
Siang ini Tania mengabari kekasihnya untuk makan siang bersama . Karena argo lagi banyak kerjaan dia meminta Tania untuk datang dan membawa makanan dari luar saja
Di setujui oleh Tania . Hal itu membuat Tania segera keluar dari kantor setelah menyelesaikan pekerjaan. Semenjak ada Raka . Tania menjadi sangat santai . Dia punya dua orang yang membantu nya yaitu sekretaris nya dan Raka
" Mau kemana mbak ? " Tanya sekretaris Tania
" Mau makan siang dulu ya . Kalian jangan lupa makan siang " ucap Tania kepada sekretaris nya dan sekretaris Dimas
" Raka mana ? " Tanya Tania
" Em , makan siang sama pak Dimas mbak . Tadi ada ibu Caca juga "
Tania mengagguk " yaudah , saya keluar dulu ya "
Di anggukin oleh mereka . Keluar dari kantor menuju parkiran mengendarai mobilnya sendiri . Dan berkunjung di salah satu restoran membeli makan siang
Sedangkan di restoran milik argo . Dia memiliki ruang pribadi kerjanya di lantai 3 . Paling atas . Biasanya sehabis restoran mereka memberi laporan kepada pekerja di kantor atas
Tiba tiba saat argo merokok elektrik di ruangannya . Yang saat ini menatap jalan raya lewat jendelanya
" Sayang , udah sampai " argo mengelus tangan mulus itu yang saat ini Tania memeluknya
Padahal yang meluk itu bukan Tania . Melainkan putri . Semenjak berhubungan itu . Argo menjadi kecanduannya dengan putri bahkan argo bermain member dengan putri
Sedangkan putri dia engak menjawab . Melainkan dia mencium teluk leher argo
" Mulai nakal kamu ya sayang"
Makanan begitu saja jatuh saat Tania terkejut membuka pintu ruangan kekasihnya
Argo menoleh . Dia terkejut yang di peluk adalah putri . Sedangkan Tania baru saja masuk ruangan
" Tania , putri " gumam argo menatap mereka berdua
Tania langsung mendorong putri sampai jatuh
" Aw" keluh putri
Plak
" Gak ada bedanya kamu sama mas , atau kamu emang niat membalas dendam kamu sama kak diva . Karena mas aku udah nyakitin adik kamu ? "
" Brengsek, bejat ! " ucap nya tertahan menangis
Argo membalikan wajahnya menatap Tania . Jujur argo gak tahu yang memeluk argo itu siapa . Kenapa jadi kaya gini . Putri juga tadi awalnya mau kesini . Tapi dia bilang ada kelas . Akhirnya putri ngabarin kalo dia engak jadi makan siang bersama . Maka dari itu argo mengajak Tania
Dari pada air mata Tania jatuh di depan kekasihnya itu . Dia memilih keluar tapi saat ingin menutup pintu dia menatap putri juga kekasihnya itu yang hanya diam
Saat masuk kedalam mobil . Dada Tania bener bener sakit banget . Dia memukul dadanya nyesek . Karena menangis.
" Hhh ke kenapa sesakit ini . Aku mohon mas berubah . Anak mas cewek . Adik mas cewek . Hiks hiks hiks . Sakit mas . Di selingkuh in " Tania berbicara sendiri . Tania menyalahkan mas nya karena sering berselingkuh
Cukup reda tangisan . Dan dadanya sudah kembali normal akhirnya Tania memilih untuk pulang . Dia juga mengabari sekretaris nya kalo tania engak kembali ke kantor
Argo membangunkan putri , memberikan lutut putri yang kotor karena debu lantai
" Kelas berlangsung cepat . Aku juga hubungi kamu kalo kita akan jadi . Makanya aku kesini . Maaf ya gara gara aku sama dia jadi berantem "
Argo terdiam bersandar lalu dia mengambil ponselnya
" Seperti nya aku gak bisa lanjuti ini . Aku akan bayar denda yang sudah kita perbuat perjanjian "
Putri terdiam . Setelah ponselnya berdering notifikasi . Putri menatap argo yang memberikan uang sejumlah sesuai kertas
Putri memeluk argo sebagai tanda perpisahan . Setelah itu putri segera keluar dari ruangan
Argo mengepalkan tangannya dia juga mengusap wajahnya kasar
***
Esok harinya Tania menjemput kedua keponakanya itu . Membawa kedua keponakanya itu untuk bermain di rumah . Rifky dan Dinda juga udah kangen banget sama mas Ken dan dedek Vania
" Heh ! Sama mas nya sendiri gak di cium . Di cuekin . Gimana sih " tanya Aldo marah
Saat baru datang , Tania hanya mencium diva . Bahkan tania langsung pergi ke kamar menemui Ken dan Vania
Tania memutar matanya malas . Dia megenggam kedua tangan keponakan itu
" Kenapa tuh anak ? " Tanya diva kepada Aldo
" Mana aku tahu . Aku buat salah juga engak "
" Mas Ken belum pamit sama bunda sama papa, mami " ucap Ken saat sudah di depan teras
Ken masuk ke dalam lagi di ikuti oleh Vania . Tania yang engak mau kenapa kenapa kedua keponakan nya itu takut jatuh akhirnya ikut masuk juga
Aldo menahan tangan Tania karena dari tadi aldo mengajak Tania ngobrol adiknya itu malah diam cuekin
" Mas pikir aja sendiri. Salah mas dimana "
Aldo menggaruk kepalanya
" Kamu apain adik kamu . Jangan sampai dia ngadu sama mama loh mas . Kamu yang kena imbas nya . Ingat kan ! Mama kalo marah sama anak itu berbulan bulan "
Aldo kembali menarik tangan Tania
" Kamu jelasin dong . Salah mas apa ? "
Huh !
" Salah mas ? Masih tanya salah mas apa ? Mas mikir gak ? Punya anak perempuan , punya adik perempuan . Bersyukur punya istri seperti kak diva .yang sabar ngadepin sifat mas yang tukang selingkuh , tukang mabuk . Mas ingat karma berlaku . Aku sedang merasakan nya mas . Gara gara mas . Aku di selingkuin "
Argo dan diva terkejut
" Abang selingkuh ? "
Tania mengagguk . Aldo langsung mengepalkan tangannya