
Dimas pikir setelah Dimas berikan service kepada Caca tadi pagi . Dimas akan berbaikan seperti yang biasa mereka lakukan setiap Caca marah
Ternyata engak dong !
Caca habis habisan cuekin Dimas . Begitu juga dengan diva . Sampai Aldo kesel sendiri
" Yang , anaknya mau buat teh . Sekalian sama kopi aku yang " rengek Dimas
Dimas juga ikut ke dapur berkali kali dia menyentuh pinggang Caca tapi Caca menolaknya
" Yang , dih . Buatin sekalian yang "
Caca membalikan tubuhnya dia membawa dua teh manis hangat untuk Dafa dan juga Ken yang saat ini main monopoli di kamar Raka
Saking kesel nya Dimas . Akhirnya Dimas mengajak Caca ke kamar lalu mengunci nya
" Ayo kita berantem hebat ! Kamu keluarin uneg uneg kamu biar hari ini kita selesaikan "
Bukannya Caca menunduk . Caca malah menyibukkan diri merapikan baju anak anak
" Yang ...." Rengek Dimas sambil menghentakkan kakinya
" Aku minta maaf semalam yang . Kenapa sih masih marah sama aku . Gak mungkin nanti malam aku tidur di luar lagi "
Caca bangkit dia masuk ke kamar mandi merapikan alat mandi anak anak . Dimas masih mengikuti nya dia bahkan memeluk Caca walupun istrinya itu menolak
" Ngomong sedikit aja yang . Jangan diemin aku kaya gini . Gak enak dilihat nya yang . Mama nanya sama aku . Aku apain kamu yang . Yang ayolah "
Setelah rapi akhirnya Caca keluar dari kamar mandi . Sengaja Dimas berantakin kamar . Dia melempar bantal . Melempar handuk sembarang
" Aku berantakin koper nih ! " Ancam Dimas
Caca tak peduli dia akhirnya berjalan ke arah pintu hendak mau membuka pintu . Dimas memeluk nya
" Hiks hiks yang . Aku minta maaf "
Caca terdiam . Apa Dimas menangis ? Pikirnya
" Hiks hiks hiks yang jangan begitu . Kalo marah ngomong dikit aja walupun singkat . Jangan cuekin aku yang hiks hiks hiks "
Caca membalikan tubuhnya dia memeluk Dimas menghapus air mata suaminya itu . Caca juga tertawa dan tersenyum dia merasa berhasil banget membuat Dimas kesel
" Hiks hiks hiks yang . Maafin aku yang "
Caca melepaskan pelukan tapi Dimas menahan dia memeluk erat istrinya
" Pukul aku kalo itu membuat kamu tenang . Marahin aku kalo itu membuat kamu tenang . Kamu lagi hamil yang aku gak mau kandungan kamu kenapa kenapa "
Caca terus tertawa melihat Dimas masih menangis
" Enak gak di cuekin ? " Tanya Caca
Dimas menggeleng kepalanya
" Engak yang . Gak enak . Maafin aku "
" Rasain loh . Makanya jangan coba coba main di belakang ya ! Kamu juga jangan coba coba kasih tips ke Raka ! "
Dimas mengagguk dia menghapus air matanya langsung Dimas memeluk Caca
Caca mengambil tissue dia menghapus air mata Dimas dan juga cairan di hidung nya
" Dasar bayi gede "
Dimas tersenyum dia sangat malu menangis di depan Caca hanya karena di cuekin . Dimas menutup wajahnya di perut Caca
Cup
" Lagi yang . Di kening, bibir pipi " unjuk Dimas
" Hehehe . Makasih yang " ucap Dimas kini sudah kembali tertawa
" Rapiin kamarnya . Aku capek capek rapiin kamar . Kamunya malah berantakin "
Dimas langsung bangkit dia mengambil barang yang sudah Dimas lempar jauh . Setelah rapi Dimas mengaca masih terlihat wajahnya sedang menangis . Dimas masuk ke kamar mandi dia mencuci mukanya berkali kali tanpa sabun supaya tak terlihat menangis
Setelah selesai akhirnya Dimas melihat Caca lagi bermain ponsel . Dimas duduk di samping Caca melihat foto foto yang dikirim oleh Raka
" Kirim ke aku dong yang . Buat di jadikan foto profil WhatsApp aku "
Caca langsung mengirim foto yang ada dimasnya . Begitu juga dengan Dimas dia memasangkan foto profil mereka berempat saat di kebun binatang kemarin
" Yang tolong buatin kopi atau teh yang . Aku pengen kamu yang buat "
Caca menaruh ponselnya kembali . Dia segera keluar . Dua duanya keluar kamar membuat kopi dan ikut bergabung dengan mama ayah nya
Dimas hanya mendengar aja ucapan Aldo dan ayah nya . Aldo mengajak lagi nanti liburan bersama ke Paris
Dimas hanya tersenyum membayangkan Dimas dan Caca ciuman di bawah menara Eiffel terus dimas menyatakan cinta
" Lagi ngomongin apa mas ? " Tanya diva baru datang
" Aku lagi bilang sama ayah . Kita liburan lagi nanti ke Paris dua minggu lagi biar liburan nya puas "
Diva mengagguk . Diva semenjak nikah sama Aldo sering banget keluar negeri hanya untuk liburan
" Kapan mas kira kira ? "
" Mungkin pas tahun baruan. Nunggu Dafa sama Raka itu libur "
Diva mengagguk begitu juga dengan mama dan ayah mertuanya
**
Siang harinya Tania datang dia membawa bahan bahan dari rumah dan juga beli di supermarket
Tania sudah call dengan kak Caca . Kalo dia ingin membuat mie ayam di villa . Hal itu membuat Caca setuju karena dia juga ingin makan makanan Indonesia
Di dapur itu hanya ada Tania Caca dan mama Indri . Saling membantu membuat makanan ala Indonesia dan juga ada lebihan ayam yang Tania bawa akhirnya mama Indri membuat somay untuk dinikmati siang ini
Berjam jam berada di dapur . Akhirnya makanan telah jadi . Membuat mereka para orang tua dan juga anak anak sangat senang makanan jadi
" Kamu bisa buat somay ca? " Tanya Dimas
Caca menggeleng
" Aku buatnya mie ayam kalo somay mama Indri yang buat "
" Kirain . Aku pikir kok ini somay enak tumbenan kamu bisa "
Mama Indri tersenyum makanannya di puji enak oleh Caca
" Tante udah bilang sama Caca . Gimana kalo kita buka restoran berdua . Kamu setuju kan dim ?"
Dimas menggaruk kepalanya. Dimas tetep gak setuju Caca membuat usaha restoran
Hal itu membuat mama Indri dan diva juga Tania tertawa. Mama Indri tahu cerita Caca dan diva saat jualan itu . Akhirnya mereka gak dibolehkan lagi jualan
" Udah . Caca ngurus restoran Aldo aja . Jangan juga punya restoran " ucap Dimas membuat semuanya tertawa
Karena dua Minggu tak menyentuh makanan favorit di Indonesia . Mereka sangat sangat ***** sekali dengan mie ayam yang di buat Caca dan Tania juga somay yang di buat mama Indri
Apalagi seneng banget melihat keempat anak anak yang tadi lagi bercanda tiba tiba menjadi hening dan anteng karena mie dan somay
Cuaca dingin disini emang cocok untuk makan yang enak dan juga hangat . Cocoklah mereka makan mie ayam dan somay khas Indonesia