FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
6. Dimas sialan



" Ayah ...." Panggil Dafa di depan pintu


" Ayah ...." Panggil dara


Keduanya sambil menangis di depan pintu . Argo yang baru saja pulang bekerja mendengar suara tangisan dua keponakan nya itu segera mendekati


" Main di kamar uncle aja yuk " ajak argo


Argo menatap pintu kamar Dimas . Dia tahu pasti sepupunya itu sedang enak malam malam begini


" Apa gak bisa nunggu anak tidur" gumamnya


Di dalam kamar argo . Keduanya duduk anteng sambil nonton kartun lewat komputer. Selesai mandi juga ganti baju argo langsung menelpon Dimas


( Eh sialan , lu enak enakan ye . Anak lu nih di kamar gue )


Dimas tertawa


( Tanggung bro . Caca gak mau dilepas soalnya )


( Dimas sialan , jangan bikin gue main solo lagi . Cepet udahan . Ini anak Lo ada di kamar gue )


( Jam 10 ya )


( Gak , gak . Sekarang cepet . Suruh Caca jemput )


( Iya iya . Bentar . Sayang udah dulu ya . Anak kita kamu jemput sayang ) ucap Dimas kepada Caca


( Tanggung sayang ) ucap Caca menggoda


( Ye sialan lu pada . Caca cepetan ca. Gue mau keluar malam ini . Mau cari cewek . Sialan lu berdua gara gara lu nih ya )


Tawa Dimas dan Caca


Panggilan putus . Caca langsung menjemput kedua anaknya . Kasian argo dia mau keluar malam ini mencari mangsa nya


" Ck ck ck ! Geli gue liat leher lu "


Caca menatap tajam argo


" Gak usah di liat . Biar Dimas yang liat"


" Udah cepat bawa anak lu . Gue tinggal jalan ini " kesel argo


Setelah kedua keponakan nya itu keluar . Argo langsung keluar dari kamar mengunci pintunya dan berlari turun tangga segera keluar rumah


( Putri )


Argo segera menghubungi putri . Untuk stay di hotel tempat kemarin . Tanpa berlama-lama argo langsung ke hotel


Menunggu argo datang dan cek in . Mendapatkan akses masuk . Argo langsung membawa putri cepat menaiki lift


" Kamu bawa baju kan ? Malam ini kita menginap sayang " bisik argo


" Iya " jawab putri sambil tersenyum


Setelah pintu lift terbuka alangkah terkejutnya argo melihat Tania bersama kedua temennya


" Abang ..."


" Tania ... "


Tania menatap tangan argo yang berada di pinggang cewek di depannya


" Tania kamu ngapain disini "


Tania terkejut " justru aku yang tanya . Kamu ngapain disini . Atau . Oh. " Jawab Tania menutup mulutnya


Argo menggeleng kepalanya dia cepat menarik tangan Tania menuju kamarnya


" Kamu tunggu di lobi " ucap argo kepada putri


" Lepas ..." Tania memukul tangan argo tapi tangan argo tak lepas begitu saja


Sampai pintu terbuka. Keduanya masuk . Argo langsung memeluk Tania


" Kamu gila ya "


" Tania tolong aku " argo langsung menghirup leher Tania


Di dorong kasar oleh Tania sampai menabrak dinding kamar


" Aku bilangin papa ya ! " Ancam Tania


Argo terdiam


" Kalo kamu bener bener cinta sama aku . Kamu perjuangin aku supaya aku bisa percaya lagi sama kamu . Ternyata aku melihat dengan kepala aku sendiri . Luar biasa ARGO NAAMAN FAIZ " ucapnya penuh penekan


" Aku bisa jelasin semuanya "


Tania menahan tubuh argo untuk mendekat


" Jelasin , aku mau tahu "


Tania melipat kedua tangannya di atas dada


" Aku ..." Ucapnya diam


" Alasan apalagi yang kamu buat ? Kak Dimas sama kak Caca lagi ? Atau kak diva sama mas Aldo ? " Tanya sinis


" Aku ..."


Argo mulai emosi , sudah tau sedang menahan hasrat di tambah dengan Tania yang mengeluarkan kata kata cacian


" Iya , aku buaya . Aku brengsek ,aku bejat . Dan aku orang yang paling buruk di mata kamu .Dan bodohnya aku selalu setia cewek yang gak tau perasaan dia ke aku gimana . Aku memang bodoh . Aku bodoh sudah setia selama 4 tahun . Aku menunggu sampai lulus kuliah akan aku nikahin . Cuma gara gara satu kesalahan dia memutuskan hubungan " bentak argo


Hiks hiks hiks


Nafas argo mulai tak teratur . Apalagi matanya merah padam menatap Tania . Argo bener bener emosi . Mengepalkan tangannya lalu beberapa detik kemudian argo memeluk Tania


Mengangkat wajahnya Tania mengecup nya berulang ulang . Meniup matanya yang basah supaya kering


" Dimas memang sialan . Dia meninggalkan anak anaknya di depan kamar sedang menangis . Aku masukin mereka ke kamar . Aku telpon Dimas . Mereka enak enakan di dalam . Bahkan dia menggoda aku . Aku gak mungkin nodain kamu . Aku . Aku . Huh ! Iya maaf aku salah " ucap argo memeluk Tania lagi


Hacimmmm


Hacimmmm


Argo celingak-celinguk lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh Tania


" Kamu ini sudah tau lagi kurang sehat pake pakaian seperti itu "


" Aku itu habis surprise temen tau . Makanya aku pake pakiaan sesuai dengan temanya "


" Iya , tapi kamu itu lagi sakit sayangku . Bandel banget "


Petak


Argo menyetil kening Tania . Tania duduk di atas ranjang di buatkan teh oleh kekasihnya itu


" Jam berapa ini "


Tania celingak-celinguk melihat jam dinding tetapi malah kosong . Akhirnya dia membuka tasnya mengambil ponsel


22.55


" Aku harus pulang . Pasti mas Rifky pulang juga " ucap Tania panik


" Minum dulu teh nya sayang , kamu itu lagi sakit . Nanti biar aku minta izin sama Rifky . Kamu itu sakit "


Srulffff


" Manis , seperti kamu bang "


" Dasar gombal " argo tersenyum dia menyentil hidung mancung Tania


Argo berlutut dia megenggam tangan Tania . Di kecup tangan mulus dan putih itu


" Kita balikan kan sayang "


" Emm. Iya . Tapi aku gak mau kamu selingkuh lagi . Cukup sekali . Aku percaya sama kamu "


Argo tersenyum


" Gimana kalo kita nikah ? " Usul argo


" Nunggu setahun mau gak ? "


Huh !


Argo beranjak berdiri


" Kenapa ? Gak mau ya ? "


" Baiklah . Tunggu sayang satu tahun gak masalah . Aku aja bisa nunggu 4 tahun . Masa satu tahun lagi gak bisa "


" Hehe . Dasar " Tania minum lagi teh hangat itu


" Sudah habis ? Yuk aku antar pulang "


Tania bangkit dari duduk nya . Menahan tangan argo


" Aku bawa mobil "


" Yaudah aku yang bawa mobil kamu . Nanti aku kesini lagi ngambil mobil "


Tania tersenyum lalu memeluk argo lagi


" Baiknya , jadi makin cinta sama Abang"


Argo tersenyum dia mengelus punggung Tania


" Yaudah Ayuk pulang . Nanti kamu di marahin sama Rifky . Apalagi kalo nanti Rifky ngadu sama Aldo . Bisa perang dunia aku nanti di rumah "


Tania tertawa . Saat turun lobby . Putri masih menunggu argo . Tatapan Tania tajam lagi pada dua orang tersebut . Argo mengeluarkan uang beberapa lembar dia berikan kepada putri


" Kamu pulang ya . Gak usah mampir kemana lagi . Ini buat ongkos pulang nya " ucap argo pelan


Tania mencubit pinggang argo membuat kekasihnya itu mengeluh kesakitan . Setelah putri meninggalkan mereka . Tania memukul punggung argo


" Gak usah baik sama perempuan . Nanti dia yang baper . Kamu juga demen yang mancing "


Argo tersenyum lalu mengelus punggung nya yang Tania pukul


" Iya sayang"