
Aldo tak terima adiknya di sakitin . Aldo langsung keluar dari rumah kerumah ayah mertuanya sedangkan diva saat melihat suaminya berjalan terlebih dahulu
" Mas . Mas mau kemana . Jangan buat keributan "
Aldo tak peduli . Aldo terus berjalan cepat mendahului diva yabg di belakang nya sambil berlari
Sesampainya di rumah mertuanya . Aldo langsung naik ke atas tanpa menegur ayah dan mama mertuanya
" Kenapa Aldo ? " Tanya ayah kepada diva
Diva mengangkat bahunya . Dia menaiki tangga menyusul suaminya
Diva bernafas legah . Abangnya belum pulang
" Ngapain sih kamu ikut ikut kesini " kesel Aldo
" Mas juga , ngapain jalan ninggalin aku"
" Mau aku hajar Abang . Berani beraninya nyakitin Tania "
Setelah membuka kamar Abang nya . Aldo berniat untuk menemui di kantornya . Diva terus mengikutinya . Hati Aldo bener bener panas pikirannya terus di landasi abangnya itu selingkuin Tania
" Aku ikut " ucap diva saat Aldo masuk kedalam mobil
" Ngapain sih pake ikut segala . Diam di rumah " bentak Aldo
" Gak . Aku mau ikut "
Aldo gak menjawab lagi . Menyalakan mobilnya menuju restoran milik Abang iparnya itu
Selama perjalanan diva mengirim pesan kepada abangnya . Bahwa Aldo sudah tahu abangnya itu selingkuin Tania . Sekarang suaminya itu sedang perjalanan kesana . Diva sangat kesal . Abangnya itu belum membacanya
Brak
Bugh
Bugh
Argo baru saja bangun saat adiknya itu tanpa berkata apa-apa masuk . Sebuah pukulan melayang di wajah argo oleh adik iparnya
" Aku peringatkan , jangan sakitin Tania " ucap Aldo kepada Abang iparnya itu sambil mencekam kerah kemeja
" Mas udah " diva sangat takut wajah Aldo bener bener merah
" Kamu diam !!" Bentak Aldo terus menghajar abangnya
Saat diva menahan wajah argo . Aldo hanya diam tapi tangannya siap memukul Abang iparnya itu
" Kalo kamu mau bunuh abang . Bunuh aku sekalian !!" Ancam diva
Huh ! Huh !
Nafas argo naik turun . Dia belum siap menerima pukulan dari Aldo . Dia bener bener terkejut
" Kamu mau mati ! Minggir !" Bentak Aldo
Diva menggeleng kepalanya dia menahan kepala Abang nya
" Saat kamu pukul orang . Kamu ingat anak ! Anak kamu laki laki . Kalo Ken kamu pukul seperti kamu pukul Abang . Gimana perasaan kamu ! "
" Diam diva !! " Bentak Aldo
" Kamu gak terima adik kamu di sakitin . Kamu terima aku di sakitin kamu . 5 tahun kita menikah . 5 tahun juga kamu sakitin aku mas . Kamu selingkuh , kamu pemabuk , kamu bermain wanita "
" AKU BILANG DIAM DIVA !!" Bentak Aldo
Argo melepaskan tangan diva di kepalanya . Argo juga tak terima Aldo membentak adiknya
Bugh
" Jaga bicara kamu ! Jangan bentak diva ! " Teriak argo
" Abang jangan pukul suami aku !!"
Bugh
Aldo ingin membalas pukulan abangnya . Malah terkena diva
Diva langsung pingsan . Keduanya menatap diva sudah terbaring di lantai
Cepat argo mengangkat diva membaringkan di atas sofa
" Ambil minyak angin di lemari itu , cepat!" Teriak argo
Aldo langsung mengambilnya dia juga membuka minyak angin menaruh di hidung
" Bangun diva " gumam argo
Aldo menaruh minyak angin juga di atas perut dan juga bagian leher istrinya itu
" Abang .... Mas ... Udah jangan berantem " gumam diva baru saja sadar
Argo membantu diva untuk bangun dan memberikan minum . Tatapan Aldo bener bener tajam pada Abang iparnya itu
" Kepala aku sakit banget " gumam diva sambil menyentuh kepalanya
Argo memegang kepala diva lalu dia peluk adiknya itu
" Kita makan dulu . Biar kamu gak sakit "
Diva mengagguk
Aldo tak terima istirnya itu di peluk . Dia juga memeluk diva . Di lepas tangan argo ke kepala adiknya
" Biar aku yang beli makanan " ucap Aldo tak mau kalah
Diva tersenyum
" Aku pengen makan yang pedes pedes , pengen makan bakso, mie ayam , emm ayam sambal setan "
" Gak boleh " jawab Aldo dan argo barengan
Tatapan dari kedua laki laki itu sangat tajam kepada diva
" Pengen makan itu " rengek diva
" Kesempatan ya kamu , makan yang engak pedas ! Makan ayam bakar " ucap Aldo sambil menarik hidung mancung istirnya
Argo memukul tangan Aldo . Dia tak terima adik iparnya itu menyakiti adik nya
" Sakit diva di gituin "
Ck !
Argo langsung menghubungi karyawan nya yang di bawah . Membawakan ayam bakar dan juga iga bakar
Beberapa menit kemudian datanglah minuman segar yang membuat diva menelan salivanya
Melihat abangnya itu sibuk dengan berkas kertasnya . Diva dan Aldo hanya diam . Supaya tidak menggangu pekerjaan abangnya itu
Tak lama kemudian kedua karyawan datang membawa makanan yang argo hubungi tadi . Diva mengusap tangannya dia langsung mencuci tangan makanan yang di pilih abangnya membuat perut diva bergetar
" Aw " keluh diva pada pipinya yang tekena pukulan tadi oleh suaminya
Argo menatap adiknya begitu juga dengan suaminya
" Nanti kita obatin . Isi perut dulu " ucap argo
Diva mengagguk