
Hubungan Tania sangat membaik setelah berliburan di pulau milik keluarganya
( Halo papa )
( Halo Tania , anak papa )
Tania tersenyum
( Papa ada di negara mana , gak terasa dari Bandung malah liburan keluar negeri . Mana gak ngajak ngajak . Aku kan mau ikut juga pah )
( Nantilah kalo kamu ada waktu senggang , atau kamu kuliah lagi di Australia lagi Tania . Papa akan membelikan apartemen buat kamu)
( Hem iya pah . Papa ada di negara mana ? ) Tanya Tania lagi
( Dubai )
( Astaga papa . Udah dari mana aja sampai sampai 2 Minggu udah di Dubai )
Rayhan tekekeh geli
( Papa dari Bandung, singgah dua hari di Korea , setelah dari Korea ke Jepang dua hari , 3 hari di Australia , 3 hari di nergowia dan baru 4 hari di Dubai )
( Papa pulang . Aku mau ikut jalan jalan . Jahat banget liburan cuma berdua . Awas ya pulang pulang bawa adik . Aku gak mau ) rengek Tania
Rayhan dan Indri yang mendengar itu tertawa geli . Selama 2 minggu mereka menikmatinya masa masa tua mereka dengan liburan . Bukan untuk menyenangkan biologis mereka
( Nanti Kita liburan ke swis )
( Iya pah . Oh iya pah kemarin aku di ajak liburan di pulau mas Ken . Terus juga mas Aldo berikan helikopter untuk kak diva . Karena kak diva protes Vania di belikan vila terus mas Ken juga di berikan pulau . Kak diva protes kenapa dia engak di kasih . Akhirnya kak diva bahagia kalo helikopter yang dia naiki itu milik nya )
Rayhan tertawa geli . Menantu nya itu memang lucu dan menggemaskan maka dari itu Rayhan memang sudah lama mengincar diva untuk menjadi menantu nya. Istri dari Aldo . Walaupun Aldo sama brengsek nya seperti Rayhan . Tapi diva gak pernah serius dengan kata kata yang di ucapkan pisah itu . Karena Rayhan tahu . Diva itu sangat cinta kepada anak nya yang sangat bodoh
( Yaudah pah aku tutup dulu ya . Abang udah jemput aku . Aku mau berangkat kerja )
( Di jemput ? Kenapa gak bawa mobil sendiri atau pake supir ? )
Tania menggaruk lehernya . Bingung harus jawab apa
( Abang mau kasih sesuatu katanya . Mungkin bunga atau coklat hehehe )
Rayhan tersenyum anaknya itu sangat bahagia
( Takutnya dia repot Tania . Besok besok tanya dulu jangan membebani Abang ya Tania )
( Iya pah . Yaudah jaga kesehatan ya pah . Mah . Aku tutup dulu . Assalamualaikum )
( Walaikumsalam )
Tania langsung mengangkat panggilan dari Abang . Kalo dia sudah siap berangkat bekerja
**
" Argo ...." Panggil putri saat argo sudah di restoran nya
Argo terdiam lalu dia menghela nafas . Argo terus berjalan di ikuti putri . Keduanya masuk ruangan bersama . Setelah argo menaruh tasnya di atas meja dia ikut duduk di tempat tamu
" Ada apa kesini lagi ? Kurang ? "
Putri menggeleng kepalanya
" Segitu buruknya ya aku di mata kamu . Memang segitunya aku tergila-gila sama uang kamu ! Aku cuma mau kamu tanggung jawab "
Argo mengerutkan keningnya. Duduknya menjadi santai . Menegakan posisinya
" Kamu lihat ! "
Putri memberikan foto bayi dan juga test pack
" Ini anak siapa . Anak aku ? Kamu yakin ? Apa kamu gak berhubungan selain aku ? Kita itu sudah berapa Minggu gak berhubungan putri "
Argo berusaha tenang . Karena yang argo tau putri itu menjadi wanita malam
" Segitu buruk nya aku di mata kamu ya go . Aku ini berhubungan sama kamu doang . Kamu memberikan aku banyak uang . Untuk apa aku cari laki laki lain . Lagi pula perjanjian yang kamu buat itu sudah menguntungkan banyak aku . Aku membeli apartemen, aku bisa bayar pendidikan aku dan aku cukup dengan sehari hari aku . Segitu gak mengakui ini anak kamu " marah putri
Huh !
" Kalo begitu gugur kan saja ! "
Putri terkejut dia bangkit dari duduknya . Saat salah satu wanita datang membawakan minum . Putri menyiram wajah argo
" Mau kamu itu seperti apa ? " Tanya argo bangkit dari duduknya dia mengelap wajahnya dengan kemeja yang dia pakai
" Aku mau kamu tanggung jawab ! "
Argo tersenyum dia melipat kedua tangannya . Tatapan argo bener bener tajam pada putri
" Bukannya di perjanjian sudah di tulis . Aku gak merugikan kamu . Tapi kamu yang merugikan aku . Kamu setuju dengan pasal yang aku buat . Menyatakan pihak pertama wajib memberikan pil pencegah kehamilan kepada pihak kedua . Dan pihak pertama tidak bertanggung jawab ketika pihak kedua mengandung "
Putri menangis menggeleng kepalanya
Plak
" Brengsek !!!" Teriak Putri
Argo mendekati dan menjambak rambut putri membawa Ke dinding
" Bilang sekali lagi !!" Bisik nya penuh penekan
Putri bener bener takut dengan ngamuk nya argo
" BILANG SEKALI LAGI !!!" Kali ini argo teriak di depan wajah putri . Membuat para pekerja di depan ruangan argo itu terkejut sekaligus takut
Argo membuka sedikit pakaian putri . Dia menekan perut putri . Sampai ujung
" Aw.... Sa sakit . Jangan sakitin dia "
Argo gak peduli . Tatapan dia tajam juga terus menekan perut putri
" Apakan benar kamu hamil ? " Tanya argo sambil tersenyum licik
" Y ya .."
" Bisakah kita membuat lagi . Biar kamu hamil kembar ?"
Putri menggeleng kepalanya
" Biar aku bisa gugurkan dua duanya " ucapnya tersenyum miring
Putri mendorong argo kasar
" Atau aku bisa bantu gugurkan dengan pulpen ini . Sakitnya sebentar kok . Setelah itu tak ada sakit lagi sampai bayi itu menghilang "
Putri menggeleng saat argo membawa pulpen . Dia mendekat
" Jangan gila kamu . Kamu punya adik . Kalo adik kamu sedang mengandung . Di suruh gugurkan bagaimana " ucap putri membuat argo terdiam
Argo memikirkan diva kalo dia sedang mengandung terus Aldo menyuruh gugurkan bagaimana
" Aku cuma mau kamu tanggung jawab go . Sudah beberapa hari ini aku merasakan mual . Ngidam di tengah malam . Aku cuma mau kamu tanggung jawab hiks hiks hiks "
Argo menjatuhkan pulpen nya dia segera memeluk putri
" Per perut aku sakit . Aw "
Argo melonggarkan pelukannya dia mengelus perut putri . Dulu Caca juga begitu perutnya sakit . Saat Dimas menyentuhnya Caca sudah tak merasakan sakit lagi
Argo berlutut dia mengelus perut putri dengan kedua tangannya
" Masih sakit ? " Tanya argo
Putri mengagguk . Argo cepat menghubungi orang bawah untuk membawakan teh hangat . Dia juga mengambil bangku kebesaran nya untuk putri duduk
mengambil minyak angin lalu argo oleskan di perut putri
Saat ketukan pintu datang . Argo segera membukanya supaya karyawan nya itu jangan masuk ke ruangan
Argo meniup teh hangat itu. Lalu dia berikan kepada putri dengan pelan pelan
Slurppp
Putri menyudahi minuman nya dia menatap argo yang terus mengelus kepalanya
" Sudah sarapan ? "
" Mana sempat . Sudah keburu mual "
" Jangan gitu lah . Kamu lagi hamil . Makan ya . Mau bubur atau sup ? "
Putri tersenyum semalam dia kepengen banget makan nasi goreng
" Aku mau nasi goreng "
" Baik " jawab argo segera berjalan menghubungi orang bawah
" Tapi aku mau kamu yang masak "
Argo terdiam
" Yang bener aja " ucap argo
" Aku pengen kamu yang buat . Aku pengen nasi goreng itu pakai keju di atasnya "
" Gak mau . Apa kata orang orang . Bosnya yang masak "
Putri menunduk wajahnya bener bener sedih
" Baiklah . Tunggu sebentar . Aku buatkan "
Putri tersenyum saat argo segera keluar dari ruangannya Putri langsung berjalan kearah sofa tadi . Perut nya masih sakit akibat argo menekankan perutnya
Saat makanan telah jadi . Saat itu juga Putri menunggu lama akhirnya dia ketiduran di sofa
" Put ..." Ucap argo sambil mengelus kepala putri
Sebenarnya argo itu baik dia gak pernah berlaku kasar . Hanya saja tadi argo engak percaya dengan kata kata putri yang tiba tiba datang mengatakan dirinya hamil . Sebenarnya juga argo belum percaya karena putri anak dunia malam
Bisa aja kan putri itu hamil anak siapa . Karena argo sudah 2 Minggu yang lalu tidak berhubungan lagi dengan putri
" Makan dulu , aku udah buatin . Setelah makan nanti aku antar kamu pulang "
Argo membantunya untuk bangun. Dia juga menyuapkan nasi goreng buatannya . Gak terlalu buruk sih . Tapi enak
" Gimana ? " Tanya argo sambil tersenyum
" Enak , tapi kenapa kejunya sedikit ? "
Argo melebarkan matanya . Sedikit. Ini sangat banyak argo taburkan
" Aku akan hubungi pihak dapur . Untuk ambilin lagi . Tunggu ya "
Putri mengagguk . Argo segera menghubungi untuk membawakan keju parut lagi ke dalam ruangannya
" Makan yang banyak biar anaknya sehat . Kalo ibunya sehat pasti anaknya juga sehat . Betul kan ? " Tanya argo
Putri mengagguk . Saat ketukan pintu . Argo segera bangkit dan mengambil keju yang dia dia memintanya
" Gimana ? Sudah banyak bukan ? " Ucap argo sambil mengelus kepala putri. Membuat putri nyaman sekali
" Iya , tapi kurang pedas "
" Jangan pedas pedas nanti perut kamu sakit . Apalagi kamu belum sarapan . Iya kan ? "
Selesai makan juga argo langsung mengantar putri . Semua pekerjaan argo menjadi tertunda gara gara putri . Saat melihat supermarket akhirnya argo membelokan mobilnya
" Aku harus membeli keperluan buat kamu . Kita beli susu , vitamin dan sebagainya . Yuk " ajak argo
Keduanya turun . Argo menjadi sangat perhatian sekali bahkan dia merangkul pundak putri segera masuk ke supermarket
Argo juga yang mendorong troli sedangkan putri dia mencari keperluan untuk sehari hari nanti
" Beli semua rasa susu "
" Hah ? "
" Kamu suka rasa susu apa emangnya ?"
" Vanila atau coklat "
" Yaudah beli itu, beli vitamin dan sayuran juga . Bagus buat bumil " jelas argo sambil mengelus perutnya
Mereka seperti sepasang kekasih suami istri . Argo yang sangat perhatian Putri pun sangat manja
" Kamu tunggu disini . Biar aku yang masukin belanjaan ke dalam mobil "
Putri mengagguk dia duduk manis di dalam mobilnya . Supaya adem dan tidak kecapekan
Hoammmm
" Dimana tempat tinggal kamu ?" Tanya argo
" Lurus aja . Nanti lampu merah kedua kalinya belok kanan . Nah di situ "
Argo mengagguk dia mulai keluar dari area supermarket . Selama perjalanan itu putri tiba tiba ketiduran efek hamil membuatnya dia ingin cepat cepat tidur
" Ini bukan ya ? Yang di bilang putri sih ini . Ini apartemen nya "
Argo menatap Putri dia gak tega kalo harus membangunkan putri . Merasa risih dengan pergerakan argo akhirnya putri terbangun
" Masuk aja go. Iya bener ini tempat tinggal aku . Aku tinggal di lantai 8 "
Argo mengagguk dia mulai turun basemen dan menaiki sampai lantai 8 . Tak jauh dari parkiran itu tempat Putri tinggal
" Aku ambil barang barang dulu . Kamu tunggu disini "
Putri mengagguk dia menyiapkan air minum untuk argo . Setelah semuanya selesai barang barang masuk . Argo memasukan buah dan sayuran di dalam kulkas
Saat argo bangun dari jongkok nya putri langsung memeluk argo dari belakang
" Kenapa ? " Tanya argo
" Gapapa . Adik nya mau di elus elus "
Argo tersenyum menatap putri
" Duduk dulu . Aku lagi masukin kebutuhan kamu . Oh iya aku gak izinin kamu makan mie instan . Sayuran dan buah-buahan juga daging yang boleh kamu makan . Ngerti " argo memegang puncak kepala putri
Putri mengagguk dia segera duduk menatap argo yang sibuk dengan memasukan kebutuhan nya
" Dia lebih cocok jadi suami aku " batin putri
Setelah selesai memasukan kebutuhan nya akhirnya argo membuatkan susu untuk putri juga buah jeruk yang sudah di kupas dan strawberry yang sudah di cuci . Argo menaruh nya di atas piring . Membawa susu dan buah yang tadi sudah dia bersihkan
" Kamu punya alergi ? "
" Aku ? Seperti nya gak ada . Eh ada . Alergi orang jelek " putri tersenyum
" Aku jelek ya ? " Tanya argo
Putri menggeleng kepalanya
" Aku bercanda ..."
Argo tersenyum dia mengambil garpu lalu dia menusuk buah strawberry . Menyuapi putri
" Put . Itu beneran anak aku ?" Tanya argo
" Kamu gak percaya ? "
Argo menggeleng kepalanya
" Ya ya percaya . Tapi kalo kamu bohong . Jangan harap aku bisa sebaik ini . Kalo memang kamu bohong . Lebih baik jujur sekarang " ucap argo lembut
Putri terdiam . Keduanya sama sama terdiam sampai akhirnya suara ponsel argo berdering . Panggilan dari asistennya
" Put aku balik kantor dulu ya . Aku ada meeting . Nanti pulang kantor aku kesini bawa makanan untuk kamu "
Putri mengagguk . Sebelum keluar argo mengecup kening putri . Membuat putri diam mematung