FIRST LOVE 2

FIRST LOVE 2
17. Memberi peringatan



Aldo tak terima adiknya di sakitin . Aldo langsung keluar dari rumah kerumah ayah mertuanya sedangkan diva saat melihat suaminya berjalan terlebih dahulu


" Mas . Mas mau kemana . Jangan buat keributan "


Aldo tak peduli . Aldo terus berjalan cepat mendahului diva yabg di belakang nya sambil berlari


Sesampainya di rumah mertuanya . Aldo langsung naik ke atas tanpa menegur ayah dan mama mertuanya


" Kenapa Aldo ? " Tanya ayah kepada diva


Diva mengangkat bahunya . Dia menaiki tangga menyusul suaminya


Diva bernafas legah . Abangnya belum pulang


" Ngapain sih kamu ikut ikut kesini " kesel Aldo


" Mas juga , ngapain jalan ninggalin aku"


" Mau aku hajar Abang . Berani beraninya nyakitin Tania "


Setelah membuka kamar Abang nya . Aldo berniat untuk menemui di kantornya . Diva terus mengikutinya . Hati Aldo bener bener panas pikirannya terus di landasi abangnya itu selingkuin Tania


" Aku ikut " ucap diva saat Aldo masuk kedalam mobil


" Ngapain sih pake ikut segala . Diam di rumah " bentak Aldo


" Gak . Aku mau ikut "


Aldo gak menjawab lagi . Menyalakan mobilnya menuju restoran milik Abang iparnya itu


Selama perjalanan diva mengirim pesan kepada abangnya . Bahwa Aldo sudah tahu abangnya itu selingkuin Tania . Sekarang suaminya itu sedang perjalanan kesana . Diva sangat kesal . Abangnya itu belum membacanya


Brak


Bugh


Bugh


Argo baru saja bangun saat adiknya itu tanpa berkata apa-apa masuk . Sebuah pukulan melayang di wajah argo oleh adik iparnya


" Aku peringatkan , jangan sakitin Tania " ucap Aldo kepada Abang iparnya itu sambil mencekam kerah kemeja


" Mas udah " diva sangat takut wajah Aldo bener bener merah


" Kamu diam !!" Bentak Aldo terus menghajar abangnya


Saat diva menahan wajah argo . Aldo hanya diam tapi tangannya siap memukul Abang iparnya itu


" Kalo kamu mau bunuh abang . Bunuh aku sekalian !!" Ancam diva


Huh ! Huh !


Nafas argo naik turun . Dia belum siap menerima pukulan dari Aldo . Dia bener bener terkejut


" Kamu mau mati ! Minggir !" Bentak Aldo


Diva menggeleng kepalanya dia menahan kepala Abang nya


" Saat kamu pukul orang . Kamu ingat anak ! Anak kamu laki laki . Kalo Ken kamu pukul seperti kamu pukul Abang . Gimana perasaan kamu ! "


" Diam diva !! " Bentak Aldo


" Kamu gak terima adik kamu di sakitin . Kamu terima aku di sakitin kamu . 5 tahun kita menikah . 5 tahun juga kamu sakitin aku mas . Kamu selingkuh , kamu pemabuk , kamu bermain wanita "


" AKU BILANG DIAM DIVA !!" Bentak Aldo


Argo melepaskan tangan diva di kepalanya . Argo juga tak terima Aldo membentak adiknya


Bugh


" Jaga bicara kamu ! Jangan bentak diva ! " Teriak argo


" Abang jangan pukul suami aku !!"


Bugh


Aldo ingin membalas pukulan abangnya . Malah terkena diva


Diva langsung pingsan . Keduanya menatap diva sudah terbaring di lantai


Cepat argo mengangkat diva membaringkan di atas sofa


" Ambil minyak angin di lemari itu , cepat!" Teriak argo


Aldo langsung mengambilnya dia juga membuka minyak angin menaruh di hidung


" Bangun diva " gumam argo


Aldo menaruh minyak angin juga di atas perut dan juga bagian leher istrinya itu


" Abang .... Mas ... Udah jangan berantem " gumam diva baru saja sadar


Argo membantu diva untuk bangun dan memberikan minum . Tatapan Aldo bener bener tajam pada Abang iparnya itu


" Kepala aku sakit banget " gumam diva sambil menyentuh kepalanya


Argo memegang kepala diva lalu dia peluk adiknya itu


" Kita makan dulu . Biar kamu gak sakit "


Diva mengagguk


Aldo tak terima istirnya itu di peluk . Dia juga memeluk diva . Di lepas tangan argo ke kepala adiknya


" Biar aku yang beli makanan " ucap Aldo tak mau kalah


Diva tersenyum


" Aku pengen makan yang pedes pedes , pengen makan bakso, mie ayam , emm ayam sambal setan "


" Gak boleh " jawab Aldo dan argo barengan


Tatapan dari kedua laki laki itu sangat tajam kepada diva


" Pengen makan itu " rengek diva


" Kesempatan ya kamu , makan yang engak pedas ! Makan ayam bakar " ucap Aldo sambil menarik hidung mancung istirnya


Argo memukul tangan Aldo . Dia tak terima adik iparnya itu menyakiti adik nya


" Sakit diva di gituin "


Ck !


Argo langsung menghubungi karyawan nya yang di bawah . Membawakan ayam bakar dan juga iga bakar


Beberapa menit kemudian datanglah minuman segar yang membuat diva menelan salivanya


Melihat abangnya itu sibuk dengan berkas kertasnya . Diva dan Aldo hanya diam . Supaya tidak menggangu pekerjaan abangnya itu


Tak lama kemudian kedua karyawan datang membawa makanan yang argo hubungi tadi . Diva mengusap tangannya dia langsung mencuci tangan makanan yang di pilih abangnya membuat perut diva bergetar


" Aw " keluh diva pada pipinya yang tekena pukulan tadi oleh suaminya


Argo menatap adiknya begitu juga dengan suaminya


" Nanti kita obatin . Isi perut dulu " ucap argo


Diva mengagguk