
Setelah kepulangan papa rayhan dan mama Indri . Saat makan malam berkeluarga
Papa rayhan bertanya mengenai kelanjutan Tania di Monash University . Tania juga terkejut kok papa nya bisa tahu Tania mendapatkan beasiswa disana . Gak taunya papa juga mendapatkan email dari pihak kampus Tania di Melbourne
" Pah . Sebenarnya aku itu diterima UI juga . Tapi aku memutuskan untuk di UI Karana aku mau sama papa dan mama dekat . Sudah cukup 7 tahun aku disana sendiri pah . Aku mau di Indonesia "
Papa rayhan menatap Tania
" Gini loh Tania . Papa tahu kamu mau dekat dengan keluarga . Bukannya papa membandingkan universitas . Disana itu kamu terjamin . Papa bisa bantu untuk kamu pergi kesana . Papa belikan apartemen dan kendaraan disana . Gak perlu kamu pinjam pinjam lagi kendaraan sepupu papa "
" Pah "
" Papa mau kamu kuliah disana " ucap papa rayhan membuat Tania , Aldo , Rifky menunduk
" Papa kasih kesempatan beberapa bulan untuk disini melanjutkan pekerjaannya setelah urusan kampus disana masuk . Kamu kembali kesana " tegas papa rayhan
" Baik pah " jawab Tania menahan tangisannya
Seketika makan malam menjadi bad mood . Tania bener bener gak habis pikir dengan pikiran papanya . Bisa aja Tania melawan . Tapi Tania bener bener takut . Takut papa bermain tangan dengan kedua mas nya
Setelah makan selesai Tania langsung masuk kamar tanpa menegur siapa pun . Tania masuk kamar dan langsung menangis sejadi jadinya
Harapan Tania untuk menikah di tahun ini tertunda . Karena harus melanjutkan pendidikan S2 . Tania kesel . Kesal kenapa menjadi orang yang sangat pintar , jenius. Tania pengen jadi orang yang biasa tanpa di atur orang tua nya
Drt...
Panggilan dari argo . Tania langsung mematikan ponselnya dia bener bener engak mau di ganggu hingga beberapa menit kemudian tangis sudah reda . Akhirnya Tania mengambil buku bisnis. Dia membacanya
***
Argo tersenyum pagi ini dia sudah berada di rumah Tania . Membawa bunga dan juga buket coklat kesukaan Tania
" Good morning " ucap argo sambil tersenyum
" Hemm "
Tania mengambil dua hadiah dari argo . Lalu dia masuk kedalam rumah
" Pah , mah ada Abang " ucap Tania
Argo menduduk dia mendekati dan menyalami kedua calon mertuanya
" Gimana pah mah . Liburan nya ? " Tanya argo basa basi
Mama dan papa cerita banyak setelah 3 Minggu pindah pindah negara . Begitu senang karena papa berbicara dengan orang yang lebih dewasa dari pada anak anaknya
" Ayo ikut sarapan go . Mantap nih sarapan disini itu ala ala bule gitu . Makan pake roti dan kacang hijau . Menu hari ini roti dan kacang hijau biasanya nasi goreng go "
Argo hanya tersenyum dia menatap Tania sedang murung . Sarapan tanpa berbicara sudah biasa
Sampai akhirnya selesai makan Tania kembali ke atas bersiap siap pergi ke kantor . Setelah sudah tampil cantik dengan pakaiannya juga riasan sedikit di gulungkan rambut nya ke dalam menambah 50 % kecantikan Tania bertambah
" Aku berangkat dulu pah mah " ucap Tania
" Gak bawa mobil lagi ? " Tanya papa
" Lagi males bawa mobil . Makanya aku suruh Abang kesini . Duluan ya pah mah . Assalamualaikum "
Argo mencium tangan dan juga segera pamit . Selama perjalanan itu pula Tania hanya diam melamun
" Lagu kesukaan kamu tuh " argo membuka keheningan di dalam mobil saat mendengarkan radio
Memutar lagu imagination - Shawn Mendes
Tania hanya tersenyum lalu dia kembali murung lagi . Hal itu membuat argo bertanya tanya . Argo juga menarik baru Tania untuk dia rangkul
" In my dreams, you're with me
We'll be everything I want us to be
And from there, who knows?
Maybe this will be the night that we kiss for the first time
Or is that just me and my imagination? (Whoa, oh) "
Hanya argo yang bernyanyi Tania tetap murung dia juga melingkarkan tangannya di pinggang kekasih nya itu
Cup
Saat sampai di parkiran pintu Tania di buka kan oleh petugas
" Nanti siang aku ada meeting sama clien. Jadi malam aja kita makan bareng . Atau keluar juga boleh . Gimana sayang ? "
" Nanti kamu kabarin aja ya "
Argo mengagguk saat Tania mau keluar argo menahannya
" Kamu lagi kenapa ? "
" Aku ? Gapapa . Mungkin lagi capek aja"
Argo mengagguk " yaudah , jangan capek capek bekerja kan sudah di bantu Raka . Jangan lupa makan siang walupun aku jarang ngabarin kamu karena aku juga sibuk "
" Iya "
" Yaudah aku berangkat , sini cium dulu "
Tania mendekati dia mengecup bibir argo setelah itu dia keluar dan melambaikan tangannya saat mobil kekasihnya itu segera berjalan
**
" Ada pertanyaan lagi ? " Tanya argo kepada karyawan karyawan nya
Mereka terdiam
" Saya rasa semuanya cukup ya "
Drt ...
Argo merapikan laptop nya saat itu juga ponselnya berdering
( Iya halo )
( Argo , aku pengen makan ramen )
( Oh gitu . Masih ada kan uang nya ? )
( Bukan gitu . Em . Em )
( Apa ? Ngomong aja )
Segera argo keluar dari ruang meeting sambil menghubungi putri
( Aku pengen makan nya disana temani )
Argo melihat jam di tangannya . Dan memang sudah waktunya untuk makan siang
( 10 menit aku sampai sana . Tunggu ya .aku baru selesai meeting )
( Iya sama sama , aku tutup dulu )
Argo mematikan ponselnya menaruh di meja kerjanya , setelah itu memakai merapikan kemeja lagi supaya tetap rapi tak lupa memakai parfum dan merapikan rambut
" Ganteng banget , pasti Tania bangga nih punya pacar ganteng " ucap argo di depan cermin
Argo segera keluar dari restoran menuju parkiran . Berjalan ke kediaman putri untuk menjemputnya
" Semalam aku takut kamu marah karena perut aku keram lagi tiba tiba " jelas putri
Argo tersenyum dia mengelus kepala putri . Entah kenapa argo jadi suka mengelus kepala wanita . Rasanya dia ingin wanita itu menjadi nyaman
" Adek mau makan mie ya ? Sebentar lagi papa akan turutin maunya adek . Makan yang banyak ya biar kamu sehat dan mamanya juga sehat " argo berucap sambil mengelus perut putri yang sudah buncit
Mereka tiba di dalam mall. Argo menggandeng tangan putri untuk hati hati masuk karena ini sudah jam istrirahat kantor . Mall tiba tiba menjadi ramai
Keduanya memilih makan yang sama . Sambil menunggu itu juga argo terus di hubungi oleh rekan kerjanya
Di tempat lain Tania juga berada di mall yang sama dengan diva . Keduanya janjian untuk memakan restoran Jepang
" Sudah kenyang kan ? Mau makan apa lagi ? " Tanya argo setelah putri selesai membayar makanannya
Putri menggeleng dan akhirnya mereka segera keluar
" Aku kenyang banget "
" Oh ya kamu harus minum vitamin . Aku punya recommend buat kamu . Kalo mau Ayuk kita beli disini . Mumpung lagi sama aku "
Putri mengagguk melihat toko yang ada obatnya . Argo langsung mengarahkan tangganya ke atas
Mereka saling merangkul satu sama lain . Tanpa sadar juga argo mengelus perut Tania . Dia bener bener gemesh sama ibu hamil yang satu ini rasanya ingin argo belai siang ini juga
Tapi argo tetap dengan pendirian nya dia ingin tahu siapa ayah dari anak ini . Argo yakin pelan pelan pasti akan terungkap . Tunggu saja tanggal mainnya
" Yang ini baby ? "
" Bukan , yang ini kamu belilah 3 karena itu bagus untuk ibu hamil "
Putri mengagguk dia memasukan ke keranjang di ikuti oleh argo yang diam diam tanpa ba bi Bu dia memasukan vitamin lainnya untuk putri
Drt...
Tania
( Abang ada dimana ? )
( Di kantor , kenapa ? )
( Ga . Gapapa . Nanya aja . Ada di kantor ? )
( Iya sayang . Aku ada di kantor , baru aja selesai meeting )
( Oh gitu . Di kantor harus banget ya pelukan di eskalator )
Muka argo langsung panik dia melepaskan pelukan di pinggang putri . Lalu dia menoleh ada diva dan Tania dengan tatapan marah
Saat sudah turun dari eskalator Tania bener bener marah sama argo . Begitu juga adik nya . Diva benci banget sama pelakor karena diva merasakan beberapa kali dengan argo . Dan lagi lagi wajah pelakor itu merasa tak bersalah banget
Berkali kali Tania menampar wajah argo membuat mereka mencuri perhatian . Tania juga berteriak kalo kekasihnya itu sedang selingkuh . Tania gak tanggung tanggung mempermalukan mereka berdua
Biarin harga dirinya jatuh . Seengaknya Tania bisa mengeluarkan uneg uneg nya . Muka wanita itu bener bener di tutup oleh tangan argo . Argo sangat mengkhawatirkan mental putri karena sedang mengandung
Tania dipisahkan oleh orang orang yang berkunjung disana. Rasa kesal, emosi, tangis semua Tania rasakan
" Dasar brengsek !!!" Tania menujuk di muka argo yang dari tadi berusaha untuk bicara tapi Tania terus mengeluarkan emosinya
Diva menarik tangan Tania untuk menyudahi . Liat aja di rumah . Diva akan lebih ngamuk dari pada Tania saat ini
Hiks hiks hiks
Tania menangis di pelukan kakak iparnya itu . Diva paham gimana rasanya di selingkuin . Sakit banget
" Abang brengsek, aku benci sama Abang . Hiks hiks hiks . Dasar pembohong. Gak ada bedanya sama mas hiks hiks hiks "
Diva terus mengelus kepala Tania untung nya tinggi mereka hampir sama tapi sedikit lebih tinggi Tania
Sedangkan di dalam mobil putri masih memeluk argo . Putri sangat shock dengan keadaan seperti itu apalagi di lihat dari satu mall
" Hei berhenti menangis . Aku gapapa . Yang kenapa kenapa itu anak kita . Dia pasti sedih mamanya menangis "
Argo terus mengelus perut putri yang di baluti dengan kain
" Seperti nya kamu akan lelah kalo menangis terus . Aku antar pulang biar kamu bisa istirahat "
Putri mengagguk dia melepaskan pelukan dan ponsel argo bener bener berisik banget dari tadi terus berdering . Hanya yang putri tahu yang memanggil nya . Yaitu diva
" Sudah sampai sini aja . Kamu kembali ke kantor . Makasih " Putri memeluk argo saat mereka telah sampai di unitnya
Cup
" Hati hati " ucap putri saat argo mengecup pipinya
Argo merogoh kantong dia memanggil diva di telpon nya
( Dasar gak tahu diri, brengsek , bejat ! Kamu gak akan pernah berubah! Gak akan bisa ! Semua cowok sama aja !! Gak ada bedanya kamu sama pria pria yang telah menyakiti aku )
( Tania ) panggil argo
Huh !
Argo mengusap wajah kasar
( Kamu harus dengar aku dulu )
( Buat apa aku dengar penjelasan kamu . Kamu memang gak pernah berubah . Kamu playboy , kamu brengsek kamu gak pernah puas dengan satu perempuan . Beruntungnya sebelum kita menikah sudah ketahuan sifat asli kamu . Aku menyesal kenal sama kamu )
Bug
Argo memukul dinding di lorong apartemen itu
( Tania , wanita itu hamil )
Hiks hiks hiks
( Setelah kamu hamilin wanita itu . Kamu masih mau ngajak aku nikah . Gak ada otak ! )
( Tania dia... )
Tut ....
" Ban*sat !!! " Argo memukul dinding lagi dia juga membenturkan kepalanya di dinding
Hiks hiks
Argo mengusap matanya , argo sangat sakit hati saat Tania bilang dia menyesal mengenal nya