
Semalam Caca sudah mengajarkan Dafa untuk merapikan kamar . Caca juga sudah bilang sama Dafa mulai sekarang Dafa yang harus merapikan kamar setiap pagi dan sore ketika Dafa pulang sekolah
" Jangan ada yang ketinggalan loh kak . Mama gak mau antar ke sekolah ya "
" Udah semua maa. Kemarin ayah bantu kakak "
Caca mengagguk dia segera turun . Karena Dafa sekolah pagi . Dia terlebih dahulu untuk sarapan . Biasanya Dafa itu di temani oleh ayah bima saat sarapan . Karena Caca merapikan kamarnya
Tapi karena kamar sudah rapi begitu juga Dafa sudah merapikan sendiri . Caca sibuk menyiapkan bekal untuk Dafa sekolah
Bekal satu tak cukup jadi Caca membawa bekal dua yaitu roti dan Nasi lauk . Dafa itu seperti Dimas saat masih sekolah . Dia butuh dua bekal karena Dafa tipe yang gampang lapar . Walupun Caca berikan uang jajan tapi Dafa lebih baik di tabung
Karena Caca selalu mengajarkan Dafa kalo mau beli sesuatu harus di tabung . Walaupun kadang itu anak tanpa sepengetahuan Caca dia meminta sama ayah Bima untuk membeli mainan di sekolah dan uang dari Caca malah di tabung . Tinggal nanti ayah Bima aja yang ngadu kepada Caca
Caca hanya tersenyum . Dia cukup tahu aja tanpa Caca marahin . Karena ayah Bima yang bilang kepada Caca . Biarkan aja Dafa begitu . Lagi pula gak setiap hari kok . Hanya jarang jarang aja
Tak lupa memakai peci . Karena ini hari Jumat, di sekolah Dafa mengadakan pengajian di hari Jumat
" Aku berangkat dulu opa , Oma " Dafa mengecup pipi Oma opa nya itu
Dia segera keluar di antar oleh mama Caca . Hari ini Dafa membayar SPP sekolah jadi Caca harus kesana untuk membayarnya
" Maa boleh gak kakak bawa sepedah ke sekolah . Jadi kakak gak di antar lagi"
" Nanti hilang engak sepedanya ? "
" Engak maa. Temen kakak yang rumah di belakang itu naik sepedah . Dia ngajak kakak untuk naik sepedah ma . Boleh engak maa ? "
" Nanti kakak tanya ayah aja ya . Mama sih terserah ayah "
Dafa mengagguk . Sampai di sekolah Caca memarkirkan motornya mengantar Dafa sampai kelas . Dan Caca ke ruangan TU untuk bayar SPP
Caca demen banget kalo antar Dafa ke sekolah karena dia bisa jajan . Caca masih sama seperti dulu dia suka jajanan di depan sekolah . Saat Caca lagi membeli susu kedelai . Dafa keluar dia meminta mamanya untuk belikan Dafa juga
" Sudah sana masuk . Dikit lagi bel. Jangan sampai guru kamu marah karena telat loh kak " ucap Caca
Dafa mengagguk dia mengecup pipi mamanya dan berlari ke dalam sekolah lagi
" Anak bujang sudah besar . Tahun depan kelas 5. Dua tahun lagi udah SMP . Kenapa cepet banget besarnya . Arghhh . Dimas aku harus hamil lagi . Aku mau anaknya cowok " batin Caca saat Dafa sudah menghilangkan dari penglihatan Caca
Caca cukup banyak membawa jajanan dari sekolah . Dan satu . Dia membawa jajanan kesukaan ayah mertuanya . Kue pasar
Keduanya tengah asik nonton di ruang keluarga lantai dua. Sambil makan cilok yang Caca beli di sekolah Dafa tadi
" Dim . Tadi Dafa bilang sama aku . Dia mau naik sepedah kesekolah . Dia gak mau di antar lagi karena temen yang rumah di belakang itu suka ngajak Dafa berangkat bareng tapi naik sepedah . Menurut kamu gimana ? " Tanya Caca
" Gapapa , naik sepeda aja . Aku gak masalah "
" Bukan gitu dim . Aku takut Dafa jatuh "
Ck !
" Biarlah Dafa naik sepedah . Dia ingin mandiri . Bukannya kamu mau anak kamu jangan tergantung orang tuanya?"
" Iya tapi ...."
Dimas menunjuk bibir Caca
" Yaudah . Aku terserah kamu aja . Kamu ayah nya " ucap Caca
" Hemm"
***
Saat ini Tania sedang mengantar argo kepusat oleh oleh . Besok niatnya argo kembali ke Indonesia setelah 2 minggu bersama Tania
Tania bener bener sedih dia sudah nyaman banget ada kekasih nya itu disini
" Kayanya ini cocok buat kak Caca sama kak diva " ujuk Tania ke kalung berlian
Argo melihat harganya . Argo menarik tangan tania untuk keluar dari toko itu
" Kamu kenapa ? "
" Aku gak ada uang Tania . Kita cari yang lain aja " ajak argo
Tania mengagguk dia keliling lagi ke pusat oleh oleh itu . Hingga akhirnya mereka masuk ke toko yang banyak pilihannya
Saat argo dan Tania sudah memilih . Argo langsung memberikan uang nya itu kepada Tania
" Aku ke toilet dulu ya . Kamu tunggu disini "
Tania mengagguk . Argo segera keluar dari toko itu . Dia kembali ke toko berlian . Niatnya argo ingin melamar Tania di gedung Opera sydney
" Udah Tania ? " Tanya argo baru datang
" Udah! Kamu mau beli apa lagi ? Atau udah cukup "
" Sepertinya cukup Tania . Yuk kita jalan jalan lagi " ajak argo
Tania mengagguk dia membawakan oleh oleh untuk keluarga di Indonesia sedangkan argo dia memeluk pinggang Tania segera keluar dari pusat oleh oleh itu . Mereka menaiki mobil dan berjalan jalan
Tiba lah mereka di Sydney . Tania mengajak argo untuk membeli yang hangat hangat salju semakin lebat membuat mereka sangat kedinginan
" Kalo malam kita kesini sama anak anak . Pasti mereka senang melihat lampu lampu "
" Iya bener " jawab Tania
Argo segera berlutut lalu dia mengeluarkan cincin nya
" Will you marry me ? " Tanya argo membuat Tania terkejut
" Abang ! "
" Answer me "
" I said yes " ucap Tania
Argo tersenyum dia melingkarkan cincin di jari Tania . Mereka segera pelukan . Sayangnya momen ini tak di rekam
" Aku serius untuk mengajak kamu menikah . Aku tunggu dua atau tiga tahun lagi . Aku akan tetap setia sama kamu " jawab argo meyakinkan Tania
Mereka akhirnya berciuman dan berpelukan . Tania sedih besok argo sudah kembali ke Indonesia