
Tania terus memeluk argo saat mereka sudah di bandara
" Abang jangan pulang " rengek Tania
" Aku harus kerja . Buat nafkahi kamu nanti . Biar aku bisa bikin kamu bahagia membeli kebutuhan kamu "
Tania menggeleng kepalanya
" Abang masuk ya . Kamu hati hati . Nanti Abang telpon "
Argo melepaskan pelukan dia melambaikan tangannya saat Tania sudah mulai meneteskan air matanya
" Sayang ..." Panggil Tania saat tiket argo sudah di cek oleh petugas
***
Saat sarapan Dafa sedang di buat oleh mamanya , Dafa mendekati ayah Dimas yang saat ini sedang merapikan seragam Dafa . Karena hari ini Dafa akan mengadakan upacara
" Ayah ..." Panggil Dafa
Dafa mengalungkan tangannya di leher Dimas dia juga menaikkan tubuh nya di punggung Dimas
" Ayah kakak mau berangkat naik sepedah . Boleh engak ? "
" Boleh " jawab Dimas
Dafa tersenyum dia langsung melepaskan pelukannya turun dari sofa menatap ayahnya
" Pakai dulu seragam nya sini . Dikit lagi mama selesai buat sarapan "
Karena di bolehkan naik sepeda sekolah . Mendadak Dafa menjadi semangat
" Ganteng " ucap Dimas saat dirinya sudah selesai memakaikan pakaian putih merah tak lupa topi supaya anaknya itu lebih rapi
Srot srot ...
" Biar wangi , biar cewek cewek pada deketin kakak " ucap Dimas
Dafa tersenyum . Caca yang sudah selesai masak dia akhirnya ke atas memanggil Dafa dan Dimas membawakan tas milik anaknya itu
Sarapan di ruang keluarga sambil nonton kartun bersama opa Oma . Saat makanan telah habis Dafa mendekati oppa nya
" Opa . Kakak minta duit dong "
" Berapa ? " Tanya opa
" Lima ribu"
Ayah Bima langsung ke kamar mengambil uang lima ribu untuk cucunya . Setelah selesai semua akhirnya Dafa mengeluarkan sepedah nya
" Kakak jalan dulu ya maa"
" Hati hati . Awas ya ngebut ngebut . Mama gak izinin naik sepeda lagi "
" Iya maa " Dafa mengecup tangan Caca dan juga pipi mamanya
Setelah itu Dafa pergi kerumah temennya karena ini masih jam 6 pagi . Pasti temannya itu belum berangkat sekolah
**
Argo meminta tolong Dimas untuk menjemput nya dan memang kebetulan juga Dimas dia engak ke kantor hari ini
Mengajak dara pergi ke bandara menjemput sepupunya itu
" Emang uncle habis dari mana ayah ? " Tanya dara saat mereka sudah sampai di bandara
" Uncle habis dari Australia . Ketemu sama mas Ken juga Vania "
" Jauh ya ayah ? "
" Opa , Oma , nenek, kakek, om Raka . Semuanya adek ajak "
" Iya iya nanti ya kalo kakak udah libur kita ke Australia " ucap Dimas
Saat bertemu dengan sepupunya yang sedang duduk menunggu nya . Dimas langsung memeluk sepupunya
" Uncle ..."
" Dara "
Cup
Dara memeluk uncle nya . Dan langsung aja mereka segera kembali ke parkiran
" Gimana bro ? Udah di bujuk belum ? "
" Jangan manggil gue argo kalo masalah hal kecil aja gak bisa gue selesaikan . Sekali di kedip langsung luluh "
" Haha anjir , lu apain itu anak sampe luluh ? " Tanya Dimas
" Biasalah cewek maunya di rayu , di ajak romantis . Di ajak serius "
Dimas menoleh " lu lamar ?"
" Iya . Kita emang niat tahun ini mau menikah dan gue juga udah siap mau melamar Tania pas om Rayhan itu pulang. Tapi lu tau kan itu si galak itu tegas sama anak pemaksaan . Akhirnya Tania nurut apa kata dia . Padahal dia disini juga dia dapat beasiswa "
" Sabar ya bro . Susah emang kalo udah tua . Maunya di turutin "
Argo terkekeh begitu juga dengan Dimas
Tiba lah mereka di rumah ayah Bima . Ayah Bima dan mama Lisa menyambut kedatangan keponakan yang sudah di anggap anaknya itu
" Sehat sehat ya bang " ucap mama Lisa sambil memeluk keponakannya itu
" Gimana disana ? Dingin "
Argo tekekeh
" Dingin om . Sampai pengen bawa sirup"
Ayah Bima dan mama Lisa tertawa
" Bisa aja kamu bang . Yaudah istrirahat dulu sana . Biar nanti Tante bawain makanan suruh mbak "
Argo mengagguk dia membawa koper nya ke lantai atas . Membanting tubuhnya berbaring di atas ranjang
Argo langsung mengambil ponselnya membuka aplikasi Instagram memberi kabar Tania
Tak lama setelah argo sedang Menganti baju . Tania menghubungi lewat video call
( Apa sayang ku ) ucap argo
( Kamu udah sampai ? Alhamdulillah aku itu mikirin tau gak . Kamu kok belum ngabarin aku )
Argo tersenyum menatap Tania yang baru saja bangun tidur
( Kamu lagi apa ? ) Tanya argo
( Baru bangun tidur . Capek abis ngajak Ken sama Vania main salju di depan )
( Em dingin ya , berapa derajat disana ? )
( Sekarang lagi 3 bang . Dingin nya ya lumayan lah karena kamar aku ada penghangat )
Argo mengagguk sampai akhirnya kamar di ketuk oleh mbak . Membawa makan siang . Argo ngobrol dengan Tania sambil makan . Begitu juga Tania dia langsung mengambil makan . Supaya menemani kekasih nya itu makan siang
Berjam jam mereka telponan, akhirnya Tania menyuruh argo untuk tidur . Apalagi kekasih nya itu baru sampai di Indonesia pasti lelah banget