
Satu persatu menatap Caca yang saat ini menyiapkan sarapan . Semua telah duduk di bangku masing masing padahal sarapan belum juga di siapkan alhasil nya Caca dan diva juga mbak mbaknya menjadi terburu buru menyiapkan makanan dan minuman di meja makan
Argo dan Aldo saling pandang begitu juga ayah Bima dan Dimas mereka hanya tersenyum
" Aldo , sekarang giliran kamu pimpin Doa " ucap Ayah bima
Aldo mengagguk dia mengangkat kedua tangan . Lalu dia membaca alfatihah dan membaca doa makan
Tatapan itu masih lanjut oleh mereka di meja makan
" Tanda apa itu maa " ucap dara membuat Caca terkejut
Caca menatap Dimas . Dan Caca lupa banget kalo dia semalam habis ....em. dan Caca malah memakai kaos santai
" Nyamuk sayang " ucap Dimas sambil mengelus kepala dara
Dara mengagguk dia melanjutkan lagi sereal nya tak lama kemudian dara mengeluarkan suara
" Nyamuk nya besar ya ma sampai mama merah begitu ? "
Caca bener bener malu gara gara Dimas . Semuanya Dimas ! Bangun telat , buat sarapan juga telat dan menyiapkan juga telat cuma karena telur ceplok Dimas yang belum Caca buat
" Em iya . Nyamuk nya besar . Kasar dan gak ada kata puasnya ! Iya kan ayah ? "
Uhuk uhuk uhuk
Diva menahan tawanya dia langsung menutup mulut dan mengeluarkan semuanya
Uhuk uhuk uhuk
Aldo pikir diva mual makanya Aldo ikut bangun mengikuti diva . Setelah mengeluarkan semuanya diva tertawa terbahak-bahak
" Kamu kenapa ? " Tanya Aldo sambil tersenyum
" Hahahaha uhuk uhuk uhuk , mas tolong ambilin aku minum tenggorokan aku pedes banget "
Aldo mengagguk dia mengambilkan minum di dapur setelah itu diva menghabiskan dengan cepat
" Kak Caca pagi pagi udah ngelawak . Mana di saat aku makan kak Caca ngejawabnya lagi. Mas aku sampai nangis menahan tawanya "
Diva langsung memeluk Aldo
" Mas janji ya pengen juga mas minum obat itu . Aku itu orang nya penasaran tau mas "
" Iya sayang . Mas janji . Mas konsultasi dulu sama Tante . Nanti baru aku minum"
Diva mengagguk. Keduanya segera keluar dan melanjutkan lagi sarapannya . Saat dara terlebih dahulu selesai sarapan dia melanjutkan lagi nonton tv nya
" Thanks ya do . Si Caca puas katanya . Malahan nanti malam dia suruh gue minum lagi "
Caca langsung menendang kaki Dimas dia juga melotot . Hal itu membuat mama dan diva tersenyum senang
" Apaan si lu nendang nendang . Emang bener kan . Pokonya kalo dalam waktu dekat Caca hamil . Gue kasih hadiah buat lu do "
" Apa kak hadiahnya ? " Tanya diva semangat
" Gue ngomong sama Aldo kenapa jadi barongsai yang jawab "
Caca , argo dan Aldo tertawa . Sedangkan diva bangkit dari duduknya dia memeluk leher Dimas sambil berdiri
" Enak aja aku barongsai, kakak mau kasih hadiah apa buat suami aku ? "
" Aldo maunya apa ? " Tanya Caca
" Perhatian sekali wahai istriku ! " Kali ini Dimas bener bener cemburu
Caca hanya tersenyum dia mengangkat alis kepada diva .diva juga tahu masalah Dimas cemburu yang sudah tahu kalo Caca suka sama Aldo dulu
" Ada deh nanti kalo Caca berhasil aku kasih hadiah nya " jawab Dimas langsung bangkit dari duduknya meninggalkan meja makan setelah minum susu putih
Caca dan diva juga membereskan bekas makan ke dapur belakang biar mbak yang mencucinya sedangkan Caca dan diva hanya perlu merapikan
**
Setelah merapikan kamar . Caca turun kembali melihat ketiga cowok cowok membahas hobi mereka dan juga ujung ujung nya ke arah obat penguat . Caca menggeleng kepalanya
Caca tahu banget ketiga nya itu sama sama pikiran kotor apalagi kalo Dimas sudah ketemu argo . Gak ada ujung nya membahas itu . Karena Aldo lebih muda dari mereka . Aldo nurut nurut aja
Tak lama kemudian diva sudah membawa kopi susu untuk suaminya dia ke belakang halaman menaruh kopinya
" Diva juga dulu dia pake obat pembesar . Dan sekarang udah engak lagi " jujur Aldo
Diva melotot . Kenapa juga mas Aldo memberi tahu mereka masalah obat pembesar itu batin diva
" Dulu Caca juga mau kaya gitu . Biasanya kan ada tuh di Facebook yang jual begituan . Takut nya fake "
" Dulu sih temen aku yang jual . Dan aku suruh diva untuk coba . Dan kita juga harus usaha juga bang , kak , ngandelin obat gak besar besar "
" Mas Aldo " rengek diva dengan tatapan tajam
" Apa sih sayang ? Aku ini lagi cerita sama Abang sama kakak. Kan bener kamu pakai obat itu "
" Iya tapi jangan cerita cerita juga . Itu sama aja aib mas "
" Kan saling sharing sayang . Aku juga kan harus belajar dari pengalaman kakak " jawab Aldo
" Awas ya bilang bilang masalah itu , pokonya jangan terlalu polos di depan Abang sama kakak . Awas aja ! " Ancam Diva
Aldo mengagguk setelah diva menghilang ketiganya ketawa bersama
**
Makan siang bersama Raka di sebuah restoran , Dimas mengajak adik iparnya itu makan siang sekalian juga ngobrol ngobrol
" Iya ka, kakak udah beli rumah buat mama sama ayah itu pindah . Biar tinggal nyaman disana juga . Gak terlalu besar sih karena kakak takut nya saat kamu menikah pasti mama sama ayah itu tinggal berdua . Pasti merasa besar bangat rumah tapi hanya mereka berdua yang tinggal "
Raka mengagguk
" Nanti aja biar Caca yang kasih tau . Lagi pula rumahnya 80% masih di rapiin . Biar mama sama ayah juga bisa buka usaha di sana lebih luas lagi "
Mereka berdua masih lanjut membahas rumah dan usaha mama dan ayah . Dimas udah 6 bulan yang lalu membeli rumah untuk mertuanya karena waktu itu dara sempat bilang ke Dimas . Kalo rumah nenek kecil .
Hal itu Dimas menesehati dara jangan bilang seperti itu kepada nenek dan kakek . Cukup Dimas aja yang tahu . Lagi pula kalo Dimas bilang ke Caca . Takutnya Caca tersinggung
Saat waktu mengantar Caca ke kostan . Dimas melihat rumah yang sangat bagus tak terlalu mewah berdiri 2 lantai. Tanpa sepengetahuan Caca , Dimas awalnya dp terlebih dahulu . Dan bodoh nya Dimas adalah . Dimas transaksi dan itu masuk kedalam pemberitahuan Caca
Terjadilah perdebatan disitu . Dimas engak ngaku kalo dia membeli rumah . Sampai akhirnya Caca ngambek mengancam ingin pulang kerumah orang tua nya
Dan saat itu juga Dimas jujur dia membeli rumah untuk mertuanya . Hal itu membuat Caca kagum sama Dimas . Dimas masih ingat orang tua Caca
Besok nya Caca ikut Dimas melihat rumah . Dan Caca juga yang saranin apa sebaiknya gak mau di betulin aja
Dimas akhirnya menyerahkan semua kepada Caca . Dimas juga sibuk dengan pekerjaan akhirnya caca yang mendetail bentuk rumah itu mau seperti apa . Caca juga yang memanggil arsitek untuk di baguskan rumah orang tuanya