FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
35. Aku bingung



Setelah sampai di rumah . Aldo langsung menyalakan film . Film yang beradegan dewasa tetapi sangat kasar dalam hal berhubungan


" Pause dulu mas . Tolong in aku ambil pop corn dong mas di kulkas bawah " ucap diva manja


Aldo menurut dia ke lantai bawah mengambil cemilan seperti minuman berwarna dan snack lainnya . Diva tersenyum lalu dia ikut duduk dengan sangat dekat dengan suaminya


" Mas matiin dulu lampunya biar kaya bioskop mas " ucap diva lagi


Hish !


" Gak ada anak anak . Jadi kita bebas melakukan apa yang kita mau mas "


" Ya ya ya " ucap Aldo malas


Selama film mulai diva menutup matanya . Sadis banget . Ternyata ini alasan kak Dimas membeli seperti tadi . Apa sama di siksa juga seperti di film . Kalo iya ? Kasian kak Caca. Tapi di lihat lihat nikmat juga kayanya


" Kamu suka kasar atau lembut ? " Tanya Aldo


" Dua duanya suka " jawab diva sambil tersenyum


" Mau coba main kasar ? Kebetulan aku punya gesper baru "


Diva melotot dia langsung menggeleng kepalanya


" Aku gak mau . Aku gak mau seperti itu . Kamu itu mau berhubungan atau mau siksa aku ? " Tanya diva


" Sesekali kita main kasar diva "


" Aku gak mau " jawab diva takut


" Ya ya ya . Aku gak akan siksa kamu . Ayo kita nonton lagi . Biar kamu tahu cara bermain yang baik dan memuaskan aku "


" Selama ini kamu gak puas sama aku ?"


" Puas diva . Hanya kadang aku bosan aja . Jadi lebih ekstrim lagi "


" Mau seperti apalagi mas ? Kamu itu kalo main kasar banget . Kamu sering lihat aku nangis kan "


" Tapi kamu malah nyuruh aku lanjut . Apa kamu menikmati cara bermain ku ?" Goda Aldo sambil memegang dagu diva


Cup


" Itu karena kita sama sama menikmati nya , buktinya kamu selalu minta lebih sama aku "


Aldo tertawa . Untung aja anak anaknya lagi pada ikut mama dan papa


" Seperti sekarang ini . Kamu lihat tangan kamu udah nakal dari awal film "


" Gak boleh ? Aku lepas nih " ucap Aldo


" Berani lepas . Aku ngambek " ucap diva


" Aku bingung , di lepas ngambek gak di lepas ngeluh sakit . Mau kamu apa ? " Tanya Aldo yang kini mulai tatapan mesum


" Mau aku . Kita berhubungan sekarang " goda diva sambil mengigit bibir bawahnya sexy


" Astaga sayang . Bilang dong dari tadi . Jadi kan kita gak perlu untuk nonton . Seperti yang kamu bilang . Kita langsung praktek " ucap Aldo


Mmmmmmh


" Mas ..... Mmmmmmh jangan kasar "


Ketukan pintu kamar membuat mereka harus berhenti beraktivitas . Diva langsung membelai kimono handuk untuk membuka pintu


" Paket ibu datang "


Diva terdiam . Jujur aja diva sangat takut kalo dia membeli banyak paket . Apalagi di belakang pintu ada Aldo yang bisa mendengar itu


" Taru di kamar Ken aja "


Aldo langsung memakai celananya dia membuka lebar lebar pintu kamar . Aldo juga terkejut dia melihat beberapa paket yang diva beli


" Tolong bawa masuk aja mbak . Taruh di lantai sini " ucap Aldo kepada mbaknya


Diva menunduk takut . Wajah Aldo bener bener marah . Setelah mbak keluar . Aldo menutup pintunya


" Aku tahu apa yang kamu beli . Buka sekarang " ucap Aldo


Diva mengagguk dia segera mengambil gunting untuk membukanya . Aldo bener bener marah saat diva membeli koleksi sourvenir idolanya


Aldo segera mengambil Kain di ikat di leher diva . Aldo menarik tangan diva untuk berbaring di atas ranjang . Ronde kedua ini sangat kasar menurut diva . Karena Aldo memakai barang yang membuat leher diva akan sakit


Aldo menarik ke belakang leher diva saat Aldo bermain di belakang


" Gak ada puas puas nya kamu beli gituan ! Dengar ! Aku bisa saja lebih kasar dari ini atau kamu mau mencoba dengan gesper atau aku ikat kedua kaki kamu ? " Tanya Aldo


Diva menggeleng kepalanya


" Mas ampun . Sakit ....." Diva mengeluh kesakitan tapi nikmat


" Enak atau sakit ? "


" Enak " jawab diva membuat Aldo tersenyum


Keduanya langsung mandi bersama setelah puas dengan melakukan di pagi hari . Saat diva merias wajahnya Aldo langsung memeluk nya dari belakang


" Bunda makin hari makin cantik aja sih "


Diva tersenyum saat suaminya itu mencium pipi diva . Diva mengambil ponselnya lalu dia memotret di depan cermin dengan suaminya itu


" Kirim ke aku sayang . Aku merasa ganteng disini "


" Emang kapan kamu pernah merasa gak ganteng ? Kamu itu ganteng tau mas "


" Kamu bisa aja diva ! " Jawa Aldo


" Emang bener kok , kak Caca aja pernah suka sama kamu . Kamu jangan bang kak Dimas ya "


Aldo mengagguk


" Tapi tetap aja . Aku sukanya sama kamu diva "


" Bisa aja kamu mas . Emang paling bisa ya mulut kamu kalo sudah merayu perempuan "


Hehehe


" Cerah banget sih yang abis dapat vitamin " ejek diva


Aldo tersenyum dia memeluk diva lagi


" Anak anak lagi apa ya mas ? Kangen sama mas Ken "


Ck !


" Kamu ini . Baru sehari di tinggal anak anak . Gak usah ngabar ngabarin ya . Biarin mereka menikmati liburan mereka"


" Em iya mas "


" Yaudah aku mau main game dulu . Tolong buatkan aku teh manis ya diva . Aku tunggu di lantai dua "


" Iya sayang , suamiku tercinta "


Aldo segera keluar dari kamar menuju lantai dua . Karena Aldo menaruh game di atas sana supaya anak anak tak pernah melihat Aldo bermain game . Aldo takut kedua anaknya itu protes karena Aldo sangat membatasi anak anak bermain yang hal anak dewasa mainkan


*


Siang ini argo datang berkunjung ke apartemen putri sudah beberapa hari saat argo ingin menyelesaikan kasus ini . Akhirnya dia bisa tidur tenang


Jadi anak yang di kandung putri adalah milik teman nya . Argo sudah membawa beberapa kebutuhan putri untuk sehari hari makan dan yang lainnya


Memencet bel tak lama kemudian di buka pintu itu . Wajah putri bener bener senang banget saat argo datang


" Akhirnya kamu datang juga "


Argo tersenyum dia memasukan belanjaan untuk ke dalam meletakan di meja dan siap mengeluarkan bahan bahannya . Kali ini putri juga itu membantu memasukan kebutuhan lainnya


" Kamu udah makan ? " Tanya putri saat dirinya memasukan daging


" Belum "


" Aku akan masakan buat kamu . Bukannya aku sudah janji akan masak buat kamu "


" Em baiklah . I hope your cooking is very delicious "


" Yeah, of course it's good. Because I made her love"


Argo tekekeh begitu juga dengan putri . Putri sedang mengeluarkan ayam dan sayuran . Entah sayuran apa . Yang argo tahu itu ada daun


Argo memeluk putri yang saat ini sedang memotong ayam. Entah kenapa argo ingin. Sekali memeluk putri . Dia sangat gemas dengan wanita yang sedang hamil saat ini . Walupun itu bukan anak nya tapi argo merasa kasian


Rasanya argo ingin sekali membantu putri . Tapi apa boleh buat dia punya suami . Dan seharusnya argo tak usah bertemu lagi . Tapi argo memikirkan kebutuhan putri . Makan apa dia hari ini .


Cup


" Sexy . Kamu tahu kamu sangat sexy ketika hamil begini . Gemes aku "


Argo sedikit mengigit pipi putri yang entah sejak kapan menjadi tembem begitu . Apalagi tubuh nya sudah mulai gemuk


Cup


Cup


Cup


Putri membalikan tubuhnya dia menatap argo juga memegang pipi nya setelah dia mencuci tangan


" Bisa tidak jangan menggangu aku . Kalo begini caranya gak cepat matang "


Hehehe


" Bisa bisa , aku akan tunggu di sana sambil nonton tv "


Putri mengagguk dia mempersilahkan argo untuk istirahat sambil menunggu makanan yang dia buat