
Diva dan Aldo sudah berada di bandara . Yang awalnya bilang 2 hari lagi . Dan sekarang tepat 1 bulan kedua anaknya itu tinggalin diva
Saat melihat kedua anaknya terlebih dahulu keluar. Diva langsung berlari memeluk mas Ken dan Vania
Diva menangis di pelukan mereka . Sedangkan Aldo dia membawa dorongan berisi koper dan oleh oleh
" Apa kabar mah . Pah ? " Tanya aldo
" Baik mas " jawab mereka berdua
Kini giliran diva yang memeluk mama mertua dan papa mertua nya . Diva juga menangis karena kesel dengan papa mertua nya itu yang selalu menunda kepulangan anak anak nya
" Kamu lagi hamil lagi diva ? " Tanya mama
Diva mengagguk . Mereka langsung meninggalkan tempat itu dan di depan itu juga sudah ada supir papa yang siap menjemput mereka
Selama jalanan itu mama dan diva bercekrama. Saat mereka sudah di mobil diva terus memeluk mas Ken dia sangat kangen
" Mas Ken duduk di bawah aja jangan di pangkuan bunda . Bunda lagi hamil " ucap Aldo posesif
Mas Ken turun dari pangkuan bundanya duduk di sebelah diva . Tak lepas itu juga diva mencium kepala Ken
Baru banget mas Ken mengeluarkan suaranya
" Kenapa jadi ngomong bahasa Inggris, baru juga sebulan disana " diva mengerutkan keningnya kedua anaknya berbicara bahasa Inggris
" Disana mereka punya temen baru , tiap hari bermain terus . Mungkin terbawa " jelas mama Indri
Diva mengagguk dia berbicara bahasa Inggris juga . Mungkin nanti saat sampai rumah ayah nya keduanya telah lupa dan Menganti bahasa sini
Mengantar mama dan papa di rumah . Setelah itu pulang kerumah
" Mas mau ketemu kakak "
" Akhirnya ngomong bahasa Indonesia juga " gumam diva
" Iya , kita kerumah opa "
Diva dan Aldo tetep masih memeluk kedua anak anak nya itu . Kini sekarang mereka telah Menganti mobil Aldo sendiri Vania duduk di pangkuan Aldo yang sedang menyetir . Sedangkan diva duduk di sebelahnya memangku Ken
" Papa ...." Panggil Ken
" Kenapa mas Ken ? "
" Pah , mas mau makan burger "
" Nanti tenggorokan kamu sakit . Makan yang sehat sehat aja "
Ken memanyunkan bibirnya . Diva mengelus pundak Aldo
" Sekali kali lah mas . Anak kamu itu kan baru pulang . Dia ingin makan burger sama kamu juga , mas " ucap diva pelan
Akhirnya Aldo menurut , dia mutar balik lagi makan di restoran cepat saji . Betapa bahagianya kedua anak anaknya itu . Mereka menunjuk ayam . Yang dari awal Ken ingin makan burger semuanya berbeda saat berada di restoran
" Gapapa kan mas sekali kali kamu nurutin kemauan anak anak "
" Hemm yaa " jawab Aldo malas
Aldo hanya melihat kedua anaknya itu ***** makan ayam Kentucky dan lihat diva bener bener menikmati nya . Mereka bertiga menikmati makanan ini
" Papa gak mau makan pah ?" Tanya Vania
" Suapin papa " kali ini Aldo bener bener di buat mau juga makan seperti itu
Diva hanya tersenyum suaminya itu gengsi banget giliran di tawarin anaknya malah mau . Alhasil nya mereka berempat makan bersama
" Mas mau eskrim bund " ucap Ken
Diva menyuapinya " jangan banyak banyak nanti batuk " ucap Aldo
" Nanti mas minum obat pah "
Aldo langsung melotot dan akhirnya Ken mendorong eskrim itu dan Melanjutkan lagi makan nya
" Mas Ken disana sakit tau pah , mas Ken gak mau makan . Dia mau makan eskrim " adu Vania
" Adek jangan gitu . Mas makan kok pah"
" Iiih mas Ken bohong sama papa "
Diva tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan Aldo " mas Ken kenapa gak mau makan ? Mau makan eskrim biar kamu sakit gitu ? Papa gak izinin kamu lagi ke sana ya selain sama papa "
"Mas Ken makan papa " teriak Ken
" Bicara pelan pelan mas Ken " ucap diva
" Mas Ken makan kok pah " ucap Ken saat ini berbicara lembut
" Adek bilang mas Ken gak makan "
" Kamu nya demen mancing mancing kan mas " ucap diva sambil tersenyum
" Aku demen aja . Satu bulan gak marahin mereka . Kangen "
Ck !
" Kangen juga kan sama anak . Kemarin bilang nya gak kangen . Dasar gengsi "
Aldo tersenyum dia bangkit dari duduknya mencium pipi Vania juga Ken
**
" Kakak....." Ken berlari ke arah kakaknya yang saat ini sedang makan siang
Begitu juga Dafa dia meletakkan piringnya dia merentangkan tangannya berlari memeluk adik nya
Keduanya berpelukan sambil tertawa . Hingga akhirnya mereka jatuh di lantai . Bukannya menangis . Mereka malah tertawa geli
Hal itu membuat ayah Bima , mama Lisa , Caca, Aldo dan diva ikut tersenyum melihat ke akraban adik dan kakak itu
Ken berbicara bahasa Inggris dengan Dafa . Membuat Dafa melongo
" Kamu ini bicara apa dedek Ken ? Kakak gak ngerti ? "
" What are you eating? " Ucap Ken
Dafa menggaruk kepalanya
" Kakak makan apa ? " Ucap Aldo kali ini
Dafa tertawa sambil menutup mulutnya
" Bilang dong dedek Ken " Dafa bangkit begitu juga Ken
" Kakak makan somay . Mau gak , sini kakak suapin aja . Jangan makan somay tapi makan kentang aja ya "
Ken mengagguk dia di suapin oleh kakaknya . Begitu juga dengan Vania yang melihat makanan yang begitu menarik
" Adek juga mau ini ka " ucap Caca sambil menunjuk vania
Dafa mengambil somay dia suapkan kepada adek Vania
" Enak kan " tanya Dafa
Keduanya mengagguk
" Nanti kita beli ya . Minta sana uangnya sama oppa " bisik Dafa kepada Ken dan dara
Semua bisa mendengar itu . Bahkan Caca melotot tapi ayah Bima menunjuk telunjuk di bibirnya
" Minta sekarang , minta sepuluh ribu " bisik Dafa lagi yang di dengar oleh para orang tua
Dafa mendorong kedua adiknya itu untuk mendekat oppa Bima
" Kata kakak, Kaka minta uang 10 rb "
Dafa membalikan tubuhnya menghadap Vania
" Kok jadi kakak sih . Kan Vania yang minta . Bukan oppa . Kakak gak suruh . Adek jangan gitu dong . Kakak kan lagi makan "
Ken mengagguk
" Kakak yang suruh oppa " jujur Ken
Dafa semakin kesel dia akhirnya berlari membawa piring somay meninggalkan mereka . Dafa bener bener malu
Hahahaha
" Bagus ! Anak bunda sangat jujur sekali" diva tertawa geli dia bener bener gemes sama kedua anaknya itu
Sedangkan Aldo dia masih memeluk diva sambil duduk di pinggir sofa
Oppa Bima langsung mengeluarkan uang 30 ribu. Dia berikan kepada Ken , Vania
" Nanti mas kasih kakak ya " ucap oppa
Ken mengagguk dia membawa lembaran uang 20 ribu . Dia berjalan mencari kakaknya entah dimana
" Dafa itu makin lama makin bikin gemes deh . Sedangkan Ken sama Vania . Dia polos dan mau aja di suruh suruh " ucap mama Lisa
" Gimana gak takut coba ma . Dafa itu kalo Ken gak mau . Dafa suka ngancem jangan main sama dia lagi " ucap diva
Mama Lisa , ayah Bima , Aldo dan Caca hanya tersenyum
" Mana tuh anak belum keluar keluar juga " ucap Caca
Diva dan Aldo memilih untuk ke kamar
Aldo juga membawa dua koper milik Ken dan Vania
" Kakak , ayo kita beli itu kak " rengek Ken
" Nanti , kakak baru aja selesai makan . Nanti mama marahin kakak "
" Kakak nanti kita naik sepedah ya " ucap Vania
" Iya , kakak ganti baju dulu ke atas "
Krasak krusuk diva dan Aldo mendengar ucapan mereka bertiga . Sampai akhirnya Aldo kembali turun mengajak Ken dan Vania berganti baju dulu karena mereka berkeringatan
" Mas Ken mau ke taman ya ? Bunda boleh ikut engak ? "
" Ini urusan anak muda Bun. Bunda gak boleh ikut "
Aldo dan diva melotot mereka tak percaya anaknya itu bisa berucap seperti itu
" Tau tauan kamu anak muda . Kamu ini masih kecil mas Ken "
" Kakak bilang mas udah besar bunda " ucap Ken
" Iya udah besar tapi umur kamu itu masih kecil banget . Jadi gimana bunda boleh ikut engak ? "
" No " Ken dan Vania menggeleng kepalanya
Cup cup cup
" Mas Ken udah gak sayang bunda lagi ya . Mas Ken gak mau ajak bunda jalan jalan . Mentang mentang mas Ken punya uang banyak "
" Iya dong " jawab Ken membuat diva gemas
Diva memeluk Ken dia mencium pipi juga leher anaknya itu . Membuat mas Ken tertawa geli
" Dedek Ken ... Dedek Vania " teriak Dafa
" Bunda , kakak manggil mas Ken ..." Ucap Ken
Diva melepaskan pelukannya membuat anak anaknya itu segera keluar
" Bunda , papa , mas keluar dulu ya . I love you " ucap Ken
" I love you bunda papa " jawab Vania
" I love you to nak" jawab diva sambil tersenyum dan matanya mengelus air
Diva merangkak mendekati suaminya itu . Aldo juga dia tersenyum melihat anak anaknya sudah mulai besar
" Anak anak kita lucu ya pah "
" Em iya . Mereka makin besar makin lucu "
Keduanya berbaring . Dan berpelukan . Aldo juga mengelus perut diva yang saat ini sedang hamil 3 minggu