FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
22. Kakak yang tampan



Sore harinya Dafa merangkul Ken untuk bermain ke taman. Ken yang udah engak marah lagi dia ikut kakak nya main di taman di temani oleh mama Caca dan ayah Dimas . Memang kebetulan Dimas sudah pulang karena tadi dia menjenguk Tania di rumah sakit


Dimas dan Caca mengikuti langkah mereka yang berjalan terlebih dahulu. Dafa merangkul pundak Ken . Begitu juga dengan Dara dan Vania megandengan tangan


" Kenapa lama lama Dafa mirip kamu ya dim , kok aku kesel ! "


" Kok kesel . Bagus lah ca . Artinya Dafa ganteng "


Caca mendengus kesel menatapnya


" Dafa emang ganteng . Sedangkan kamu ! Hih ! Gak enak di lihatnya. Buncit ! "


" Ntar kalo gue kurus , banyak yang suka lu nangis . Cengeng lu mah " ucap Dimas


" Tapi gapapa deh buncit begini . Aura kebapakan nya keliatan"


Tiba lah mereka di taman . Banyak yang bermain juga selain mereka . Karena taman ini tempat umum siapapun bisa bermain


" Deketin sini duduknya . Jauh jauhan seperti orang berantam aja " ucap Dimas menarik tangan Caca untuk mendekat


Dimas merangkul pundak istrinya yang sibuk dengan potret anak anak


" Kamu kebayang gak kalo nanti Dafa di umur 17 tahun . Dia lebih milih jalan sama pacarnya dari pada sama keluarganya sendiri . Terus tiba tiba pacar Dara datang kerumah minta izin keluar "


Caca menatap Dimas


" Aku gak mau ngomongin ginian . Aku sedih, aku belum siap " jawab caca


" Kamu pacaran dari umur berapa ? " Tanya Dimas


" Aku ? 9 tahun ! Pas masih SD "


Ck !


" Coba nih ya kamu bayangin. Dara pacaran di umur segitu "


" Aku gak mau Dimas ! Aku gak mau . Pokonya Dafa dan Dara gak boleh pacaran pas masih sekolah ! Kalo dia udah kuliah baru aku izinin pacaran " ucap Caca kali ini tegas


" Aku takut banget ca , kalo dara itu pacaran . Terus mendapatkan laki laki yang brengsek, yang udah enak malah di tinggalin "


" Dimas ! Jaga ucapan kamu . Istighfar gak " Caca melebarkan matanya sambil menunjuk dimas


" Astaghfirullahalazim "


Caca melingkarkan tangannya di pinggang Dimas


" Aku tendang kepalanya , aku tahu isi otak otak dia " kali ini Dimas emosi banget


Hal itu membuat Caca tertawa . Ternyata Dimas lebih takut anaknya di datengin pria


" Kalo aku , aku suruh Dafa buntutin kemana adik nya pergi "


" Udah lah sayang , jadi aku yang panik mikirin anak anak nanti kalo sudah besar . Tadi niatnya aku cuma mau tau gimana pendapat kamu . Tapi malah aku yang kesel sendiri "


Dara dan Vania berlari ke arah mereka. Duduk di pangkuan Dimas dan Caca melihat Ken dan Dafa yang tengah asik bermain bola bersama teman barunya


" Harusnya tadi kakak dan mas itu pake sepatu , karena main bola . Tolong adek ambilin sendal kakak sama mas " ucap Dimas


Mereka turun dari pangkuan berlari mengambil sendal sendal mas dan kakaknya . Keduanya kembali dan duduk di pangkuan mama dan ayahnya lagi


Saat menjelang sore hari langit sudah mulai gelap . Para lelaki yang bermain bola memutuskan menyudahi . Keduanya berkeringatan dan berjalan ke arah Caca dan Dimas


" Kakak yang tampan "


" Mas ganteng " ucap Vania


Ck


Caca dan Dimas cekikikan mendengar suara mereka yang menganggumi kakak kakaknya


" Buka aja bajunya . Basah nanti masuk angin . Sini mama bukain " ucap Caca kepada Ken dan Dafa


Keduanya malu saat membuka baju karena di lihat cewek cewek yang menganggumi mereka berdua


**


Sepulang dari taman . Keempat anak anak di mandikan . Dimas mandiin dua laki laki sedangkan Caca mandikan dua perempuan di kamarnya


" Bunda sama papa belum pulang . Maa" ucap Vania


" Dikit lagi bunda sama papa pulang . Kan kerumah sakit lihat maminya . Nanti Vania sama mas Ken tidur sama kak Dafa sama dara aja . Mau ? "


Keduanya mengagguk


" Yasudah sekarang kita sholat magrib dulu di bawah . Setelah itu makan malam . Dafa setelah makan malam belajar . Begitu juga dengan mas Ken , adek adek. Masuk kamar jangan ganggu kakak nya lagi belajar . Ok ! "


Mereka mengagguk setuju . Satu persatu mengambil Air wudhu dan turun ke lantai satu untuk sholat berjamaah di halaman belakang