
Sudah beberapa hari saat kejadian itu . Argo tak lagi berhubungan lewat media kepada putri . Putri pun juga begitu . Dia selalu di ganggu oleh Baim
Di depan pintu dari pagi, siang, sore , malam . Selalu Baim membawakan makan. Di pertama kali Baim memperjuangkan ada 4 bungkus makanan yang tergeletak di depan pintu unitnya . Dan makanan itu menganggu penciuman putri
Akhirnya putri membuka pintu . Terlihat Baim sedang tertidur di depan dan bungkusan makanan
Melihat makanan yang sudah basi akhirnya putri membuangnya . Dan membiarkan Baim tidur di depan unitnya
Keesokan harinya putri mendengar suara Baim sedang menelpon. Entah menelpon siapa tapi putri bisa dengan dia itu membawa nama nama Putri
Hari ini putri berniat pergi kerumah sakit . Kandungan dia menjalani 4 bulan . Biasanya setiap bulan di temani oleh argo . Tetapi mana mungkin putri meminta argo kesini jelas jelas suaminya ada di depan
Saat pintu di buka . Baim beranjak bangun
" Istrirahat di dalam . Aku mau keluar sebentar "
Baim tersenyum akhirnya tak sia sia memperjuangkan putri
" Kamu mau kemana ? "
" Sebentar , keluar doang cari angin "
" Kalo begitu aku ikut "
" Kamu istirahat aja di dalam . Aku gak mau di temani siapa siapa . Kalo mau makan silahkan ambil aja di dalam juga"
Putri segera meninggalkan Baim . Sedangkan baim masuk dan meregangkan otot-otot nya
" Akhirnya " saat dirinya sudah berbaring di atas ranjang yang sangat empuk
**
Saat Putri menunggu panggilan menebus obatnya . Dia melihat argo yang sedang duduk bersama anak balita perempuan
" Uncle , bunda masih lama ya ? "
" Sebentar lagi , nanti bunda juga keluar dari dalam toilet . Sabar ya " argo berucap pelan dan kasih sayang kepada keponakan nya itu
" Atas nama nyonya putri "
Putri beranjak bangun begitu juga dengan argo menatap putri . Argo langsung beranjak bangun dia mendekati putri sambil membawa Vania di dalam gendongan nya
" Kamu kesini sendiri ? Kenapa gak kabarin aku ?"
" Paansi " ucap putri cuek
Setelah memberikan obatnya . Argo megenggam tangan putri untuk keluar kini dia berada di sebuah kedai cafe di rumah sakit itu
" Gimana hubungan kamu sama Baim?"
" Hem baik " jawabnya cuek
" Ah syukurlah , aku pikir ...."
" Dia siapa ? " Tanya putri
" Ah dia . Kenalin ini Vania keponakan aku . Vania Salim sama Tante putri "
Vania mengagguk dia mencium tangan putri sopan . Dengan kedua tangannya lalu Vania mencium nya . Itu ajaran dari diva ketika anak anaknya menyalimi orang yang lebih dewasa
" Aku jadi kangen kamu put , biasanya kita makan bareng ya . Atau aku yang bawa makanan ke kamu . Tapi kalo memang hubungan kamu baik sama baim . Yasudah . Untuk apa aku deketin kamu "
Hening
" Sebenarnya kamu itu anggap aku apa ? " Tanya putri
Argo terdiam tak bisa menjawab
" Kita sering ciuman , kita sering pelukan . Dan kamu sering bulak balik tempat tinggal aku . Dan kamu perhatian . Dan satu lagi . Kamu selalu mengutamakan kebutuhan aku . Aku perempuan go . Aku berharap lebih sama kamu "
" Putri gini loh ..."
" Aku tau kita kenal di waktu yang salah saat itu . Dan kamu tahu . Aku itu selalu membawa perasaan aku sama kamu . Ok lah . Menurut kamu . Perhatian kamu itu gak penting . Tapi aku ini wanita . Butuh kepastian "
" Aku punya kekasih "
" Kalo sudah punya kekasih . Terus hubungan kita selama ini apa ? Apa go ? Dan lagi tadi kamu bilang apa ! Kamu bilang kamu kangen aku . Aku ingin memastikan sekali lagi go . Kalo aku salah karena perasaan kamu gak ada . Bilang ! Aku akan mundur . Sakit berharap sama orang yang gak pasti "
Kali ini putri meneteskan air matanya
" Gak bisa jawab kan ! Karena emang kamu hanya ingin main main "
Putri mengambil teh dan juga tasnya . Dia segera meninggalkan tempat itu . Sedangkan argo masih terdiam . Bibirnya kaku untuk menjawab
Argo hanya menganggap putri itu istri dari temannya . Gak lebih . Karena argo sudah punya Tania
" Abang ..." Panggil diva
Huh ! Huh ! Huh!
" Abang tega banget ninggalin aku . Aku cari keatas ke bawah Abang ada disini . Aku capek banget "
Diva duduk di depan argo . Dia bener bener lelah bahkan dia minum air milik Abang nya yang belum di sentuh
Argo mengagguk dia megendong Ken menuntun adiknya yang sedang hamil itu menaiki lift
**
Sesampainya di rumah argo langsung menghubungi Tania . Gimana kabarnya kekasih cantik nya itu
Mereka berdua ngobrol sehari hari dan bercerita kejadian apa aja yang di lalui
" Uncle ... " Panggil bocah kecil
Baru argo bangkit dia ingin membukanya . Dafa terlebih dahulu membuka
Dafa menunjukan hasil ujian sekolahnya nilainya memuaskan hanya satu matematika yang nilai nya lagi cukup dari pada yang lainnya
" Pinter kakak . Matematika 75 "
" Iya dong " jawab Dafa
Dafa melihat ponsel uncle nya dia langsung tersenyum saat pacar nya itu menghubungi uncle
( Tante cantik... )
( Hai Dafa , how are you ? )
( Yes )
Argo dan Tania terkekeh geli
( Apa kabar kamu )
( Baik ) jawab Dafa
Tania bertanya mengenai sekolah Dafa , tapi dalam bahasa Jepang . Hal itu membuat Dafa cuma jawab , Yes .
" Kakak ganti baju dulu ya uncle . Jangan di matiin telpon dari pacar kakak"
" Iyaa ...." Jawab argo
Dafa turun dari ranjang dia segera berlari masuk ke kamarnya . Melepaskan seragam sekolah . Hanya memakai kaos kutang dan ****** ***** . Dafa segera berlari lagi
Takut uncle nya itu mematikan telepon nya
" Hemm, sayang sayang . Ini pacar kakak tau " ucap Dafa sinis
Argo memberikan ponselnya kepada Dafa . Keduanya ngobrol bersama . Tania terus bertanya mengenai sekolah dan sehari hari Dafa di rumah
"( Aku kebawah dulu ya yang . Mau ambil makanan )
( Iya sayang , ada Dafa disini aku ngobrol sama Dafa dulu)
Dafa terus bertanya dimana kekasih nya itu . Dan kapan dia kembali ke Indonesia
( Kamu main dong kesini, nanti aku ajak main salju . Sama seperti dedek Ken waktu itu )
( Nanti ya kakak bilang ayah dulu )
( Iya sekalian ajak opa, Oma juga main kesini . Banyak kok kamar disini ada tiga )
( Nanti kakak maunya tidur sama kamu ya . Kita pelukan ) Dafa tersenyum mengejek
( Ihhhh ihhh kamu ya kecil kecil udah genit . Tante bilangin mama ya )
( Hahahaha. Mana uncle . Kok lama banget )
( Di bawah lagi makan Tante )
Obrolan mereka masih lanjut sampai akhirnya argo datang membawa makanan . Dafa juga meminta argo untuk menyuapi
( Kamu tau gak bang , Dafa aku ajak kesini terus dia bilang apa . Dia mau kesini tapi tidur sama aku . Sambil pelukan )
Argo melebarkan matanya dia menatap Dafa yang di tatap hanya tertawa
" Kakak bagi uncle " ucap Dafa
Argo sambil menyuapi makan Dafa juga melahap makanan yang dia bawa
( Yaudah bang , aku udahan dulu ya . Aku ada janji sama temen aku mau ke rumah temen )
( Yaudah iya sayang . Kamu hati hati bawa mobilnya )
( Iya sayang . Dadah )
Tut....
" Udah ah kakak mau makan ke bawah " argo menatap piring nya
Tadi ada beberapa ikan fillet dan ayam wings di piring . Baru argo makan beberapa suap . Ikan dan ayam nya hilang begitu aja . Sedangkan nasi nya masih banyak
" Dasar sih Dafa . Huh ! "
Terpaksa argo kembali turun mengambil lauk lagi . Kali ini argo makan di bawah aja takut Dafa minta hehehe