FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
65. Masa SMA



Saat dosen menjelaskan mata kuliah public relations Raka mantap tali rambut milik Tania


Saat di restoran warung Indonesia saat di Melbourne minggu lalu . Tania menitipkan tali rambut kepada Raka


Sampai akhirnya Tania melupakan tali rambutnya . Yang dia pakaikan di pergelangan tangan Raka


Raka tersenyum mengingat kenangan manis walupun tania berbicara bukan dengan Raka seengaknya bisa seharian bahkan 2 Minggu itu Raka tiap hari bertemu dengan Tania


" Tolong jelaskan yang memakai kemeja biru " ucap dosen kepada Raka


Raka masih tersenyum hingga membuat temen temennya menoleh kepada Raka . Tendangan kaki dari arah belakang membuat Raka kesal karena tak sopan


" Di panggil tuh" ucapnya temen Raka yang menendang bokong Raka


Raka menatap dosen , begitu juga dengan dosen kepada Raka


" Kamu dengar saya bilang ? Kamu jelaskan apa yang saya bicarakan tadi "


Raka terdiam tetapi pandangan dia ke papan tulis . Raka berusaha menjelaskan apa yang dia tahu . Sampai akhirnya dosen yang tadinya kesel menyuruh Raka untuk duduk kembali


" Kalo ada yang tak menghargai posisi saya disini silahkan keluar , disini kalian belajar bukan untuk cengengesan apalagi melamun " ucapnya tegas


Raka menepuk kedua pipinya . Raka harus focus dan sadar gak boleh main main . Kasian ayah Bima yang membiayai Raka kuliah


3 jam kelas berakhir , akhirnya , Raka langsung segera keluar dan menaiki motornya menuju kantor kakak iparnya . Raka harus semangat bekerja walupun Tania udah engak ada . Raka membantu Dimas mengurus keuangan perusahaan walupun ini bukan bidang Raka banget tapi Raka cukup mampu dalam hal keuangan


Sampai di kantor Raka mengetuk ruangan Dimas untuk mencium tangan kakak iparnya itu karena baru datang setelah itu Raka makan siang yang di kirim oleh kakak nya di titipkan oleh Dimas


" Ka ..." Panggil Dimas


Raka menyudahi makan nya dia langsung beranjak berdiri


" Tolong cek ini ya ka. Kakak tunggu 2 jam lagi "


Raka menelan salivanya . Sebanyak ini hanya menunggu 2 jam . Udah gila . Pikir Raka


" Iya kak " jawab Raka


Dimas mengagguk dia langsung masuk keruangan nya . Sejak itu juga Raka cepat memakan dan menyelesaikan pekerjaannya


Raka melebihi yang Dimas minta . Hal itu membuat Dimas meminta Raka untuk cepat . Karena Dimas mau kirim file itu ke perusahaan Aldo


" Iya kak , 30 menit lagi . Aku janji "


" Ini udah 4 jam loh ka. Nanti Aldo keburu pulang " jelas Dimas


Raka diam dia masih mengetik . Sampai akhirnya Dimas berdecak kesal karena pekerjaan Raka bener bener lelet


Akhirnya sesuai yang Raka bilang 30 menit itu . Raka langsung mengirim file itu ke Aldo . Raka langsung menghubungi kakak iparnya lewat telpon


( Yaudah kalo kamu udah kirim )


( Iya kak ) jawab Raka menahan kesel


Dimas langsung menutup telponnya tanpa berlama lama. Raka menghela nafas matanya Bener bener sakit 4 jam setengah dia menatap layar komputer


Jam masih menunjukkan pukul 4 sore . Dimas sudah beres beres merasa pekerjaan telah selesai . Apalagi yang harus Dimas kerjakan karena Raka sudah membantu Dimas tadi


Saat Dimas keluar dari ruangan . Raka beranjak berdiri


" Cek email nanti kirim ke kakak malam ini "


" Iya kak " jawab Raka pasrah


Raka mengepalkan tangannya seenak jidat aja kakak iparnya itu menyuruh nyuruh . Kenapa gak dari tadi saat selesai kirim email Dimas memberikan Raka tugas lagi . Kenapa di saat Raka ingin pulang kakak iparnya itu mengirim


Huh !


Raka memilih ke pantry membuat kopi setelah itu kembali lagi mengerjakan tugas yang kakak iparnya itu berikan


**


Saat perjalanan pulang Dimas melewati SMA dimana dulu Dimas dan Caca bertemu . Mengingat kenangan bersama Caca di sekolah itu . Dimas memarkirkan mobilnya di salah satu mini market lalu Dimas menyebrang dan masuk ke sekolah itu


Banyak sekali anak anak yang belum pulang karena masih ngobrol dengan temen temennya


Di lapangan , Dimas ingat saat main bola karena dulu Dimas masih gengsi . Dia hanya bisa menatap Caca sambil tertawa , setelah itu Dimas melewati Kelas nya.


Kelas yang menjadi saksi Dimas benci sama Caca setelah itu mereka pacaran. Dan berjalan arah UKS . Dimas bener bener panik banget saat Caca pingsan selesai upacara karena saat itu Caca baru aja pulang kampung


Karena Dimas masih gengsi dimas pura pura ke UKS memberi minyak angin tapi dari temen Caca . Sedingin itu Dimas sama Caca saat masih sekolah


Berjalan ke luar kelas . Dimas melewati halaman belakang , Dimas dulu Caca pernah nembak Dimas saat selesai olahraga dan mereka sedang jajan . Dan tempat itu juga Dimas mengatakan benci dan menolak Caca


Saat melihat jajanan yang terkenal jaman sekolah . Dimas membelinya buat Caca dan anak anaknya . Pasti mereka senang . Sekalian juga Dimas mengingatkan tempat itu bersama Caca . Waktu Caca sedang Ngambek karena Dimas gak mau nemenin Caca beli lumpia salad dan crepes


Saat sampai di rumah , Caca dan Dafa sedang berada di teras depan . Caca sedang mengajarkan Dafa untuk menyiram tanaman


Cup


" Sayang , kamu udah pulang " ucap Caca manja sambil mengulurkan tangan Dimas ke pipi Caca biar di elus elus


" Iya , ini aku bawa makanan kesukaan kamu . Aku belinya di depan SMA kita "


Caca melebarkan matanya berarti tandanya Dimas habis kesana ? Tumben banget lewat jalan sana


" Lagi ngapain yang ? " Tanya Dimas


Caca melepaskan tangan Dimas dia memegang bungkusan makanan dari sang suami


" Aku lagi ajarin Dafa siram tanaman. Dia besok ada praktek nanam dan siram tanaman gitu " jelas Caca


Dafa mengagguk membenarkan apa yang di ucapkan mamanya . Dimas masih diam menemani anaknya sampai akhirnya Caca bilang sudah cukup jangan terlalu kebanyakan nanti layu


Kembali ke dalam rumah dimas sambil megendong Dafa . Sejak kapan Dimas baru tahu kalo Dafa sudah sebesar ini


Membawa ke dalam kamar . Dimas membanting Dafa di atas ranjang . Keduanya malah tertawa . Dan terjadilah main berantem berantem . Dimas juga yang menyelengkat Dafa sampai akhirnya Caca datang langsung panik karena Dafa masih kecil


" Ayah ..... Ih kasian anak aku . Sini kak mama peluk dulu " Caca mengulurkan tangannya dia bener bener kesel dengan Dimas


Dafa melewe lidahnya kepada ayahnya . Dafa Juga mengejek karena di peluk mamanya dengan sayang


" Ada yang sakit gak kak , mama lihat ayah tadi kasar sama kakak "


" Ada maa , kepala kakak sakit . Tadi kena lantai "


Caca melotot kepada Dimas . Caca juga memukul bahu Dimas membuat anaknya itu semakin senang


" Dasar ini anak ya . Mana ada ayah tadi jatuhin kamu ke lantai . Lihat ya . Nanti kita lanjut . Ayah mandi dulu "


Dafa tertawa sedangkan caca dia masih kesel dengan suaminya. untung Caca masuk kalo engak pasti Dafa sudah mati di tangan Dimas . Gitu pikirnya


Selesai mandi Dimas tak melihat Caca dan Dafa . Mungkin sudah keluar pikirnya , Dimas memakai pakaian yang udah di siapkan lalu tatapan itu ke kalender . Besok adalah ulang tahun diva . Lagi lagi Dimas mengingat masa masa bersama diva dulu


Dimas membuka ponselnya dia ingat waktu itu diva mengirim pesan . Adiknya itu meminta sesuatu


" Ah skincare, suami banyak duit kenapa juga dia minta sama kakaknya . Yaudah deh gapapa . Nanti suruh Caca aja beliin" gumam Dimas


Dimas keluar kamar lagi . Di saat itu juga guru private Dafa datang Dimas menyambut nya setelah itu mereka berdua masuk ke kamar belakang. Dimas segera turun untuk menemui anak cantiknya


" Kata bunda gak boleh teriak teriak , engak sopan dara " ucap Vania


" Abisnya Vania gak nurut apa kata dara"


" Iya , Vania bilang tunggu sebentar . Vania ke dalam dulu minum Vania haus "


Dimas yang mendengar suara mereka langsung menyusulnya . Meluruskan debatan ini


" Apa apa sih anak anakku ? "


" Ini ayah , Kalo air kolom berenang ke lantai nanti lantai nya kotor " jelas dara


" Vania kedalam dulu minum . Abis itu Vania bersihkan . Tapi dara teriak teriak"


Dimas tersenyum


" Kalo ngomong itu hari pelan pelan lembut . Jangan teriak teriak seperti itu nanti tenggorokan kamu sakit . Sekarang kan udah di bersihkan oleh Vania . Jadi gak perlu marah marah lagi" jelas Dimas


Keduanya terdiam


" Ayo saling maaf maafkan "


" Gak mau " ucap dara membuat Vania terdiam


" Hei gak boleh itu sama saudara . Nanti Vania gak mau main kesini lagi . Biar nanti dara main sendiri "


Dara menatap Vania . Tangan Vania itu sudah mengulurkan jabatan tangannya


Dara mengulur tangan juga dia memeluk sepupunya itu


" Jangan marah marahan lagi ya . Kalo berbicara itu pelan pelan biar yang di dengar itu juga enak . Dan juga tenggorokan kamu engak sakit "


Mereka berdua mengagguk . Setelah itu bermain lagi