FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
42. Cerita Dafa



Saat oppa Bima meminta tolong Dafa untuk panggilkan uncle . Dafa meletakkan ponsel nya dia menaiki tangga untuk mengetuk pintu uncle


Saat pintu terbuka Dafa menaiki ranjang besar milik uncle nya


" Mana oleh oleh nya uncle " pinta Dafa


Argo mengambil beberapa mainan dan juga makanan khas dari sana memang sengaja argo membelikan untuk Dafa . Tania juga memberikan sepatu boot untuk Dafa dan dara


" Ini dari pacar kakak ya . Dari Tante Cantik " ucap argo


Dafa langsung bahagia sekali bahkan dia mencium cium sepatu itu dari Tania


" Memang pacar kakak terbaik "


Argo tersenyum dia merekam Dafa yang sedang mencium sepatu dari Tania dan juga Dafa sedikit ngomong makasih di rekaman itu . Setelah itu argo langsung mengirim kepada Tania


" Uncle di panggil oppa "


Argo mengagguk dia membawa oleh oleh juga ke lantai satu untuk di bagikan . Argo sering banget bulak balik Indonesia Melbourne tapi dia jarang membawa oleh oleh


**


Setelah argo memberikan sepatu itu . Dafa terus mengikuti kemana argo berada . Saat guru private datang pun Dafa sempat sempatnya keluar kamar menanyakan uncle nya mau kemana


Belajar selesai . Dan saat itu juga argo pulang . Entah dari mana dia membawa jajanan dari mini market


Dafa berlari dia menarik kantong kresek itu membuat argo kaget . Dari mana asik Keponakan nya itu


Argo masuk ke kamar Dafa . Di sana juga ada dara yang sedang memainkan makanan kakaknya


" Ini permen pasti buat kakak ya uncle "


" Hem iya . Tapi gak boleh narik narik begitu ya . Jangan di ulangin ya "


Dafa mengagguk


" Maaf ya uncle "


" Iya gapapa . Kakak kan belum tau "


" Kakak itu mau cerita uncle "


Argo membuka beberapa Snack untuk kedua keponakan itu . Memang argo sengaja dari minimarket tadi membeli rokok dan nongkrong di kedai cafe setelah itu pulang berniat memberikan kepada keponakan nya itu


" Kakak sekolah naik sepedah , terus juga kakak sekarang bangun tidur harus merapikan kamar "


" Hebat ! Itu baru laki laki " argo mengangkat jempolnya


Dafa terus berbicara tentang sekolahnya , teman temannya yang Dafa jaihili . Argo hanya tersenyum berbeda saat Dafa sekolah dulu . Dia menjadi pendiam dan di sekolah ini Dafa menjadi ceria dan banyak temen


" Dasar jail ya "


Dafa tertawa terbahak-bahak dia habis menjahili teman nya tadi di sekolah


" Uncle kasih tau ya . Kakak Boleh jail tapi jangan keterlaluan ya . Jangan saat temen lagi berdiri terus kakak menggeser bangku nya . Nanti tulang dia bisa patah . Nanti kakak yang di marahin orang tua dia . Gak cuma Kakak yang di marahin orang tua dia tapi kakak di marahin mama sama ayah . Emang kakak mau di marahin mama sama ayah ? " Tanya argo


Dafa menggeleng kepalanya


" Yaudah . Kalo ada apa apa tentang di sekolah cerita sama uncle ya . Biar uncle kasih tau mana yang boleh kakak jalani dan mana yang gak boleh kakak harus gak jalani "


" Iya uncle "


Tak lama obrolan itu selesai Caca datang membawa susu dan juga vitamin untuk Dafa dan Dara


" Pinter nya minum vitamin " argo mengusap kepala dara saat keponakan nya itu minum susu dan minum vitamin


***


Pagi ini Dafa semangat banget untuk sekolah . Dia gak sabar menaiki sepedah bersama teman temannya saat Caca datang membawa sarapan hujan deras


" Kakak gak mau sekolah " ucap Dafa saat selesai sarapan


Caca dan Dimas langsung diam . Dia mendengarkan alasan Dafa gak mau sekolah itu kenapa


" Yaudah kalo gak sekolah . Hari ini kakak bantu mama bersih bersih . Nyuci baju , masak , siram tanaman , jagain adik nya yang paling penting gak dapat uang jajan seharian " ucap Caca


" Mama gak adil " ucap Dafa


" Gak adil gimana ? Mama kasih kan untuk kakak jajan di sekolah . Kalo kakak gak sekolah berarti mama libur kasih uang jajan nya . Iya kan ? " Tanya Caca


Dafa langsung memakai tas nya dia juga membawa tempat bekal nya . Mencium tangan Caca kasar dan juga ayahnya . Dafa langsung membuang muka saat Caca memberikan uang jajan nya . Sedangkan ayah Bima dan mama Lisa hanya tersenyum melihat mereka pagi pagi sudah drama


Saat supir menyiapkan payung untuk Dafa masuk kedalam mobil . Yang biasanya Dafa melambaikan tangannya kepada adik nya . Dafa langsung menutup pintu nya


Cup


" Emang paling bisa ya kalo masalah ngancam anak " ucap Dimas sambil mencium pipi Caca


" Iyalah . Dafa itu harus di tegaskan . Kalo engak . Dia bisa seenaknya "


" Ya ya ya . Aku serahkan semuanya padamu sayang "


Caca megenggam tangan dara untuk masuk kedalam . Takut nya dara malah masuk angin . Lagi pula mobil yang Dafa naiki sudah keluar dari area rumah


" Ayah suka cara Caca mendidik Dafa . Dia gak kasar tapi tegas " ucap ayah Bima kepada mama Lisa


" Iya . Mama juga . Anak umur segitu pasti pengennya di turutin . Tapi lihat juga situasi nya . Ini hujan masa iya tetep mau naik sepedah "


Keduanya berceramah membahas apapun hingga dara datang membawa sereal berisi susu


" Ini sudah ketiga kalinya adek makan . Belum juga kenyang . Astaga " ucap ayah Bima


Dara tersenyum . Dara memang suka makan . Tapi lihat lah badan nya sama sekali kurus . Dara mirip dengan Caca dia suka sekali makan . Kalo dara suka dengan makanan itu pasti dia akan berkali kali makan . Dara juga pemilih makanan


Berbeda dengan Dafa . Dafa apapun dia makan tapi kalo ngeliat adik adiknya sedang sibuk dengan makanan yang belum dia bagi . Pasti Dafa akan jahil membuat adik ya menangis dan makan yang adik adik nya pegang


" Kamu kasih vitamin apa sih ca sampai dara itu makan lagi makan lagi " ucap mama Lisa saat Caca datang membawa cake tape kesukaan ayah mertuanya dan suaminya


" Caca kasih vitamin penafsu makan . Biar badan dara seperti Dafa . Gendut biar enak di cium nya "


Ayah dan mama tersenyum keduanya mengecup pipi dara


" Aku ke atas dulu yah ma, mau siapin baju Dimas "


Pelan pelan Caca menaiki tangga karena baru saja di pel oleh mbak


" Sini " pinta Dimas kepada Caca untuk membaring


" Gak mau . Aku mau siapin kemeja kamu . Ini udah jam berapa nanti telat "


" Mau masuk jam berapa pun . Aku ini tetap bos nya "


" Hemm . Iya bos Dimas"


" Ayo dong sayang sini . Aku pengen di peluk " Dimas merentangkan kedua tangannya supaya Caca mau mendekat


Akhirnya Caca berjalan dia memeluk Dimas yang sedang berbaring


" Lagi nonton apa ? " Tanya Caca


" Yang , setelah Dafa liburan sekolah . Kita ke Australia yuk "


" Yuk , tumbenan lagi liat video masak masak . Kenapa dengan suami ku ini ? Hem ? Mau di masakin apa cintaku "


" Pengen makan rendang daging dong yang buat nanti malam . Pasti enak yang . Pake sambel hijau biar di masakan Padang gitu" pinta Dimas


" Hemm yaudah iya . Lagi pula aku juga bosan tau tiap hari apa yang di masak . Dan aku suka seneng kalo kamu request masakan . Jadi aku gak bingung "