FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
5. Putus



Debatan semakin memanas . Tania menatap tajam argo . Rupanya kekasihnya itu belum paham juga


Tania meminta pembantunya untuk mengajak Vania dan Ken keluar . Ketika kedua keponakan nya itu sudah tak ada . Tania langsung ke atas bersama argo


" Yaudah , mau kamu apa ? " Tanya Tania


" Aku mau kita nikah "


Tania menggeleng kepalanya


" Setelah kamu selingkuh berhubungan . Kamu ngajak aku nikah ? Gak merasa bersalah banget itu mulut ! "


" Terus kamu maunya kaya gimana ? Aku salah terus di mata kamu . Iya aku selingkuh karena aku butuh pelampiasan . Kamu gak bisa berikan yang aku mau kan ! "


Tania mengepalkan tangannya ingin sekali dia memukul wajah tak berdosa itu


" aku mau kita putus "


" Kenapa putus ? Kamu gak terima aku selingkuh ? "


" Iya , aku gak terima , aku gak terima tubuh kamu itu sudah di sentuh orang lain . Aku jijik "


Argo mendekati Tania dia ingin memeluknya . Tapi Tania menolak dan menggeleng kepalanya


" Kamu pulang , biar anak anak aku yang antar "


" Tania , kita selesaikan dulu masalah ini"


Tania langsung masuk ke kamar , mengunci pintu nya


Huh !


Tetap argo pulang bersama anak-anak . Karena alasan argo bertemu dengan Tania mengantar anak anak kerumah opa nya . Tetapi opa dan Oma nya malah ke luar negeri


**


Malam harinya argo mengajak Dimas untuk nongkrong keluar . Argo jelasin semuanya kepada Dimas


" Sory ya bro gara gara gue lu jadi pelampiasan ke orang lain "


Argo menggeleng kepalanya dia gak masalah


" Terus putus aja gitu bro ? "


" Gua maunya nikah dim . Dia nya udah nyerah sama gua. Ya gua tau . Gua brengsek tapi lu tau lah . Gua semenjak sama dia beda banget kan . Gua gak tau kalo gak ada dia hidup gua gimana . Hancur gua dim "


Argo menangis menutup matanya dengan lengan . Dimas juga kasian dengan sepupunya


***


Pagi hari ini Dimas berkunjung ke ruangan Tania . Untuk mengajaknya makan siang


" Iya kak nanti Tania makan siang bareng "


Makan siang di salah satu restoran . Tania terdiam . Ada argo yang sudah menempati


" Pesen bro " ucap argo


Dimas mengagguk dia melihat menunya . Keduanya saling tatap . Hingga saat Dimas sudah memesan . Dia izin ke toilet . Sebenarnya Dimas mau keluar merokok . Dimas ingin argo dan Tania ngobrol aja


" Tania "


Argo mengeluarkan sebuah kotak cincin . Dan kebetulan tangan tangan berada di atas meja . Argo mengeluarkan memakainya di jari Tania


" Will you marry me ? "


Tania melepaskan tangan di cincin nya dia berikan kepada argo


" Aku brengsek ya ? "


" Hem "


" Tuhan aja memafkan hambanya . Kamu masa engak ! "


Tania menatap tajam argo


" Segitu sakit hatinya ya sayang "


" Hem ..."


Argo beranjak berdiri


" Beri aku pelukan untuk terakhir kalinya"


Tania mengangkat kepalanya . Apa apaan mantan kekasihnya itu meminta pelukan pikirnya


Tania beranjak berdiri memeluk argo . Tania menahan air matanya supaya engak jatuh . Tapi jatuh juga


" Kalo masih sayang dan cinta kenapa putus ? " Ucap argo masih memeluk Tania


" Aku sayang kamu " gumam Tania


" Aku juga sayang kamu Tania "


Tania melepaskan pelukan dia menghapus air matanya. Kembali duduk. Kedatangan makanan dan minuman


Dimas di situasi yang bener bener canggung . Keduanya tanpa menatap hanya terdengar suara pisau dan garpu


" Kamu balik kantor sama argo ya . Aku mau langsung pulang " ucap Dimas beranjak berdiri


" Loh kak . Aku minta tanda tangan kakak "


" Besok aja . Ok . Kakak yang bayar "


Tania terdiam setelah kepergian Dimas . Keduanya saling tatap dan makanan juga sudah pada habis


" Yaudah yuk aku antar kamu ke kantor "


Keduanya beranjak berdiri dan masuk kedalam mobil . Sengaja argo mengendarai pelan pelan karena argo ingin lebih lama . Saat lampu merah berhenti argo menggenggam tangan Tania . Dia mengecupnya


" Aku sayang kamu Tania "


Tania menatapnya . Tatapan argo bener bener tulus banget


" Cukur tuh bewok kamu , seperti orang gak di urus "


" Ah iya . Nanti aku cukur sayang "


Sampai di parkiran kantor argo masih menggenggam tangan Tania . Keduanya saling tatap . Hingga argo mengecup bibir Tania


" I love you "


Tania melepaskan ciumannya


" Aku mau turun "


Argo menahannya


" Coba kamu pikir pikir lagi . Gak sayang sama kenangan kita ?"


Huh !


" Kamu sayang gak ? Kalo sayang gak mungkin kamu selingkuh . Kalo kamu sayang sama aku gak mungkin kamu berhubungan tau gak "


" Iya aku salah Tania . Aku minta maaf "


" Hanya maaf yang bisa kamu keluarkan dari mulut kamu kan ! Dasar bodoh "


Argo menarik teluk leher Tania. Mencium bibir merah jambu itu . Di balas oleh Tania . Hanya ada suara kecupan di dalam mobil itu


" Kalo marah jangan lama lama , nanti aku di ambil loh "


" Silahkan"


Argo tersenyum " aku bercanda sayang "


" Aku kedalam dulu , hati hati "


Argo mengagguk