
Setelah sampai di rumah . Aldo langsung menyalakan film . Film yang beradegan dewasa tetapi sangat kasar dalam hal berhubungan
" Pause dulu mas . Tolong in aku ambil pop corn dong mas di kulkas bawah " ucap diva manja
Aldo menurut dia ke lantai bawah mengambil cemilan seperti minuman berwarna dan snack lainnya . Diva tersenyum lalu dia ikut duduk dengan sangat dekat dengan suaminya
" Mas matiin dulu lampunya biar kaya bioskop mas " ucap diva lagi
Hish !
" Gak ada anak anak . Jadi kita bebas melakukan apa yang kita mau mas "
" Ya ya ya " ucap Aldo malas
Selama film mulai diva menutup matanya . Sadis banget . Ternyata ini alasan kak Dimas membeli seperti tadi . Apa sama di siksa juga seperti di film . Kalo iya ? Kasian kak Caca. Tapi di lihat lihat nikmat juga kayanya
" Kamu suka kasar atau lembut ? " Tanya Aldo
" Dua duanya suka " jawab diva sambil tersenyum
" Mau coba main kasar ? Kebetulan aku punya gesper baru "
Diva melotot dia langsung menggeleng kepalanya
" Aku gak mau . Aku gak mau seperti itu . Kamu itu mau berhubungan atau mau siksa aku ? " Tanya diva
" Sesekali kita main kasar diva "
" Aku gak mau " jawab diva takut
" Ya ya ya . Aku gak akan siksa kamu . Ayo kita nonton lagi . Biar kamu tahu cara bermain yang baik dan memuaskan aku "
" Selama ini kamu gak puas sama aku ?"
" Puas diva . Hanya kadang aku bosan aja . Jadi lebih ekstrim lagi "
" Mau seperti apalagi mas ? Kamu itu kalo main kasar banget . Kamu sering lihat aku nangis kan "
" Tapi kamu malah nyuruh aku lanjut . Apa kamu menikmati cara bermain ku ?" Goda Aldo sambil memegang dagu diva
Cup
" Itu karena kita sama sama menikmati nya , buktinya kamu selalu minta lebih sama aku "
Aldo tertawa . Untung aja anak anaknya lagi pada ikut mama dan papa
" Seperti sekarang ini . Kamu lihat tangan kamu udah nakal dari awal film "
" Gak boleh ? Aku lepas nih " ucap Aldo
" Berani lepas . Aku ngambek " ucap diva
" Aku bingung , di lepas ngambek gak di lepas ngeluh sakit . Mau kamu apa ? " Tanya Aldo yang kini mulai tatapan mesum
" Mau aku . Kita berhubungan sekarang " goda diva sambil mengigit bibir bawahnya sexy
" Astaga sayang . Bilang dong dari tadi . Jadi kan kita gak perlu untuk nonton . Seperti yang kamu bilang . Kita langsung praktek " ucap Aldo
Mmmmmmh
" Mas ..... Mmmmmmh jangan kasar "
Ketukan pintu kamar membuat mereka harus berhenti beraktivitas . Diva langsung membelai kimono handuk untuk membuka pintu
" Paket ibu datang "
Diva terdiam . Jujur aja diva sangat takut kalo dia membeli banyak paket . Apalagi di belakang pintu ada Aldo yang bisa mendengar itu
" Taru di kamar Ken aja "
Aldo langsung memakai celananya dia membuka lebar lebar pintu kamar . Aldo juga terkejut dia melihat beberapa paket yang diva beli
" Tolong bawa masuk aja mbak . Taruh di lantai sini " ucap Aldo kepada mbaknya
Diva menunduk takut . Wajah Aldo bener bener marah . Setelah mbak keluar . Aldo menutup pintunya
" Aku tahu apa yang kamu beli . Buka sekarang " ucap Aldo
Diva mengagguk dia segera mengambil gunting untuk membukanya . Aldo bener bener marah saat diva membeli koleksi sourvenir idolanya
Aldo segera mengambil Kain di ikat di leher diva . Aldo menarik tangan diva untuk berbaring di atas ranjang . Ronde kedua ini sangat kasar menurut diva . Karena Aldo memakai barang yang membuat leher diva akan sakit
Aldo menarik ke belakang leher diva saat Aldo bermain di belakang
" Gak ada puas puas nya kamu beli gituan ! Dengar ! Aku bisa saja lebih kasar dari ini atau kamu mau mencoba dengan gesper atau aku ikat kedua kaki kamu ? " Tanya Aldo
Diva menggeleng kepalanya
" Mas ampun . Sakit ....." Diva mengeluh kesakitan tapi nikmat
" Enak atau sakit ? "
" Enak " jawab diva membuat Aldo tersenyum
Keduanya langsung mandi bersama setelah puas dengan melakukan di pagi hari . Saat diva merias wajahnya Aldo langsung memeluk nya dari belakang
" Bunda makin hari makin cantik aja sih "
Diva tersenyum saat suaminya itu mencium pipi diva . Diva mengambil ponselnya lalu dia memotret di depan cermin dengan suaminya itu
" Kirim ke aku sayang . Aku merasa ganteng disini "
" Emang kapan kamu pernah merasa gak ganteng ? Kamu itu ganteng tau mas "
" Kamu bisa aja diva ! " Jawa Aldo
" Emang bener kok , kak Caca aja pernah suka sama kamu . Kamu jangan bang kak Dimas ya "
Aldo mengagguk
" Tapi tetap aja . Aku sukanya sama kamu diva "
" Bisa aja kamu mas . Emang paling bisa ya mulut kamu kalo sudah merayu perempuan "
Hehehe
" Cerah banget sih yang abis dapat vitamin " ejek diva
Aldo tersenyum dia memeluk diva lagi
" Anak anak lagi apa ya mas ? Kangen sama mas Ken "
Ck !
" Kamu ini . Baru sehari di tinggal anak anak . Gak usah ngabar ngabarin ya . Biarin mereka menikmati liburan mereka"
" Em iya mas "
" Yaudah aku mau main game dulu . Tolong buatkan aku teh manis ya diva . Aku tunggu di lantai dua "
" Iya sayang , suamiku tercinta "
Aldo segera keluar dari kamar menuju lantai dua . Karena Aldo menaruh game di atas sana supaya anak anak tak pernah melihat Aldo bermain game . Aldo takut kedua anaknya itu protes karena Aldo sangat membatasi anak anak bermain yang hal anak dewasa mainkan
*
Siang ini argo datang berkunjung ke apartemen putri sudah beberapa hari saat argo ingin menyelesaikan kasus ini . Akhirnya dia bisa tidur tenang
Jadi anak yang di kandung putri adalah milik teman nya . Argo sudah membawa beberapa kebutuhan putri untuk sehari hari makan dan yang lainnya
Memencet bel tak lama kemudian di buka pintu itu . Wajah putri bener bener senang banget saat argo datang
" Akhirnya kamu datang juga "
Argo tersenyum dia memasukan belanjaan untuk ke dalam meletakan di meja dan siap mengeluarkan bahan bahannya . Kali ini putri juga itu membantu memasukan kebutuhan lainnya
" Kamu udah makan ? " Tanya putri saat dirinya memasukan daging
" Belum "
" Aku akan masakan buat kamu . Bukannya aku sudah janji akan masak buat kamu "
" Em baiklah . I hope your cooking is very delicious "
" Yeah, of course it's good. Because I made her love"
Argo tekekeh begitu juga dengan putri . Putri sedang mengeluarkan ayam dan sayuran . Entah sayuran apa . Yang argo tahu itu ada daun
Argo memeluk putri yang saat ini sedang memotong ayam. Entah kenapa argo ingin. Sekali memeluk putri . Dia sangat gemas dengan wanita yang sedang hamil saat ini . Walupun itu bukan anak nya tapi argo merasa kasian
Rasanya argo ingin sekali membantu putri . Tapi apa boleh buat dia punya suami . Dan seharusnya argo tak usah bertemu lagi . Tapi argo memikirkan kebutuhan putri . Makan apa dia hari ini .
Cup
" Sexy . Kamu tahu kamu sangat sexy ketika hamil begini . Gemes aku "
Argo sedikit mengigit pipi putri yang entah sejak kapan menjadi tembem begitu . Apalagi tubuh nya sudah mulai gemuk
Cup
Cup
Cup
Putri membalikan tubuhnya dia menatap argo juga memegang pipi nya setelah dia mencuci tangan
" Bisa tidak jangan menggangu aku . Kalo begini caranya gak cepat matang "
Hehehe
" Bisa bisa , aku akan tunggu di sana sambil nonton tv "
Putri mengagguk dia mempersilahkan argo untuk istirahat sambil menunggu makanan yang dia buat