FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
30 . Keresahan



Argo terus melamun di dalam ruangannya . Argo yakin banget yang putri kandung itu bunda anak nya . Tapi argo pura pura mempercayai apa yang putri bilang


" Setiap di tanya masalah anak . Dia pasti diam . Pasti ada yang di rahasiakan " gumamnya sambil menepuk kepala nya dengan pulpen


Tiba tiba pintu terbuka membuat argo menyadarkan lamunannya


" Kenapa melamun ? Apa yang Abang pikirin ? " Tanya diva


Diva berkunjung ke kantor Abang karena dia ingin makan es teler


" Uncle ..." Panggil Ken berjalan ke arah uncle nya itu


Argo siap menangkap Ken untuk duduk di pangkuannya


" Lagi mikirin vila di pulau . Kapan ya papa rayhan kasih pulau ke Abang " goda argo


Ck !


" Ngarep ! Nikah dulu sama Tania . Baru jadi mantu kesayangan "


Ck ck ck !


" Iya deh yang jadi mantu kesayangan . Lihat Ken . Umur segini aja punya pulau serta vila nya . Gak kebayang kan 20 tahun lagi Ken akan menjadi seorang miliarder "


" Amin " diva mengangkat tangan untuk mengaminkan doa nya


" Mau apa kesini ? Gak biasanya "


Diva menyengir kuda begitu juga Ken


" Mas mau makan es buah "


" Aku mau makan es teler sama kwetiau basah bang "


Ck ck ck


" Bayar ya . Sudah menjadi orang paling tajir di keluarga . Masa makan aja gak bayar "


" Nanti bayarnya pake dolar . Gak mau. Rupiah rupiahan "


Ck ck ck


" Sombong banget mentang mentang punya helikopter " ejek argo


Diva tersenyum , argo segera menghubungi orang bawah . Membawakan apa yang diva dan mas Ken mau . Setelah selesai bicara . Argo bangkit dari duduknya . Duduk di samping adik nya itu


" Kamu dari mana atau mau kemana ? " Tanya argo


" Habis ke rumah sakit , konsultasi kehamilan "


Argo mengagguk lalu dia mencium pipi keponakan nya itu


" Siap mau hamil lagi ? " Tanya argo


Diva mengagguk


" Mas sama kak Dimas itu udah janjian . Di tahun ini pokonya mau hamil . Aku sih maunya dua cukup begitu juga kak Caca . Dia mau dua aja . Tapi kita liat aja nanti yang penting usaha "


" Tumben kamu gak ajak dara ? Mana dia ? Jangan sampai ngambek loh gak di ajak"


" Dara ikut kak Caca ke sekolah Dafa . Dafa ada lomba ujian matematika seangkatan . Maka dari itu ayah sama mama juga ikut hadir . Untuk Dafa lebih semangat lagi . Kalo Dafa juara kita akan makan makan di traktir kak Dimas"


" Asik . Tumbenan kakak lu mau ngeluarin duit buat kita kita "


Ck !


" Itu juga di ancam kak Caca . Kak Dimas mana mau ngeluarin kalo gak di suruh kak Caca . Kecuali ada maunya baru dia ngeluarin "


Argo tekekeh . Mendengar kelakuan sepupunya itu


Saat makanan datang diva menjadi senang begitu juga dengan Ken dia sudah siap memegang sendok nya


" Makan ya bang " tawar diva


Argo mengagguk dia melanjutkan lagi pekerjaan nya . Hari ini bener bener membuat argo lelah dengan pikirannya . Di tambah lagi dengan restoran di daerah X sedang turun drastis


" Bunda mas bagi ya " ucap Ken


Diva mengagguk saat Ken ingin makan jelly di mangkok nya


" Nikmatin mas Ken . Nanti kalo papa tahu . Kamu minum es . Di marahin " ucap argo tiba tiba


Ken menjadi gak mood untuk makan es lagi . Dia ingat marahnya papa Aldo


" Abang ihh"


Argo tersenyum dia mendekati keponakan nya itu yang mudah sekali ngambek


" Engak engak . Pasti papa izinin mas Ken makan . Ini uncle telpon papa ya "


Argo pura pura menghubungi Aldo


( Halo papa nya Ken . Iya . Mas Ken boleh makan es engak ? Boleh ? Iya iya . Ini mas Ken lagi makan sama bunda )


Ken tersenyum dia melanjutkan lagi makan es buah nya


Huh !


" Ini anak bener bener mirip kamu banget kalo lagi ngambek . Dasar . Cetakan diva Aldo " grutu argo


Diva tersenyum dia merangkul anaknya itu untuk memakan enak . Masalah batuk nanti bisa di pikirin . Yang penting enak nya dulu


Saat ingin segera pulang Baim mengabarkan dia ingin mengembalikan uang argo yang sudah dia pinjam . Argo menolak karena dia ikhlas membantunya tapi Baim merasa tak enak . Dia mengajak argo untuk makam malam . Traktir kecil kecilan


Argo menuruti nya dia menaruh tas di bangku penumpang saat dia sudah menurunkan rem tangan . Tania menghubungi


( Iya sayang ) jawab argo


( Abang dimana ? Makan di luar yuk )


( Baru keluar restoran , kamu mau makan apa sayang )


( Kita cari makan di luar , aku bosan di rumah bang . Yuk )


( Aku ada janji sama Baim mau makan . Tapi kalo kamu mau makan juga . Aku jemput kamu ya . Siap siap gih )


( Asik . Aku siap siap ya bang . Makasih udah di ajak )


( Iya , aku tutup ya . Aku lagi ngendarain mobil )


( Iya bang . I love you )


( Aku sayang kamu Tania ) jawab argo sambil tutup telpon nya


Menaruh ponsel di atas tas nya dia cepat mengendarai kerumah kekasih nya itu . Argo berharap bisa bertemu Rifky karena dia bisa meminta izin mengajak Tania keluar . Sebenarnya argo juga gak enak selalu minta izin lewat telpon


Sampai akhirnya tiba di rumah kekasihnya . Dan bener . Rifky belum pulang . Terpaksa argo menghubungi Rifky untuk meminta izin


" Udah lama ? " Tanya Tania


Argo mengisyaratkan dengan anggukan . Dia sedang menghubungi Rifky untuk meminta izin membawa Tania untuk makan malam


( Iya . Makasih ya ) jawab argo


Argo menaruh ponselnya kembali dia mengecup kepala Tania


" Aku baru datang sayang . Yaudah yuk kita jalan ya " ajak argo


Tania mengagguk dia menyalakan musik supaya di mobil engak terlalu hening banget


" Kasian dia bang . Mana dompet kamu . Aku mau kasih dia " Tania mengulurkan tangannya


Argo merogoh kantong saku dia memberikan dompet itu kepada kekasihnya itu . Megambil beberapa lembar . Saat paruh baya mendekati mobilnya . Tania membuka jendela dan memberikan


" Ya ampun Bu . Terima kasih . Semoga rezekinya di limpahkan . Di beri kesehatan . Murah rezeki dan mendapatkan jodoh "


Argo dan Tania tersenyum mereka mengagguk dan mengangkat tangan nya karena didoakan oleh ibu ibu


" Sama sama ibu " jawab Tania ramah


Setelah lampu hijau . Akhirnya mobil berjalan lagi


" Aku seneng deh bagi bagi kaya gitu . Aku pengen buka panti asuhan dan juga punya yayasan . Jadi buat orang yang kurang mampu bisa bersekolah "


" Masya Allah , pikiran kamu itu bener bener jenius banget sih sayang . Aku akan kabulkan . Kita pelan pelan ya sayang . Kita urus dulu rumah . Setelah itu minta izin sama orang tua untuk menikah . Baru kita buka yayasan "


Tania mengagguk


Tiba lah mereka di salah satu restoran yang dekat sekali dengan bar yang biasa argo dan Baim bertemu . Argo menggandeng tangan Tania untuk masuk ke dalam restoran tersebut


" Udah lama bro . Sory jemput si cantik dulu "


Tania tersenyum malu mendengarnya . Bisa bisanya di saat seperti ini kekasihnya itu ngegombal


" Ayo pesan pesan " ucap Baim


Baim memanggil pelayan untuk melihat menu makanan disini


" Mau apa kamu " bisik argo


" Nasi goreng "


Argo mengagguk sama . Dia juga nasi goreng . Setelah pelayan mencatat mereka bertiga mengobrol . Dan Tania baru tahu kalo kekasih nya itu memberikan uang kepada temannya


" Aku angkat telpon dulu ya . Kak diva telepon "


Argo mengagguk . Tania menjauhkan jaraknya karena dia ingin focus dengan apa yang kakak iparnya bicarakan


Malam malam yang begitu menikmati karena di traktir oleh Baim . Setelah makan selesai gak lupa argo dan Tania mengucapkan terima kasih


" Gimana kenyang gak sayang ? " Tanya argo saat mereka sudah berada di mobil perjalanan pulang


" Kenyang bang , rasanya aku pengen cepat cepat sampe rumah . Terus tidur "


Argo tersenyum . Dia merangkul pundak Tania agar mendekat


" Tidur mulu si sayang . Oh ya besok kamu beneran mau bawa mobil sendiri ? Gak trauma ? " Tanya argo


" Yakin, gak trauma kok yang penting sebelum mengendari aku makan dulu "


" Yaudah hati hati ya . Jangan ngebut ngebut . Kabarin aku kalo udah sampai kantor "


*


" Ya ya ya . Abang mau masuk dulu gak ? "


Tanya Tania saat sudah sampai di depan rumahnya


" Aku langsung pulang aja ya . Pundak aku sakit banget . Kirim salam sama Rifky juga Dinda "


Tania melambaikan tangannya saat mobil argo sudah jalan