewek ya )


( Mana ada bunda ! Kalo bunda engak percaya bisa hubungi April dan Andini . Mereka ada disini . Kalo kamu mau datang kesini datang aja bund )


( Iya iya aku percaya , yaudah jangan pulang malam malam ya mas . Ingat Vania . Dia selalu tidur di peluk kamu )


( Iya sayang . Muach )


( Muach )


Ken masih menunggu bundanya selesai menghubungi . Setelah ponselnya di turunkan Ken kembali meminta lagi


" Papa bilang mas Ken sudah berhenti main lagi . Mas Ken ingat waktu "


Ken memajukan bibirnya dia sangat kesel karena bermain ponsel di batasi oleh bunda dan papanya


" Bunda gak asik " ucap Ken berlari mengejar adik nya yang sedang bermain dengan Vania


" Ikut aku " ajak argo ke halaman belakang


Tania dan diva bener bener terkejut . Akhirnya Tania menurut kemana kekasih nya itu pergi


" Bunda . Mami ..."


" Sini . Jangan ikutin mami . Mami sama uncle lagi ada keperluan . Sini adek kita liat kelinci " ajak diva sambil memegang ponsel nya


Argo membawa Tania ke halaman belakang dimana tempat itu diva jadikan ruangan pencuci


" Aku mau kita putus "


" Kamu bisa gak setiap kita ada masalah itu jangan berucap seperti itu . Kita selesaikan masalah kita Tania . Kamu sudah dewasa kan gak perlu kita bertengkar yang gak penting"


" Gak penting kamu bilang ? Kamu hamilin orang itu gak penting ?"


Argo menggeleng kepalanya dari tadi dia berusaha untuk memegang tangan Tania . Tapi Tania engak mau di sentuh


" Dengarkan aku dulu Tania !!" Teriak argo di depan Tania


Tania terdiam dia tak berontak lagi


" Aku lagi berusaha untuk mengetahui siapa ayah dari anak itu "


" Sekarang terserah Abang , maunya Abang gimana , Tania capek . Ayo kita akhiri aja "


Argo terdiam dia menatap Tania


" Dua kali Abang sakitin aku , dan akhir akhir ini hubungan kita itu emang renggang banget . Abang sibuk begitu juga aku sibuk semenjak bekerja . Kita masing masing . Biar Abang bisa focus . Aku juga menyesal kenal sama abang "


Tania langsung meninggalkan argo yang masih diam bersandar di dinding itu . Tangan argo mulai mengepal


" Uncle mas mau ikut ketemu kakak" ucap Ken berlari arah argo yang sudah memakai sendal


Argo terdiam . Dia bener bener lemes banget . Bisa di lihat wajah Argo bener bener kusut setelah Tania bilang dia telah menyesal kenal dengan dirinya . Dua kali Tania bilang begitu . Argo sudah gak ada harapan lagi dengan Tania . Gak mungkin bisa kembali lagi


" Ayo uncle " ajak Ken saat dia sudah megenggam tangan uncle


***


Sarapan pagi


Setelah selesai makan papa memberikan informasi penting untuk anak anaknya


" Minggu depan kita semua liburan ke Melbourne sekalian kita antar Tania kesana "


Tania melotot dia belum siap untuk kembali kesana . Sangat bosan dengan negara yang sudah 7 tahun Tania tinggalin


" Pekerjaan aku gimana pah ? "


" Kamu lanjutin pendidikan kamu . Papa suruh kerja itu untuk menambah pengalaman kamu tentang bisnis "


" Raka ? Dan seketaris aku ? "


" Itu urusan Dimas nantinya . Kan papa sudah bilang kamu itu bekerja untuk menambah pengalaman sudah cukup beberapa bulan bekerja dan hampir satu tahun bukan ? "


" Ya ya ya "


Papa rayhan tersenyum menatap anak cantiknya yang saat ini sedang melanjutkan lagi sarapannya . Cantik, pintar dan penurut