FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
63. Ejek Dimas



Semenjak kehamilan Caca . Dimas menjadi sangat posesif . Dimas selalu merengek di saat Caca ngambek dan di saat mereka bercanda . Malah Dimas yang di ejek oleh Caca karena nangis waktu di cuekin


" Kamu ini laki laki sejati . Kita sebagai pria tangguh gak boleh lemah apalagi nangis " nasihat Dimas kepada Dafa


Dafa yang sedang sakit kakinya karena bermain bola di sekolah . Terus menangis karena Dafa gak mau di obatin


Saat tukang pijit panggilan Caca datang . Caca meninggalkan Dafa begitu juga dengan Dimas . Biarlah Dafa sendiri dan tukang urut berdua di kamar


" Dafa cengeng banget kaya kamu ca "


Ck !


" Gak salah ? Kamu aja nangis aku cuekin "


Ck ck ck


Dimas tak terima karena Caca selalu mengungkit itu . Dimas juga menarik hidung mancung Caca membuat istrinya itu mengeluh kesakitan


" Males ah yang sama kamu yang . Selalu bahas gituan " Dimas segera keluar dia bener bener kesel Caca selalu mengungkit


Ck


Caca tertawa geli Dimas sedang mengambek . Akhirnya Caca masuk ke kamar melihat dara yang masih tidur bersama Vania


Mereka berdua juga ikut Caca tadi menjemput Dafa di sekolah . Karena anaknya itu meminta jemput kaki nya sakit sedangkan sepedah yang di bawa Dafa . Di jemput oleh Dimas . Dimas membawa mobil supaya bisa membawa sepedah anaknya


Mendengar suara teriakan dan juga tangisan membuat Caca kasian kepada Dafa . Abis gimana. Dafa itu laki laki karena Caca mau Dafa itu kuat dalam apapun Dafa anak pertama harus kuat bagi seorang pria seperti Dimas nantinya


Setelah selesai mengurut Dafa langsung meminta minum kepada mamanya bahwa Dafa lelah sekali teriak , tenggorokan nya sangat kering dan sakit . Setelah Caca membayar bapak tukang urut . Caca menyuapi makan siang Dafa


" Kalo kakak sakit kaya gini . Ayah jadi masukin kakak ke club bola gak maa ? "


" Jadi dong . Kan mama sama ayah udah janji . Kalo kakak mendapatkan nilai bagus dan rajin sekolah . Mama dan ayah akan memberikan yang kakak mau " ucap Caca membuat Dafa senang


" A lagi dong maaa" ucap Dafa


Caca seneng kalo bisa suapin Dafa . Karena melihat ***** makan Dafa yang berkali lipat . Caca merasa makanan yang dia buat dihargai oleh anak anaknya tapi tidak dengan dara . Dia susah banget untuk makan


Tiba tiba Dimas datang dia membawa roti , buah dan juga susu kotak untuk anaknya yang sedang sakit


" Ayah punya hadiah buat kakak . Karena kakak berhasil gak manja sama mama dan ayah pas kakak nangis tadi . Hebat " Dimas mengangkat kedua jempol nya


Hal itu membuat Dafa tersenyum bahkan dia memainkan rambut seperti Raka yang selalu di puji selalu memainkan rambut nya


Caca terkekeh dia sangat gemas dengan anak bujang nya itu . Caca berkali kali mencium pipi Dafa hal itu membuat Dafa risih di cium terus sama mamanya


" Mau minum susu sekarang ? " Tanya Dimas


" Nanti yah . Kakak abis makan "


Dimas mengagguk dia menaruh belanjaan itu di atas meja belajar Dafa setelah itu Dimas berbaring di kamar Dafa


" Ayah , kakak masih boleh masuk sekolah bola kan "


" Boleh "


" Asik " Dafa memeluk ayahnya hal itu membuat Dimas juga gemes


" Kalo main bola itu . Sakit seperti tadi sudah menjadi makanannya . Harus kuat dan juga gak boleh cengeng "


Dafa mengagguk dia mendengarkan nasihat ayahnya cara bermain bola


" Ma , boleh gak ma nanti sore kakak main kerumah temen kakak "


" Jam berapa ? "


" Jam 8 maa "


" Itu namanya bukan sore . Tapi malam . Kamu itu kerumah temen jam segitu mau pulang jam berapa ? Kamu tahu kan komplek ini jalannya gelap . Kalo kamu kenapa kenapa terus ada preman yang bawa kamu . Duh mama jadi panik sendiri ! Pokonya mama gak mau "


Dimas dan Dafa saling diam . Padahal Dafa cuma ngomong beberapa kata aja


" Iya maa, kakak gak jadi main " jawab Dafa


" Kalo mau main nanti aja pas kakak hari libur ya . Tapi jangan pulang malam malam . Maksimal sebelum magrib "


Dafa mengagguk


" Yaudah sekarang istrirahat , nanti sore kamu ada les privat "


Dafa mengagguk . Begitu juga dengan Dimas dan Caca mereka segera keluar dan mematikan lampu kamar


" Dim ..."


" Kamu gak beli eskrim buat aku ? "


" Kamu gak bilang sih "


Caca langsung cemberut dan berjalan duluan


Saat Caca membuka pintu dia membalikan tubuhnya


" Jangan panggil aku dut . Atau aku akan marah "


Dimas mengagguk dia menggaruk kepalanya


" Yaudah , tolong beliin eskrim sana "


" Aku capek sayang. Baru juga pulang kerja "


" Yaudah aku yang beli naik motor "


Dimas baru aja berbaring . Mendengar istrinya mau naik motor . Dimas langsung bangkit dan mengambil jaket nya


" Rasa coklat kan ! Aku beli dulu " teriak Dimas


Caca tersenyum dia melepaskan soflen lensa nya karena Caca ingin tidur siang dan beristirahat seharian membantu mama mertua dan juga menjaga anak anak nya bermain


**


Hiks hiks hiks


Caca memberhentikan aktivitas nya dia mengambil tali rambut dan segera keluar


" Kenapa Vania ? Ada apa ? " Caca langsung memeluk keponakannya itu


" Dara gak kasih pinjam boneka "


Caca tersenyum dia berucap pelan pelan kepada anaknya


" Saling berbagi kalo punya sesuatu ya dek . Begitu juga dengan Vania . Kan Vania selalu baik sama adek di kasih pinjam ya "


Dara mengagguk dia berikan boneka itu kepada Vania . Caca menghela nafas kenapa juga Dimas belum pulang. Padahal minimarket deket banget


" Sayang ...."


" Sayang ...."


Caca bangkit , ada suaranya tapi belum juga ada orang nya


" Sayang , aku datang ...."


" Mana sih ini orang nya ..." Caca mengerutkan keningnya


Tak lama kemudian Dimas datang dia membawa kantong kresek berisi eskrim dan juga jajanan lainnya . Hal itu membuat Caca bahagia apalagi kedua anak anaknya itu dia seneng ayahnya membawa jajanan banyak


" Ayah..." Rengek Vania sambil memeluk ayahnya


Dimas tersenyum dia memeluk keponakannya itu di kecup juga


" Mas Ken kemana Vania ? "


" Mas Ken ada di rumah ayah , mas Ken gak mau keluar karena kak Dafa engak jemput . Mas Ken juga gak mau keluar kalo engak ada kak Dafa "


Dimas mengagguk dan mengerti . Mereka menikmati siang ini dengan eskrim dan juga jajanan yang Dimas beli . Sampai jajanan itu habis Dimas memeluk Vania sambil nonton sedangkan Caca juga memeluk dara sambil nonton


Hingga beberapa jam kemudian Diva datang bersama Ken sambil bergandengan . Diva awalnya gak percaya kalo mereka tidur di ruang tamu . Masalahnya mereka berempat tidur terus tv dalam keadaan menyala


Diva juga menggoyangkan kaki Dimas dan Caca tapi gak ada pergerakan


Saat mendengar denguran dari Dimas . Akhirnya diva bisa tahu kalo kakaknya itu sedang tidur


" Bunda , adek makan eskrim bunda "


" Mas mau makan eskrim? "


Ken mengagguk


" Nanti kita beli ya . Sekarang ayo masuk kamar . Biar nanti kalo kakak pulang bisa tahu"


Ken mengagguk dia melepaskan topinya karena di luar panas . Diva memakaikan topi supaya anaknya itu tetep keren


" Bunda ..." Ken mendekati diva yang sedang berbaring bermain ponselnya


" Mas Ken lagi main bunda . Tolong Foton mas Ken ya bunda . Nanti bunda kirim ke papa "


" Kenapa emangnya kirim ke papa ? " Tanya diva bingung


" Biar papa semangat kerjanya "


Diva tertawa geli mendengar jawaban dari anaknya itu . Akhirnya diva memotret Ken terus dengan komentar


' kata anaknya semangat papa kerja nya'


Diva mengirim . Dan belum juga di baca saat melihat jam di dinding mungkin suaminya lagi meeting atau lagi sibuk