
Argo berdiri di ruang tamu . Papa dan mama Tania serta kedua keponakanya itu ingin berkunjung ke kerabat nya di frankston. Cukup jauh dari Melbourne memakan waktu kurang lebih satu jam
Setelah mereka pergi argo membuka kamar Tania . Yang saat ini masih tertidur pulas menghadap ke kanan . Argo segera memeluk Tania juga mengecup punggung
" Abang ...." Tania terkejut dia langsung bangun karena tangan kekar memeluknya
Dengan bodohnya argo malah tersenyum
" Mama papa pergi ke rumah sepupu kamu . Hanya tinggal kita berdua sayang " ucap argo sambil tersenyum
Huh !
" Aku ngantuk bang . Tolong jangan ganggu aku "
Tania kembali berbaring lagi . Kini argo juga memeluknya kembali dan mereka berciuman di pagi hari
" Abang kalo rambutnya berantakan ganteng deh "
" Dasar gombal " argo tersenyum senang di puji
" Beneran , aku itu beneran bicara jujur "
" Ya ya ya . Kamu juga cantik . Cantik tanpa make up "
Tania memutar matanya malas dia mulai menutup matanya lagi . Hingga keduanya tertidur kembali
**
Saat Caca sedang mandi Dimas membuka ponsel Caca . Dia membaca pesan mama Caca ,diva , Raka dan temen teman Caca
Dimas melebarkan matanya saat dia membaca pesan dari diva
💌 Diva
Emang apa yang bikin kakak itu suka sama mas Aldo ? Aku tahu suami aku itu emang manis dan tampan . Tapi kenapa kakak bisa suka ? Aldo itu cuek loh kak
💌 Me
Mungkin karena enak di lihat . Itu kan dulu diva pas kamu awal awal nikah . Ya kakak akuin Aldo emang ganteng , bodynya bagus , tapi gitu . Cuek !
💌 Diva
Tapi kadang mas itu baik kok . Dia gak cuek kalo di kamar . Dia bucin banget kak . Dia itu cuek di depan orang orang aja
💌 Me
Karena ke cuekan itu bikin kakak penasaran . Kadang aku suka mikir itu Aldo kalo di kamar suka ngomong apa aja sama kamu . Kalo di depan keluarga kan ngomong hanya sepatah kata ya . Sama kamu gimana ?
" Ngapain Caca nanya nanya tentang Aldo . Udah gila kali ya . Punya suami buat apa dia nanya cowok lain . Liat aja lu ya ca " geram Dimas
Dimas gak sempat membaca ke bawahnya karena Caca udah keluar dari kamar mandi
" Dara belum kamu bangunin . Dikit lagi sarapan loh . Dafa udah di bawah kan lagi sarapan sama ayah "
" Tau . Mana aku tahu . Aku disini " ketus Dimas
Caca hanya menoleh . Kenapa jadi dia yang marah pikir Caca
Caca menatap Dimas yang sedang memainkan ponselnya
" Ngapain kamu main hp aku ?"
" Aku mau transfer duit , aku gak punya pegangan "
Caca mengagguk dia membiarkan Dimas mengambil uang di banking Caca . Karena itu memang duit Dimas
" Cantik banget sih aku . Beruntung kamu dim punya istri kaya aku gini . Cantik . Pintar . Punya anak lucu lucu " ucap Caca membanggakan diri sendiri
" Dek , adek , bangun " Dimas membangunkan anaknya itu sambil mengecup pipi dara
Saat Caca membangunkan dengan lembut juga kasih sayang barulah dara bangun dia langsung duduk menatap mama dan ayahnya
" Tolong cuciin wajah dara dong sayang . Aku tanggung banget ini lagi rias alis "
Dimas bangkit dari duduknya dia mengendong dara masuk ke kamar mandi . Cuci muka dan menggosok gigi setelah itu Dimas juga menyisir rambut dara supaya enak dilihat
" Cantik nya anak ayah . Gak mandi aja cantik apalagi udah mandi . Seperti Jasmine di film Aladin " ucap Dimas kepada dara
Ketiganya segera keluar dari kamar . Dia ikut sarapan bersama keluarga . Saat Caca membantu mama mertua menghidangkan makanan di meja . Saat itu juga Aldo dan diva datang mereka ingin sarapan bersama
Dimas langsung sinis kepada Aldo . Dimas juga menatap Aldo
" Apa nya yang ganteng , jelek begitu . Item lagi . Cakepan aku kemana mana . Ya walupun sedikit gemuk tapi kan Caca nyaman di peluk katanya . Kayanya gue harus olahraga lagi . Biar Caca gak bosen sama gue . Sial Aldo !" Batin Dimas menatap tajam kepada adiknya
" Dikit aja telur nya " ucap Dimas kepada Caca
Caca mengagguk dia mulai memasukan semua lauk di meja makan
" Kakak jalan dulu ya mah , yah , opa Oma , Tante diva , om Aldo "
Dafa yang sudah siap dengan pakaian batik . Dia segera mencium tangan satu persatu
" Mama gak antar ya kak "
" Iya mah , kakak di antar pak Harto "
" Dadah mama , ayah , semuanya "
Mereka melambaikan tangannya saat Dafa sudah keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil oppa Bima . Supir yang dulu sudah engak bekerja lagi dia kembali ke kampung sejak istrinya meninggal . Sampai akhirnya ayah bima mencari supir lagi untuk dia jalan keluar
Dan sekarang karena nunggu ayah Bima ingin ke kantor , maka dari itu dia mengatakan Dafa yang sangat dekat dari rumah
Saat Caca ingin masuk ke kamar Dafa . Caca sudah ditarik oleh Dimas menuju kamar nya
" Kenapa dim ? "
" Aku cemburu " jawab Dimas pada intinya
Membuat Caca mengerutkan keningnya
" Cemburu apa ? Kapan aku buat kamu cemburu "
Caca melebarkan matanya
" Kamu baca chatingan aku ? "
" Ya . Aku baca. aku baca semuanya dari mama, Raka, diva "
" Dimas kamu gak sopan ! "
" Biarin . Kalo aku gak baca . Mana aku tahu kamu itu suka sama Aldo . Untung ya dia segera keluar dari rumah ini bisa bisa timbul tuh rasa cinta kamu sama dia "
Caca menggeleng kepalanya
" Aku cuma kagum aja . Aku gak suka sama dia "
" Alah alah . Bisa aja kamu ca ca . Aku tahu ya kamu itu suka lirik sama lirik sini"
" Iya tapi aku hanya lihat dan cuma bilang oh dia cakep ya . Gitu doang Dimas . Begitu juga dengan Aldo "
" Intinya aku cemburu Caca " kali ini Dimas bener bener kesel
" Ya aku harus gimana Dimas ? Aku udah gak suka lagi sama dia . Ngapain jadi bahas itu sih gak penting tau gak . Yang penting itu sekarang aku harus ke kamar Dafa . Rapin tempat tidur dia "
" Gak penting kamu bilang ? Ini masalah hati ca . Kamu terlalu meremehkan aku banget ya . Kamu gak mikirin perasaan aku . Kamu itu ..... "
Caca langsung mengecup bibir Dimas membuat suaminya itu terdiam
" Lagi " minta Dimas tapi ketus
Cup
" Lagi . Gak berasa " ucapnya sambil tersenyum
Kali ini Caca mencium Dimas lebih dari kecupan membuat suaminya itu harus bermain tangan di bawah sana
Sampai akhirnya Caca mengelus rambut Dimas
" Udah ya jangan cemburu lagi . Aku gak akan berpaling dari kamu . Kamu itu segalanya di hidup aku . Kita bersama dari nol sampai sekarang ini "
" Iya sayang " jawab Dimas senang
Sebelum keluar Caca mengecup pipi Dimas
" oh iya . Antar aku ke rumah mama dong dim . Sekalian tau aku mau ke kostan . Aku mau tagih uang bulanan. Aku males bawa motor "
" Iya sayang " jawab Dimas sambil tersenyum
Caca membalikan lagi tubuhnya dia menghadap Dimas yang masih tersenyum
" Kenapa senyum senyum gitu ? Mau aku cium lagi . Yang sebelah kiri belum tuh kayanya "
Dimas mengagguk . Dimas membukukan kepala nya supaya Caca mencium sebelah kiri
Cup
" Udah belum ? Atau masih mau aku cium lagi ? "
" Cium lah sampai aku bilang udah "
Caca menurut. Dia terus mencium pipi kanan kiri . Kening . Hidung . Bibir
" Hahaha udah udah . Kamu ini bikin aku gemes aja pagi pagi "
Caca tersenyum
" Aku rapiin kamar Dafa dulu ya sayang "
" Iya sayang , makasih my love " ucap Dimas
" Iya sayangku "
Dimas memeluk dirinya . Pagi ini dibuat terbang oleh Caca . Walupun Dimas tadi bener bener marah tapi di depan Caca tiba tiba hilang begitu aja emosinya
Bener bener itu anak bisa aja bikin Dimas bahagia tiap hari
" Ayah .... Ayah ...." Panggil dara di depan kamar
Saat Dimas membuka pintu . Saat itu juga dara terkejut
" Ayah bikin adek kaget " ucap dara sambil memegang dadanya
Dimas tersenyum dia mensejajarkan tubuhnya pada dara
" Ayah di panggil mama ...."
Dimas mentegakan tubuhnya dia berjalan ke kamar Dafa
" Ada apa sayang ? "
" Tolong bantu aku angkat ini dong dim . Ke pojok sana . Berat banget . Biar mbak yang bersihin . Ini kotor "
Dimas mengangkat kasur Dafa ke arah pojok sana . Setelah itu Caca memanggil mbaknya untuk menyiapkan alat bersih. Saat di bersihkan itu juga Dimas dan caca segera keluar
" Kamu itu repot repot banget sih ca beresin kamar Dafa . Suruh aja mbak "
" Aku gak mau . Justru aku mau Dafa yang merapikan kamar itu . Besok aku ajarkan Dafa untuk tanggung jawab sama apa yang dia lakuin . Dafa yang berantakin . Dafa juga yang harus rapiin"
" Kasian anak aku . Buat apa mbak disini kalo dia gak kerja " ucap Dimas
" Aku mau anak aku itu bertanggung jawab . Dia harus mandiri walupun hidup dia itu udah enak . Ayah nya bisa ngasih segalanya . Tapi aku gak mau Dafa itu bisa seenaknya . Mentang mentang di kasih segalanya dia lupa cara menghargai "
Dimas tersenyum Caca bener bener bisa mendidik anak dengan baik
" Aku serahkan semuanya padamu cintaku "
" Hem . Makasih . Tapi kamu jangan ikut campur kalo Dafa rengek sama kamu . Biar itu urusan aku . Iya dim " tanya Caca
" Iya sayang " jawab Dimas
Setelah mbak selesai bersih bersih . Dimas mengangkat lagi kasur Dafa kembali ke tempat. Lihat lah kamar sangat rapi dan wangi