
Argo terus melamun di dalam ruangannya . Argo yakin banget yang putri kandung itu bunda anak nya . Tapi argo pura pura mempercayai apa yang putri bilang
" Setiap di tanya masalah anak . Dia pasti diam . Pasti ada yang di rahasiakan " gumamnya sambil menepuk kepala nya dengan pulpen
Tiba tiba pintu terbuka membuat argo menyadarkan lamunannya
" Kenapa melamun ? Apa yang Abang pikirin ? " Tanya diva
Diva berkunjung ke kantor Abang karena dia ingin makan es teler
" Uncle ..." Panggil Ken berjalan ke arah uncle nya itu
Argo siap menangkap Ken untuk duduk di pangkuannya
" Lagi mikirin vila di pulau . Kapan ya papa rayhan kasih pulau ke Abang " goda argo
Ck !
" Ngarep ! Nikah dulu sama Tania . Baru jadi mantu kesayangan "
Ck ck ck !
" Iya deh yang jadi mantu kesayangan . Lihat Ken . Umur segini aja punya pulau serta vila nya . Gak kebayang kan 20 tahun lagi Ken akan menjadi seorang miliarder "
" Amin " diva mengangkat tangan untuk mengaminkan doa nya
" Mau apa kesini ? Gak biasanya "
Diva menyengir kuda begitu juga Ken
" Mas mau makan es buah "
" Aku mau makan es teler sama kwetiau basah bang "
Ck ck ck
" Bayar ya . Sudah menjadi orang paling tajir di keluarga . Masa makan aja gak bayar "
" Nanti bayarnya pake dolar . Gak mau. Rupiah rupiahan "
Ck ck ck
" Sombong banget mentang mentang punya helikopter " ejek argo
Diva tersenyum , argo segera menghubungi orang bawah . Membawakan apa yang diva dan mas Ken mau . Setelah selesai bicara . Argo bangkit dari duduknya . Duduk di samping adik nya itu
" Kamu dari mana atau mau kemana ? " Tanya argo
" Habis ke rumah sakit , konsultasi kehamilan "
Argo mengagguk lalu dia mencium pipi keponakan nya itu
" Siap mau hamil lagi ? " Tanya argo
Diva mengagguk
" Mas sama kak Dimas itu udah janjian . Di tahun ini pokonya mau hamil . Aku sih maunya dua cukup begitu juga kak Caca . Dia mau dua aja . Tapi kita liat aja nanti yang penting usaha "
" Tumben kamu gak ajak dara ? Mana dia ? Jangan sampai ngambek loh gak di ajak"
" Dara ikut kak Caca ke sekolah Dafa . Dafa ada lomba ujian matematika seangkatan . Maka dari itu ayah sama mama juga ikut hadir . Untuk Dafa lebih semangat lagi . Kalo Dafa juara kita akan makan makan di traktir kak Dimas"
" Asik . Tumbenan kakak lu mau ngeluarin duit buat kita kita "
Ck !
" Itu juga di ancam kak Caca . Kak Dimas mana mau ngeluarin kalo gak di suruh kak Caca . Kecuali ada maunya baru dia ngeluarin "
Argo tekekeh . Mendengar kelakuan sepupunya itu
Saat makanan datang diva menjadi senang begitu juga dengan Ken dia sudah siap memegang sendok nya
" Makan ya bang " tawar diva
Argo mengagguk dia melanjutkan lagi pekerjaan nya . Hari ini bener bener membuat argo lelah dengan pikirannya . Di tambah lagi dengan restoran di daerah X sedang turun drastis
" Bunda mas bagi ya " ucap Ken
Diva mengagguk saat Ken ingin makan jelly di mangkok nya
" Nikmatin mas Ken . Nanti kalo papa tahu . Kamu minum es . Di marahin " ucap argo tiba tiba
Ken menjadi gak mood untuk makan es lagi . Dia ingat marahnya papa Aldo
" Abang ihh"
Argo tersenyum dia mendekati keponakan nya itu yang mudah sekali ngambek
" Engak engak . Pasti papa izinin mas Ken makan . Ini uncle telpon papa ya "
Argo pura pura menghubungi Aldo
( Halo papa nya Ken . Iya . Mas Ken boleh makan es engak ? Boleh ? Iya iya . Ini mas Ken lagi makan sama bunda )
Ken tersenyum dia melanjutkan lagi makan es buah nya
Huh !
" Ini anak bener bener mirip kamu banget kalo lagi ngambek . Dasar . Cetakan diva Aldo " grutu argo
Diva tersenyum dia merangkul anaknya itu untuk memakan enak . Masalah batuk nanti bisa di pikirin . Yang penting enak nya dulu
Saat ingin segera pulang Baim mengabarkan dia ingin mengembalikan uang argo yang sudah dia pinjam . Argo menolak karena dia ikhlas membantunya tapi Baim merasa tak enak . Dia mengajak argo untuk makam malam . Traktir kecil kecilan
Argo menuruti nya dia menaruh tas di bangku penumpang saat dia sudah menurunkan rem tangan . Tania menghubungi
( Iya sayang ) jawab argo
( Abang dimana ? Makan di luar yuk )
( Baru keluar restoran , kamu mau makan apa sayang )
( Kita cari makan di luar , aku bosan di rumah bang . Yuk )
( Aku ada janji sama Baim mau makan . Tapi kalo kamu mau makan juga . Aku jemput kamu ya . Siap siap gih )
( Asik . Aku siap siap ya bang . Makasih udah di ajak )
( Iya , aku tutup ya . Aku lagi ngendarain mobil )
( Iya bang . I love you )
( Aku sayang kamu Tania ) jawab argo sambil tutup telpon nya
Menaruh ponsel di atas tas nya dia cepat mengendarai kerumah kekasih nya itu . Argo berharap bisa bertemu Rifky karena dia bisa meminta izin mengajak Tania keluar . Sebenarnya argo juga gak enak selalu minta izin lewat telpon
Sampai akhirnya tiba di rumah kekasihnya . Dan bener . Rifky belum pulang . Terpaksa argo menghubungi Rifky untuk meminta izin
" Udah lama ? " Tanya Tania
Argo mengisyaratkan dengan anggukan . Dia sedang menghubungi Rifky untuk meminta izin membawa Tania untuk makan malam
( Iya . Makasih ya ) jawab argo
Argo menaruh ponselnya kembali dia mengecup kepala Tania
" Aku baru datang sayang . Yaudah yuk kita jalan ya " ajak argo
Tania mengagguk dia menyalakan musik supaya di mobil engak terlalu hening banget
" Kasian dia bang . Mana dompet kamu . Aku mau kasih dia " Tania mengulurkan tangannya
Argo merogoh kantong saku dia memberikan dompet itu kepada kekasihnya itu . Megambil beberapa lembar . Saat paruh baya mendekati mobilnya . Tania membuka jendela dan memberikan
" Ya ampun Bu . Terima kasih . Semoga rezekinya di limpahkan . Di beri kesehatan . Murah rezeki dan mendapatkan jodoh "
Argo dan Tania tersenyum mereka mengagguk dan mengangkat tangan nya karena didoakan oleh ibu ibu
" Sama sama ibu " jawab Tania ramah
Setelah lampu hijau . Akhirnya mobil berjalan lagi
" Aku seneng deh bagi bagi kaya gitu . Aku pengen buka panti asuhan dan juga punya yayasan . Jadi buat orang yang kurang mampu bisa bersekolah "
" Masya Allah , pikiran kamu itu bener bener jenius banget sih sayang . Aku akan kabulkan . Kita pelan pelan ya sayang . Kita urus dulu rumah . Setelah itu minta izin sama orang tua untuk menikah . Baru kita buka yayasan "
Tania mengagguk
Tiba lah mereka di salah satu restoran yang dekat sekali dengan bar yang biasa argo dan Baim bertemu . Argo menggandeng tangan Tania untuk masuk ke dalam restoran tersebut
" Udah lama bro . Sory jemput si cantik dulu "
Tania tersenyum malu mendengarnya . Bisa bisanya di saat seperti ini kekasihnya itu ngegombal
" Ayo pesan pesan " ucap Baim
Baim memanggil pelayan untuk melihat menu makanan disini
" Mau apa kamu " bisik argo
" Nasi goreng "
Argo mengagguk sama . Dia juga nasi goreng . Setelah pelayan mencatat mereka bertiga mengobrol . Dan Tania baru tahu kalo kekasih nya itu memberikan uang kepada temannya
" Aku angkat telpon dulu ya . Kak diva telepon "
Argo mengagguk . Tania menjauhkan jaraknya karena dia ingin focus dengan apa yang kakak iparnya bicarakan
Malam malam yang begitu menikmati karena di traktir oleh Baim . Setelah makan selesai gak lupa argo dan Tania mengucapkan terima kasih
" Gimana kenyang gak sayang ? " Tanya argo saat mereka sudah berada di mobil perjalanan pulang
" Kenyang bang , rasanya aku pengen cepat cepat sampe rumah . Terus tidur "
Argo tersenyum . Dia merangkul pundak Tania agar mendekat
" Tidur mulu si sayang . Oh ya besok kamu beneran mau bawa mobil sendiri ? Gak trauma ? " Tanya argo
" Yakin, gak trauma kok yang penting sebelum mengendari aku makan dulu "
" Yaudah hati hati ya . Jangan ngebut ngebut . Kabarin aku kalo udah sampai kantor "
*
" Ya ya ya . Abang mau masuk dulu gak ? "
Tanya Tania saat sudah sampai di depan rumahnya
" Aku langsung pulang aja ya . Pundak aku sakit banget . Kirim salam sama Rifky juga Dinda "
Tania melambaikan tangannya saat mobil argo sudah jalan