FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
53. Panggilan baru



Mmmmhhhh


Caca memukul dada Dimas . Masih sempat sempatnya di saat telat begini ciuman


Mmmmmhhh


" Sakit Dimas .....dasar gendut "


" Gak ngaca lu . Lu juga gendut " kali ini Dimas melepaskan dia mengigit bibir bawah Caca gemes


Mmhmmmmhhh


" Gak ada lembut lembutnya jadi suami . Orang mah kalo mau curi curi di lembutin kek gitu " kesel caca


" Kamu suka lembut atau kasar ? Kemarin bilang nya kasar "


" Ya dua duanya suka , tapi kalo kamu kasarnya di dalam mau mau aja "


Dimas tersenyum lalu dia menoyorkan kening Caca


" Dasar gendut " ucap Dimas


" Buncit "


Keduanya terkekeh


" Gendut "


" Buncit ..."


Dimas menyelengkat Caca sampai istrinya jatuh dan kepalanya terbentur Ujung kasur


" Sakit Dimas , kurang ajar lu ya . Gue lagi hamil anak lu ini . Kalo sampai kenapa kenapa awas aja ! "


" Iya dut "


" Buncit "


" Gendut " ucap Dimas sambil keluar kamar


" Dasar bocah . Ngapain main ngata ngatain "


Saat sarapan Dimas meminta tolong Caca ambilkan ayam di pojok sana


" Paha dut "


Caca menatap Dimas tajam


" Apa sih dut . Mau makan ini "


" Ngapain kamu ngatain aku gendut ? "


Kali ini mama dan ayah menatap Caca dan dimas . Bahkan ayah mengedipkan matanya supaya Dimas ngalah aja karena Caca lagi hamil


" Udah ah aku mau makan "


Tengah asik makan semuanya Dafa datang menyalami semua yang ada di meja makan


" Kakak berangkat dulu ya . Temen kakak udah datang "


Mereka mengangguk memberikan tangan mereka kepada dafa . Caca meninggalkan Sarapan sebentar untuk menemani Dafa keluar rumah bertemu dengan teman teman Dafa


" Kamu itu libur sekolah emangnya kapan sih ? "


" Seminggu lagi katanya ambil rapot Bu " ucap temen Dafa


Caca mengagguk daffa juga mulai pamit menaiki sepedah sepedanya


" Hati hati ya " jawab Caca sedikit teriak


Kembali lagi kedalam rumah melanjutkan makannya . Saat selesai makan diva dan Aldo datang


Mereka membicarakan mengenai liburan sekolah . Aldo juga mengajak mereka dan mertuanya untuk liburan bersama


" Gimana kalo Australia? Disana juga ada Tania . Biar nanti kita liburan disana ? " Ucap Aldo


" Lagi musim salju juga kan ya mas ? " tanya diva


Aldo mengagguk


" Gimana kak ? " Tanya diva kepada Caca dan Dimas


" Sebentar ya . Tunggu Dafa libur sekolah dan pengambilan rapot "


Aldo dan diva mengagguk . Mereka akan menunggu keponakannya itu libur sekolah


" Apa ini kak ? " Tanya diva


Ck !


" Ambil aja gak usah tanya tanya . Itu ayam fillet " ucap Dimas kesel


Diva tekekeh dia ikut duduk sarapan mengambil lauk lauk di dalam piring lalu dia makan


" Itu tadi mbak buat nasi uduk , telur dadar sama bihun . Mas Aldo sama anak anak sampai nambah . Enak sih cuma aku cocokan masakan disini "


" Pake itu nasi goreng kalo lauk aja mana kamu kenyang diva " kali ini Aldo yang protes


Diva tersenyum paksa menatap suaminya


" Iya sayangku, cintaku , my love love "


Cih !


" Jadi gak ***** makan ! Dasar bucin . Pasti tadi malem abis di pake makanya begitu " ejek Dimas


Dimas emang sialan banget kalo ngomong kadang membuat diva kesel dengan ucapan kakaknya itu . Sedangkan Caca sudah terbiasa dengan ucapan dimas. Jadi kadang kalo Dimas kelewatan . Caca akan marah .


Begitu juga dengan argo kalo bercandaan Dimas bisa ngimbangin bercanda nya Argo juga ikut ikutan ejek adik nya yang lucu itu


" Kok kakak tahu , ah pasti tadi malam kak Caca gak ngasih ya . Hahahaha Kasian deh Lo "


Ck ck


" Kalo ketemu berantem , gak ketemu main cari carian" ejek Caca


" Kak , kok kakak mau ya sama kak Dimas . Kak Dimas kan nyebelin "


Dimas langsung merangkul Caca dia juga mencium pipi Caca


" Mau lah , orang gua ganteng, panjang lagi . Putih, bersih "


" Besaran juga mas Aldo . Suami ku " ucap diva tak mau kalah


Caca bangkit dari duduknya begitu juga mama Lisa


" Kalian itu bahas nya aneh aneh aja ya . Udah ah mama mau urus cucu mama dulu "


" Tau nih kakak duluan " elak diva tak mau kalah


Dimas tersenyum kiri dia juga meninggalkan meja makan . Kini hanya ada Aldo dan diva yang menghabiskan semuanya


" Dut..." Panggil Dimas di anak tangga


Caca menoleh dia sedang menyiapkan sarapan untuk dara


" Ke atas bentar dut..."


" Bentar ya , aku urus dara . Sebentar aja" bisik Caca


" Aku tunggu di kamar "


Caca mengagguk dia menuangkan susu di dalam mangkok lalu dia berikan kepada dara


" Adek sama mas juga mau ? " Tanya Caca


Mereka menggeleng kepalanya


" Yaudah , nanti kalo mas sama Vania mau bagi aja ya . Saling berbagi ya dek "


Dara mengagguk. Caca langsung pergi ke kamar atas menemui Dimas


" Apa sayangku ? " Tanya Caca


" Dut pijitin pundak aku "


" Dimas ah .... Jangan manggil aku gitu . Aku gak gendut gendut amat kok "


" Panggilan sayang buat istri tercinta"


Hemmmm


" Terserah kamu deh dim . Aku terima terima aja . Asal jangan manggil wanita malam lagi . Aku cekek kamu ya nanti " ancam Caca


Dimas membalikan tubuhnya menarik tangan Caca yang sedang memegang tangannya . Kini mereka berdua berpelukan dengan posisi Caca di atasnya


" Kamu beneran mau ke Australia ? " Tanya dimas


" Ya maulah . Aku itu belum pernah kesana . Aku keluar negeri baru Singapur sama Mekkah "


" Yaudah kita kesana ya sayang . Nyenengin anak anak sama mamanya . Apalagi disana lagi salju kan . Pasti kamu dan anak anak senang "


" Udah berapa persen rumah jadinya dim ? Aku gak sabar ini . Itu rumah pertama yang aku desain sesuai permintaan aku "


" Kemarin sih 80%. Nanti aku kesana lagi deh . Soalnya tiap hari aku kabar kabaran sama orang sana kan . Butuh apa butuh apa gitu yang" jelas Dimas


Caca mengagguk dia mengangkat wajahnya menghadap Dimas


" Aku sayang banget sama kamu Dimas" bisik Caca


" Aku juga , sayang banget sama kamu "


Keduanya tersenyum , Caca terlebih dahulu mengecup bibir Dimas