FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
21. Tania kecelakaan



( Iya sayang . Kamu kesini aja . Kita makan siang bareng ) ucap argo di telpon


( Iya Abang, 10 menit lagi ya . Aku lagi ngirim berkas ke kantor mas )


( Aku tunggu sayang . Muach )


Tut ...


Suara keyboard dari 10 jari . Mempercepat kinerja Tania untuk 10 menit kedepan


" Lapar banget " gumam Tania


Mata Tania kunang kunang saat lampu merah berhenti . Hingga beberapa detik kemudian lampu hijau Tania berjalan cepat supaya sampai restoran Abang supaya makan siang


Brak


Tania mengangkat wajahnya . Dia bener benar lemas kepala juga sakit sedangkan di depan orang orang sudah membantu Tania untuk segera keluar . Untungnya saat Tania sadar tadi dia segera membuka pintu mobilnya


" Di bantu . Di bantu bawa ...." Ucap orang orang baik yang membantu Tania


Mobil itu di bawah salah satu pemuda yang bisa mengendarai mobilnya . Di bawa kerumah sakit untuk menganani pasien


Tania gak peduli body depan mobilnya hancur . Dia bener benar pusing dan lapar saat ini


**


Ponsel Pasien kecelakaan terus berdering


( Halo ) ucap argo


( Halo selamat siang ) ucap yang membantu Tania


( Ini siapa ya ? )


( Anda keluarga dari pasien ?)


( Iya , anda siapa ? )


Orang yang membatu Tania menemukan sebuah indentitas . Bahwa pasien tersebut yang kecelakaan mahasiswa universitas Melbourne


( Iya , itu kekasih saya . Anda siapa !!!) Kali ini argo bener bener marah . Bahwa orang ini bukannya menjelaskan Tania ada dimana dia malah menjelaskan ciri cirinya


( Bisa berkunjung ke rumah sakit Satya marwa , saya ada di IGD)


Tut


Argo langsung mematikan panggilan dan pergi ke rumah sakit yang di ucapkan tadi . Beberapa menit kemudian argo berlari dari area pintu saat menemukan IGD


" Abang argo kekasih pasien ?"


Argo mengagguk . Dia di berikan tas Tania ,kunci mobil dan juga ponselnya . Argo mengucapkan terima kasih


Saat dokter keluar . Dan di jelaskan kalo pasien lemas karena kekurangan gizi dan kekurangan istrirahat . Asma nya juga kambuh . Hal itu membuat argo bener bener lemas


" Engak ada tanda yang serius kan dok ?"


Dokter menggeleng hanya saja kepala Tania terbentur stir mobil tadi . Tanpa berlama-lama argo langsung masuk ke dalam


Melihat Tania terbaring lemas dengan infusan juga tabung oksigen karena asma Tania sempat kambuh


Cup cup cup


" Gak akan aku izinin kamu pergi ke kantor aku lagi . Aku yang susul kamu " ucap argo di depan telinga Tania


Sangat mengkhawatirkan kondisi Tania saat ini . Argo langsung cepat menghubungi Aldo atau Rifky . Mereka sama sama terkejut bahkan Aldo tadi sempat marah lewat telpon menyalahkan Abang iparnya karena Tania berkunjung kesana


Argo juga meminta tolong Aldo untuk membawa makanan sehat . Karena Tania belum makan siang . Tambah marah lagi Aldo mendengar adiknya itu belum makan siang


**


Seharian ini argo merawat Tania . Di rumah sakit . Begitu juga dengan Aldo dan diva . Mereka ikut merawat adik nya


" Abang pulang dulu sana . Ganti baju . Sekalian tolong bawa anak anak kerumah mama "


Argo mengagguk dia mendekati Tania yang saat ini sedang makan malam di suapi oleh Aldo


Cup


" Nanti aku kesini lagi . Aku ganti baju dulu "


Tania mengagguk


" Kalo mama papa tahu . Abis mas sama papa kamu itu kecelakaan"


" Maaf sih . Namanya juga kecelakaan orang kan gak tahu "


Diva memejamkan mata sudah tahu kelanjutan setelah Tania menjawab ini


" Kamu itu kalo di nasehatin bisa aja ngejawab ! Mas balikin ke Melbourne lagi ya . Biarin lanjutin kuliah kamu disana " ancam Aldo


Tania hanya diam menatap diva .yang sudah mengisyaratkan bibir nya di telunjuk


" Ayo makan lagi . Makan buah sekarang"


Tania mengagguk setuju, dia hanya terima saja mulut nya sedangkan Aldo yang terus memberikan Tania makanan


" Sekarang istrirahat " ucap Aldo setelah Tania makan cukup banyak dan tak lupa minum obat


Tania mengagguk walupun dia belum ngantuk banget seengaknya dia berbaring sambil di ajak ngobrol oleh kakak iparnya


***


Keesokan harinya argo sudah datang saat langit masih gelap . Dia juga membawa sarapan untuk adik dan adik iparnya


Begitu juga dengan Tania dia sudah Bangun kondisinya sudah membaik kalo sudah pulih nanti sore akan di perbolehkan pulang


Cup


Argo melihat diva berkali kali dia menguap


" Pulang , kasian Ken sama Vania itu nunggu kamu . Sarapan habis itu pulang sama Aldo . Biar Tania biar aku yang urus " argo sambil mengusap kepala adiknya itu


Diva cepat mengagguk . Dia mengambil nasi goreng yang di buat dari rumah entah itu yang buat Caca atau mama . Yang pasti enak banget subuh subuh begini makan


" Tadi mama juga buatkan susu buat diva sama Aldo . Masih hangat . Makan terus minum setelah itu pulang . Jangan sampe Vania bangun . Kalian itu gak ada . Bisa bisa itu anak ngambek . Kamu tahu kan Vania itu kalo ngambek seperti kamu . Diva ! "


Argo kembali duduk di depan Tania lagi dia mengecek keadaan hari ini kekasihnya itu


" Sudah gak sesak nafas lagi ? Udah mendingan ? Sudah sarapan ? "


Tania mengagguk


" Apa nya ? Jangan hanya mengangguk . Jawab ! "


Hish !


" Abang tanyanya satu satu , iya aku udah engak sesak lagi , udah sehat karena makan terus semalam . Tadi sarapan pake bubur kacang hijau "


" Baguslah ! Sekarang lagi mau makan apa ? Roti ? Biskuit ? Atau nasi goreng ? Belum boleh ya . Soalnya berminyak "


Tania menatap mas dan kakaknya itu . Sangat tergiur banget nasi goreng kecap dengan segala sayuran ketimun juga kerupuk yang bersuara krauk krauk


Seketika pandangan Aldo dan diva menoleh . Dia merasa ada yang lihatin . Aldo berjalan ke arah Tania . Dia memberi suapan kepada adik nya itu


" Enak ! "


Aldo tersenyum dia ikut duduk di atas ranjang adiknya . Makan berdua dengan adiknya


" Mau pake kerupuk "


Kraukkkk


" Tau begitu tadi aku bawakan buat kamu Tania "


" Abang gak ingat aku yah !!! Aku ini yang sakit . Tapi mas sama kakak yang di kasih . Gak peka dasar !!"


" Astaga sayang ...."


Saat makanan telah habis . Tania baru merasakan begitu kenyang . Dia ikut minum susu putih hangat yang tadi kekasihnya itu berikan


***


Setiba nya di rumah , diva dan Aldo mendapati Ken dan Vania yang saat ini sedang duduk ruang tamu . Mereka berdua di pangku oleh ayah Bima


" Itu bunda sudah pulang " ucap ayah Bima


Ken dan Vania turun dari pangkuan nya dia memeluk kaki diva


" Ini papah loh . Gak mau peluk papa . " Tanya diva


Vania melepaskan lalu dia memeluk papanya


" Aku ke kamar atas dulu ya . Mah , yah !"


Ken dan Vania langsung meminta turun dari gendongan nya . Melipat kedua tangannya menatap papa dan bundanya


" Bunda sama papa dari mana ? "


Aldo menggaruk kepala begitu juga dengan diva menatap suaminya


" Bunda sama papa jahat ! Adek di tinggal "


Diva melotot , sejak kapan Vania bisa berbicara jahat ! Diva engak pernah mengajari


" Mas marah sama bunda sama papa "


Diva berlutut mensejajarkan tubuhnya


" Bunda itu abis jagain mami . Mami abis kecelakaan "


" Kecelakaan itu apa ? " Tanya Vania


" Jatuh dari mobil " ucap Aldo


Diva mengagguk


" Kenapa bisa jatuh ? Emangnya mobilnya engak di tutup ? " Tanya Vania sinis kepada mama dan papanya


" Hei , bicara yang sopan kepada bunda kamu . Tangannya gak boleh seperti itu " ucap Aldo kepada dua anaknya


Mereka menurut tangannya di lepaskan dari dadanya . Keduanya langsung memeluk diva . Mereka sangat takut pada papanya


" Ayo minta maaf sama bunda " ucap Aldo


Cup cup


" Maaf bunda "


" Iya gapapa . Jangan di ulangi lagi ya . Bicara nya pelan pelan sama bunda . Bunda akan jelasin kalo mas sama Vania itu nurut sama bunda "


Mereka berdua mengagguk


Setelah mas Ken dan Vania keluar dari kamar diva . Aldo Langsung memeluk nya saat mereka berdua sudah berbaring di atas ranjang


" Akhirnya kita bisa istrirahat dengan tenang " ucap aldo . Saat melihat ke arah samping istrinya udah terlebih dahulu untuk tidur


Cup


" Istriku yang sangat cantik seperti Vania "


Aldo menaruh kepalanya di bahu diva