FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
51. Tato mas Ken



Seharian penuh Ken dan Vania main di rumah ayah Bima . Tadi Aldo sempat menanyakan kedua anaknya sama Caca . Kedua anaknya itu sedang makan siang di suapin oleh mama Lisa


Syukurlah


Dua jam kemudian Aldo bertanya lagi sedang apa anaknya itu . Kedua anaknya sedang tidur siang


Syukurlah


Kini giliran diva , tadi selesai meeting Aldo kembali pulang mengecek keadaan diva . Diva bilang perutnya sudah lumayan gak sakit lagi . Tadi aja diva sempat ke dapur mengambil coklat untuk dia bawa ke kamar


Setelah makan siang bersama dengan diva di rumah . Aldo kembali ke kantor lagi . Dia juga menghubungi diva ketika istrinya itu di bawakan sup daging oleh Caca . Aldo menggeleng kepalanya padahal tadi diva sudah makan . Sekarang makan lagi . Baiklah . Diva sedang hamil mungkin beberapa hari kedepan tubuhnya akan naik


Saat pulang kerja Aldo mampir kerumah mertuanya untuk menjemput pulang . Keduanya sudah mandi dan makan sore di suapin oleh Caca . Mereka juga ikut pulang kerumah di saat Dafa sedang mandi . Jadi Dafa gak tahu kalo adik adiknya itu pulang padahal Dafa sudah janji akan mengajak ketiga adiknya main di taman


Mereka berdua main di kamar bercerita makan apa aja disana dan bobok siang


" Dedek Ken .... Dedek Vania ..." Teriak Dafa


Ken turun dari ranjang dia keluar dari kamar . Di saat itu juga Dafa sudah rapi memakai sepatu


" Bunda , mas Ken mau ke taman dulu ya " ucap Ken


" Mau kemana ? Ini udah sore ! "


" Taman bunda . Mas Ken udah janjian sama temen temen mau main bola"


" Tanya papa dulu sana . Papa ada di kolom berenang "


Ken mengagguk dia segera berjalan ke arah kolom berenang di ikuti oleh Dafa setelah Aldo mengizinkan . Kedua anaknya itu segera keluar . Dafa , Ken dan dara bermain di taman katanya sih Dafa bilang di temani oleh Caca


Selama anak anaknya itu di jaga . Aldo bisa aman. Karena mereka masih kecil kecil takutnya di culik


Saat magrib selesai Aldo dan diva menunggu kedua anak anaknya itu belum pulang . Akhirnya Aldo menghubungi kakak iparnya . Dan ternyata kedua anaknya itu berada di rumah . Tadi ketemu Dimas . Dan akhirnya anak anak di ajak ke supermarket sama Dimas


" Papa.... Bunda ..." Teriak Ken sambil berlari juga membawa kantong plastik


Keduanya di belanja banyak oleh ayah Dimas . Hal itu membuat Ken dan Vania sangat senang


" Abis belanja ya . Enak banget " ucap diva


" Iya dong bund "


Aldo memangku Vania sedangkan diva memangku Ken . Saat Ken mengangkat baju lengannya . Diva menatap ada sebuah coretan . Diva lihat baik baik


" Apa ini ? " Tanya diva kepada Ken


" Itu tato bunda . Gambar macan"


Aldo melihat tato yang sangat kecil dan gambarnya juga hancur


" Kucing kali " ucap diva


" Bunda ini gak tau macan ya . Ini macan bunda "


" Ya ya ya . Bunda bercanda . Kamu ini suka sekali marah marah "


Cup


" Mas gak marah bunda . Cuma mas kasih tau aja "


" Mas Ken gaya banget tatoan segala . Adek gak boleh kaya mas ya . Adek perempuan tato itu mainan anak laki laki " nasihat Aldo


Vania mengagguk


Diva mengecek sebelah kanan lagi . Tato bergambar Uler


" Kamu itu di apain sih sama kakak . Kenapa banyak tato nya " kali ini diva protes


Diva langsung menghubungi Caca . Saat Caca mengangkat . Caca juga sedang memarahi Dafa karena membuat tato di pipi dara


Setelah diva matikan . Diva menesehati Ken


" Besok besok bunda gak mau ya mas Ken di buat tato lagi . Biar bunda suruh oppa biar mas Ken sama kakak gak di kasih uang jajan lagi "


Ken memeluk bundanya. Ken takut kalo kedua orang tuanya itu marah terutama papanya


" Minta maaf dulu sama bunda . Mas Ken akan janji " ucap Aldo kepada Ken


Ken mencium pipi bundanya dia juga meminta maaf karena membuat banyak tato di tangannya setelah itu diva membersihkan tato di tangan Ken


" Kalo buat tato begitu . Nanti besarnya jadi preman mas Ken . Emang mas Ken mau jadi preman nanti di jauhin temen temen "


Ken menggeleng kepalanya


" Nanti kalo kakak buat tato lagi mas bilang ya sama kakak . Mas Ken gak boleh sama bunda sama papa "


" Iya bunda "


Diva tersenyum


" Anak bunda yang paling ganteng , penurut banget sih "


Cup


" Heheh bunda . Mas Ken geli tau "


Diva tekekeh setelah bersih kulit Ken tak ada tato lagi barulah diva dan Ken keluar dari kamar mandi . Kini menemani kedua anaknya itu nonton tv


***


Caca mengunci pintu kamar Dafa setelah anak itu selesai belajar dengan guru private nya . Caca mengambil fasilitas Dafa seperti laptop dan ponsel . 4 hari Dafa ada ujian sekolah


Dulu saat Caca sekolah mama melakukan itu semua kepada Caca . Begitu juga dengan Dimas dia gak boleh memegang gadget kecuali pas saat Dimas beranjak SMA . Dia di bebaskan oleh mama dan ayah karena Dimas sudah dewasa


" Tidur ya kak, besok pagi mama tes sudah belajar apa aja " ucap Caca dari luar kamar


Melihat Dimas dan juga dara baru saja naik ke lantai dua , keduanya sambil tertawa ngakak Dimas sedang menjali anak perempuan nya


Ketiganya masuk kedalam kamar . Mengunci pintu hari ini Caca dan Dimas gak mau berkeliaran di halaman depan karena itu akan membuat Dafa minta keluar


Padahal Caca mau Dafa istrirahat setelah belajar tadi 2 jam . Biar besok bisa Caca tanya tanya apa saja yang Dafa belajarin sama gurunya tadi


" Pipi adek tadi di coret coret ya . Nakal ya kakak ya" ucap Dimas sambil memangku dara di perut nya


" Iya ayah . Kakak jail . Adek suka di kerjain sama kakak sama mas Ken juga"


" Jailin apa ? " Tanya Caca


" Seperti tadi . Kakak minta uang sama oppa tapi nyuruh adek . Terus mas Ken juga saat adek beli cilok di depan rumah . Diam diam mas Ken memakan cilok adek . Kan adek jadi kesel "


" Harus bagi bagi ya . Gak boleh kesel gitu . Harus sama sama " ucap Dimas


" Iya ayah . Adek gapapa kok kalo mas Ken ambil . Karena mas Ken ganteng "


Caca dan Dimas tertawa geli


" Kecil kecil kok tau tau an ganteng si "


Dara menutup wajahnya malu


" Mas Ken baik sama adek ayah ! Mas Ken selalu kasih coklat ke adek dan Vania juga . Kalo kakak dia gak mau berbagi. Dia aja sering ambil makanan adek . Tapi pas adek minta . Adek gak di kasih "


" Dafa , kamu banget ya dim "


" Mana ada ! Aku baik "


" Emm . Baik . Kalo ada maunya "


Ck !


" Terus apalagi yang kamu mau cerita sama ayah ! " Tanya Dimas


Dara terdiam dia menatap mama dan ayahnya yang begitu dekat jarak mereka


" Ayah kenapa dadanya berbulu ? "


" Sexy kan ayah nya ? Biar keren tau " ucap Caca


Dimas hanya tersenyum


" Ayahnya ganteng engak ? " Tanya Caca


" Gantengan om Aldo "


Ck ck ck !


Caca menahan tawanya . Sedangkan Dimas dia bener bener kesel sama Caca


" Jujur sekali kamu dara " ejek Caca


" Yang , yang bener dong ajarin anak . Masa dia bedain aku sama Aldo . Kamu Ini gimana sih sebagai mama "


" Anak kamu jujur loh dim . Kenapa jadi salahin aku "


" Pokonya aku ngambek sama kamu . Malam ini aku tidur di bawah "


" Yaudah " ucap Caca sambil mengangkat dara memeluknya


" Yang .... Gimana sih suami ngambek malah di diemin "


Caca tersenyum dia mengarahkan lampu untuk Dimas matikan


" Yang ... Sayang ..."


" Apa sih Beb . Sini ah jangan ngambek ngambekan . Sini tidur peluk aku "


" Aku lagi ngambek ini yang ..." Rengek Dimas


Caca bangun dari tidur nya dia beranjak bangun memeluk suaminya


" Bayi besar lagi ngambek ya . Ulu ulu sini peluk dulu "


Dimas tersenyum dia memeluk Caca


" Gausah ngambek ngambekan , aku lagi capek tau . Aku lelah banget . Mungkin efek hamil kali ya dim "


Dimas mengagguk dia melepaskan pelukan kini mereka ikut berbaring


" Adek mau di peluk ayah ! " Pinta dara


Dimas memeluk dara juga memeluk Caca . Ketiga manusia di dalam kamar itu tidur bersama


" Dim ...."


Dimas membuka matanya dia mengarahkan telunjuknya di bibir


" Temani aku buat sosis bakar yuk . Aku pengen banget "


Ck !


" Ini udah malam . Ngapain sih masih makan "


" Kaya kamu engak aja . Kamu aja selalu bangunin aku tengah malam "


" Bentar ya nunggu sampai jam 12 . Tunggu dara pulas dulu takutnya bangun "


Caca mengagguk dia memejamkan matanya . Sampai akhirnya Caca engak jadi buat sosis bakar karena Caca bener bener ngantuk