FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
40. Mandirinya Dafa



Semalam Caca sudah mengajarkan Dafa untuk merapikan kamar . Caca juga sudah bilang sama Dafa mulai sekarang Dafa yang harus merapikan kamar setiap pagi dan sore ketika Dafa pulang sekolah


" Jangan ada yang ketinggalan loh kak . Mama gak mau antar ke sekolah ya "


" Udah semua maa. Kemarin ayah bantu kakak "


Caca mengagguk dia segera turun . Karena Dafa sekolah pagi . Dia terlebih dahulu untuk sarapan . Biasanya Dafa itu di temani oleh ayah bima saat sarapan . Karena Caca merapikan kamarnya


Tapi karena kamar sudah rapi begitu juga Dafa sudah merapikan sendiri . Caca sibuk menyiapkan bekal untuk Dafa sekolah


Bekal satu tak cukup jadi Caca membawa bekal dua yaitu roti dan Nasi lauk . Dafa itu seperti Dimas saat masih sekolah . Dia butuh dua bekal karena Dafa tipe yang gampang lapar . Walupun Caca berikan uang jajan tapi Dafa lebih baik di tabung


Karena Caca selalu mengajarkan Dafa kalo mau beli sesuatu harus di tabung . Walaupun kadang itu anak tanpa sepengetahuan Caca dia meminta sama ayah Bima untuk membeli mainan di sekolah dan uang dari Caca malah di tabung . Tinggal nanti ayah Bima aja yang ngadu kepada Caca


Caca hanya tersenyum . Dia cukup tahu aja tanpa Caca marahin . Karena ayah Bima yang bilang kepada Caca . Biarkan aja Dafa begitu . Lagi pula gak setiap hari kok . Hanya jarang jarang aja


Tak lupa memakai peci . Karena ini hari Jumat, di sekolah Dafa mengadakan pengajian di hari Jumat


" Aku berangkat dulu opa , Oma " Dafa mengecup pipi Oma opa nya itu


Dia segera keluar di antar oleh mama Caca . Hari ini Dafa membayar SPP sekolah jadi Caca harus kesana untuk membayarnya


" Maa boleh gak kakak bawa sepedah ke sekolah . Jadi kakak gak di antar lagi"


" Nanti hilang engak sepedanya ? "


" Engak maa. Temen kakak yang rumah di belakang itu naik sepedah . Dia ngajak kakak untuk naik sepedah ma . Boleh engak maa ? "


" Nanti kakak tanya ayah aja ya . Mama sih terserah ayah "


Dafa mengagguk . Sampai di sekolah Caca memarkirkan motornya mengantar Dafa sampai kelas . Dan Caca ke ruangan TU untuk bayar SPP


Caca demen banget kalo antar Dafa ke sekolah karena dia bisa jajan . Caca masih sama seperti dulu dia suka jajanan di depan sekolah . Saat Caca lagi membeli susu kedelai . Dafa keluar dia meminta mamanya untuk belikan Dafa juga


" Sudah sana masuk . Dikit lagi bel. Jangan sampai guru kamu marah karena telat loh kak " ucap Caca


Dafa mengagguk dia mengecup pipi mamanya dan berlari ke dalam sekolah lagi


" Anak bujang sudah besar . Tahun depan kelas 5. Dua tahun lagi udah SMP . Kenapa cepet banget besarnya . Arghhh . Dimas aku harus hamil lagi . Aku mau anaknya cowok " batin Caca saat Dafa sudah menghilangkan dari penglihatan Caca


Caca cukup banyak membawa jajanan dari sekolah . Dan satu . Dia membawa jajanan kesukaan ayah mertuanya . Kue pasar


Keduanya tengah asik nonton di ruang keluarga lantai dua. Sambil makan cilok yang Caca beli di sekolah Dafa tadi


" Dim . Tadi Dafa bilang sama aku . Dia mau naik sepedah kesekolah . Dia gak mau di antar lagi karena temen yang rumah di belakang itu suka ngajak Dafa berangkat bareng tapi naik sepedah . Menurut kamu gimana ? " Tanya Caca


" Gapapa , naik sepeda aja . Aku gak masalah "


" Bukan gitu dim . Aku takut Dafa jatuh "


Ck !


" Biarlah Dafa naik sepedah . Dia ingin mandiri . Bukannya kamu mau anak kamu jangan tergantung orang tuanya?"


" Iya tapi ...."


Dimas menunjuk bibir Caca


" Yaudah . Aku terserah kamu aja . Kamu ayah nya " ucap Caca


" Hemm"


***


Saat ini Tania sedang mengantar argo kepusat oleh oleh . Besok niatnya argo kembali ke Indonesia setelah 2 minggu bersama Tania


Tania bener bener sedih dia sudah nyaman banget ada kekasih nya itu disini


" Kayanya ini cocok buat kak Caca sama kak diva " ujuk Tania ke kalung berlian


Argo melihat harganya . Argo menarik tangan tania untuk keluar dari toko itu


" Kamu kenapa ? "


" Aku gak ada uang Tania . Kita cari yang lain aja " ajak argo


Tania mengagguk dia keliling lagi ke pusat oleh oleh itu . Hingga akhirnya mereka masuk ke toko yang banyak pilihannya


Saat argo dan Tania sudah memilih . Argo langsung memberikan uang nya itu kepada Tania


" Aku ke toilet dulu ya . Kamu tunggu disini "


Tania mengagguk . Argo segera keluar dari toko itu . Dia kembali ke toko berlian . Niatnya argo ingin melamar Tania di gedung Opera sydney


" Udah Tania ? " Tanya argo baru datang


" Udah! Kamu mau beli apa lagi ? Atau udah cukup "


" Sepertinya cukup Tania . Yuk kita jalan jalan lagi " ajak argo


Tania mengagguk dia membawakan oleh oleh untuk keluarga di Indonesia sedangkan argo dia memeluk pinggang Tania segera keluar dari pusat oleh oleh itu . Mereka menaiki mobil dan berjalan jalan


Tiba lah mereka di Sydney . Tania mengajak argo untuk membeli yang hangat hangat salju semakin lebat membuat mereka sangat kedinginan


" Kalo malam kita kesini sama anak anak . Pasti mereka senang melihat lampu lampu "


" Iya bener " jawab Tania


Argo segera berlutut lalu dia mengeluarkan cincin nya


" Will you marry me ? " Tanya argo membuat Tania terkejut


" Abang ! "


" Answer me "


" I said yes " ucap Tania


Argo tersenyum dia melingkarkan cincin di jari Tania . Mereka segera pelukan . Sayangnya momen ini tak di rekam


" Aku serius untuk mengajak kamu menikah . Aku tunggu dua atau tiga tahun lagi . Aku akan tetap setia sama kamu " jawab argo meyakinkan Tania


Mereka akhirnya berciuman dan berpelukan . Tania sedih besok argo sudah kembali ke Indonesia