
Akhirnya semuanya jadi juga liburan . Sayang nya orang tua Caca tak ikut mereka sudah memesan tiket pulang ke Jogja
Akhirnya cuma Raka yang ikut ke Melbourne. Dan Untung juga Raka memiliki paspor karena beberapa tahun yang lalu ayah Bima mengajak keluarga Caca juga ikut umroh bersama . Dan pernah ke Singapur juga liburan dengan Dimas satu tahun yang lalu
Tak tanggung-tanggung Aldo menempatkan semua nya di class VIP . Karena biar mereka juga nyaman selama di pesawat
Diva juga sudah menyiapkan semuanya dari hotel dan selama 2 minggu disana. Melihat kedua anaknya itu di bangku sebelah diva tersenyum . Kedua anak nya itu sedang anteng sambil nonton film action dengan pop corn
Di lihat ke arah belakang dan samping semuanya sedang berbaring sambil nonton sedangkan Raka dia menemani dara yang sedang ngambek karena di jaihili oleh kakaknya
" Kamu udah kabarin Tania belum div ? "
" Udah kok tadi . Pas belum landing . Aku kabarin Tania "
Tiba di bandara Melbourne malam hari . Tania mengabari diva kalo dia juga sudah ada di bandara membawa mobil sewa nya
Keliatan satu persatu wajahnya begitu cerah tiba di negara orang . Tania yang sudah bisa melihat mereka dari jauh langsung mendekat dan memeluk mas nya terlebih dahulu baru diva, Caca, Dimas ,Raka dan terakhir mencium tangan om Bima juga memeluk mama Lisa
Vania merentangkan tangannya kepada Tania membuat Tania tersenyum
" Yuk masuk , biar cepat sampai hotel " ajak Tania berjalan ke arah mobil yang sudah Tania siapkan
Selama perjalanan itu Tania terus memeluk Ken . Tania bener bener kangen sama Ken juga Vania
Sesampainya di hotel yang sudah di siapkan Tania juga. Semuanya masuk kedalam kamarnya masing masing semakin malam semakin pula juga suhu dingin di tambah lagi baru turun salju
" Yang jangan tidur dulu ya yang . Aldo ngajak kita minum di depan "
" Ah aku ngantuk ah. Cepek . Udah kamu aja sana sendiri " tolak Caca karena dia sudah berbaring
" Ya Allah yang . Kapan lagi kita Nongkrong di depan yang " ucap Dimas sedih
" Udah sana kamu aja sendiri , aku ngantuk ah "
Dimas mengambil jaket tebalnya dia segera keluar . Di lobby bawah sudah ada Aldo, dan Raka . Mereka bertiga berjalan nyebrang ke arah cafe hotel
Ketiganya sama sama perokok . Mereka saling bertukar pikiran sambil minum kopi
Bisa mereka bertiga lihat . Cewek bule disini cakep cakep dan sexy sexy bahkan Aldo mengigit bibir bawahnya membayangi satu kamar dengan cewek itu
Sedangkan Dimas dia sudah berpikir liar . Dari dulu Dimas bercita cita bercinta dengan dua cewek . Tapi karena Caca cantik nya kebangetan dan galak . Dimas gak berani melakukan itu
Sedangkan Raka . Yang paling muda di antara dua kakak nya itu . Dia membayangi berciuman dengan bule . Ketiga nya berbeda-beda pandangan . Kalo Aldo menatap bagian bawah
Sedangkan Dimas dia melihat ke arah pinggul dan juga dadanya . Sedangkan Raka dia menatap bibir wanita bule itu
Saat wanita bule itu melintasi mereka bertiga . Ketiganya langsung menunduk dan pura pura sibuk
Saat wanita itu juga kedatangan teman temannya . Mereka bertiga menatapnya . Temen temennya juga sangat cantik
Di Australia sendiri . Sangat bebas dalam minum berbeda di Indonesia dia menjual alkohol di cafe tapi tempat tertentu aja
Karena tatapan mereka bertiga menatap wanita bule cantik itu . Tiba tiba ketiga wanita itu berjalan ke meja Dimas, Aldo dan Raka . Mereka duduk di pangkuan ketiga cowok cowok
Wah
Pikiran mereka langsung berapi api . Bahkan wanita itu sangat agresif memegang bibir Aldo yang sangat menggemaskan
" DIMAS !!!!!" teriak Caca
" Mas Aldo " teriak diva gak kalah kenceng
Dimas dan Aldo langsung beranjak bangun dia mendorong wanita wanita bule . Langsung aja Caca menjewer telinga Dimas . Sedangkan diva menarik rambut Aldo
" Nakal kamu ya !!!" Ucap Caca
" Sakit ,sakit ca " ucap Dimas
Sedangkan Raka hanya terkekeh geli dia juga ikut keluar membawa rokok dan juga power bank milik kakak iparnya itu
" Istri lagi hamil bisa bisanya main cewek . Pantas aja kamu ya buru buru keluar dari kamar " ucap diva
" Sumpah sayang , aku janjian sama Raka sama kak Dimas . Lepasin dulu sayang sakit "
" Gak . Kamu nakal ! "
Kedua bini masih terus menjewer telinga Dimas dan menjambak rambut Aldo . Di lobby hotel juga tatapan dari tamu kepada mereka . Menaiki lift langsung kedua bini melepaskan
Saat lift berhenti di lantai mereka tinggal . Kembali menjewer telinga para suami
" Duluan ya kak " ucap Aldo masih sempat sempatnya
Dimas mengagguk dia mengangkat jempolnya
" Sayang sakit sayang " keluh Dimas
Saat pintu terbuka Caca mendorong dimas ke atas ranjang dan untungnya ranjang Dimas dan Caca berbeda dengan dara
" Dasar mata keranjang, gatel "
" Ampun sayang , iya aku gak lagi goda cewek "
" Kamu gak cuma goda cewek. Kamu pangku mereka juga tangan kamu ini memeluk pinggang " Caca memukul tangan Dimas yang barusan memeluk pinggang cewek bule
" Ampun sayang , engak lagi aku peluk peluk "
" Kali ini aku beneran marah sama kamu Dimas !!! Bisa bisanya gak ada istri di samping . Oh aku tahu mentang mentang aku sedang hamil terus body aku gak seperti saat awal menikah yang masih kurus dan engak kendor . Iya gitu ? "
Dimas menggeleng kepalanya. Dimas cinta sama Caca apa adanya . Dimas gak pernah mandang Caca secara fisik
" Kalo ini di Indonesia . Aku pulang kerumah mama aku Sekarang juga ! " Ancam Caca
Dimas bangkit dia memeluk Caca
" Maaf sayang . Maaf "
Caca mendorong tubuh Dimas dia bener bener kesel
" Aku mau tidur sama Dafa aja. Biar kamu sama Raka "
Caca mendorong Dimas dia ingin segera keluar tapi Dimas menahannya
" Gak . Aku gak mau . Sayang maafin aku . Ini udah malam . Aku mohon jangan tidur sama Dafa " rengek Dimas
" Kalo aku gak kesana pasti kamu sama Aldo sama Raka udah sewa hotel lagi . Dimas " ucap Caca
" Engak sayang . Aku cuma cinta sama kamu . Aku gak mungkin sewa hotel buat cewek lain "
Ck !
Caca memukul pelan bibir Dimas
" Manis banget itu bibir kalo udah ngerayu . Pokonya aku masih marah sama kamu . Aku mau tidur sama dara aja . Biar kamu tidur di sana sendiri "
" Dingin sayang . Kalo gak sama kamu aku kedinginan "
" Bodo amat ! " Ucap Caca jutek
Cup
Cup
Cup
Caca menghapus kecupan Dimas di pipi dan bibirnya
" Udah sana , aku mau tidur . Mulai sekarang aku gak percaya lagi sama kamu . Kamu selalu goda cewek "
Caca beranjak naik ke ranjang dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut . Begitu juga dengan Dimas dia melepaskan jaketnya lalu dia naik dari ranjang memeluk Caca . Walupun istri nya itu menolak tapi Dimas bodo amat dia berusaha memeluk Caca
Sedangkan di tempat lain diva langsung cuek kepada Aldo . Setiap Aldo ngomong diva gak menjawab sama sekali bahkan saat Aldo meminta handuk . Diva hanya diam
" Sayang kamu harus percaya sama mas . Dia itu goda aku . Kalo kamu gak percaya tanya kak Dimas atau tanya Raka "
" Kalian itu sama aja . Atau emang sengaja mas bertiga mau ke cafe godain cewek cewek "
Aldo menggeleng kepalanya
" Itu gak bener sayang . Lihat itu Ken sama Vania liatin kita . Kamu jangan gitu dong diva "
Diva memberikan baju untuk suaminya . Biar cepat diva beristirahat
" Aku ngantuk mau tidur "
Diva meninggalkan Aldo yang masih di kamar mandi . Diva juga memeluk Ken untuk segera tidur kembali
" Bunda marah sama papa ya ? "
" Hem ... Papa kamu nakal mas "
Ken bangun dari tidurnya dia menatap papanya tajam
" Apa ? Apa lagi mas Ken ? " Ucap Aldo
" Papa udah buat bunda sedih ya . Bunda lagi marah sama papa " ucap Ken sambil melipat kedua tangannya di atas pinggang
Cup
" Bunda lagi capek . Bunda gak marah kok sama papa . Sekarang tidur ya "
Ken mengagguk dia memeluk bundanya. Sedangkan diva mengelus punggung Ken supaya anaknya bisa tidur lagi dengan nyenyak mereka kebangun karena suara Aldo yang minta di lepaskan telinganya di tangan diva