
Saat keluar dari area komplek. Tania melihat Raka berjalan membawa motornya
" Raka ... Kenapa motornya ? " Tanya Tania membuka jendela mobil
Raka menggaruk kepalanya
" Malu banget anjir . Di saat kondisi seperti ini malah ketemu calon istri " batin Raka
" Biasalah , kurang bensin "
Tania keluar dari mobil " yaudah kamu tunggu disini biar aku yang beli "
Raka menggeleng kepalanya " gak usah . Aku mau ke rumah ayah Bima . Ini dikit lagi sampe . Biar nanti aku yang beli pake motor kak Caca "
Tania menoleh ke samping . Rumah mertua mas nya sangat jauh . Dan ini baru masuk komplek . Yang benar aja Raka . Pikirnya
" Yaudah kamu tunggu disini. Sebentar aja . Biar aku yang beli " Tania cepat masuk ke dalam mobil
" Tunggu sebentar ya " ucap Tania membuka jendela
Raka hanya diam . Dia bersandar motornya . Dan duduk di trotoar menunggu Tania yang sedang membeli bensin
Beberapa menit kemudian mobil Tania masuk lagi ke dalam komplek . Dia membawa botol minum berisi bensin
Raka segera membuka jok motornya . Dia juga menuangkan bensin kedalam motornya . Setelah itu
" Sudah kan ! "
" Makasih ya Tania . Oh iya mau kemana kamu ? Atau dari mana ? "
" Aku bawa anak anak mau main kerumah . Niatnya sih mau makan dulu di depan komplek . Kamu ikut ya "
"Aku bawa motor " jawab Raka
" Gapapa . Kamu ikutin mobil belakang aku "
Raka mengagguk . Saat Tania masuk mobil lagi dia segera keluar dari komplek menuju cafe terdekat
" Emmmm enak " gumam Vania
Tania tersenyum kedua keponakan nya itu makan begitu lahap
" Mami suapin om Raka "
" Mami ? " Tanya Tania pada Vania
Vania dan Ken mengagguk
" Pinternya anak anak ini " batin Raka Merasa bahagia
Tania mengambil kentang kau dia suapin ke Raka " sudah kan ? Ayo makan lagi " ucap Tania kepada dua keponakan itu
" Berasa keluarga kecil . Aku papi . Tania mami. Dan dua anak anak ini anak aku sama Tania . Indahnya haluan ku " batin Raka
" Mami adek Vania cantik ya " ucap Ken
" Anak mami emang cantik dan juga ganteng " ucap Tania
Cup
Ken mencium pipi adiknya . Dia sangat sayang sekali dengan adik nya yang cantik
" Mami cium om Raka " ucap Vania
" Mami ? "
" Ini anak bener bener ya " batin Raka . Raka bener bener malu kali harus Tania menuruti kemauan Vania
Tania menggeleng kepalanya " nanti mami di marahin kekasih nya om Raka . Udah kalian lanjuti makannya . Setelah itu kita pulang . Papi Rifky udah nunggu di rumah "
Huh !
" Untung aja Tania nolak . Kalo dia cium gue . Bisa bisa 7 hari 7 malam gue gak bisa tidur " batin Raka sambil tersenyum melihat Tania begitu pintar mengurus anak anak
**
Malam harinya . Argo berkunjung kerumah Tania . Tania tetep gak membolehkan kekasihnya itu masuk
Argo berdiri di depan rumah menatap jendela kamar Tania . Dia bersandar di depan mobilnya sambil membawa bunga juga makanan kesukaan Tania
Tak lama kemudian mobil Rifky dan Dinda masuk kedalam rumah itu di buka oleh penjaga rumah . Setelah memarkirkan Rifky keluar rumah menegur kekasih dari adik nya itu
" Kenapa bang ? Gak masuk aja ? "
Argo menggeleng kepalanya " gapapa disini aja . Sampai Tania keluar . Biasalah Tania minta di perjuangin "
" Gapapa . Nanti biar aku yang panggilin dia . Abang tunggu ruang tamu aja . Dari pada disini banyak nyamuk "
Argo tetep menolak . Tania udah mendorong argo tadi . Argo gak mau Tania makin marah
" Yasudah . Aku masuk dulu ya bang " ucap Rifky yang di anggukin argo
Beberapa jam kemudian Tania keluar . Dia di marahin oleh mas Rifky karena kekasih nya itu terlalu lama di luar
" Akhirnya kamu keluar juga sayang "
Argo mematikan rokoknya . Menginjak rokok itu sampai mati . Argo juga memberikan bunga dan makanan kesukaan Tania
" Mau cari kopi , teh ? "
Tania mengagguk . Tania gak mau sudah malam begini menerima tamu apalagi mas sama mbaknya baru aja pulang . Pasti lelah .
" Gak usah cari tempat . Kita ngobrol aja di mobil " ucap Tania tiba tiba
Argo mencari tempat yang bisa buat parkir. Setelah mendapatkan nya dia duduk tegap menatap Tania
" Cantik banget sih " ucap argo sambil mengelus bibir Tania
Tania menepis kan nya tangan itu di bibirnya
" Wajah kamu kenapa ? " Tanya Tania
Argo menatap kaca spion atas menatap wajahnya yang tadi di pukul oleh adik iparnya itu
" Jatuh dari motor "
" Hei ! Aku gak bodoh ! "
" Ayolah . Kita bicara yang menyangkut hubungan kita " ucap argo
" Kenapa wajah kamu Abang ! "
" Berantem kecil kecilan sayang . Biasa lah anak muda " Jawab argo santai
Tania memegang dagu argo lalu dia menyandarkan kepalanya di tubuh kekasihnya itu
" Kamu jahat ! Hiks hiks hiks "
Argo merangkul pundak Tania
" Kamu selingkuh in aku yang kedua kalinya . Kamu dendam kan sama mas ?"
" Engak sayang "
" Bohong , kalo gak dendam kenapa kamu selingkuhin aku . Aku bisa aja loh bilang bunda kemarin "
" Eh mana boleh seperti itu . Ini hubungan kita . Orang lain gak perlu tau" jelas argo
" Ya maka itu kamu jelasin . Kenapa kamu selingkuhin aku "
Argo memejamkan matanya
" Aku kan udah bilang Tania . Waktu itu aku di ajak temen aku . Kita mabuk . Aku gak tau tiba tiba ada di sebuah kamar "
" Bohong "
" Kamu ini gak percaya banget sama aku , Tania "
" Terus yang kemarin pelukan itu apa ? Untung aku datang "
Cup
" Jangan cium cium , jelasin dulu "
" Ya kemarin itu aku engak tau sayang , dia datang langsung meluk . Kirain itu kamu "
" Aku capek tau gak . Akhir akhir ini kita berantem terus . Kamu yang buat aku kecewa . Sakit hati . Tiap malam nangis cuma karena tingkah kamu . Aku capek bang "
" Iya sayang maaf ya "
" Aku gak mau kamu sama seperti mas . Mungkin kak diva bisa sabar ngadepin tingkah mas . Tapi aku gak bisa . Lebih baik kalo emang mau bersenang senang . Tinggalin aku "
Argo mengeratkan pelukannya
" Aku gak mau jauh dari kamu . Aku gak bakal selingkuh lagi Tania "
" Ya makanya Abang bikin Tania percaya lagi . Aku udah gak percaya sama Abang tau gak "
Drt....
💌 Mas Rifky
Dimana ? Pulang sekarang !!!
" Aku di suruh pulang sama mas "
Argo melepaskan pelukan dia mengecup bibir Tania terlebih dahulu
" Besok aku jemput "
Tania mengagguk . Argo menjalankan mobilnya kembali ke rumah calon