
Sore harinya argo menempati janjinya setelah mengantar Tania kembali pulang dan sekalian makan di rumah calon mertuanya . Akhirnya argo kembali ke apartemen putri
Argo juga mencari di google makanan apa yang bagus untuk ibu hamil dan untuk calon bayi nya
" Kamu baru bangun tidur ? " Tanya argo saat sudah sampai di unitnya
" Iya . Ngantuk "
Argo tersenyum dia mengecup kening putri . Lalu masuk kedalam meletakkan makanan yang dia bawa
" Makanlah dulu . Aku tahu porsi ibu hamil itu cepat lapar "
Putri menyiapkan minum untuk argo juga dirinya . Argo membuka makanan laku dia menyuapi putri
" Gimana pekerjaan kamu " tanya putri
" Lancar , baik "
" Baguslah "
" Iya " jawab argo
Menyuapi lagi sampai bener bener habis dan bersih . Setelah minum dan sudah kenyang putri mengangkat tangan argo . Dia mulai memijitkan
" Kamu pasti capek ? Aku nyusahin ya ?"
" Siapa bilang ? Engak kok . Sama sekali gak nyusahin . Cuma aku gak nyangka aja bisa memiliki calon bayi . Aku akan menjadi calon ayah "
Putri tersenyum mesam
" Udah jangan di pijitin lagi . Nanti malah kamu yang capek "
Argo mengambil remot tv dia mengangkat kaki nya selonjoran di atas meja . Begitu juga dengan putri . Dia mendekat dan memeluk argo
" Kamu beneran uang nya masih banyak yang aku kasih ? " Tanya argo sambil merangkul putri
" Iya . Masih banyak . Kenapa ? "
" Gapapa tanya aja "
Saat Putri memeluk perut argo . Tiba tiba sih Joni argo bangkit . Hal itu membuat putri segera melepaskan
" Sial ...."
Argo segera masuk kedalam kamar mandi . Argo gak mungkin berhubungan putri . Karena dia belum yakin anak yang di kandung putri anaknya . Bisa aja putri licik dan akhirnya setelah berhubungan . Putri akan mengakui itu anak argo
Cukup lama argo di dalam kamar mandi . Sampai akhirnya dia mandi di dalam dan meminta handuk kepada putri
" Tadi hp kamu berdering " ucap putri
Argo mengambil ponselnya di atas meja . Melihat beberapa panggilan dari Tania
( Halo sayang )
Putri menatap argo dari belakang . Sangat romantis sekali pikirnya . Berjalan mendekati argo . Putri duduk di atas pangkuan argo dia mengeringkan rambut argo dengan handuknya
" Aku harus pulang . Besok aku kesini bawa sarapan "
Putri menggeleng kepalanya
" Aku bisa masak . Aku janji besok akan sarapan "
Argo memeluk putri dia juga mengusap punggung wanita itu
" Yasudah . Lebih baik memang masak dari pada beli di luar takut nya kurang sehat . Kapan kapan bisa dong aku cicipin masakan kamu "goda Argo
" Boleh "
" Besok malam ya . Aku mau makan malam dengan kamu "
Putri mengagguk
" Kamu suka makanan apa ? "
" Aku sih apa aja suka , tapi terserah kamu mau masak apa . Aku bukan tipe pria pemilih makanan kok . Asalkan ada sambel nya " argo tekekeh
" Ok "
Argo melepaskan pelukannya lalu dia segera mengambil kunci mobilnya tak lupa argo mengecup bibir putri . Membuat putri terkejut
" Hati hati "
" Iya . Kamu jangan tidur malam malam "
**
Selama perjalanan argo mencari cari cilok yang Tania mau . Beberapa tahun tinggal di luar negeri , sudah biasa dengan keju dan susu juga yogurt. Kembali ke Indonesia beberapa bulan lalu malah yang di cari cilok
Setelah mendapatkan cilok. Akhirnya Argo langsung pergi menuju rumah kekasih nya
" Terima kasih Abang "
Muach
" Di dalam ada siapa ? " Tanya argo
" Gak ada siapa siapa . Ada pembantu doang . Abang mau masuk ? "
Argo menggeleng kepalanya
" Kalo ada mas sama Dinda . Baru aku berani masuk . Kalo gak ada siapa siapa mending aku di disini aja . Makan di mobil aja sayang . Aku capek berdiri "
Tania mengagguk dia ikut masuk kedalam mobil
" Sumpah enak banget bang . Bang terima kasih ya " ucap Tania lagi
" Iya sayang " jawab argo
" Oh iya . Kamu jadi kan ngelamar aku ? Dikit lagi papa pulang loh "
Argo mengagguk
" Bang apa sebaiknya nya cari cari rumah . Yang cocok buat kita . Bukannya kita sudah mapan . Jadi sebaiknya kita membeli rumah dari pada harus numpang . Tapi terserah Abang aja sih kalo mau tinggal disini gapapa . Lagi pula papa gak akan ngelarang . Malahan senang anaknya tinggal disini "
" Masalah itu . Abang tenang aja . Mas Rifky itu baru beli tanah di belakang . Niatnya mobil yang jarang di pakai sama motor mas Aldo juga mas Rifky itu mau di pindahin . Jadi mobil yang di taruh sini itu yang biasa di pakai " jelas Tania
" Tetap aja sayang , aku kan mau bebas nanti di rumah berdua sama kamu . Kita merawat tanaman . Terus kamu dasteran . Dan aku kainan . Terus kamu masak di dapur tiba tiba aku peluk kamu sambil berucap kamu masak apa " argo tersenyum membayangkan indahnya berumah tangga dengan Tania
" Kamu kebanyakan melihat kak Caca sama kak Dimas ya . Makanya bisa berpikiran seperti itu "
" Jangan salah . Mas mu juga . Walupun mas mu itu hanya bisa tersenyum kalo ngomong apa adanya . Dia itu kalo sama diva . Mas mu itu bucin "
" Seperti Abang bucin sama Tania kan ?"
" Mana ada . Kamu tuh yang bucin "
Tania melebarkan matanya
" Hei . Mana ada ya . Ingat saat aku ngambek . Abang nyusul ke Melbourne cuma minta maaf setelah itu kembali ke Indonesia . Abang yang bucin "
" Kamu masih ingat aja ya Tania " ucap argo menggeleng kepalanya tak percaya
" Kamu lupa , IQ di atas 100 "
Argo tersenyum dia megenggam tangan Tania " aku lupa . Kalo kekasih aku itu jenius "
" Jangan gitu Abang . Ada yang lebih pintar dari aku "
" Ya ya ya . Kamu selalu merendah sayang "
Cup
" Jangan sering sering makan itu ya . Papa kamu ngeliat makan gituan . Aku yang di marahin "
" Hem iya " jawab Tania
Mereka terus mengobrol membahas pekerjaan dan kegiatan yang tadi mereka jalani
" Tidurlah. Besok aku jemput . Aku akan sarapan disini sama kamu dan sama mas juga " ucap argo
" Abang jangan tidur malam malam . Kurangin ngerokok nya . Gak baik tau gak "
" Astaga di marahin dong , iya iya Abang kurangin . Selamat tidur cantik "
" Selamat tidur "
Tania melambaikan tangannya saat pintu gerbang sudah di tutup oleh penjaga rumah . Setelah itu argo langsung menyalakan mobilnya
Drtt....
Argo merogoh ponselnya
Baim
( Halo bro . Dimana bro )
( Di jalan mau pulang nih . Kenapa bro )
( Datang ke bar lah bro . Butuh bantuan nih bro )
( Ok bro . Tunggu 10 menit ya )
( Makasih bro )
( Iya ) jawab argo
Argo menaruh ponselnya kembali . Dia kira Tania yang menghubungi ternyata temannya
Sampai di tempat bar . Argo menganti kaos . Untungnya mobil itu menjadi rumah kedua argo . Dia selalu membawa kemeja dan celana juga kaos untuk menjaga jaga seperti saat ini . Gak sempat pulang tapi Menganti baju di dalam mobil
Tak lupa dia memakai parfum supaya lebih percaya diri . Argo langsung masuk kedalam . Dia mencari teman nya itu
" Minum bro "
Argo mengagguk dia memesan jus jeruk . Lagi gak pengen minum anggur merah
" Gini bro , gue ada urusan keluarga . Boleh gak bro gue minjam uang . Nanti akhir bulan gue ganti "
" Berapa ? "
" 5 miliar "
Argo tersenyum
" Uang dari mana segitu . Gua gak punya bro . Emangnya buat apa sih bro " tanya argo
" Biasa bro . Masalah keluarga "
Argo mengagguk saat minuman datang argo langsung meminumnya
" Gue pusing bro . Pinjam sama sini gak ada yang bisa bantu gue. Temen pada hilang semua di saat gue butuh bro "
" Gue kasih 500 juta . Gak usah ganti bro" ucap argo sambil merangkul temannya itu
" Yang bener bro . Kalo gitu terima kasih bro "
Argo mengagguk . Setelah beberapa kali meneguk cewek cewek pada datang menghampiri argo
Ada yang terang terangan menyentuh argo . Ada juga yang mencium argo
" Ada yang cantik nih bro . Gak mau di sikat ? "
Argo mengeluarkan ponselnya dia berikan foto Tania
" Ada wanita yang harus gue jaga "
Baim tersenyum
" Yaudah nanti gue kabarin . Gue balik dulu . Gak enak udah malam bro . Nanti cewek gue tanya tanya pasti . Dia terlalu posesif "
" Iya bro . Makasih bro sebelumnya"
" Iya santai " jawab argo sambil tersenyum