
" Wanita malam " bisik Dimas kepada Caca
Caca menoleh dia memukul dada Dimas
" Enak aja lu ngatain gue wanita malam !"
" Hei , kita keseringan bermain malam . Jadi kamu wanita malam "
" Pria malam " ejek Caca
Dimas tersenyum dia menidih tubuh Caca mengecup bibir istri nya itu
" Dim , anterin aku makan soto ayam yuk aku pengen banget "
" Yuk " ajak Dimas
Keduanya bangkit . Dan keluar menaiki motor nya. Untung aja kedua anaknya itu sedang bermain di rumah diva
Keduanya menikmati malam ini dengan soto ayam langganan saat mereka masih sekolah dulu . Rasanya enak dan sangat ramai pengunjung juga
Setelah Caca membayar . Dimas mengajak Caca untuk berkeliling juga
" Mau apa lagi ca ? Kamu mau jajan apalagi ? " Tanya dimas
" Gak , aku gak mau apa apa lagi . Kita pulang aja "
Dimas mengagguk, Caca mengeratkan pelukannya menaruh dagunya di bahu Dimas . Caca juga jail dia memainkan perut Dimas
Setelah sampai di rumah . Dimas juga bermain hp
" Apa ini ? "
" Buka aja "
Dimas membukanya lalu dia tersenyum melihat testpack di dalam box . Dimas mengangkat wajahnya dia langsung memeluk Caca
" Makasih ya sayang " ucap Dimas
" Aku yang harusnya makasih . Makasih udah nurutin kemauan aku "
Dimas mengagguk dia mengelus perut Caca
" Kamu tepatin janji kamu loh dim . Kamu mau ngasih hadiah kan ke Aldo "
Dimas mengagguk , sudah di pikirkan hadiah untuk adik iparnya itu
***
Pagi harinya Dimas mengajak diva untuk sarapan di sini lagi . Mungkin sudah kebiasaan Dimas saat masih kecil dia sarapan dengan diva tapi semenjak diva keluar dari rumah ini Dimas merasa berbeda
Baru satu suap nasi goreng yang di buat mama Lisa , Caca Langsung menutup mulutnya
Huek
Semua nya pada menoleh kepada Caca . Saat dua suap begitu lagi
Caca segera berlari menuju kamar mandi terdekat
" Kenapa Caca ? Kamu suruh Begadang lagi ? " Tanya mama Lisa
" Orang Caca lagi hamil "
Semua nya melebarkan matanya . Begitu juga dengan diva
" Kak Caca hamil kak ? "
" Hem "
" Dimas istri kamu lagi hamil bukannya di bantu dia sedang mual . Malah kamu diam aja disini " kesel mama Lisa
Dimas akhirnya bangkit dia bersikap santai masuk ke kamar mandi
" Udah mual nya ? Gak usah di lanjut in makan gituan " ucap Dimas
Caca mengagguk . Dia kembali ke meja makan . Dia hanya memakan buah dan sereal dara yang tak habis
Selesai makan Dimas dan mengajak Aldo dan diva untuk ke garasi . Mereka berempat berjalan menuju sana
Dimas mengeluarkan kunci motornya dia memberikan itu kepada Aldo
" Sesuai dengan janji gua . Ini buat lu "
Aldo tersenyum begitu juga dengan diva
" Makasih ya kak , sebenarnya gak kasih hadiah juga gapapa kok " ucap Aldo
Diva langsung mengambil kunci motornya
" Laki laki yang di pegangan omongannya . Mana bisa gak di kasih apa apa iya kan "
Cih
" Ini anak kecil ikut ikutan aja . Yaudah buka itu jok motor nya ada hadiah juga buat diva " ucap Dimas
" Bagus banget kak " ucap diva senang
Diva mengeluarkan kalung yang sangat bagus itu lalu dia menyuruh Aldo untuk memakainya
" Makasih ya kak , emang kakakku paling terbaik"
Diva ingin memeluk Dimas tapi Dimas menahannya " yang beli itu bukan kakak . Tapi Caca . Peluk dia aja "
" Kalo gitu mas Aldo peluk kak Dimas " ejek diva
Aldo ingin menggoda kakak iparnya dia sudah merentangkan kedua tangannya tapi Dimas menahan kepala Aldo
" Gue tampol lu " ancam Dimas
Aldo terkekeh begitu juga dengan diva dan Caca
" Makasih ya kak " ucap Aldo
" Makasih ya kak Caca , kak Dimas tersayang "
Cup cup
" Giliran di kasih manis banget . Coba kalo gak di kasih apa apa . Udah seperti orang musuhan " grutu Dimas
Diva tersenyum dia masih memeluk kakak iparnya itu
" Mama.... Ayah ...." dara
" Bunda ...." Teriak Ken
Anak anak mereka mencari keberadaan orang tuanya . Akhirnya Dimas mengajak untuk masuk kedalam . Dengan wajah kedua adiknya itu berseri seri seperti mendapatkan undian
" Mas bagus ya kalung aku . Dari kakak aku ini "
Aldo tersenyum dia terus memeluk diva
" Iya iya , kamu juga mau kasih hadiah gak sebagai ucapan terima kasih ? "
" Mas mau ? "
Aldo mengagguk
" Mau kasih apa ? "
Aldo tersenyum
***
Beberapa hari berikutnya aldo datang lagi kerumah mertuanya menaiki mobil yang akan dia beri kepada kakak iparnya itu . Karena sudah baik memberikan motor kepada Aldo
Dimas sangat kagum dengan mobil yang di bawa Aldo . Dimas bahkan mengelus mobil keluaran terbaru
" Jangan pegang pegang, ini mahal , kakak gak mampu " ejek diva
Plak
Dimas menepuk body mobilnya . Dimas juga kesel kalo diva bersikap sombong seperti ini
Sedangkan Aldo hanya menggeleng kepalanya , adik kakak kalo ketemu berantem kalo gak ketemu seharian pasti main cari carian . Biasalah
Setelah sarapan selesai . Saat Caca memanggil dara dan Vania di halaman depan Caca melihat mobil yang sangat mewah dan bagus
Caca bisa tahu pasti Aldo mengganti mobil lagi . Enak juga ya kalo punya showroom mobil terus tinggal pilih yang mana yang mau di bawa pulang
Setelah sarapan selesai , Aldo memberikan kunci mobil kepada Dimas
" Apa ini ? " Tanya Dimas bingung
" Buat kakak . Karena kakak sudah kasih hadiah aku motor "
Diva dan Aldo tersenyum . Caca dan Dimas bener bener gak percaya Dimas emang berniat beli mobil tapi nanti setelah rumah orang tua Caca selesai di bangun . Dia akan menabung lagi tapi sekarang . Rezeki memang datang kapan aja
Dimas langsung bangun dari duduknya dia mengucapkan terima kasih kepada Aldo dan diva . Dimas langsung keluar dan melihat mobil mewah milik nya
" Bercanda sultan Jaksel memang beda ya " bisik Caca pada diva
" Hem iya . Terserah suami dah . Yang penting mereka seneng kak "
Caca mengagguk . Saat Dimas menatap Caca, Dimas mengajak istrinya itu untuk mencoba mobil baru miliknya
" Keren kan yang mobil nya . Mobil impian aku ini yang "
" Iya , keren . Tapi beneran Aldo ngasih mobil ke kita ? Apa dia gak rugi dim ? "
" Aldo yang punya showroom . Jelas dia tinggal pilih aja mana yang mau dia bawa pulang . Namanya juga anak sultan . Pasti Aldo gak merasa rugi ca "
" Hem bener . Semoga Aldo dan diva di berikan rezeki yang lancar ya dim "
" Amin "
Dimas terus mengendarai mobilnya mutar mutar . Sampai akhirnya selesai men