
Pagi harinya argo sudah sampai di rumah Tania . Di buka kan pintu oleh pembantu rumah dan duduk di ruang tamu menunggu orang rumah yang belum juga keluar
1 jam
2 jam
Argo baru paham . Tania itu anaknya molor banget walupun masuk kantor jam 10 dia bangun jam 9
Argo bener bener laper banget , sampai akhirnya dia menyuruh salah satu pembantu di rumah itu membangunkan Tania
Hampir setengah jam dari pembantunya itu membangunkan . Tania baru turun bahkan masih memakai piyama
" Kamu udah datang ? "
" Hem " ucap argo bt
" Aku ke atas dulu ya . Sekalian mandi . Kamu tunggu di meja makan aja . Aku panggil mas sama mbak "
Tania akhirnya kembali ke atas . Takut kekasihnya itu bosan akhirnya Tania memanggil mas Rifky untuk bangun menemani kekasih nya itu di bawah . Sarapan bersama berempat setelah itu mereka berdua berangkat kantor
" Nanti siang ada waktu ? " Tanya Tania sambil memegang tab nya
" Seperti ada . Kenapa ? "
" Mau lihat rumah ? "
" Yaudah, aku kabarin nanti. Biar aku yang jemput kamu sekalian "
Tania mengagguk dia melanjutkan lagi pekerjaan nya lewat tab . Hingga beberapa menit kemudian tiba lah di gedung pusat biray group
Cup
" Aku duluan . Kamu hati hati "
" Iya sayang " jawab argo setelah Tania mengecup pipinya
Hari ini tiba tiba argo menjadi bad mood . Dia kesel karena menunggu lama Tania . Gak lagi lagi argo sarapan di rumah kekasih nya itu . Kapok . Tau begitu kan waktunya bisa bermain dengan keponakan atau tidur lagi
**
Tania menunggu kekasihnya itu di lobby bawah . Argo bilang tadi dia sudah dekat
Begitu mobil argo sudah berada di depannya Tania tersenyum penjaga perusahaan yang membuka pintu . Karena mereka menghormati bos nya itu
Cup
" Kenapa muka nya tekuk gitu . Jelek . Ada apa sayang ? Sini ngomong apa yang bikin kamu bete ?"
" Aku bete sama kamu Tania . Kamu itu lama . Aku nunggu dari jam 6 pagi . Dan kita sarapan jam 9 . Gimana aku gak bete . Aku bangun pagi . Aku mandi sehabis sholat subuh . Sampai sana enak enakan kamu masih tidur "
Tania mengerut keningnya dia memeluk lengan kekasih nya itu yang sedang mengendarai mobil nya
" Maaf ya sayang , udah bikin kamu bete . Kasih tau aku gimana supaya kamu gak bete lagi " Tania tersenyum menempelkan dagunya di bahu argo
" Mana aku tahu . Kamu pikirkan aja sendiri "
" Ulu ulu pacal aku lagi ngambek ini . Emm" goda Tania
" Ini mau cari rumah dimana ya ? "
Tania membenarkan lagi posisi duduknya " ah iya . Ke alamat ini bang " Tania memberikan ponselnya kepada argo
" Bang , jangan ngambek dong . Nanti ganteng nya ilang . Abang tahu gak . Kalo Abang itu ganteng "
" Iya aku tahu . Maka dari itu aku cocok sama kamu . Kamu cantik dan aku ganteng " gombal argo
" Ulu ulu paling bisa kalo masalah nge gombal " Tania menggelitik pinggang argo hingga keduanya tertawa
" Ya . Kamu berhasil buat aku gak marah lagi " ucap argo sambil mengelus kepala Tania
Tania mendekatkan tubuhnya sambil memeluk argo yang sedang mengendarai mobilnya
" Aku suka nih parfum nya , bang . Makan dulu yuk . Aku lapar "
" Mau makan apa ? " Tanya argo
" Terserah abang aja "
Argo mengagguk . Argo membelokan mobil nya saat lampu hijau . Berhenti di salah satu restoran khas Thailand
" Gak jauh dari sini kan rumah nya . Jadi sengaja aku ajak makan disini " ucap argo
Tania mengagguk dia berjalan di belakang kekasih nya itu untuk masuk
" Weekend nanti kamu main dong kerumah . Dafa nyariin kamu terus tuh sama om Bima juga . Katanya kapan kamu main "
" Seminggu gak main langsung di cariin ya sama om Bima . Iya deh nanti weekend aku main "
Argo mengagguk . Menatap Tania yang begitu cantik dengan polesan juga bibir merah merona . Argo memegang dagu Tania sambil menatap bibir bawahnya
" Kenapa ? Aku jelek ya ? "
Argo menggeleng kepalanya
" Cantik , kamu selalu cantik . Mau natural cantik . Mau make up juga cantik . Pasti bunda seneng mantu nya cantik dan pintar "
" Aku kangen bunda deh . Aku telpon di angkat gak ya bang "
"Coba lah sayang . Siapa tahu bunda lagi gak sibuk "
Tania mengagguk dia mengeluarkan ponselnya menghubungi calon mertua nya
Tut
" Bunda pasti lagi di hotel " ucap argo
" nanti malam deh aku telpon bunda . Aku mau bilang anak nya lagi ngambek" ejek Tania
" Jangan ngarang ya . Nanti yang ada bunda ngatain aku bucin "
" Lah emang . Emang kamu bucin Abang . Bang aku mau tanya deh "
" Em apa ? "
" Kalo ada yang pukul aku . Reaksi Abang marah atau engak "
" Marah lah . Siapa yang berani mukul pacar aku . Aku cekek nanti . Gak tahu apa perjuangan aku dapetin kamu mati matian . Eh dia malah enak enakan pukulin kamu "
Tania tersenyum
Saat makanan datang . Keduanya terdiam . Karena ini sudah waktu nya makan siang . Keduanya menikmati makan siang ini dengan nikmat
Setelah argo bayar dan Tania menunggu di mobil . Langsung menuju alamat rumah yang akan mereka beli
Tania dan argo masuk ke rumah yang begitu mewah . Dan begitu luas juga rumah ini
" Sayang yah bang engak ada kolom berenang nya . Abang kan tau aku suka berenang " ucap Tania
" Kalo kamu suka dengan rumah ini . Nanti kan halaman belakang nya luas . Abang buatkan kolom berenang nya "
" Aku mau yang ini bang " ucap Tania tersenyum
Argo mengagguk . Argo juga yang menawarkan harga rumah ini . Sedikit negosiasi . Sampai akhirnya argo deal membeli rumah ini . Rumah mereka berdua