
Hari ini tepat Raka umur 19 tahun . Tak terasa sudah berapa tahun Raka di rawat oleh orang tua angkatnya . Yang menyayangi Raka seperti anak kadung . Serta memiliki kakak angkat yang sangat baik dan kaya raya
Raka diberikan motor baru saat lulus SMA oleh ayah dari kakak mertuanya itu . Karena Raka mendapatkan nilai yang paling bagus ujian nasional
Belum lagi hadiah dari kakak iparnya . Yaitu Dimas . Raka di berikan ponsel baru . Dan Raka juga di berikan beberapa uang kembar oleh Caca, diva dan Aldo . Di traktir makan oleh Abang argo
Gak pernah terbayangkan hidup Raka bisa senikmat ini . Raka bersyukur di kelilingi orang baik
" Selamat ulang tahun me , semoga dilimpahkan rezeki serta kesehatan " gumamnya saat mengendarai motor menuju kantor nya
Saat melihat toko kue di sebrang sana . Raka berniat memberikan kue itu kepada Tania
Masih ada waktu beberapa menit lagi untuk masuk kantor supaya engak telat. Raka akhirnya pergi ke toko kue
Tania menyukai kue keju . Raka memilih kue keju dan coklat untuk kakak iparnya yaitu Dimas
" Semoga calon istri suka " batin Raka
Sesampainya di kantor Dimas dan Tania sudah terlebih dahulu sampai . Mendengar suara di dalam ruangan kakak iparnya yang sedang marah marah
" Duh mana datang telat. Kakak lagi marah marah . Habis dah nih gue " batin Raka
Raka melihat kue yang dia bawa. Dia simpan di atas lemari besarnya . Beberapa menit saat Raka menyalakan komputer Dimas segera keluar
" Caca nginep di rumah engak ? "
" Hah ? " Tanya Raka terkejut
" Kamu jangan hah hah aja . Kakak tanya . Caca nginep di rumah engak ? "
Raka cepat menggeleng kepalanya. Apa nih ? Lagi berantem atau Caca kabur lagi batin Raka
" Nanti siang kamu jemput dara bawa kesini . Kakak gak tau Caca seharian Kemana . Itu anak bener bener bikin orang emosi aja ! " Grutu Dimas
" I iya kak " Raka mengagguk
Setelah Dimas kembali masuk ke ruangannya Raka segera menghubungi kakak nya
( dimana kak?)
( Di Bandung )
( Gila. Ngapain ? Lu gak izin kak Dimas ya ? )
( Gue lagi berantem sama Dimas . Kenapa ? Dia ngadu sama Lo ? )
( Iya kak. Balik Jakarta kak . Kak Dimas lagi marah marah . ada ada aja sih . Awas lu kak Dimas ngadu mama )
( Bodo amat . Kalo dia merasa bersalah harusnya nyusul gue lah ke Bandung )
( ngapain ke Bandung sih kak. Anak anak lu tinggal )
( Kerumah Oma nya Dimas )
( Kak gue disuruh jemput dara kerumah . Lu ada ada aja sih kak . Ah elah )
Raka bisik bisik nelpon sampai akhirnya Dimas mengambil ponsel Raka
" Kak D...."
( Ca )
......
( Oh gitu , yaudah silahkan . Gak usah pulang sekalian )
.....
( Awas lu pulang , gue injek batang leher lu ca ) ucap Dimas
" Astaghfirullah " Raka mengusap dadanya
Dimas membalikan lagi ponsel adik iparnya . Dia kembali masuk kedalam ruangannya dengan wajah sangat marah
Raka kembali duduk , melanjutkan pekerjaannya lagi . Dia harus mengirimkan file kepada Tania hari ini juga . 2 hari Tania menagih nya belum juga Raka selesai kan
Siang harinya Raka di hubungi oleh Dafa . Dafa yang sudah pulang sekolah dia mengadu kepada Raka . Mama nya pergi meninggalkan Dafa dan dara . Sampai akhirnya Raka menjemput kedua keponakanya nya itu untuk ke kantor
Raka yakin kalo Raka bawa dua keponakan nya itu ke rumah . Bisa bisa Raka, Dimas , Caca di marahin mama dan ayah
Di antar supir kantor untuk kerumah kakak iparnya . Setelah pamit dan meminta izin sama ayah Bima dan mama Lisa membawa dua keponakan nya itu barulah Raka pamit
" Suruh Caca pulang kak. Semalam mereka berantem "
Raka mengagguk
" Iya yah . Nanti Raka kabarin kak Caca "
Raka menyuruh kedua keponakan itu melambaikan tangannya saat menaiki mobil
" Mama kemana ? " Tanya Raka pada Dafa
Dafa mengangkat kedua bahunya . Raka langsung menghubungi Caca . Dan Untung nya Caca mengangkat nya . Sebelum itu saat panggilan masih berdering . Raka meminta Dafa untuk ngomong sama mamanya pulang kerumah
( Halo )
( Ma , mama dimana ? Kakak sama adek sedih mama gak pulang )
( Mama di rumah Tante diva )
( Kakak tidur bertiga sama ayah ma, om Raka jemput kakak . Mau ke ketemu pacar kakak maa)
( Yaudah . Nanti mama nyusul kesana ya ) jawab caca
( Iya mah , dadah ) ucap Dafa
Ternyata kakaknya ada di rumah diva . Untunglah gak beneran ke Bandung . Kalo memang itu terjadi . Raka bener bener bilang ke mama sama ayah . Karena kakaknya meninggalkan anak anaknya
" Kakak mau ketemu pacar kakak dulu ya om " ucap Dafa saat mereka sampai di kantor
Dafa sudah tahu ruangan Tania . Maka dari itu Dafa suka sekali kalo ke kantor ayahnya dia bisa ketemu Tania . Dan bermanja manja
" Oh iya Dafa . Om titip ini . Kasih ke Tante Tania ya "
Raka baru ingat dia membelikan cake rasa keju . Langsung aja Raka menitipkan kue tersebut kepada keponakan nya itu
Raka juga membawa kue untuk Dimas . Dia mengantar dara masuk ke ruangan kakak iparnya itu
" Tante cantik " ucap Dafa
Tania mengangkat kepalanya dia terkejut sekaligus tersenyum
" Dafa kamu disini? Sama siapa ? "
Dafa tersenyum dia memberikan kue itu kepada pacar besarnya
" Buat Tante ? " Tanya Tania
Dafa mengagguk
" Apa sih yang engak buat pacar kakak "
Tania tertawa ternyata Dafa romantis juga . Ah pasti Dafa keseringan mendengar kak Dimas ngegombalin kak Caca
" Ternyata Ayah kamu tipe pria yang romantis ya "
Dafa mengagguk
Cup
" Eh " Tania terkejut saat Dafa mencium pipi Tania
Di balas ciuman pipi gemas oleh Tania . Karena Dafa lucu dan ganteng
Dafa menjilati bibir atasnya saat Tania membuka kue tersebut
" Mau ? Tante potong nih "
Dafa mengagguk . Tania cepat memotong dia berikan tatakan tissue Agar kue tersebut tidak jatuh ke pakaian Dafa
" Kakak kenapa engak ajak mas Ken ? "
" Dedek Ken lagi marah sama kakak "
Tania melebarkan matanya
" Kenapa bisa marah ? "
" Kakak tinggalin main . Dedek Ken lama kalo pake sepatu . Jadi kakak tinggal aja . Tadi pagi dedek Ken main kerumah kakak. Dedek Ken engak mau di ajak main sama kakak " curhat Dafa membuat Tania gemes . Apakah keponakan nya itu ngambek sama pacar kecil nya . Ah lucu sekali . Pikirnya
Beberapa menit kemudian saat keduanya asik makan kue sambil suap suapan . Dimas datang bersama dara
" Enakan banget ya sambil suap suapan"
" Ayah ganggu aja " ucap Dafa
Dimas dan Tania melebarkan matanya
" Ayo ke ruangan ayah . Jangan ganggu Tante Tania " ajak Dimas
Dafa menggeleng kepalanya. Dara juga menjilat bibir atasnya . Seperti nya enak juga makanan yang kakaknya itu makan
" Adek mau " ucap Tania
Dara mengagguk . Tania memberikan kue tersebut kepada keponakan nya itu
" Dari mana sih kuenya ? " Tanya Dimas kepada Dafa
Tania mengagguk . Dia juga engak tahu siapa yang beli
" Kakak dong . Kakak yang beli tadi "
" Masa sih ? " Tanya Dimas
Dafa mengagguk
" Tanya aja adek dara . Iya kan dek "
Dafa mengalungkan tangannya di leher dara . Agar adik nya itu nurut apa yang di bilang Dafa
" Kakak yang beli yah , iya kan kak "
Dafa tersenyum dia melepaskan pelukan
" Kakak minta uang sama siapa bisa beli kue ? " Tanya Dimas
" Oppa " jawab Dafa
Dimas dan Tania percaya aja . Padahal yang di ucapan Dafa itu bener bener ingin menunjukkan kepada Tania bahwa Dafa benerlah suka pada Tania
" Ayo keruangan ayah! Jangan ganggu Tante . Banyak perkejaan "
Dafa mengagguk dia menghabiskan terlebih dahulu kue nya setelah itu dia melambaikan tangannya segera keluar
Di ruangan ayahnya juga ada kue rasa coklat Dafa dan dara asik memakan itu sedangkan Dimas tetep menghubungi istrinya untuk datang ke kantor
" Gak ada yang ingat ya ini ulang tahun aku ! Huh ! Gak ada satupun yang mengucapkan kecuali ayah Bima " batin Raka
Raka menatap kosong pada layar komputer. Walupun ayah Bima mengucapkan lewat pesan seengaknya Raka bahagia karena ada salah satu keluarga yang ingat dengan ulang tahun Raka