
Dimas bulak balik juga posisi tidurnya kanan kiri . Dia juga meganggu Caca yang sedang tidur memeluk dara
Cup cup cup
" Ewh "
Kanan kiri akhirnya Caca membuka matanya bangkit dari tidurnya
" Kenapa sih gak bisa diam banget . Aku mau tidur Dimas !!"
" Yang aku gak bisa tidur"
" Merem aja kenapa sih , tadi kita udah coba . Apa yang bikin kamu gak bisa tidur "
Dimas menggaruk kepalanya dia menatap dara yang sudah terlelap . Dimas juga memindahkan dara ke ranjang bawah . Kini hanya mereka berdua di ranjang besarnya
" Sini aku peluk . Biar bisa tidur " Caca merentangkan tangannya memeluk Dimas
Keduanya berbaring lagi . Dimas menatap Caca yang sudah pulas . Akhirnya Dimas mengambil ponselnya bermain . Hal itu membuat Caca kebangun karena cahaya ponsel
" Dim , kenapa belum tidur juga sih ? "
" Aku gak bisa tidur "
Caca mendekati wajahnya dia mengecup bibir Dimas lama
" Apa yang bikin kamu gak bisa tidur , ayo ngomong " bisik Caca karena takut dara kebangun
" Aku mikirin mobil yang di kasih Aldo "
Huh !
" Kenapa lagi ? "
" Aku masih gak nyangka aja . Kok Aldo bisa ngasih ke kota dengan begitu aja"
" Ya mungkin Aldo lagi banyak duit . Dia kan yang punya showroom jadi terserah dia aja "
Dimas mengagguk
" Tapi yang ngomongin mobil . Kamu pake lah salah satu yang "
" Gak mau ah . Aku gak bisa . Aku nyaman pake motor "
" Yaudah kalo kamu gak mau aku gak maksa "
" Hem "
Hening
Caca memejamkan matanya lagi di dada Dimas
" Ca . Menurut kamu ...."
Dimas menatap Caca yang sudah tertidur pulas
Di elus elus hidung mancung Caca juga rambut wanginya
" Aku ngantuk sayang " ucap Caca
" Temani aku dong ca . Aku gak bisa tidur "
" Aku capek . Aku ngantuk Dimas "
Huh !
Caca mengelus perut Dimas mungkin aja dengan elusan itu suaminya tidur . Ternyata masih membuka matanya
" Bodo ah . Aku ngantuk " Caca membalikan tubuhnya munggungin Dimas
Akhirnya Dimas keluar dari kamar dia membuka kamar argo . Sepupunya itu udah tidur . Akhirnya Dimas nonton tv di tengah malam
***
20 menit saat azan subuh Dimas kembali ke kamar dia baru merasakan ngantuk . Tidur sambil memeluk Caca
Jam 5 Caca kebangun karena Dafa mencium pipi Caca dan Dimas . Caca merasakan kulitnya basah dan ternyata Dafa sudah mandi dan berganti baju
" Mama , ayah . Sholat ! "
Dafa membangunkan kedua orang tuanya itu sampai bener bener bangun . Melihat adiknya yang sudah bangun menatap Dafa . Akhirnya Dafa menuntun dara masuk ke kamar mandi mencuci mukanya dan juga menggosok gigi
" Mama ! Ayah ! Bangun " kali ini Dafa sedikit teriak dia kesel mama dan ayahnya belum juga bangun . Mereka masih berpelukan
" Ca bangun ca . Berisik Dafa " Dimas menepuk pundak Caca dia merasa terganggu
" Bangun , bangun . Kakak aja kalo gak bangun di siram air sama mama . Sekarang bangun , bangun "
Caca ingin marah tapi bener apa yang di kata Dafa . Kalo Dafa gak bangun Caca selalu menyiram air . Dan setelah Dafa marah Caca juga ikut marah karena Dafa gak boleh memarahi mamanya
Kini seolah karma . Caca ingin memarahi Dafa tapi takut Dafa membalasnya . Akhirnya Caca langsung masuk ke kamar mandi
" Bangun Dimas ! Anak anak udah siap pada mau sholat "
" Ewh "
" Aku udah wudhu gak mungkin nyentuh kamu , cepat bangun "
Dimas masih tidur
" Mau sholat atau di sholatin " ucap Dafa sekarang
Dimas langsung bangun . Dimas selalu bilang kepada Dafa kalo Dafa telat sholat . Dimas selalu bilang mau sholat atau di sholatin
Dimas menuntun keluarga kecilnya menjadi imam . Setelah sholat subuh selesai Dimas kembali tidur lagi . Sedangkan Dafa merapikan tempat tidur dan menunggu mbaknya sedang menyiapkan sarapan dan susu hangat
Bapak sama anak melanjutkan lagi tidurnya . Mereka sambil berpelukan membuat Caca gemes. Kalo gak mikirin Dafa . Pasti Caca akan lanjutin tidurnya
**
" Papa naik motor dong kerumah oppa . Mas capek jalan kaki pah "
" Iya pah adek juga pah " Vania sambil memegang kakinya
Aldo mengagguk , karena diva lagi sakit akhirnya Aldo mengajak kedua anaknya itu kerumah oppa nya membiarkan diva berisitirahat
Menaiki motor keliling dan jajan di sekolah Dafa . Kedua anaknya itu senang banget papanya membebaskan membeli apapun kecuali es
Setelah jajan akhirnya Aldo mengajak kerumah mertuanya . Aldo juga meminta izin menitipkan Ken dan Vania disini karena lagi merasakan sakit di bagian perutnya
Hal itu membuat ayah Bima langsung setuju . Biarkan diva berisitirahat supaya tidak di ganggu oleh kedua anak anaknya
" Papa berangkat kerja ya . Mas sama adek sini aja ya main sama dara. ingat jangan nakal ya "
Mereka berdua mengagguk , setelah di beri kecupan . Akhirnya Aldo Pamit kepada mertuanya
Aldo masuk ke kamar membawakan air hangat untuk istrinya itu yang terbaring lemah
" Masih sakit sayang ? " Tanya Aldo sambil memeluk kepala diva
" Masih mas . Hiks hiks sakit " diva menangis mengeluarkan air matanya
Di kecup kecup wajah diva kepada Aldo. Aldo menjadi menyesal kalo tahu begini mending gak usah hamilin diva sekalian
" Nanti aku minta tolong mama untuk jaga kamu kesini diva "
Diva menggeleng kepalanya
" Gak usah mas . Aku mau istirahat aja tanpa di ganggu. Lagi pula kalo nanti aku mau makan dan keperluan lainnya bisa manggil mbak . Takut nya repotin mama mas "
" Oh yaudah . Kalo ada apa apa kabarin aku ya . Biarin aja anak anak di rumah ayah dulu "
Diva mengagguk
" Yaudah aku siap siap berangkat kerja ya sayang . Maaf ya sayang aku gak bisa nemenin kamu di saat seperti ini karena dua kali aku undur clien aku "
" Iya mas gapapa . Kamu ngertiin aku aja aku udah seneng banget "
Cup
Aldo memakai kemeja yang di siapkan oleh diva . Dia juga memakai parfum supaya percaya diri . Setelah rapi dan semua di masukan
" Aku berangkat ya sayang . Aku akan pulang cepat kalo emang waktunya cepat . Aku gak akan kemana mana "
" Iya mas " lirih diva
" Jangan lupa makan . Aku akan bawel kalo kamu gak makan "
" Iya sayang "
" Aku berangkat ya sayang
" Iya mas "
" Oh iya "
" Kamu mau berangkat atau engak ? Aku capek tau gak mau tidur "
Aldo tekekeh dia segera keluar dari kamar . Di akhir Aldo mau bilang jangan lupa makan . Seperti nya tadi udah bilang