
" Ayah ...." Panggil Dafa di depan pintu
" Ayah ...." Panggil dara
Keduanya sambil menangis di depan pintu . Argo yang baru saja pulang bekerja mendengar suara tangisan dua keponakan nya itu segera mendekati
" Main di kamar uncle aja yuk " ajak argo
Argo menatap pintu kamar Dimas . Dia tahu pasti sepupunya itu sedang enak malam malam begini
" Apa gak bisa nunggu anak tidur" gumamnya
Di dalam kamar argo . Keduanya duduk anteng sambil nonton kartun lewat komputer. Selesai mandi juga ganti baju argo langsung menelpon Dimas
( Eh sialan , lu enak enakan ye . Anak lu nih di kamar gue )
Dimas tertawa
( Tanggung bro . Caca gak mau dilepas soalnya )
( Dimas sialan , jangan bikin gue main solo lagi . Cepet udahan . Ini anak Lo ada di kamar gue )
( Jam 10 ya )
( Gak , gak . Sekarang cepet . Suruh Caca jemput )
( Iya iya . Bentar . Sayang udah dulu ya . Anak kita kamu jemput sayang ) ucap Dimas kepada Caca
( Tanggung sayang ) ucap Caca menggoda
( Ye sialan lu pada . Caca cepetan ca. Gue mau keluar malam ini . Mau cari cewek . Sialan lu berdua gara gara lu nih ya )
Tawa Dimas dan Caca
Panggilan putus . Caca langsung menjemput kedua anaknya . Kasian argo dia mau keluar malam ini mencari mangsa nya
" Ck ck ck ! Geli gue liat leher lu "
Caca menatap tajam argo
" Gak usah di liat . Biar Dimas yang liat"
" Udah cepat bawa anak lu . Gue tinggal jalan ini " kesel argo
Setelah kedua keponakan nya itu keluar . Argo langsung keluar dari kamar mengunci pintunya dan berlari turun tangga segera keluar rumah
( Putri )
Argo segera menghubungi putri . Untuk stay di hotel tempat kemarin . Tanpa berlama-lama argo langsung ke hotel
Menunggu argo datang dan cek in . Mendapatkan akses masuk . Argo langsung membawa putri cepat menaiki lift
" Kamu bawa baju kan ? Malam ini kita menginap sayang " bisik argo
" Iya " jawab putri sambil tersenyum
Setelah pintu lift terbuka alangkah terkejutnya argo melihat Tania bersama kedua temennya
" Abang ..."
" Tania ... "
Tania menatap tangan argo yang berada di pinggang cewek di depannya
" Tania kamu ngapain disini "
Tania terkejut " justru aku yang tanya . Kamu ngapain disini . Atau . Oh. " Jawab Tania menutup mulutnya
Argo menggeleng kepalanya dia cepat menarik tangan Tania menuju kamarnya
" Kamu tunggu di lobi " ucap argo kepada putri
" Lepas ..." Tania memukul tangan argo tapi tangan argo tak lepas begitu saja
Sampai pintu terbuka. Keduanya masuk . Argo langsung memeluk Tania
" Kamu gila ya "
" Tania tolong aku " argo langsung menghirup leher Tania
Di dorong kasar oleh Tania sampai menabrak dinding kamar
" Aku bilangin papa ya ! " Ancam Tania
Argo terdiam
" Kalo kamu bener bener cinta sama aku . Kamu perjuangin aku supaya aku bisa percaya lagi sama kamu . Ternyata aku melihat dengan kepala aku sendiri . Luar biasa ARGO NAAMAN FAIZ " ucapnya penuh penekan
" Aku bisa jelasin semuanya "
Tania menahan tubuh argo untuk mendekat
" Jelasin , aku mau tahu "
Tania melipat kedua tangannya di atas dada
" Aku ..." Ucapnya diam
" Alasan apalagi yang kamu buat ? Kak Dimas sama kak Caca lagi ? Atau kak diva sama mas Aldo ? " Tanya sinis
" Aku ..."
Argo mulai emosi , sudah tau sedang menahan hasrat di tambah dengan Tania yang mengeluarkan kata kata cacian
" Iya , aku buaya . Aku brengsek ,aku bejat . Dan aku orang yang paling buruk di mata kamu .Dan bodohnya aku selalu setia cewek yang gak tau perasaan dia ke aku gimana . Aku memang bodoh . Aku bodoh sudah setia selama 4 tahun . Aku menunggu sampai lulus kuliah akan aku nikahin . Cuma gara gara satu kesalahan dia memutuskan hubungan " bentak argo
Hiks hiks hiks
Nafas argo mulai tak teratur . Apalagi matanya merah padam menatap Tania . Argo bener bener emosi . Mengepalkan tangannya lalu beberapa detik kemudian argo memeluk Tania
Mengangkat wajahnya Tania mengecup nya berulang ulang . Meniup matanya yang basah supaya kering
" Dimas memang sialan . Dia meninggalkan anak anaknya di depan kamar sedang menangis . Aku masukin mereka ke kamar . Aku telpon Dimas . Mereka enak enakan di dalam . Bahkan dia menggoda aku . Aku gak mungkin nodain kamu . Aku . Aku . Huh ! Iya maaf aku salah " ucap argo memeluk Tania lagi
Hacimmmm
Hacimmmm
Argo celingak-celinguk lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh Tania
" Kamu ini sudah tau lagi kurang sehat pake pakaian seperti itu "
" Aku itu habis surprise temen tau . Makanya aku pake pakiaan sesuai dengan temanya "
" Iya , tapi kamu itu lagi sakit sayangku . Bandel banget "
Petak
Argo menyetil kening Tania . Tania duduk di atas ranjang di buatkan teh oleh kekasihnya itu
" Jam berapa ini "
Tania celingak-celinguk melihat jam dinding tetapi malah kosong . Akhirnya dia membuka tasnya mengambil ponsel
22.55
" Aku harus pulang . Pasti mas Rifky pulang juga " ucap Tania panik
" Minum dulu teh nya sayang , kamu itu lagi sakit . Nanti biar aku minta izin sama Rifky . Kamu itu sakit "
Srulffff
" Manis , seperti kamu bang "
" Dasar gombal " argo tersenyum dia menyentil hidung mancung Tania
Argo berlutut dia megenggam tangan Tania . Di kecup tangan mulus dan putih itu
" Kita balikan kan sayang "
" Emm. Iya . Tapi aku gak mau kamu selingkuh lagi . Cukup sekali . Aku percaya sama kamu "
Argo tersenyum
" Gimana kalo kita nikah ? " Usul argo
" Nunggu setahun mau gak ? "
Huh !
Argo beranjak berdiri
" Kenapa ? Gak mau ya ? "
" Baiklah . Tunggu sayang satu tahun gak masalah . Aku aja bisa nunggu 4 tahun . Masa satu tahun lagi gak bisa "
" Hehe . Dasar " Tania minum lagi teh hangat itu
" Sudah habis ? Yuk aku antar pulang "
Tania bangkit dari duduk nya . Menahan tangan argo
" Aku bawa mobil "
" Yaudah aku yang bawa mobil kamu . Nanti aku kesini lagi ngambil mobil "
Tania tersenyum lalu memeluk argo lagi
" Baiknya , jadi makin cinta sama Abang"
Argo tersenyum dia mengelus punggung Tania
" Yaudah Ayuk pulang . Nanti kamu di marahin sama Rifky . Apalagi kalo nanti Rifky ngadu sama Aldo . Bisa perang dunia aku nanti di rumah "
Tania tertawa . Saat turun lobby . Putri masih menunggu argo . Tatapan Tania tajam lagi pada dua orang tersebut . Argo mengeluarkan uang beberapa lembar dia berikan kepada putri
" Kamu pulang ya . Gak usah mampir kemana lagi . Ini buat ongkos pulang nya " ucap argo pelan
Tania mencubit pinggang argo membuat kekasihnya itu mengeluh kesakitan . Setelah putri meninggalkan mereka . Tania memukul punggung argo
" Gak usah baik sama perempuan . Nanti dia yang baper . Kamu juga demen yang mancing "
Argo tersenyum lalu mengelus punggung nya yang Tania pukul
" Iya sayang"