
Mmmmhhhh
Caca memukul dada Dimas . Masih sempat sempatnya di saat telat begini ciuman
Mmmmmhhh
" Sakit Dimas .....dasar gendut "
" Gak ngaca lu . Lu juga gendut " kali ini Dimas melepaskan dia mengigit bibir bawah Caca gemes
Mmhmmmmhhh
" Gak ada lembut lembutnya jadi suami . Orang mah kalo mau curi curi di lembutin kek gitu " kesel caca
" Kamu suka lembut atau kasar ? Kemarin bilang nya kasar "
" Ya dua duanya suka , tapi kalo kamu kasarnya di dalam mau mau aja "
Dimas tersenyum lalu dia menoyorkan kening Caca
" Dasar gendut " ucap Dimas
" Buncit "
Keduanya terkekeh
" Gendut "
" Buncit ..."
Dimas menyelengkat Caca sampai istrinya jatuh dan kepalanya terbentur Ujung kasur
" Sakit Dimas , kurang ajar lu ya . Gue lagi hamil anak lu ini . Kalo sampai kenapa kenapa awas aja ! "
" Iya dut "
" Buncit "
" Gendut " ucap Dimas sambil keluar kamar
" Dasar bocah . Ngapain main ngata ngatain "
Saat sarapan Dimas meminta tolong Caca ambilkan ayam di pojok sana
" Paha dut "
Caca menatap Dimas tajam
" Apa sih dut . Mau makan ini "
" Ngapain kamu ngatain aku gendut ? "
Kali ini mama dan ayah menatap Caca dan dimas . Bahkan ayah mengedipkan matanya supaya Dimas ngalah aja karena Caca lagi hamil
" Udah ah aku mau makan "
Tengah asik makan semuanya Dafa datang menyalami semua yang ada di meja makan
" Kakak berangkat dulu ya . Temen kakak udah datang "
Mereka mengangguk memberikan tangan mereka kepada dafa . Caca meninggalkan Sarapan sebentar untuk menemani Dafa keluar rumah bertemu dengan teman teman Dafa
" Kamu itu libur sekolah emangnya kapan sih ? "
" Seminggu lagi katanya ambil rapot Bu " ucap temen Dafa
Caca mengagguk daffa juga mulai pamit menaiki sepedah sepedanya
" Hati hati ya " jawab Caca sedikit teriak
Kembali lagi kedalam rumah melanjutkan makannya . Saat selesai makan diva dan Aldo datang
Mereka membicarakan mengenai liburan sekolah . Aldo juga mengajak mereka dan mertuanya untuk liburan bersama
" Gimana kalo Australia? Disana juga ada Tania . Biar nanti kita liburan disana ? " Ucap Aldo
" Lagi musim salju juga kan ya mas ? " tanya diva
Aldo mengagguk
" Gimana kak ? " Tanya diva kepada Caca dan Dimas
" Sebentar ya . Tunggu Dafa libur sekolah dan pengambilan rapot "
Aldo dan diva mengagguk . Mereka akan menunggu keponakannya itu libur sekolah
" Apa ini kak ? " Tanya diva
Ck !
" Ambil aja gak usah tanya tanya . Itu ayam fillet " ucap Dimas kesel
Diva tekekeh dia ikut duduk sarapan mengambil lauk lauk di dalam piring lalu dia makan
" Itu tadi mbak buat nasi uduk , telur dadar sama bihun . Mas Aldo sama anak anak sampai nambah . Enak sih cuma aku cocokan masakan disini "
" Pake itu nasi goreng kalo lauk aja mana kamu kenyang diva " kali ini Aldo yang protes
Diva tersenyum paksa menatap suaminya
" Iya sayangku, cintaku , my love love "
Cih !
" Jadi gak ***** makan ! Dasar bucin . Pasti tadi malem abis di pake makanya begitu " ejek Dimas
Dimas emang sialan banget kalo ngomong kadang membuat diva kesel dengan ucapan kakaknya itu . Sedangkan Caca sudah terbiasa dengan ucapan dimas. Jadi kadang kalo Dimas kelewatan . Caca akan marah .
Begitu juga dengan argo kalo bercandaan Dimas bisa ngimbangin bercanda nya Argo juga ikut ikutan ejek adik nya yang lucu itu
" Kok kakak tahu , ah pasti tadi malam kak Caca gak ngasih ya . Hahahaha Kasian deh Lo "
Ck ck
" Kalo ketemu berantem , gak ketemu main cari carian" ejek Caca
" Kak , kok kakak mau ya sama kak Dimas . Kak Dimas kan nyebelin "
Dimas langsung merangkul Caca dia juga mencium pipi Caca
" Mau lah , orang gua ganteng, panjang lagi . Putih, bersih "
" Besaran juga mas Aldo . Suami ku " ucap diva tak mau kalah
Caca bangkit dari duduknya begitu juga mama Lisa
" Kalian itu bahas nya aneh aneh aja ya . Udah ah mama mau urus cucu mama dulu "
" Tau nih kakak duluan " elak diva tak mau kalah
Dimas tersenyum kiri dia juga meninggalkan meja makan . Kini hanya ada Aldo dan diva yang menghabiskan semuanya
" Dut..." Panggil Dimas di anak tangga
Caca menoleh dia sedang menyiapkan sarapan untuk dara
" Ke atas bentar dut..."
" Bentar ya , aku urus dara . Sebentar aja" bisik Caca
" Aku tunggu di kamar "
Caca mengagguk dia menuangkan susu di dalam mangkok lalu dia berikan kepada dara
" Adek sama mas juga mau ? " Tanya Caca
Mereka menggeleng kepalanya
" Yaudah , nanti kalo mas sama Vania mau bagi aja ya . Saling berbagi ya dek "
Dara mengagguk. Caca langsung pergi ke kamar atas menemui Dimas
" Apa sayangku ? " Tanya Caca
" Dut pijitin pundak aku "
" Dimas ah .... Jangan manggil aku gitu . Aku gak gendut gendut amat kok "
" Panggilan sayang buat istri tercinta"
Hemmmm
" Terserah kamu deh dim . Aku terima terima aja . Asal jangan manggil wanita malam lagi . Aku cekek kamu ya nanti " ancam Caca
Dimas membalikan tubuhnya menarik tangan Caca yang sedang memegang tangannya . Kini mereka berdua berpelukan dengan posisi Caca di atasnya
" Kamu beneran mau ke Australia ? " Tanya dimas
" Ya maulah . Aku itu belum pernah kesana . Aku keluar negeri baru Singapur sama Mekkah "
" Yaudah kita kesana ya sayang . Nyenengin anak anak sama mamanya . Apalagi disana lagi salju kan . Pasti kamu dan anak anak senang "
" Udah berapa persen rumah jadinya dim ? Aku gak sabar ini . Itu rumah pertama yang aku desain sesuai permintaan aku "
" Kemarin sih 80%. Nanti aku kesana lagi deh . Soalnya tiap hari aku kabar kabaran sama orang sana kan . Butuh apa butuh apa gitu yang" jelas Dimas
Caca mengagguk dia mengangkat wajahnya menghadap Dimas
" Aku sayang banget sama kamu Dimas" bisik Caca
" Aku juga , sayang banget sama kamu "
Keduanya tersenyum , Caca terlebih dahulu mengecup bibir Dimas