
Malam Minggu di negara orang . Argo mengajak kedua keponakan nya itu keliling kota ini . Sebenarnya argo ingin ajak Tania . Tapi Tania sedang marah mana mungkin argo jalan berdua . Maka dari itu argo mengajak kedua keponakan nya supaya mereka mengajak Tania
Mereka telah siap untuk malam mingguan. Awalnya Tania duduk di belakang tapi saat tatapan argo kepada Tania . Dia mulai pindah kedepan membiarkan kedua keponakan nya itu di belakang
" Keren ya mas Ken lampu lampu nya " ucap Vania
Argo tersenyum begitu juga dengan Tania dia senang keponakan nya itu juga ikut senang melihat lampu lampu
" Nanti pas kita keluar jangan lupa pakai jaket nya ya mas , dek " ucap Tania
Keduanya mengagguk
Argo mengajak mereka ke pantai . Pantai yang sangat jauh dari jarak mereka dari apartemen . Sampai sampai kedua keponakanya itu tertidur
Saat argo sudah memarkirkan mobilnya dia menatap kedua keponakan itu sedang tertidur
" Pantai nya bagus , sayang banget anak anak malah tertidur . Ayo kita turun " ajak argo
Tania mengagguk dia membiarkan kedua keponakan nya itu tertidur . Keduanya berjalan tanpa menggandeng tangan
Duduk di pasir melihat pemandangan yang indah . Walupun hari sudah malam tapi pantai sangat ramai pengunjung disini
" Dingin ya disini "
" Em " jawab Tania singkat
Argo mulai merentangkan tangannya dia merangkul Tania . Tania hanya menatap tangan argo yang ada di pundaknya saat dia menoleh ke argo . Wajahnya sangat dekat
" Biarlah begini . Kamu pasti kedinginan . Aku pun juga begitu. Butuh pelukan . Butuh perhatian . Butuh kasih sayang " oceh argo
" Kalo emang Abang gak selingkuh . Kenapa Abang bisa pelukan di eskalator ? "
" Dia itu sedang hamil . kandungan dia juga sangat lemah . Kamu tahu kan apa apa aku itu kepikiran diva . Aku takut kalo diva sedang hamil dan lemah kandungan nya seperti dia mengandung Vania . Tiba tiba pingsan di mall tanpa ada yang tahu keluarga karena diva ke mall sendiri . Begitu pun juga dia. Dia itu kepengen makan mie ramen . Setelah itu aku berikan dia vitamin "
" Kenapa harus Abang ? Emang di gak punya teman atau keluarga ? " Tanya Tania
" Keluarga nya di kampung dan teman di Jakarta hanya sedikit . Abang hanya kasian aja sayang . Abang gak berani selingkuh karena kamu "
Cih
" Abang tau kamu marah. Abang juga terima itu . Tapi kamu harus dengar cerita Abang . Kalo Abang itu gak hamilin dia "
" Terus yang di hotel Abang peluk dia itu ngapain ? Ngapain juga Abang mabuk sama dia ? " Tanya Tania sudah mulai ketus
Akhirnya argo cerita mengenai putri dan Baim . Yang mereka di jodohkan . Dan putri ingin membalas dendam Baim karena dia sudah bermain dengan pria pria
" Bener kan aku bilang . Itu putri hamil sama Abang "
" Kamu itu harus percaya sama aku Tania . Walupun aku hanya pakai dua kali . Tapi dia itu minum pencegah kehamilan. Dia minum di depan aku Tania . Setelah itu kita gak ada hubungan apa apa lagi . Tiba tiba dia datang minta aku tanggung jawab "
Tania terdiam . Tiba tiba argo menutup mata Tania ketika sepasang kekasih membuat mesum di pantai ini
" Ayo kita kembali ke mobil . Takut anak anak bangun "
Tania menurut dia bangkit dan masih di tutup matanya oleh argo . Saat mereka sudah membalikan tubuhnya argo membuka mata Tania
" Jangan pegang aku . Aku masih marah sama Abang " ucap Tania
Argo menghela nafas . Mungkin harus berjuang keras lagi
" Kita pulang aja bang , aku ngantuk "
Argo mengagguk dia segera memundurkan mobilnya dan berjalan arah pulang . Selama perjalanan pulang keduanya bercerita . Lebih banyak nya sih Tania karena dia sudah beberapa tahun di negara ini dan kebetulan Tania anaknya traveling banget . Dia tahu tempat wisata di negara itu . Dan Tania beberapa kali menunjukkan tempat kalo dia pernah berkunjung kesana
" Kamu kok gak bilang kalo kamu akhirnya ambil di Monash ? " Tanya argo
" Mau gimana lagi , papa yang nyuruh aku untuk lanjutin disini "
" Kita beneran tunda ? Aku sudah beli rumah loh "
" Hemm. Seperti nya gitu "
Argo mengelus kepala tania dan juga mendorong kepala Tania untuk menyandarkan di pundak
Tania bener bener nyaman banget memeluk argo
" Abang ..."
" Hem..."
" Temani Tania makan mie instan mau "
Tania memeluk erat argo . Tania gak yakin bisa marah lama kepada orang yang sudah lama Tania cintai
Argo berhenti di salah satu mini market membeli mie instan . Keduanya makan di dalam mobil tapi tetep tidak menganggu kedua anak anak yang sedang tidur
" Enak banget bang "
Argo tekekeh
" Habiskan sayang . Aku yakin kamu gak akan makan mie instan lagi setelah Abang kembali ke Indonesia "
Tiba tiba wajah Tania menjadi sangat sedih
" Abang kapan kembali ke Indonesia ? "
" Minggu depan atau bulan depan kalo kamu izinin " ucap argo sambil tersenyum
" Mana mungkin, ingat ya Abang itu bos . Kalo Abang lama disini bisa bisa karyawan Abang seenaknya. Datang siang pulang cepat " ucap tania
Argo tersenyum
" Terus kamu maunya apa ? Kamu mau besok aku pulang kesana gitu ? Kamu udah gak mau liat muka Abang ! " ucap argo
Tania menggeleng kepalanya
" Bukan begitu , ah sudahlah . Aku ngantuk tapi laper "
Argo tekekeh dia bener bener gemes sama Tania . Argo mengelus kepala Tania juga mengecup kepala nya itu
Kembali ke apartemen saat waktu sudah jam 1 pagi . Keduanya membopong Vania dan Ken . Masuk kedalam kamar Tania . Kedua keponakan nya itu tidur bersama Tania
Sampai akhirnya keduanya sudah meletakkan di atas ranjang
" Berat juga Vania sekarang " bisik Tania
Argo mendekati Tania dia memeluknya
" Tidur yang nyenyak mulai sekarang . Aku udah jelaskan semuanya gak ada yang aku tutup tutupin . Selama aku ada disini aku akan buat kamu nyaman "
" Abang ...."
" Apa sayang ..."
" Lebih lama lah disini . Aku bosan "
Argo mengagguk
" Apa sih yang engak buat kamu , Abang akan 2 minggu disini apa cukup ? "
Tania mengagguk . Argo melepaskan pelukan dia mengecup seluruh wajah Tania hingga terakhir tangan
" I Love you " ucap argo
" I love you Abang "
Keduanya kembali pelukan lagi . Argo berjalan ke arah dinding dan melonggarkan pelukannya argo juga yang mengarahkan Tania untuk mengalungkan tangannya di atas leher
Mmmmmhhhh
Ah
Saat argo mengecup leher Tania
" Jangan bikin Mama papa curgia ya sayang mmmmmmhh " ucap Tania
Argo mengagguk dia hanya mengecup kecup saja . Setelah nafas Tania sudah mulai tak teratur akhirnya argo melepaskan pelukannya dia mengecup pipi kedua keponakan nya itu
" Istrirahat lah " ucap argo sambil mengelus kepala Tania
Tania mengagguk dia melambaikan tangannya saat argo sudah keluar dari kamar Tania
" Abang i miss you " bisik Tania
Kamar mereka bersebelahan dengan kamar papa . Jadi Tania hanya berucap bisik bisik takutnya kedengeran
" I Miss you Tania Januar Radani " balas argo
Keduanya tersenyum hingga keduanya sama sama menutup pintu . Tania segera melepaskan semua pakaiannya dia menganti pakaian tidur