FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
14. Rumah baru



Setelah kejadian seminggu argo dan Aldo . Argo bener bener benci banget sama adik iparnya itu . Setiap ada Aldo di manapun . Pasti argo memilih ke kamar atau keluar dari rumah


" Aku baru beli rumah di belakang ini . Kita pindah kesana " ucap Aldo


" Mas kamu udah bilang ayah ? Bukannya ayah gak izinin kita buat keluar ? " Tanya diva


" Aku udah izin sama ayah . Maka dari itu setelah semua selesai baru aku ajak kamu sama anak anak segera keluar rumah . Kita tinggal disana "


Diva mengagguk . Aldo mengajak diva dan kedua anaknya itu untuk melihat rumah baru mereka . Menaiki mobil .


Hanya beberapa meter aja dari rumah karena rumah itu engak jauh dari rumah mertuanya


" Bagus ya mas rumah nya . Kamu kok gak bilang " tanya diva


" Suprise " ucap Aldo


Mereka berempat segera masuk kedalam . Melihat keadaan rumah yang beberapa bangunan sedang di cat ulang oleh pembangunan


" Untuk sementara kita satu kamar sama anak anak dulu . Kita tempati di bawah . Karena kamar di bawah cukup besar " jelas Aldo


Diva mengagguk


" Nanti kita beres beres dan pindah disini "


Saat kedua anaknya itu keluar kamar. Diva memeluk aldo dari belakang


" Kenapa kamu tiba tiba membeli rumah tanpa sepengetahuan aku ? Atau kamu mau siksa aku tanpa Abang tau ? Atau kamu mau bawa perempuan kesini ? "


Huh !


" Aku ingat Vania. Anak kita perempuan . Aku gak mau karma yang aku buat jatuh ke Vania . Diva aku nyesal diva " Bisa diva lihat tatapan ini bener bener menyesal


Diva memeluk Aldo


" I hope this time we're serious about what you said "


" Im seriously "


Diva mengangkat wajah suaminya


**


Saat ini Tania juga argo sedang berada di salah satu restoran . Keduanya makan siang bareng


Tania menatap argo . Dia masih marah dengan Tania . Ini sifat kekasih nya yang Tania engak sukai. Argo marahnya dengan siapa pasti Tania yang kena imbasnya


" Mau tambah lagi kamu minumnya bang ? "


Argo menggeleng kepalanya


" Hari ini bunda kamu ke rumah om Bima ya . Mau aku bawain apa ? "


" Terserah kamu "


Tania menghela nafas dia menaruh garpu dan sendok ya . Tania juga menarik tangan argo lalu megenggam nya


" Ayolah . Jangan marah kaya gitu . Aku lagi banyak kerjaan jangan di tambah dengan sikap dingin kamu . Bang "


" Hem "


" Mau di bawain apa buat bunda ? " Tanya Tania lagi


" Kue ? Atau makanan ? Bebas sih " ucap argo


" Aku tanya pendapat kamu . Sekalian juga kamu mau di bawain apa buat bunda "


" Martabak aja " ucap argo


Tania mengagguk


" Nanti malam aku kerumah . Bawain martabak manis . Kamu mau apa ? "


Argo menggeleng kepalanya


" Bawain aja donat buat pacar kecil kamu " ucapnya


" Aku tanya pacar besar aku . Bukan pacar kecil aku "


Argo menaruh garpu dan sendok nya menatap Tania


" Gak perlu kamu bawa apa apa buat aku . Kamu bawain buat orang tua aku aja udah cukup " bentak argo


Tania hanya diam . Tanpa sadar air matanya menetes . Tania tersenyum menggelengkan kepalanya . Dia segera bangkit dari duduknya nya membawa tas . Dan keluar dari restoran


Huh !


**


Bunda menghubungi Tania . Dan Tania sangat jujur sekali kalo argo yang menyuruh Tania untuk tidak datang


Hal itu membuat bunda memarahi argo untuk menjemput Tania kerumahnya . Biar bunda juga yang meminta izin kepada mama papa nya Tania . Bunda juga udah meminta izin kepada Aldo . Dan Aldo membolehin adiknya itu kerumah mertuanya


Dengan rasa malas akhirnya argo menjemput Tania malam itu juga . Walupun sudah makan malam tapi bunda ingin bertemu Tania . Karena besok pagi bunda akan kembali ke Bandung lagi


Saat Tania masuk ke dalam mobilnya . Tanpa berlama-lama argo langsung menjalankan mobilnya


" Jadi mau beli martabak ? " Tanya argo membuka suara


" Hem " jawab Tania kesel


Mereka singgah di tempat penjualan martabak. Keduanya hanya diam duduk saling membelakangi sampai akhirnya martabak sudah jadi . Argo yang membayarnya . Tania langsung membawa martabak itu dan masuk kedalam mobilnya


Mobil belum juga di nyalakan . Argo hanya diam


" Kita jangan seperti ini di depan bunda . Ada keluarga juga soalnya disana " argo menatap Tania yang sedang menunduk bermain ponsel


" Sayang " panggil argo lagi


Kali ini Tania menoleh . Tanpa berlama-lama argo memajukan bibirnya mengecup bibir Tania . Begitu juga dengan Tania . Terbawa suasana sampai akhirnya dia melingkarkan tangannya di leher argo . Hanya ada suara kecupan satu sama lain di dalam mobil itu


Cup


Argo langsung menjalankan mobilnya sejak ciuman itu . Tania memeluk lengan argo yang sedang mengendarai mobil


" Gak usah cantik cantik mau ketemu bunda doang mah . Kamu wangi . Nanti Dafa Makin demen nempel sama kamu"


Tania tersenyum lalu dia mengecup pipi argo . Hingga terlihat jelas lipstik menempel di pipi kekasihnya itu . Karena keadaan mobil gelap jadi keduanya belum mengetahui lipstik itu menempel


Keduanya segera keluar setelah Tania memakai parfum karena akan bertemu dengan calon mertuanya


Di sambut baik sampai akhir semua tersenyum dan terkejut . Aldo bener bener kesel . Adiknya itu pasti menyosor duluan


" Pantas lama ya . Abis ..." Bunda memberi kode kedua tangannya berhadapan


Tania dan argo malu " mana ada bunda . Kita lama karena beli ini "


Ck !


" Lu liat pipi lu . Lipstik . Siapa coba kalo bukan Tania yang cium "


Tania menoleh . Dan bener. Tania cepat mengambil tissue lalu dia menghapus lipstik di pipi argo


Ck ck ck !


" Bunda apa kabar , kemarin aku ngajak Abang buat ke Bandung tapi belum bisa karena Tania masih ada kerjaan "


Bunda dan Tania berpelukan


" Iya gapapa Tania . Kan bunda bisa kemari ngeliat kamu sama Abang "


Tania mengagguk tersenyum . Dia lupa untuk menyambut mas dan kakaknya. Tania mencium tangan diva juga mencium pipi Aldo


" Kamu pasti yang nyosor duluan kan " ucap aldo


" Aku gak tau kalo lipstik nya nempel mas . Maaf sih " mohon Tania


Bunda mengajak Tania untuk mengobrol di ruang tamu bersama diva juga Caca


" Pacar kakak Dateng " ucap Dafa mendekati Tania


Cup


" Eh " bunda terkejut tiba tiba Dafa datang mengecup pipi Tania


" Gitulah bunda . Dafa itu suka banget sama Tania . Dafa juga yang ngakuin kalo Tania itu pacarnya " jelas diva


" Kamu yang ajarin ya ca " tanya bunda


Caca menggeleng kepalanya


" Dimas bunda . Dimas yang selalu bilang sama anak anak kalo dia mau pacaran sama Caca . Dimas juga yang menjelaskan pacaran itu menyatakan cinta . Makanya aku suka marahin Dimas karena gara gara Dimas,


Dafa begitu " jelas Caca


Bunda hanya bisa menggelengkan kepalanya